Claim Missing Document
Check
Articles

Found 52 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

PERANCANGAN ULANG INTERIOR KANTOR BAPPEDA KOTA SUKABUMI DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS Azzahra, Nadine Putri; Sarihati, Titihan; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyusunan rencana pembangunan di tingkat kota dilakukan oleh BadanPerencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Unsur pembangunan mencakup sosial,ekonomi dan politik, hingga adanya penyesuaian dengan konservasi lingkungan untukmendorong pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan didukungdengan ditetapkannya Sustainable Development Goals (SDGs) oleh PBB untuk mencapaipembangunan yang berkelanjutan di tingkat global. Pemerintah Indonesia menjadikanSDGs sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, dengan dikeluarkannyaPeraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2017. Hingga saat ini, pemerintah daerahtelah melaksanakan SDGs secara mandiri berdasarkan kapasitasnya. Salah satunya adalahPemerintah Kota Sukabumi. Namun berdasarkan Scorecard pencapaian indikator padaKesiapan SDGs Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat, Kota Sukabumi menghadapibeberapa tantangan untuk mencapai SDGs tahun 2030. Penguatan fondasi kelembagaanyang tepat fungsi dan kolaboratif serta peningkatan kualitas ASN berkontribusi besarsebagai pendorong pencapaian indikator SDGs lainnya. Dalam hal ini, produktivitaspegawai pemerintah dan tata ruang kantor yang baik perlu ditingkatkan. Berdasarkanobservasi lapangan, ditemukan beberapa permasalahan dalam lingkup interior yangmenghambat kenyamanan dan aktivitas para pegawai. Maka dari itu, diperlukannyaperancangan ulang pada interior Kantor Bappeda Kota Sukabumi dengan menggunakanpendekatan aktivitas.Kata Kunci: SDGs, produktivitas, Bappeda Sukabumi, aktivitas
ISU GENOSIDA MELALUI EKSPLORASI KREATIF FOTOGARI KAMERA ANALOG DENGAN KARYA INSTALASI Prasetyo, Dewo Ananda; Trihanondo, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genosida adalah tindakan pembantaian yang dilakukan secara sistematis terhadap suatu kelompok etnis atau suku dengan tujuan untuk memusnahkan seluruh kelompok tersebut. Genosida merupakan salah satu dari empat pelanggaran HAM berat yang dapat diadili oleh Mahkamah Pidana Internasional. Tujuan (1) menciptakan karya yang jujur dan tak terelakkan tentang realitas genosida, (2) Meningkatkan kesadaran audiensi tentang isu genosida melalui bentuk seni fotografi dan instalasi. Teori seni instalasi dan fotografi digunakan untuk memahami bagaimana kamera analog dapat digunakan untuk membuat karya instalasi yang relevan. Kata kunci: genosida, instalasi, fotografi, kamera analog.
REPRESENTASI FEMINISME PADA KARAKTER PEREMPUAN DALAM FILM THE BIG 4 Nusantari, Alya; Ersyad, Firdaus Azwar; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi feminisme dalam film The Big 4 melalui pendekatan semiotika John Fiske. The Big 4 adalah film aksi komedi yang mengisahkan empat saudara mantan pembunuh bayaran yang kembali beraksi bersama Dina untuk mengungkap pembunuh ayah mereka. Beberapa adegan dalam film ini menampilkan representasi feminisme, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan bagaimana feminisme diwujudkan dalam narasi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data dianalisis berdasarkan teori semiotika John Fiske, serta disertai tangkapan gambar untuk memperkuat analisis yang dilakukan. Kata Kunci: film The Big 4, feminisme, semiotika John Fiske
REPRESENTASI INFERIORITY COMPLEX DALAM PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS INTERAKTIF CAHAYA Raisa, Ragilia; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi anak bungsu dalam keluarga bisa menimbulkan perasaan inferior, pendapat anak bungsu sering diremehkan karena usianya yang paling muda. Kakak menjadi role model dengan pencapaian karir dan kehidupan yang sukses sering kali membuat anak bungsu merasa tidak berharga saat di fase pencarian jati diri. Ditambah pengaruh sosial media dan budaya pamernya, banyak individu yang meragukan kemampuan diri mereka sendiri, sehingga muncul rasa malu dan takut untuk bertindak. Kondisi ini disebut Inferiority Complex, yang timbul karena rasa ketidakcukupan baik fisik maupun psikologis, aktual atau imajiner. Menggunakan seni interaktif karya yang dibuat memadukan medium elektronika teknologi LED dan sensor sentuh dan seni Lukis. Representasi karya ini mengambil konsep dari istilah "Midas touch" atau dalam Bahasa Indonesia <tangan dingin= menggambarkan kemampuan seseorang untuk membuat apa pun yang mereka kerjakan menjadi sukses, seperti sentuhan ajaib yang mengubah segala sesuatu menjadi emas. Karya "You Are Gold Enough" dirancang untuk mengingatkan audiens bahwa mereka berharga dan memiliki keunikan, membantu mengatasi perasaan inferior, dan membangun self-esteem yang lebih tinggi, serta mendorong individu untuk lebih percaya diri dalam pertanyaan tentang nilai diri mereka. Kata kunci: Inferiority Complex, Midas Touch, Self Esteem, Seni interaktif.
