Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Religiusitas Orang Tua, Pergaulan Teman Sebaya dan Keteladanan Guru terhadap Perilaku Keberagamaan Siswa SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta Fauzi Rochman; Nawari Ismail; Wahyu Budi Nugroho
Journal on Teacher Education Vol. 3 No. 3 (2022): Journal On Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.778 KB) | DOI: 10.31004/jote.v3i3.4075

Abstract

Perilaku keberagamaan merupakan salah satu hal penting yang dimiliki siswa, karena berkaitan dengan perilaku dan sikap di lingkungan keluarga maupun di sekolah dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah penting dalam menghadirkan perilaku dan sikap keagamaan yang baik kepada siswa yang diwakili oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh religiusitas orang tua, pergaulan teman sebaya, dan keteladanan guru secara individu maupun kolektif dapat memprediksi perilaku religius siswa. Jenis penelitian ini ex-post facto, pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 72 siswa yang diperoleh secara simple random sampling. Sampel penelitian mengisi 4 angket penelitian, yaitu religiusitas orang tua, pergaulan teman sebaya, dan keteladanan guru serta perilaku keberagamaan siswa. Analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh religiusitas orang tua, pergaulan teman sebaya, dan keteladanan guru secara individu maupun kolektif terhadap prediksi perilaku keberagamaan siswa.
Pemuda, Bunuh Diri dan Resiliensi: Penguatan Resiliensi sebagai Pereduksi Angka Bunuh Diri di Kalangan Pemuda Indonesia Wahyu Budi Nugroho
Jurnal Studi Pemuda Vol 1, No 1 (2012): Pemuda, Agensi dan Reformasi
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/studipemudaugm.32074

Abstract

dalam keseharian hidup. Secara sederhana, resiliensi dapat diterjemahkan sebagai kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi berikut bangkit dari berbagai bentuk penderitaan hidup yang menderanya. Persoalan ini menjadi penting mengingat masa muda merupakan periode-periode transisi yang begitu berat bagi setiap individu, di mana ketidakstabilan emosi dan psikologis besar mempengaruhi di dalamnya. Lebih jauh, artikel ini mendiskusikan karakteristik pemuda dan alasan diperlukannya dimensi resiliensi, maraknya aksi bunuh diri yang dilakukan pemuda dewasa ini sebagai implikasi lemahnya dimensi resiliensi, serta berbagai upaya yang dapat ditempuh dalam rangka memperkuat dimensi resiliensi pada diri pemuda guna mengatasi persoalan tersebut. Artikel diawali dengan uraian ihwal perkembangan studi resiliensi, baik menyangkut aspek konseptual maupun kemanfaatannya.
Resiliensi Usaha Cafe di Denpasar pada Masa Pandemi Covid-19 Wahyu Budi Nugroho; Gede Kamajaya
Jurnal Sosiologi Andalas Vol 8 No 1 (2022)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.8.1.1-16.2022

Abstract

The aim of this research was to examine the dimensions of the resilience of cafes as a business in Denpasar City during the Covid-19 pandemic. This research adopts a qualitative approach, while the theory that is used as the analytic tool are the theory of resilience, rational choice, and habitus modality. Through research that has been carried out, found out that various cafe strategies in Denpasar City have been found to maintain business continuity during the pandemic, including intensifying promotions on social media, providing discounts and product bundling, holding certain events, and implementing a shift work system for employees. The owners or managers of cafe businesses also seem to optimize the various capitals they have, such as social capital, economic capital, cultural capital, or symbolic capital. The resilience of cafe business owners or managers in Denpasar City is reflected in the dimensions of compensation, dimensions of protection, and their ability to face challenges during the pandemic.
Trayektori Pendidikan, antara Praksis-Teoretis dan Dikotomi Low Science-High Science Telaah Sosio-Filosofis Nilai Guna Ilmu Pengetahuan di Era Kapitalisme-lanjut Wahyu Budi Nugroho
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 1 (2013): Kontestasi Mendidik Bangsa di Era Reformasi
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.58 KB) | DOI: 10.22146/jps.v2i1.23406

