Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Digitalisasi dan Kreativitas Masyarakat Kampung Bungas Melalui Website, Eco Enzyme, Mozaik Tutup Botol, dan Media Sosial Arief Hidayat; Kaulika Anjani Putri; Jihan Imelia Audhia; Risky Alfienda; Maulida Rahmayanti; Amisha Nabila Wiguna; Nur Auliyah Alfirah; Muhammad Rosyid; Yoga Maulana; Alfitriani Puji Rahayu; Shasa Nabila Purwita Rini; Aisyah Putri Kamilah; Srirahadita Pamungkas
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): Volume 8, No 1, Desember 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/1cgr8y80

Abstract

Masalah penumpukan sampah rumah tangga dan belum optimalnya promosi digital di Kampung Bungas (Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan) menjadi pemicu dilaksanakannya program pengabdian ini. Faktor utama hambatan tersebut berakar dari minimnya keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan lingkungan. Guna mengatasi persoalan ini, dirancang sebuah inovasi sosial terintegrasi yang memadukan prinsip ekonomi sirkular dan digitalisasi wilayah. Metode pelaksanaan di lapangan menerapkan pendekatan Participatory Community Development yang direalisasikan lewat survei pemetaan GIS, sosialisasi berkala, hingga beragam pelatihan teknis. Intervensi program menyasar kelompok masyarakat dengan rincian partisipan: 24 warga saat pembukaan, 31 anak muda pada pelatihan kreasi anorganik tutup botol, 12 orang pada pembuatan eco-enzyme, dan 6 pemuda terpilih sebagai Tim Humas. Dampak nyata dari kegiatan ini diukur menggunakan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin. Warga memberikan respon positif yang sangat masif terhadap seluruh program, terlihat dari akumulasi tingkat persetujuan yang menyentuh angka 88,6%. Dari evaluasi per kegiatan, pelatihan fotografi dan videografi mencatat skor kepuasan tertinggi sebesar 4,28, disusul oleh pembuatan eco-enzyme di angka 4,26. Sementara itu, edukasi pengelolaan limbah memperoleh nilai 4,24 dan kelas desain grafis berada pada skor 3,92. Keberlanjutan jangka panjang program dibuktikan dengan diserahkannya sistem database GIS, web profil resmi, dan lima akun media sosial aktif sebagai media branding Kampung Bungas menjadi destinasi wisata edukasi yang berdaya saing.
ARAHAN PENINGKATAN FASILITAS KAWASAN RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA DAMAI BERIMAN Rachmat Romadani; Mohtana Kharisma Kadri; Bimo Aji Widyantoro; Arief Hidayat; Maryo Inri Pratama
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang pesat akibat arus urbanisasi dan migrasi tenaga kerja berimplikasi langsung terhadap tingginya tekanan spasial dan keterbatasan lahan permukiman. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan salah satu solusi strategis yang diimplementasikan pemerintah untuk memitigasi isu backlog perumahan publik bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Evaluasi berkala terhadap keandalan infrastruktur dan fasilitas lingkungan sangat krusial guna memastikan kelayakan huni. Penelitian ini mengkaji kondisi eksisting fasilitas kawasan lingkungan pada Rusunawa Damai Beriman di Kota Balikpapan yang didirikan sejak tahun 1994, menjadikannya objek hunian vertikal tertua di kawasan tersebut. Metode evaluasi menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif-kualitatif melalui komparasi data observasi lapangan dengan parameter teknis SNI 03-7013-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Variabel utama yang dianalisis mencakup Ruang Terbuka, Taman, Tempat Bermain, dan Tempat Parkir. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian fasilitas kawasan sebesar 77,8%, di mana fasilitas ruang terbuka, taman, dan lahan parkir secara umum telah memenuhi ambang batas minimal luasan regulasi. Namun, ditemukan ketidaksesuaian fungsional sebesar 22,2% pada fasilitas Tempat Bermain Anak, yang mengalami over-capacity layanan sosial serta defisit luasan area spasial rill. Melalui metode analisis triangulasi data dan studi komparatif (benchmark) terhadap praktik pengelolaan rusunawa modern di DKI Jakarta, dirumuskan arahan optimasi tata ruang mikro kawasan, perbaikan geometri sirkulasi, integrasi zonasi keamanan, serta pemanfaatan pola parkir vertikal demi meningkatkan kualitas lingkungan hunian serta kesejahteraan komunitas penghuni secara berkelanjutan.
Rain Water Harvesting Sebagai Alternatif dalam Mengatasi Lahan Perkebunan yang Kering Dwinsani Pratiwi Astha; Arief Hidayat; Siti Kurniasyih; Triya Riza Agustina; Atikah Salwa Fadhilah; Akhmel Wildania Al Gani; Muhammad Falih Kurnia Gustiawan; Faishal Arya Wirayudha; Fityah Faza Razaqa Asmar Djauhari
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Volume 6, No 1, Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v6i1.4641