REPRESENTASI PAHAM FEMINAZI MELALUI SENI LUKIS MIX MEDIA Rismawati, Nindya Alviona; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideologi feminisme muncul sebagai sebuah konsep perubahan sosial politik yang didasarkan pada analisis krisis terhadap hak istimewa yang didapatkan laki-laki dan subordinasi perempuan dalam masyarakat tertentu sebagai suatu pembelaan kesetaraan sosial bagi laki-laki dan perempuan. Banyak masyarakat yang beranggapan feminisme merupakan pertentangan terhadap kaum laki-laki dan banyak yang menolak paham tersebut. Namun, pada kenyataannya feminazi ini justru memunculkan sebuah paham baru yang sangat bertentangan dengan feminisme yaitu feminazi dimana feminazi ini menganggap bahwa mereka paling benar di antara kaum perempuan dan merendahkan laki-laki. Melalui paham feminazi dalam laporan ini penulis ingin membuat karya Lukis mix media bertujuan untuk merepresentasikan paham feminazi agar mudah dipahami masyarakat luas. Karya ini melihat bagaimana medium dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan karya berangkat dari gagasan lukisan. Kata kunci : lukis mix media, feminisme, feminazi
REPRESENTASI PELANGGARAN HAM TERHADAP ANAK- ANAK PADA KONFLIK BERSENJATA DALAM KARYA FOTOGRAFI DIORAMA Priana, Muhammad Eric; Rachmawanti, Ranti; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata merupaka sebuah isu serius yang seharusnya menjadi perhatian global. Konflik bersenjata, seperti hal nya yang terjadi di Israel dan Palestina, menunjukkan dampak mengerikan khususnya terhadap anak-anak, karena hal ini secara tidak langsung termasuk sebagai bentuk pembunuhan, penyiksaan, dan penindasan baik secara fisik atau emosi psikologis anak-anak yang menjadi korban konfilk ini. Fotografi memiliki kekuatan untuk menyampaikan emosi dan realitas dan melalu karya fotografi ini penulis mencoba memperlihatkan kehidupan anak-anak dalam konflik. Dalam karya ini penulis menggunakan diorama sebagai objek foto untuk merepresentasikan pelanggaran HAM terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata. Setiap elemen diorama ini menggambarkan kehidupan anak-anak yang terdampak konflik, mulai dari reruntuhan bangunan tempat merek tinggal, hingga gumpalan asap pasca peperangan. Melalui fotografi diorama ini, diharapkan dapat membangkitkan kesadaran global serta masyarakat mengenai situasi anak-anak dalam konflik bersenjata dan memotivasi respon positif untuk melindungi hakhak mereka yang secara nyata terampas. Kata kunci: pelanggaran HAM, anak-anak, konflik bersenjata, diorama, fotografi
REPRESENTASI SELF DISCLOURE DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Ningsih, Sri Mulya; Yuningsih, Cucu Retno; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia seringkali mempertanyakan hal-hal yang berkaitan dengan eksistensi dirinya, namun tidak semua manusia dapat menemukan jawabannya. Hal tersebut kemudian mulai mengakar dalam diri manusia yang akhirnya menyebabkan krisis identitas. Penulis menciptakan rancangan karya yang didasarkan pada pengungkapan diri melalui model jendela Johari yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran manusia dalam mengidentifikasi dan memahami esensi diri. Hasil dari pengungkapan diri ini diangkat menjadi sebuah karya lukis mix media yang terdiri dari empat sub karya dengan kisah berbeda. Penggayaan surealis dan teknik kintsugi berkaitan erat dengan kisah yang diangkat, sehingga memiliki peran penting dalam penciptaan karya. Dari hasil pengkaryaan, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama penggunaan teknik kintsugi yang rentan dan warna hitam putih yang merepresentasikan keadaan psikologis penulis selama proses pembuatan karya. Selain itu, ada beberapa elemenelemen visual yang mengandung representasi tersendiri di tiap kisah per sub karya hingga akhirnya menjadi satu kesatuan dalam karya akhir. Kata kunci: krisis identitas, jendela Johari, pengungkapan diri, lukis mix media, kintsugi.
