Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pelaksanaan Pembelajaran Qira’ah Al-Kutub di Pondok Pesantren Tarbiyah Islamiyah Malalo Kabupaten Tanah Datar Sayyidah Rezky Ani; Pendi Hasibuan
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 12 (2025): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the implementation of qira'ah al-kutub learning at the Tarbiyah Ismaliyah Malalo Islamic Boarding School. This study used qualitative research methods. The informants in this research were the qira'ah ak-pole teachers as key informants and the supporting informants were class VIII students. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation. The data analysis used by the Milles and Uberman model is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique uses data triangulation. Based on the results of research conducted at the Malalo Islamic Tarbiyah Islamic boarding school, it can be concluded that in general the implementation of qira'ah al-pole learning at the Malalo Islamic Tarbiyah Islamic Boarding School has run smoothly but there are several steps that have not been implemented. Preliminary activities carried out by the qira'ah al-kutub teacher, in making preparations before learning, the ustadzah does not make lesson plans and syllabus but the ustadzah has a plan that has been thought through carefully before teaching but is not written in written form the ustadzah just remembers it, and then In this preliminary activity, the teacher only says greetings and reads prayers and forgets about giving apperception to students. The core activity carried out by the qira'ah al-kutub teacher goes straight into explaining the material without explaining the learning objectives first. And in this closing activity the teacher carries out in accordance with existing provisions.
Penerapan Metode Wahdah Dan Kitabah Dalam Pembelajaran Al-Qaur’an Hadits Di Ponpes Darussalam Pinagar Cici Puspa; Pendi Hasibuan; IswantirM; Arman Husni
Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Pendidikan, Bahasa dan Budaya
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpbb.v2i1.1038

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang ditemukan di Ponpes Darussalam Pinagar. Berdasarkan observasi yang telah penulis lakukan bahwa guru Al-Qur’an Hadits sebelum menerapkan metode Wahdah dan Kitabah siswa banyak kesulitan dalam menghafal Al-Qur’an dengan alasan tidak ada waktu untuk menghafal bahkan ada siswa yang memang belum bisa membaca Al-Qur’an, sehingga saat pembelajaran ada beberapa siswa yang memang tidak masuk karna takut pada hafalan, sedangkan pada saat guru menyampaikan materi mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing seperti, tidur dikelas, meribut serta ada yang membaca novel dikelas sehingga tidak tercapailah hasil dari pembelajaran. Tujuan penelitian ini agar penulis dapat mengetahui bagaimana penerapan metode Wahdah dan Kitabah dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Ponpes Darussalam Pinagar. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (file research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi di lapangan secara sistematis. Penelitian ini menggambarkan bagaimana penerapan metode Wahdah dan Kitabah dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits di Ponpes Darussalam Pinagar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Yang menjadi informan pada penelitian ini adalah guru Al-Qur’an Hadits sebagai informan kunci, siswa dan waka kurikulum sebagai informan pendukung. Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan, penulis dapat menggambarkan bahwa guru Al-Qur’an Hadits telah menerapkan metode Wahdah dan Kitabah sesuai dengan langkah-langkahnya. Guru Al-Qur’an Hadits mengacu pada langkah-langkah yang ditemukan oleh Wiwi Alawiyah Wahid dan Muhammad Fadhly Ilyas. Metode Wahdah dimulai dari menghafal satu persatu terhadap ayat-ayat yang hendak dihafalnya dan di ulang-ulang sebanyak 3-5 kali ketika siswa merasa sudah hafal ayat maka dilanjutkan dengan metode Kitabah yaitu menulis ayat yang dihafal ke dalam buku catatan tanpa melihat teks. Pada proses pembelajaran anak-anak sudah menampakkan hasil dalam proses pembelajaran dan tercapailah tujuan pembelajaran tersebut.
Reformasi Hukum Pidana di Arab Saudi dan Yaman dalam Penanganan Kekerasan Seksual dan Cyber Crime Hiddayatul Hayani; Rika Putri Rinjani; Alfiani Safitri; Dahyul Daipon; Pendi Hasibuan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.726

Abstract

Dalam satu dekade terakhir, reformasi hukum pidana di Timur Tengah memperlihatkan dinamika yang berbeda, terutama dalam penanganan kekerasan seksual dan kejahatan siber. Penelitian ini membandingkan arah dan efektivitas reformasi hukum pidana di Arab Saudi dan Yaman serta menelaah pergeseran paradigma dari orientasi moralitas menuju perlindungan korban. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dan yuridis-komparatif, mengkaji peraturan perundang-undangan, literatur akademik, dan laporan institusi terkait. Hasil menunjukkan Arab Saudi mengalami kemajuan signifikan melalui kodifikasi hukum, digitalisasi peradilan, dan pembentukan regulasi spesifik terhadap kekerasan seksual serta cybercrime yang meningkatkan mekanisme pelaporan dan sanksi hukum. Sebaliknya, Yaman masih terganggu oleh konflik berkepanjangan yang melemahkan institusi hukum sehingga pembaruan regulasi dan perlindungan korban berjalan lamban dan fragmentaris. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa stabilitas politik, kapasitas lembaga, dan komitmen negara menjadi determinan utama keberhasilan reformasi pidana modern yang berpihak pada korban. Rekomendasi penelitian menekankan perlunya penguatan kapasitas institusi, kodifikasi lex specialis, dan integrasi pendekatan maqashid al‑syariah untuk menjamin perlindungan korban dalam konteks hukum Islam kontemporer.