Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PELATIHAN RAPOR DIGITAL MADRASAH (RDM) DALAM MENUNJANG PENGUATAN LITERASI BAGI PENDIDIK Syukriady, Dwi; Dewi, Rosmala; Jumriati, Jumriati; S, Herawati Arief
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.24285

Abstract

Melihat pengenalan RDM sebagai sebuah kebutuhan bagi pendidik maka wajib bagi pendidik untuk dibekali pengetahuan tentang Rapor Digital Madrasah agar mutu tenaga pendidik semakin meningkat sekaligus memperkuat literasi digital pendidik. Rapor Digital Madrasah (RDM) dapat dikatakan baru bagi pendidik, pelatihan yang diperoleh masih sangat minim sehingga tim pengabdian berinisiatif mengadakan pelatihan RDM untuk meningkatkan kemahiran guru dalam menjalankan aplikasi RDM. Metode yang digunakan, yaitu pemaparan materi dan praktik. Hasil pelatihan menunjukkan selama pelatihan RDM, pendidik merasa terbantu dengan pelatihan ini, respon positif sesudah pelatihan pun tampak dari hasil Focus Group Discussion, mereka antusias setelah dibekali dengan pelatihan yang bermanfaat dalam pembelajaran dan berharap pelatihan RDM tetap diadakan di lain waktu setiap menjelang akhir semester.
PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN UNTUK MAHASISWA TUNANETRA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) DENGAN AUDIO DI PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR Erniati, Erniati; Supriadi, Supriadi; Jumriati, Jumriati; Syukriady, Dwi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24943

Abstract

Pengembangan Pembelajaran untuk Mahasiswa Tunanetra Melalui Model Project Based Learning (PjBL) dengan Audio di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Makassar Selama ini orang berkebutuhan khusus (difable) atau orang yang menyandang ketunaan (impairment) cenderung diperlakukan masyarakat sebagai “objek” perlindungan, perlakuan, dan bantuan daripada sebagai subjek pemegang hak. Perlakuan seperti ini mengakibatkan para penyandang ketunaan dipisahkan dari masyarakat umum dan disediakan tempat dan fasilitas tersendiri. Dalam bidang pendidikan, pemikiran seperti ini melahirkan praktek pendidikan segregasi yang memisahkan penyandang ketunaan dari orang pada umumnya. Mereka ditempatkan di sekolah-sekolah khusus yang dikenal dengan istilah sekolah luar biasa (SLB) dan tidak diperbolehkan belajar di sekolah biasa/reguler. Akibatnya, mereka cenderung diperlakukan sebagai orang asing di dalam masyarakatnya sendiri. Praktek pendidikan seperti ini menimbulkan diskriminasi terhadap para penyandang ketunaan khususnya tunanetra. Tujuan dalam gagasan ini adalah program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar dapat: 1) Memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa tunanetra; 2) Meningkatkan mutu layanan pembelajaran untuk mahasiswa tunanetra; 3) Meningkatkan akses, partisipasi, dan kemandirian mahasiswa tunanetra menjalankan perannya di masyarakat; 4) Berkolaborasi bersama Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Islam Makassar mengelola pendidikan bagi mahasiswa tunanetra Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode workshop. Workshop tersebut pada dasarnya dilakukan dengan pendekatan partisipatif karena melibatkan partisipasi dosen dan mahasiswa. Lokasi dalam kegiatan ini adalah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar. Subjek dalam kegiatan ini adalah dosen dan mahasiswa tunanetra Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Makassar. Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 3 (tiga) bulan Juli sampai Oktober tahun 2023 atau pada semester ganjil pada tahun ajaran 2023-2024. Hasil yang diperoleh dari kegiatan workshop tersebut, yaitu: 1) Telah mengembangkan RPS model Project Based Learning (PjBL) berbasis audio bagi para mahasiswa disabilitas khususnya mahasiswa tunanetra; 2) Telah mengembangkan materi ajar berbasis audio bagi para mahasiswa disabilitas khususnya mahasiswa tunanetra; 3) Telah mengembangkan media pembelajaran berbasis audio untuk para mahasiswa disabilitas khususnya mahasiswa tunanetra; 4) Telah mengembangkan evaluasi pembelajaran berbasis audio bagi para mahasiswa disabilitas khususnya mahasiswa tunanetra, dan 5) Telah mengembangkan pelaporan hasil evaluasi pembelajaran berbasis audio bagi para mahasiswa disabilitas khususnya mahasiswa tunanetra
Analisis Unsur Instrinsik Puisi 'Kalah dan Menang' Karya Sutan Takdir Alisjahbana Rahma, Fitriani; Wulan, Diah Nawan; Syukriady, Dwi
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra Vol. 3 No. 2 (2025): Isolek: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra (September 2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/isolek.v3i1.409

Abstract

The analysis of intrinsic elements is the main key to comprehensively understanding the meaning of the poem “Kalah dan Menang” (Defeat and Victory). Through the study of theme, diction, rhyme, rhythm, figurative language, imagery, and moral message, the poem’s meaning can be clearly revealed, enabling readers to gain a deeper understanding and a solid basis for appreciating and analyzing literary works. This study aims to identify the moral message contained in the poem “Kalah dan Menang” by Sutan Takdir Alisjahbana. The research employs a qualitative descriptive method using a close reading technique. The data source is the text of the poem “Kalah dan Menang,” which is analyzed through interpretation of meaning, identification of themes, and examination of stylistic aspects and moral values. The results of the intrinsic analysis show that the poem portrays various human experiences in facing life’s challenges. It invites readers to view every experience, whether defeat or victory, as an opportunity to learn and grow, and emphasizes the importance of perseverance and optimism in overcoming difficulties in different life contexts. Furthermore, the poem conveys a profound moral message about balance in life. According to Sutan Takdir Alisjahbana, life is a dynamic process that requires wisdom in responding to various experiences. This poem has universal value because its message is relevant to readers from diverse life contexts.
Pementasan Drama dalam Pembelajaran Perguruan Tinggi: Telaah Terhadap Unsur Kelengkapan Artistik dan Akting Anisa, Risma; Syukriady, Dwi; Erniati, Erniati
ISOLEK: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2026): Isolek: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, dan Sastra (Maret 2026)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/isolek.v4i1.768

Abstract

Drama performance learning in higher education tends to focus primarily on stage performance, while conceptual understanding of performance elements, artistic completeness, and acting skills has not been comprehensively explored by students. This study aims to analyze the fundamental principles of drama performance in higher education learning by emphasizing performance elements, artistic aspects, and acting. The study employs a qualitative approach using a descriptive-analytical method through a literature review of relevant scholarly journals and academic references related to drama performance. The results indicate that performance elements such as script, director, actors, dialogue, and conflict play an essential role in constructing a coherent and communicative dramatic performance. In addition, artistic elements—including stage setting, make-up, costumes, lighting, music, and properties—serve to strengthen the dramatic atmosphere and aesthetic value of the performance. Acting, on the other hand, becomes the core of drama performance as actors convey ideas, emotions, and dramatic messages through character interpretation and expression. Therefore, a comprehensive understanding of performance elements, artistic components, and acting should be emphasized in drama learning so that students are not only capable of presenting technical performances but also understand the conceptual foundation and creative process underlying drama performance.