SAMPAH PLASTIK PENYEBAB BANJIR SEBAGAI SALAH SATU KRISIS LINGKUNGAN DALAM BENTUK KARYA SENI INSTALASI Cahyani, Salsabila Qotrunnada; Trihanondo2, Donny; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah plastik merupakan permasalahan yang cukup serius pada masa kini karena dapat menjadi ancaman bagi ekosistem darat dan laut. hal ini disebabkan sifat plastik yang sulit terurai. Jika permasalahan ini diabaikan, manusia harus menghadapi ancaman yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, bencana alam, dan dampak merugikan lainnya.Terlebih lagi, saat ini Indonesia diberikan predikat sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Hal ini tentu harus menjadi perhatian besar bagi masyakat. Dampak dari pencemaran lingkungan akibat sampah plastik yang sering kita rasakan adalah banjir. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan ke sungai, selokan, dan saluran air lainnya, sehingga terjadi penumpukan dan menyumbatan aliran air. Bencana banjir akibat sampah plastik semakin hari semakin serius dan sulit ditangani akibat tingginya tingkat produksi sampah plastik yang dibuang sembarang. Maka dari itu, untuk menanggapi isu ini, penulis membuat karya seni instalasi yang membawa pesan seni ekologi dengan tujuan menyampaikan bagaimana sampah plastik dan banjir memiliki dampak buruk terhadap manusia dan lingkungan. Melalui karya ini, penulis berharap dapat memicu refleksi dan kesadaran akan perlunya perubahan perilaku serta kebijakan untuk melindungi lingkungan dan masyarakat dari dampak negatif sampah plastik dan bencana alam. Kata kunci: pencemaran, sampah plastik, banjir, seni ekologis, seni instalasi
VISUALISASI CITRA TUBUH TERHADAP KEPERCAYAAN DIRI DALAM KARYA PORTRAIT FOTOGRAFI Ramadhita, Rahima Novia; Zen, Adran Permana; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Citra tubuh adalah cara orang memandang dan menilai tubuhnya. Kebanyakan wanita memiliki body image negatif karena berbagai faktor seperti standar tubuh ideal masyarakat. Citra tubuh ideal yang tergambar di media massa memberikan ekspektasi yang tinggi bagi perempuan terhadap tubuhnya. Akibatnya, mereka menjadi tidak puas dengan tubuhnya dan timbul keinginan untuk terus membandingkan tubuhnya dengan tubuh orang lain. Dalam tulisan ini, penulis mengangkat topik tersebut berdasarkan pengalaman pribadi. Karya ini merupakan karya fotografi potret yang bertujuan untuk memvisualisasikan body image yang mempengaruhi rasa percaya diri seseorang. Penulis menggunakan foto untuk menggambarkan pemikiran positif dan negatif mengenai citra tubuh. Masing-masing karya memiliki fungsi komparatif, mengajak audiens untuk merefleksikan persepsi mereka sendiri terhadap kecantikan fisik. Tujuan dari karya ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada penonton untuk merasakan dan memikirkan tentang citra tubuh mereka sendiri, serta untuk mencerminkan perasaan orang-orang yang memiliki masalah serupa dan untuk membantu mereka melihat ke arah sikap yang lebih positif terhadap diri mereka sendiri adalah untuk dapat memperluas Kata kunci: kekerasan perempuan, fotografi, glow in the dark, sinar ultraviolet.