Abstract

Tulisan ini berupaya memaparkan problem trayektori pendidikan dan implikasi domino yang ditimbulkannya. Secara ringkas, “trayektori pendidikan” menunjuk pada ketidakjelasan arah atau ketidakterhubungan antara dunia pendidikan dengan realitas konkret kontemporer. Timbulnya trayektori pendidikan ditengarai oleh perceraian antara teori dengan praksis yang kemudian memunculkan klasifikasi ilmu ke dalam dikotomi low science dan high science. Persoalan menjadi kian pelik manakala dihadapkan pada tatanan kapitalisme-lanjut yang begitu mensakralkan ukuran-ukuran ekonomi sehingga beberapa ilmu pengetahuan (disiplin) dirasa tak lagi relevan keberadaannya. Hal inilah yang nantinya memunculkan problem “alienasi nilai guna ilmu pengetahuan”. Di sisi lain, posmodernitas yang memayungi tatanan kapitalisme-lanjut turut memicu kontestasi antara legitimasi dengan otodidaktisme yang berujung pada diskursus seputar kepakaran formal dan nonformal. Singkat kata, tulisan ini berupaya mewacanakan kembali kedudukan ilmu pengetahuan sebagai sarana emansipasi manusia, terutama berkenaan dengan aktualisasi diri individu maupun kolektif beserta segenap potensi yang dimilikinya.Kata kunci; trayektori pendidikan, alienasi, kapitalisme-lanjut.
Pengembangan Modul Elektronik Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Peserta Didik Kelas X SMA Semester Gasal dengan Pendekatan Saintifik Wahyu Budi Nugroho; Furqanul Azies
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 9, No 1 (2022): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v9i1.13720

Abstract

Penelitian pengembangan bahan ajar berupa modul elektronik untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X semester gasal yang memiliki tujuan antara lain (1) merumuskan kebutuhan bahan ajar berupa modul elektronik menurut guru dan peserta didik, (2) mengembangkan purwarupa menjadi modul elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA semester gasal, (3) mendeskripsikan purwarupa modul elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA semester gasal, (4) mengetahui keefektifan modul elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMA semester gasal yang dikembangkan, dan (5) mengetahui kualitas modul elektronik mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X SMA semester gasal yang dikembangkan ditinjau dari aspek kelayakan. Penelitian ini menggunakan model ADDIE yang langkah-langkahnya meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Hasil uji keefektifan dengan menggunakan effect size diperoleh nilai d = 1,1122 berada pada interval 0,8 ≤ d ≤ 2,0 yaitu pada kategori Tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa modul elektronik memberikan efek yang tinggi terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil uji kelayakan diperoleh data aspek penyajian materi sebesar 3,57 dengan kriteria layak, aspek tampilan sebesar 3,66 dengan kriteria layak, aspek pembelajaran dengan modul dan manfaat sama-sama sebesar 3,56 dengan kriteria layak. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa modul layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pola dan Strategi Akulturasi Masyarakat Islam-Jawa dengan Hindu-Bali di Desa Pegayaman Bali Utara I Nengah Punia; Wahyu Budi Nugroho
Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) Vol 12 No 2 (2022): Volume 12 No. 2. Oktober 2022
Publisher : Pusat Kajian Bali Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1596.901 KB) | DOI: 10.24843/JKB.2022.v12.i02.p02

Abstract

This study aims to examine the patterns and acculturation strategies of Javanese-Islamic society to Hindu-Balinese in Pegayaman Village, Buleleng, North Bali. The history of the existence of this society in Pegayaman Village has been going on since the 16th century and continues to live side by side in harmony with the Hindu-Balinese society until now. The research method used in this study is a descriptive-explanative qualitative research method. The study found that the pattern and acculturation strategy of the Javanese-Islamic society in Pegayaman Village with the Balinese ethnic society is in the form of semi-assimilation and integration strategies. These pattern and acculturation strategies are manifested both in culture as a system of ideas, patterned activities, and artifacts or objects made by humans. This article is expected to provide recommendations for acculturation patterns and strategies for society in various regions considering the plural and multicultural condition of the Indonesians.
MENAKAR IDEALITAS LAPANGAN PUPUTAN SEBAGAI RUANG PUBLIK MASYARAKAT KOTA DENPASAR Wahyu Budi Nugroho; Gede Kamajaya
Politika: Jurnal Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Program Magister Ilmu Politik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.774 KB) | DOI: 10.14710/politika.10.1.2019.78-92

