Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penerapan Teknologi Produksi dan Diversifikasi Olahan Ikan Berbasis Frozen Food Untuk Penguatan Ekonomi Keluarga Nelayan Pesisir Desa Mario Fitri Jusmi; Sukarti , Sukarti; Ichwan Muis; Andi Jumardi; Masluddin, Masluddin; Iin Karmila Putri
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.482

Abstract

Tujuan PKM ini adalah untuk meningkatkan kapasitas nelayan melalui peenrapan teknologi produksi dan diversifikasi olahan ikan berbasis frozen food, sehingga dapat  membantu ekonomi keluarga pesisir. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan Rational Unifed Process (RUP) yang terdiri dari empat tahapan yaitu: 1) Fase Insception (Indetifikasi) dimulai dengan pembuatan solusi teknologi seperti fisher finder, portable cool box, dan diversification fish processin. 2) Fase Elaboration, tim menyusun strategi implemntasi teknologi tepat guna dan perencanaan modul pelatihan untuk peningkatan produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital. 3) Fase Contruction, pelatihan dan uji coba alat bersama mitra. 4) Fase Transition, pendampingan mandiri untuk penguatan pemasaran dan kemandirian uasaha. Satu kelompok nelayan dengan sepuluh pengurus inti terlibat dalam kegiatan tersebut. Hasil kegiatan menunjukan bahwa setiap peserta dapat mengoperasikan teknologi Fish Finder dan Cool Box Portbale secara mandiri, serta menghasilkan empat jenis makanan frozen food (nugget, sosis, somay, dan bakso ikan) yang siap konsumsi. Strategi digital berbasis media sosial di gunakan untuk pemasaran produk. Program ini menunjukan bahwa teknologi tepat guna meningkatkan kualitas tangkapan, efisiensi produksi, dan nilai ekonomi dari hasil olahan ikan. Progarm ini juga menyimpulkan sebagai langkah baru yang signifikan dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga pesisir secara berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Pemasaran Rumput Laut di Desa Pesisir Tirowali Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu Hardiana, Hardiana; Ruhama, Ruhama; Reski Yusrini Islamiah Yunus; Dianradika Prasti; Iin Karmila Putri; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.483

Abstract

Tujuan kegiatan PKM ini adalah meningkatkan produktivitas dan nilai jual rumput laut melalui penerapan teknologi tepat guna. Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi, sosialisasi budidaya, penanganan hama rumput laut dan diversifikasi produk olahan serta pelatihan pemasaran berbasis digital. Sebanyak 11 anggota kelompok tani rumput laut terlibat aktif dalam setiap rangkaian kegiatan. Hasil kegiatan meliputi peningkatan kualitas rumput laut kering sesuai standar, terciptanya produk olahan seperti krupuk, nugget, dan agar-agar serta meningkatnya kemampuan memasarkan produk secara digital. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara teknologi dan masyarakat mampu meningkatkan kualitas hasil produksi dan memperluas akses pasar secara nyata.
Penerapan Teknologi Pengering Ikan Untuk Mendukung Produktifitas dan Pemasaran Ikan Kering di Desa Rantebelu Kecamatan Larompong Kabupaten Luwu Reski Yusrini IslamiahYunus; Akram Hamzah; Jumarniati, Jumarniati; Andi Jumardi; Iin Karmila Putri; Rahma Hi Manrulu
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.487

Abstract

Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan mutu ikan kering dan kapasitas mitra dalam produksi dan pemasaran. Metode pelaksanaan PKM dilakukan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode Rational Unified Process (RUP) digunakan untuk memecahkan masalah produksi melalui pelatihan penggunaan alat pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang. Dari sisi pemasaran, kegiatan meliputi pelatihan pemanfaatan teknologi pemasaran digital, teknik fotografi produk dan sosialisasi pentingnya mendaftarkan merek dagang serta sertifikasi halal pada produk ikan kering. Kegiatan ini melibatkan 18 pelaku UMKM ikan kering. Hasil dari kegiatan ini adalah bahwa penerapan teknologi  pengering 24 jam berbasis multi pembakaran dengan menggunakan gas elpiji dan arang dapat meningkatkan kualitas, produktivitas, dan daya saing produk ikan kering lokal. Selain itu, melalui penggabungan pemasaran digital yang melibatkan partisipasi masyarakat yang aktif, jangkauan pasar dapat diperluas
Inovasi Teknologi Produksi dan Olahan Sagu Sebagai Sumber Pangan Bergizi di Desa Waelawi Kecamatan Malangke Barat Kabupaten Luwu Utara Iriansa, Iriansa; Cambaba, Sunarti; Akramunnisa, Akramunnisa; Masluki, Masluki; Andi Jumardi
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.491

