Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Contextual Teaching and Learning pada Materi Pencemaran Lingkungan Kelas VII SMP Negeri 4 Botomuzoi Tahun 2022/2023 Balazi Lase; Desman Telaumbanua
Jurnal Kewarganegaraan Vol 8 No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v8i1.6183

Abstract

Abstract This study aims to: 1) Know the feasibility of CTL (Contextual Teaching and Learning) based Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) 2) Know the practicality of CTL (Contextual Teaching and Learning) based Student Worksheets (LKPD) and 3) Know the effectiveness of the Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Lembar Kerja Peserta Didik(LKPD) based on CTL (Contextual Teaching and Learning). The type of research used is development research which refersto the ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The instruments used were validation questionnaires, student response questionnaires and learning outcomes tests. Data analysis techniques using quantitative descriptive. The results of the study consisted of: 1) The feasibility of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based worksheets for material validators by lecturers was 82% with very appropriate criteria, 85.5% for material validators by teachers with very feasible criteria, the results of language validation were 66% with feasible criteria and design validation by the design validator is 84% very feasible criteria. 2) The practicality of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based LKPD through student responses for individual tests 90% with very practical criteria, 85% for small group tests with very practical criteria and 92% for field trials with very practical criteria. 3) The effectiveness of CTL (Contextual Teaching and Learning)-based LKPD is 87% with very effective criteria. Keyword: - Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk:1) Mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Con textual Teaching and Learning) 2) Mengetahui kepraktisan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) dan 3) Mengetahui efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan yag mengacu pada model Model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen yang digunakan yaitu angket validasi, angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian terdiri dari :1)Kelayakan LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk validator materi oleh dosen 82% berkriteria sangat layak, validator materi oleh guru sebesar 85,5% berkriteria sangat layak, hasil validasi bahasa adalah 66% berkriteria layak dan validasi desain oleh validator desain adalah 84% kriteria sangat layak. 2) Kepraktisan LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) melalui respon peserta didik untuk uji perseorangan 90 % berkriteria sangat praktis, uji kelompok kecil 85% kriteria sangat praktis dan uji coba lapangan 92% berkriteria sangat praktis. 3) Efektivitas LKPD berbasis CTL (Contextual Teaching and Learning) sebesar 87% berkriteria sangat efektif. Kata Kunci: -
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMA SWASTA SANTU XAVERIUS GUNUNGSITOLI ZEGA, BOY RICARDO; ZEGA, NOVELINA ANDRIANI; HAREFA , AGNES RENOSTINI; TELAUMBANUA , DESMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3209

Abstract

Pembelajaran adalah usaha sadar antara guru dengan siswa agar membuat siswa belajar, dan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa yang belajar, dimana dalam perubahan tersebut siswa mendapatkan kemampuan baru yang berlaku dalam waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Membuktikan secara signifikan ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar Biologi. 2) Mengetahui bagaimana pengaruh model pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar biologi. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen jenis Pre-eksperimental desain one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Swasta Santu Xaverius Gunungsitoli dengan jumlah 67 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling jenis purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI berjumlah 34 orang. Instrument pengumpulan data yaitu tes terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data menggunakan uji N-Gain, uji hipotesis. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 59,705 dan posttest sebesar 84,705. Pada analisis uji hipotesis diperoleh t-hitung > Sig. yaitu 13,767 > 0,000 maka Ha diterima Ho ditolak.
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMELIHARA UNIT FINAL DRIVE MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL TEAMS GAMES TOURNAMENTS DI SMK SWASTA PEMBDA NIAS Telaumbanua, Desman; Zega, Firwanus; Zai, Desmanto; Waskito, Waskito; Yustisia, Henny
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 10 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/scientica.v2i10.2536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada kompetensi memelihara unit final drive menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT) di kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) SMK Swasta Pembda Nias. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada observasi awal yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang dominan digunakan adalah ceramah, yang menyebabkan siswa pasif dan hasil belajar yang kurang optimal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas siswa, dan wawancara dengan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, terdapat peningkatan aktivitas siswa sebesar 65,83% dan hasil belajar sebesar 40%, sementara pada siklus kedua, peningkatan aktivitas siswa mencapai 70% dan hasil belajar sebesar 60%, pada siklus ketiga peningkatan aktivitas siswa sebesar 80,41% dan hasil belajar sebesar 85%. Dengan demikian, model pembelajaran TGT terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memelihara unit final drive. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penggunaan metode pembelajaran yang variatif, seperti TGT, sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di sekolah kejuruan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Hilimegai Tahun Pelajaran 2022/2023 Ndruru, Trisnawati; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman
Tuhenori: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : PT Delada Cahaya Masagro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62138/tuhenori.v2i4.107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XII-MIPA pada mata pelajaran Biologi di SMA Negeri 2 Hilimegai melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Model ini dirancang untuk meningkatkan keaktifan siswa, kolaborasi kelompok, dan motivasi belajar dengan melibatkan kompetisi berbasis kelompok yang sehat. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, masing-masing mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada siklus pertama, rata-rata hasil observasi proses pembelajaran mencapai 59,03%, dengan keterlibatan siswa sebesar 61,46%, dan rata-rata nilai hasil belajar 69,55 (di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal). Setelah perbaikan pada siklus kedua, terjadi peningkatan signifikan dengan skor observasi mencapai 80,56%, keterlibatan siswa 85,42%, dan rata-rata hasil belajar meningkat menjadi 82,05 dengan tingkat ketuntasan 81,82%. Penerapan TGT tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan, keterampilan sosial, dan penghargaan terhadap perbedaan individu. Dengan demikian, TGT terbukti menjadi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa. Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara guru dan peneliti dalam mengoptimalkan proses pembelajaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Biologi Di SMA Negeri 1 Somambawa Zebua, Fitri Arni; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10266