Abstract

This research discusses public space in Denpasar, Bali, focusing on Lapangan Puputan. Theoretically, public space has three functions, namely recreational, social interaction and political aspect. Using Habermas's theory on public space, this article found Lapangan Puputan fulfils three functions of public space. Yet, there is a lack of society's understanding on the function of public space, in which the space is functioned more for economic activity. They also refuse if Lapangan Puputan is used for political activity.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA TEJAKULA, KEC. TEJAKULA, KAB. BULELENG MELALUI BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DAN OLAHAN IKAN LAUT DI MASA PANDEMI COVID-19 Gede Kamajaya; Wahyu Budi Nugroho
Jurnal Ilmiah Widya Sosiopolitika Vol 4 No 2 (2022): PERSPEKTIF KELAS DAN RADIKALISME
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JIWSP.2022.v04.i02.p06

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic that spread to Bali caused a wave of massive layoffs in the tourism sector. Villagers who initially depended on tourism centers in Bali as urban residents in Denpasar and Badung Regency finally returned to their hometowns. The people of Tejakula Village, Kec. Tejakula, Buleleng. The problem is becoming increasingly difficult considering that there are also not enough job opportunities in the village. One strategy that can be used to overcome the problems mentioned above is community empowerment. Qualitative research methods are used considering the presentation of the data presented in the form of narrative descriptions based on the results of interviews, document studies and observations. Moving on from the geographical conditions as a coastal area and the agricultural sector that has not been optimally cultivated, community empowerment in Tejakula Village, Tejakula District, Buleleng Regency can take advantage of the existing potential by developing freshwater fish cultivation and processed fish catches into shredded fish as a product with a high selling value. higher. This step is important to do so as not to raise the problem of poverty that is increasingly widening. Community empowerment in Tejakula Village is carried out through three stages starting from policy planning, socio-political action to education to raise awareness Keywords: Tejakula Village, Community Empowerment, Covid-19 Pandemic ABSTRAK Pandemi Covid-19 yang menyebar hingga ke Bali menyebabkan gelombang PHK besar-besaran pada sektor pariwisata. Masyarakat desa yang awalnya menggantungkan hidup di pusat-pusat pariwisata di Bali sebagai penduduk urban di Denpasar dan Kabupaten Badung akhirnya kembali pulang ke kampung halaman. Tidak terkecuali masyarakat Desa Tejakula, Kec. Tejakula, Buleleng. Persoalannya menjadi kian sulit mengingat di Desa juga tidak tersedia lapangan pekerjaan yang cukup. Salah satu strategi yang bisa digunakan untuk menanggulangi persoalan tersebut di atas adalah pemberdayaan masyarakat. Metode Penelitian kualitatif digunakan mengingat penyajian data yang disajikan berupa uraian naratif diskripsi berdasarkan hasil wawancara,studi dokumen dan observasi. Beranjak dari kondisi geografis sebagai daerah pesisir dan sektor pertanian yang belum digarap optimal, pemberdayaan masyarakat di Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng bisa memanfaatkan potensi yang ada dengan mengembangkan budidaya ikan air tawar dan olahan hasil tangkapan nelayan menjadi abon sebagai produk dengan nilai jual yang lebih tinggi. Langkah ini penting dilakukan agar tidak memunculkan persoalan kemiskinan yang kian melebar. Permberdayaan masyarakat di Desa Tejakula dilakukan melalui tiga tahapan mulai dari perencanaan kebijakan, aksi sosial politik hingga pendidikan untuk peningkatan kesadaran. Kata kunci: Desa Tejakula, Pemberdayaan masyarakat, Pandemi Covid-19A
Strategi Bertahan Hidup Korban PHK Masa Pandemi Covid-19 di Desa Tejakula, Buleleng, Bali Kamajaya, Gede; Nugroho, Wahyu Budi
Jurnal Community Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v10i1.8202