VISUALISASI INFERIORITY COMPLEX DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL THE DANCER Ramadhani, Avisha Ersya; Endriawan, Didit; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini mengangkat konsep tentang salah satu jenis penyakit mental yaitu Inferiority Complex yang merupakan salah satu penyakit mental yang menyebabkan hilangnya rasa percaya diri secara ekstrem pada seseorang. pada karya ini pengkarya membawakan konsep permasalahan berdasarkan pengalaman personal sehingga konsep ini akan di bawakan dalam suatu narasi perjalanan seorang karakter yang memiliki permasalahan yang sama seperti pengkarya dari kemunculannya permasalahan mental tersebut hingga tahap penyembuhan diri dengan metode self-acceptance. Konsep ini diwujudkan dalam medium film eksperimental yang menampilkan pertunjukan tarian kontemporer dengan menggabungkan berbagai aspek artistik dan simbolik untuk menggambarkan permasalahan dari inferiority complex. Tujuan dari karya ini adalah untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya Kesehatan mental dan membantu orang-orang dengan kondisi mental serupa untuk mengenali permasalahan diri mereka. diharapkan karya ini dapat membawa manfaat sebagai tahap penyembuhan diri dari berbagai permasalahan mental yang dialami orang lain. Kata Kunci: film eksperimental, penyakit mental, inferiority complex
Co-Authors Adrian Permana Zen Aghitsna Maulana, Dzikry Ahmed, Akell Aladina, Autada Alifia, Aura Diffa Fata Alifiardi, Lukman Andrianawati, Aida Ariyantiningsih, Aisyiyah Arnanti Primiana Yuniati Aryaguna, Tastian Naufal Athifa Sri Ismiranti Azzahra, Nadine Putri Baskara, Candra Budiman, Cecep Ramdhan Cahyani, Salsabila Qotrunnada Cucu Retno Yuningsih Didit Endriawan Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Erlana Adli Wismoyo Farhan, Aditya Muhammad Filiasari, Theresia Nara Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Gumelar, Muhammad Hanina, Fathin Impyaz Hapsari, Annisa Dwi Hernandi, Wira Adhistira Hibatullah, Fikri Nabil Husna, Syinsya Azizah Iqbal Prabawa Wiguna Irwana Zulfia Budiono Jadid, Na’im Kahagi, Chelsea Angelica Koto, Bagindo Ath-Thariq Kuntum Indah Purnama Sari Kurniawan, Mohd Ridho Lakoro, Muhammad Alvaro Putra Mahendra, Rengga Nadif Mardiyah, Annisa Nurul Maryam, Adia Masykur, Hanifah Fajri Nahari, Frida Nasution, Lulu Amalia Niken Laksitarini Ningsih, Sri Mulya Nugraha, Drajat Aji Nugraha, Farhan Sayyidan Nurwidhi, Dwiannisa Shafira Nusantari, Alya Paramitha Pebrianti2 Pebrianti2, Paramitha Prasetyo, Dewo Ananda Pratama, Lutfi Hendra Priana, Muhammad Eric Putri, Aiza Selvira Putri, Assyla Dwi Retna Putri, Parvaty Pratiwi Qonita, Azizah Rachmawati, Ranti Rafli, Muhammad Rahmah, Fathiyah Nurshabrina Raisa, Ragilia Ramadhani, Avisha Ersya Ramadhita, Rahima Novia Ranti Rachmawanti Riady, Olivia Ruscha Ridwan, Marsha Nabila Rismawati, Nindya Alviona Rizqillah, Aprillayalia Aghnia Salimah, Hamidah Sari, Ardhea Maya Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Taruna, Nurrizky Adi Titihan Sarihati Tri Haryotedjo Ully Irma Maulina Hanafiah Zen, Adran Permana