Abstract

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) memiliki potensi besar sebagai sumber pangan alternatif sekaligus penggerak ekonomi lokal, namun pengelolaannya di Desa Waelawi, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara, masih dilakukan secara tradisional dengan produktivitas rendah dan minim diversifikasi produk. Kondisi ini menyebabkan nilai tambah sagu belum optimal serta pemasaran terbatas hanya di pasar lokal, sehingga kontribusinya terhadap kesejahteraan petani masih rendah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang dengan tujuan meningkatkan produktivitas, keterampilan diversifikasi olahan, dan memperkuat pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam seluruh tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan, transfer teknologi tepat guna (mesin ekstraksi pati, pemarut termodifikasi, mesin mie, vacuum sealer), hingga pendampingan berkelanjutan. Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kapasitas produksi pati, penguasaan keterampilan pembuatan produk olahan seperti mie sagu, cireng, keripik, dan kue kering, serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra hingga 96% berdasarkan hasil pre-test dan post-test. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas dan peluang ekonomi baru, program ini juga memperkuat kerjasama kelompok, meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan ekonomi, serta menumbuhkan optimisme masyarakat untuk mengembangkan sagu sebagai komoditas unggulan daerah yang berdaya saing tinggi.
Integrasi Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas dan Penguatan Ekonomi Melalui Smart Greenhouse pada Program Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Luwu Ichwan Muis; Iriansa Iriansa; Muhammad Idham; Andi Jumardi; Baso Ali; Aryadi Nurfalaq; Masluki Masluki
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/q5pvjd43

Abstract

Kabupaten Luwu memiliki indeks kerentanan bencana yang tinggi, khususnya banjir dan tanah longsor. Tantangan utama dalam keberlanjutan program Desa Tangguh Bencana (Destana) adalah kurangnya kemandirian ekonomi untuk mendukung operasional mitigasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kelembagaan Destana yang terintegrasi dengan unit usaha ekonomi produktif berbasis teknologi Smart Greenhouse. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi sosialisasi, pembentukan struktur organisasi, pelatihan mitigasi dan simulasi tanggap darurat, serta pembangunan dan pelatihan budidaya greenhouse sistem rakit apung. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ulusalu (rawan longsor) dan Desa Bonelemo (rawan banjir). Hasil kegiatan menunjukkan: (1) Terbentuknya struktur Destana yang legal melalui SK Kepala Desa; (2) Peningkatan kapasitas relawan melalui simulasi evakuasi dan pertolongan pertama; (3) Terbangunnya sistem peringatan dini (EWS) dan rambu jalur evakuasi; (4) Berdirinya dua unit Smart Greenhouse dengan proyeksi pendapatan ekonomi Rp 16.650.000 per bulan yang sebagian dialokasikan sebagai dana taktis kebencanaan. Sinergi antara mitigasi bencana dan pemberdayaan ekonomi terbukti efektif meningkatkan resiliensi masyarakat secara berkelanjutan.
Capacity Building for the Mappetajang Village Community through Agroecotourism Literacy Based on the Geoecology of the Highlands Iriansa iriansa; Andi Jumardi; Masluki Masluki; Mutmainnah Mutmainnah
ABDISAINS Vol 2 No 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mappetajang Village is one of the villages lagging behind in terms of village development index, but it has high natural potential in realising sustainable development goals, especially in terms of horticultural agriculture and tourism potential. This community service activity aims to improve the literacy of the community and village government in optimising this potential through a participatory approach. The community service was carried out through socialisation activities, focus group discussions and perception surveys of 54 respondents. The impact of the community service was analysed using thematic analysis and descriptive statistics. The results of the community service showed an increase in community understanding of horticultural potential (40%) and agrotourism (32%), with a high level of interest in its development. The main constraints included limited technical skills (42%), capital (33%), and infrastructure (25%). The main recommendations included cultivation training, digital market access, and collaboration with stakeholders. The implementation of a holistic strategy is expected to encourage the transformation of the village economy towards inclusive and sustainable economic resilience