Abstract

There are 46,000 employees who have experienced layoffs due to the Covid-19 pandemic in Bali. Of the many workers who were laid off, 652 of them were residents of Tejakula Village, Buleleng, Bali. This condition forces them to choose to return to their hometowns while there are not enough job opportunities in their hometowns. Based on the conditions above, this research attempts to answer the question What are the survival strategies for layoff victims during the Covid-19 pandemic in Tejakula Village, Buleleng, Bali by using a survival strategy theory analysis knife which is divided into three main strategies. To obtain the data mentioned above, the data in this research follows the principles of qualitative research methods where the data is presented in descriptive narrative form whose data sources come from interviews, literature studies and field observations. In general, the victims' survival strategies Termination of employment during the Covid-19 pandemic in Tejakula Village can be categorized into three forms: 1) Active strategy, 2). Passive strategy, 3). Network strategy. The important aim of this research is to obtain an overview of the survival strategies of victims of layoffs during the Covid-19 pandemic in Tejakula Village. At the same time, the results of this research are expected to provide theoretical implications for future Bali policy formulation so that they are not completely dependent on the tourism sector but can see the potential for home-based MSMEs is mainly in the food and beverage sector with potential.
TINDAKAN SOSIAL TIRAKAT NYANTRI MILENIAL DI PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG JAWA TIMUR Muhammad Fazri Dwi Risky; Gede Kamajaya; Wahyu Budi Nugroho
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 4 No. 10 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v4i10.5711