Abstract

PENGMAS adalah program pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada akademisi untuk menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari dalam konteks nyata dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada kebun jambu kristal milik Pak Heru yang berlokasi di KM. 24 Karang Joang, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan. Perkebunan jambu kristal milik Pak Heru diperkirakan memiliki kurang lebih 1000 pohon jambu kristal dengan luas lahan sekitar 1 hektar. Kebun jambu kristal milik Pak Heru Giono berjarak 13,8 km dari Kampus Institut Teknologi Kalimantan. Permasalahan yang terdapat pada kebun Pak Heru setelah melakukan survei langsung adalah masalah lahan kering serta ketergantungan pada penggunaan pupuk kimia. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan waktu 12 jam per minggu selama 4 bulan. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu pengumpulan sampah organik di sekitar wilayah PENGMAS, pembuatan alat komposter, pemasangan talang air untuk rain water harvesting, dan pembuatan instalasi rain water harvesting. Berdasarkan hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa kerjasama tim ITK dengan mitra Kebun Jambu Kristal Pak Heru menjadi salah satu faktor keberhasilan dari pengerjaan program-program PENGMAS yang dijalankan. Sebagai kelanjutan kegiatan PENGMAS kedepannya, diharapkan mitra terkait dapat melibatkan tim PENGMAS dalam perencanaan dan pelaksanaan program yang berkelanjutan selanjutnya. Hal ini akan memastikan bahwa hasil nyata dan positif dari operasi PENGMAS dapat diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan secara jangka panjang untuk Kebun Jambu Kristal Pak Heru secara keseluruhan.
Alternative Public Transport Route Planning of Balikpapan–Nusantara New Capital City (IKN) using PTV VISUM Arief Hidayat; Khairi Ahza Hail Keliwar; Ummu Kultsum Muhammad; Dion Putra Kurniawan
Frontier Advances in Applied Science and Engineering Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Tinta Emas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59535/faase.v4i1.696

Abstract

The development of Nusantara Capital City (IKN) has increased the importance of regional connectivity between IKN and Balikpapan as one of its supporting cities. However, the development of public transport routes connecting the two areas requires consideration of travel demand, road network characteristics, and connectivity with existing transport services. This study aims to develop and compare alternative public transport routes between Balikpapan and IKN using PTV VISUM. The study employed a quantitative approach based on the Four Step Model, consisting of trip generation, trip distribution, mode choice, and trip assignment. Primary data were collected through a Home Interview Survey involving 400 respondents, while secondary data included road networks, land use, and existing public transport services. Travel demand was represented through an Origin-Destination Matrix and assigned to the modeled network in PTV VISUM using the User Equilibrium method. The analysis produced two alternative routes connecting Batu Ampar Terminal in Balikpapan with the IKN Rest Area. Route 1 covers 88.9 km through the non-toll Samboja–Sepaku corridor, whereas Route 2 covers 80.7 km through the Balikpapan–IKN Toll Road and connects with IKN VVIP Airport. Route 2 provides an 8.2 km shorter corridor, while both alternatives offer different network and service characteristics. These findings provide an initial basis for developing Balikpapan–IKN public transport by integrating travel demand, network characteristics, route length, and connectivity with strategic transport nodes.