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMA Negeri 1 Somambawa, ditemukan masalah yaitu  kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru kurang inovatif atau masih menggunakan model konvesional (berpusat pada guru) dan siswa kesulitan dalam memahami materi sehingga mengakibatkan siswa kurang berminat sebagian besar siswa tidak mengerjakana soal-soal yang diberikan oleh guru. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Larning terhadap minat belajar siswa dan Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Discovery Larning terhadap hasil belajar siswa di SMA Negeri 1 Somambawa Tahun Pelajaran 2023/2024. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Somambawa Tahun Pelajaran 2023/2024. Sampel penelitian ini adalah kelas X-3 dan kelas X-2 SMA Negeri 1 Somambawa yang berjumlah 56 siswa. Teknik pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen design), dan instrument penelitian berbentuk angket minat belajar siswa dan tes uraian hasil belajar.  Hasil penelitian yang diperoleh Berdasarkan hipotesis minat belajar siswa diperoleh Zhitung = 6,32 dan Ztabel = 1, 64. Karena Zhitung ≥ Ztabel maka tolak H0 dan terima H1. Sehingga hasil hipotesis dapat disimpulkan bahwa : “Ada pengaruh model pembelajaran discovery learning terhadap minat belajar siswa pada pelajaran biologi dan Berdasarkan hasil uji hipotesis hasil belajar diperoleh thitung = 6,317 dan ttabel = 1, 674. Karena nilai thitung tidak terletak pada interval -6,317 ≤ thitung ≤ 6,317, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga hasil pengujian hipotesis dapat disimpilkan “ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran Discovery Learning terhadap minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran biologi di SMA Negeri 1 Somambawa Tahun Pelajaran 2023/2024”.
Penerapan Model Pembelajaran Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Peserta Didik Kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Gunung Sitoli Zendrato, Okti Suarni; Telaumbanua, Desman; Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10287

Abstract

Model pembelajaran Think Pair Share merupakan model pembelajaran koperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik dalam memecahkan masalah. Think Pair Share adalah  adalah model pembelajaran yang memberi peserta didik waktu berpikir dan merespon serta saling membantu satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keaktifan peserta didik,  kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Biologi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Lokasi penelitian di SMA Negeri 2 Gunungsitoli pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024 dengan subjek penelitian yaitu pesreta didik kelas XII MIPA-2 yang berjumlah 36 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu : lembar observasi, angket kualitas pembelajaran, tes hasil belajar dan lembar  wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, secara spesifik disimpulkan bahwa persentase peserta didik aktif melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share pada Siklus I pada pertemuan 1 yaitu 49,30% (rendah) dan pertemuan 2 yaitu 55,37% (sedang) sedangkan, pada Siklus II pada pertemuan 1 yaitu 83,50% (baik)  dan pertemuan 2 yaitu 84,71 % (baik). Kemudian persentase kualitas pembelajaran pada siklus I yaitu 67,84% (baik) dan siklus II yaitu 96,06% (baik sekali) serta rata-rata hasil belajar peserta didik pada siklus I yaitu 73,05 (cukup) dan siklus II yaitu 82,28 (baik).
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga Berbasis Game Edukasi Terhadap Pemahaman Konsep IPA Peserta Didik Di SMP Negeri 4 Bawolato Lase, Destalena Libertini; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman; Waruwu, Toroziduhu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10267