Abstract

Temuan ini bertujuan untuk mengeksplorasi serta juga menganalisis motif serta ekspresi tirakat santri milenial di Pondok pesantren Tebuireng. Tujuan dari temuan ini ialah untuk memahami motif di balik tindakan tirakat santri milenial serta mengeksplorasi beragam bentuk ekspresi tirakat yang mereka praktikkan. Temuan ini mempergunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang ada. Lokasi temuan ditetapkan di Pondok pesantren Tebuireng, Jombang, yang dipilih karena sistem pembelajaran campuran antara tradisional serta juga modern serta statusnya sebagai pesantren besar serta juga bersejarah di Indonesia. Metode temuan meliputi observasi, wawancara, serta juga dokumentasi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan informan kunci seperti pengasuh pesantren, ustad, santri, serta wali santri, serta juga dokumentasi dari catatan serta rekaman. Teknik analisis data yang dipergunakan mencakup reduksi data, penyajian data, serta juga penarikan kesimpulan sesuai dengan metode analisis dari Miles serta juga Huberman. Hasil temuan menunjukkan bahwasanya motif tirakat santri milenial meliputi motif rasional nilai, motif tradisional, motif afeksi, serta juga motif rasio instrumental. Motif rasional nilai berkaitan dengan pencarian kedekatan spiritual dengan Tuhan, sementara motif tradisional mencerminkan usaha untuk mewarisi praktik kiai serta juga keluarga. Motif afeksi berhubungan dengan kebutuhan emosional serta juga psikologis seperti kesuksesan serta juga perlindungan diri. Motif rasio instrumental menggambarkan tindakan tirakat yang dipilih secara sadar berdasarkan tujuan tertentu.
Co-Authors Aditya, Agung Krisna Agusman, Riko Alfiandi, Rully Amput, Albertus Gianino Ana María Naranjo Cortés Anak Agung Bayu Indrawan, Anak Agung Bayu Ardiyansyah, Bagus Ari Putra Sahadewa, I Gusti Made Arif Viani, Mahcmuddah Ayu Gatriyani, Ni Komang Ayuningtyas, Anastasia Barata, Jessica Yng Wie Intan Bina Meni, Gregorius Yakobus Brenda Yanti, I Gusti Agung Ayu Budiarta, I Kadek Pandu Caitanya, Putu Krishna Candra, Ni Made Tanti Darmawan, Komang Mulia Darmawan, Rivaldi Dwi Pratiwi, Ni Kadek Indah Erik Saputra, I Kadek Fauzi Rochman Felanza, Merdi Furqanul Azies Gabriel, Gabriel Gede Kamajaya Gede Kamajaya Gede Kamajaya Gede Kamajaya Gede Kamajaya, Gede HAKIM, IKHSAN Halima, Yuliana Sulastri Handika Alfirdaussy, Fanny Dwi Hayuningtyas, Nadia Sanya Herman, Josephine Anastacia I Gst. Pt. Bagus Suka Arjawa I Gusti Ngurah Agung Krisna Aditya I Gusti Ngurah Krisna Aditya I Nengah Punia Ikhsani, Hanif Ikma Citra Ranteallo Imron Hadi Tamim Imron Hadi Tamim, Imron Hadi Indrayatna, I Gede Intan Saptiari, Ni Luh Made Ismail, Nawari Jeliha, Krista Karuniasih, Ni Nyoman Mika Putri Khoirul Fajri, Muhamad Lokasari, Putu Vita Maharani Putri, Anak Agung Chintya Manullang, Santa Monika Marbun, Angelina Sellyn Manora Mardinata, Yoni Mbere, Theresia Sindianti Mirah Diantari, Gusti Ayu Kade Monica, Arvela Cahya Muchamad Zaenal Arifin Muchamad Zaenal Arifin, Muchamad Zaenal Muhammad Fazri Dwi Risky Muhammadia, A.Adelia Hardianti Mujiatno, Fidiana Rakmawati Mutiara Prameswari, Ni Putu Laksmi Nazrina Zuryani Neysa, Maurilla Rahma Ni Luh Nyoman Kebayantini Ni Made Anggita Sastri Mahadewi Ni Putu Udiyani, Ni Putu Nurbaity, Fava Nurul Inayati Nyoman Ayu Sukma Pramestisari Pane, Dessy Monica Panggabean, Gabriela Dona Insani Paramitha, Kadek Raveda Adinda Pasha Maraneka, I Putu Reza Pramestiasri, Made Melly Anindita Pratama, Agus Elfa Pratiwi, Ni Komang Rahma Tri Pratiwi, Ni Putu Sri Pricilia Purnama Putri Sang Begawan, Pramudya Kansa Putri, Rismalia Anindra Rachman, Suryahadi Yulia Rahayu Dewi, Ni Ketut Budi Rasidi, Rafny Alnovira Rasmi, I Gst Ayu Diah Citra Riana Sari, Meidiawati Rizki, Andini Putri Robert, Yohanes Julian Rochman, Fauzi Rudyanto, Gerald Timoty Untung Rukningsih, Ni Putu Sri Veni Saputra, Gede Wahyu Sari Sinaga, Putri Ratna Sasi, Ingga Amara Savitri, Annastasia Sebayang, Oky Peramana Selarani, Katrin Setiawan, Gde Darma Shahby, Shafira Rahmarisdewi Sinaga, Willyam Steven Sitorus, Kristina Sobhita Tryandari, Nyoman Ayu Suarningsih, Ni Kadek Sukiman Sukiman Sukma Sushanti Sukma, Adinda Putri Sulistiono Shalladdin Albany Sumboko, Agung Supri, Supiandi Suryanatha, Ida Bagus Tendi Setyoko, Tendi Utami, Ni Luh Srisaka Wahyuwidowati, Nifita Sistin Wijanarko, Rio Wijaya, Yoseph Fredy Wolu Ate, Elton Laiya Wulandari, I Gusti Ayu Satria Yenadin, Ramadhini Putri Yoga, I Komang Dharma Yuandhini, B. Warfanni Azzura Yulia, Elisa Linda Yuliarmini, Ni Made