Abstract

Penelitian ini didasarkan dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 4 Bawolato, ditemukan beberapa masalah yaitu (1) Media atau alat peraga dan metode pembelajaran yang digunakan guru kurang variative, (2) Rendahnya penguasaan peserta didik terhadap materi yang diberikan, terutama penguasaan konsep IPA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga berbasis game edukasi dapat mempengaruhi pemahaman konsep IPA peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan data kuantitatif, dengan desain Nonequivalent control group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII yang berjumlah 40 orang. Kelas yang menjadi sampel penelitian yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dengan menerapkan pembelajaran menggunakan Alat Peraga Berbasis Game Edukasi dan kelas VIII-B sebagai kelas kontrol dengan menerapkan model pembelajaran Konvensional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini ada dua yaitu tes dan angket. Dari analisis data kemampuan pemahaman konsep IPA peserta didik pada tes awal diperoleh rata-rata pemahaman konsep IPA pada kelas eksperimen sebesar 54 tergolong cukup dan kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata sebesar 49,80 tergolong cukup. Sedangkan hasil dari analisis data kemampuan pemahaman konsep IPA peserta didik pada tes akhir setelah diberikan perlakuan di kelas eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 70,40 tergolong baik dan untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata adalah 59,90 tergolong cukup. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menggunakan statistik parametrik yaitu uji t independen diperoleh thitung= 3,7271 dan ttabel= 2,0252. Karena thitung = 3,7271 tidak terletak pada interval –2,0252≤ t ≤ 2,0252maka tolak H0 dan terima Ha, yang berarti: “Adanya pengaruh  penggunaan alat peraga berbasis game edukasi terhadap pemahaman konsep IPA peserta didik SMP Negeri 4 Bawolato”
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 ALASA Lahagu, Kensi Agnes Sofyanti; Waruwu, Toroziduhu; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman
PEDAGOGIKA: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan Vol 12 No 2 (2024): Pedagogika: Jurnal Pedagogik dan Dinamika Pendidikan
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pedagogikavol12issue2page562-571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA dan alat peraga yang menunjang proses pembelajaran masih belum memadai. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui nilai rata-rata hasil belajar peserta didik terhadap penggunaan alat peraga pembelajaran. (2) Mengetahui pengaruh pengunaan alat peraga pembelajaran terhadap hasil belajar IPA peserta didik di SMP Negeri 1 Alasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperiment. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen Design. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Alasa. Sampel penelitian terdiri atas 2 lokal, yaitu: kelas VIII-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Rata-rata hasil belajar peserta didik di kelas Eksperimen sebesar 82,20 dengan kriteria baik dan pada kelas Kontrol sebesar 68,18 dengan kriteria cukup. (2) Adanya pengaruh penggunaan alat peraga pembelajaran terhadap hasil belajar peserta didik di SMP Negeri 1 Alasa sesuai hasil uji hipotesis dengan nilai thitung (5,413) ≥ nilai ttabel (1,680) dengan taraf signifikan adalah 5% (α = 0,05) artinya diterima Ha dan ditolak H0. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui penggunaan alat peraga pembelajaran mampu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik.
Evaluasi Penyerapan Kompetensi Siswa SMK Swasta Pembda Nias pada Mata Pelajaran Produktif Menggunakan Metode Penilaian Otentik Telaumbanua, Desman; Zega, Yulianus; Zalukhu, Sabar Jaya; Simatupang, Wakhinuddin; ana, Yuli
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyerapan kompetensi siswa di SMK Swasta Pembda Nias pada mata pelajaran produktif menggunakan metode penilaian otentik. Penilaian otentik diterapkan untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dimana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penilaian otentik membantu siswa dalam memahami aplikasi praktis dari teori yang diajarkan, namun terdapat beberapa tantangan dalam implementasi, seperti keterbatasan sarana dan prasarana. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya peningkatan kapasitas guru dalam merancang penilaian otentik yang lebih efektif serta pemenuhan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar praktik.
Kepemimpinan Kolaboratif sebagai Penggerak Dual-System Education di SMK Swasta Pembda Nias Telaumbanua, Desman; Zega, Firwanus; Zalukhu, Sabar Jaya; Giatman, M; Ernawati, Ernawati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 5, No 6 (2024)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v5i6.409

Abstract

Dual-system education menggabungkan pembelajaran di sekolah dengan pelatihan kerja di industri untuk menciptakan lulusan siap kerja. SMK Swasta Pembda Nias menghadapi tantangan implementasi sistem ini, termasuk koordinasi yang lemah dengan mitra industri dan keterbatasan fasilitas. Penelitian ini mengeksplorasi peran kepemimpinan kolaboratif dalam mengatasi hambatan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan mitra industri. Analisis tematik digunakan untuk memahami pola kepemimpinan yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu memperkuat hubungan dengan dunia industri, meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis kerja, dan mendorong keterlibatan siswa. Strategi utama mencakup komunikasi intensif, pengelolaan sumber daya bersama, dan pemberdayaan guru sebagai fasilitator. Kesimpulannya, kepemimpinan kolaboratif efektif mendukung dual-system education di SMK Swasta Pembda Nias. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan kepemimpinan kolaboratif dan peningkatan dukungan kebijakan untuk memperluas keberhasilan model ini.