Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN GURU IPA SEBAGAI FASILITATOR DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPTD SMP NEGERI 1 SIROMBU Daeli, Silmin Kaffah; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Harefa, Agnes Renostini
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.16728

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di SMP Negeri 1 Sirombu, berdasarkan hasil observasi awal peneliti menemukan bahwa di lokasi penelitian kurikulum merdeka telah diterapkan. Di lokasi penelitian masih belum sepenuhnya guru melaksanakan perannya sebagai fasilitator dalam menerapkan kurikulum merdeka menghadapi kendala seperti kurangnya identifikasi potensi oleh guru, metode pengajaran yang kurang variatif, kurangnya motivasi siswa serta beban kurikulum yang berat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran guru IPA sebagai fasilitator serta hambatan peran guru IPA sebagai fasilitator dalam implementasi kurikulum merdeka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui (1) Observasi, (2) Wawancara dan (3) Dokumentasi. Data diperoleh dengan observasi dan menggunakan metode wawancara terhadap satu orang guru IPA kelas VII. Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran guru IPA sebagai fasilitator dalam implementasi kurikulum merdeka di UPTD SMP Negeri 1 Sirombu, guru IPA kelas VII sudah menjalankan peran sebagai fasilitator walaupun belum sepenuhnya dikarenakan siswa kelas VII masih siswa baru dan perlu adaptasi.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR IPA PESERTA DIDIK DI UPTD SMP NEGERI 2 MANDREHE Gulo, Jovial Vince Hasrat; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Gulo, Hardikupatu
J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Vol 6, No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/j-kip.v6i1.16714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 2 Mandrehe. Media audio visual dipilih karena mampu menyajikan informasi dengan lebih menarik melalui kombinasi suara dan gambar, yang dapat memudahkan pemahaman siswa serta meningkatkan motivasi belajar. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, di mana kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran dengan media audio visual, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi belajar siswa, yang ditandai dengan hasil posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media yang interaktif dan menarik. Dari hasil pengolahan data, diketahui rata-rata peningkatan motivasi belajar Kelas Eksperimen sebesar 84,38 dengan kategori tinggi, sedangkan Kelas Kontrol sebesarn 68,42 dengan kategori Tinggi. Berdasarkan hasil analisis, jika dibandingkan perolehan rata-rata motivasi belajar akhir peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar peserta didik setelah diberikan perlakuan, dan selain itu dapat pula diketahui bahwa motivasi belajar akhir peserta didik kelas eksperimen memperoleh rata-rata motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata motivasi belajar kelas kontrol.
PENGARUH MODUL AJAR IPA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 MANDREHE UTARA Zebua, Lusia; Harefa, Agnes Renostini; Telaumbanua, Desman; Waruwu, Toroziduhu
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1720

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah yang dibahas dalam pembelajaran IPA, kurangnya sumber bahan belajar peserta didik, dan nilai rata-rata hasil belajar peserta didik masih dalam kriteria cukup. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas kontrol, (2) Mengetahui nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen dengan menggunakan modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning, (3) Menentukan ada tidaknya pengaruh modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain quasy eksperimen. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas IX dengan jumlah 38 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes hasil belajar. Hasil penelitian: (1) Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas kontrol pada tes akhir yaitu 67,50 dengan kriteria cukup. (2) Nilai rata-rata kemampuan pemecahan masalah peserta didik di kelas eksperimen dengan menggunakan modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning pada tes akhir yaitu 80,39 dengan kriteria baik. (3) Hasil uji hipotesis diperoleh nilai thitung = 4,576 dan nilai ttabel sebesar 1,689 karena nilai thitung = 4,576 lebih besar dari nilai ttabel = 1,680 maka terima Ha dan tolak H0 yang artinya “ada pengaruh modul ajar IPA berbasis Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah SMP Negeri 4 Mandrehe Utara” pada taraf signifikan adalah 5% (α=0,05)
Analisis Strategi Pembelajaran Yang Digunakan Oleh Guru IPA Kelas VIII UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli Sokhizaro Hulu; Desman Telaumbanua; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7351

Abstract

Learning strategy is a learning process planning activity that must be carried out by teachers and students so that learning objectives can be achieved efficiently and effectively. The research objectives are: (1) Describe the learning strategies used by class VIII science teachers at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli, (2) Describe the learning activities of class VIII students at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location is at UPTD SMP Negeri 8 Gunungsitoli. The research population is class VIII students in the 2024/2025 academic year. Research results: (1) The learning strategies used by class VIII science subject teachers at SMP Negeri 8 Gunungsitoli are expository learning strategies, Contextual Teaching and Learning (CTL) learning strategies, problem-based learning strategies, and cooperative learning strategies. However, what is more dominantly used by science subject teachers is cooperative learning strategies, because the use of cooperative learning strategies is able to actively involve all students in the learning process activities. (2) Students' learning activities during the implementation of learning activities in class VIII of SMP Negeri 8 Gunungsitoli can be demonstrated by students paying attention to the teacher while teaching, students being able to understand the learning material presented by the teacher, students working seriously on the practice questions given by the teacher , students are able to ask questions, students are able to answer questions, students are able to express opinions, students are able to take notes on learning material, and students can make summaries of the material that has been taught. According to the research results, it can be concluded that the strategies used by class VIII science subject teachers at SMP Negeri 8 Gunungsitoli are expository learning strategies, Contextual Teaching and Learning (CTL) learning strategies, problem-based learning strategies, and cooperative learning strategies
Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik SMP Negeri 2 Gunungsitoli Moriani Tafonao; Novelina Andriani Zega; Hardikupatu Gulo; Desman Telaumbanua
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v7i1.7353

Abstract

This research is motivated by the attitude of students who are very actively involved and motivated in learning activities. Therefore, the objectives of carrying out this research are: (1) To find out teacher strategies in increasing students' learning motivation in class VIII science subjects at SMP Negeri 2 Gunungsitoli. (2) To determine the supporting and inhibiting factors in increasing the learning motivation of students in class VIII science subjects at SMP Negeri 2 Gunungsitoli. The type of research used is qualitative research with a descriptive approach. The research location is at SMP Negeri 2 Gunungsitoli. The research population is class VIII students in the 2023/2024 academic year. Research instruments, namely: observation sheets, questionnaires and interviews. Research results: (1) Teacher strategies in increasing students' learning motivation are: making students actively involved in learning, choosing appropriate learning methods, creating a pleasant learning atmosphere, giving challenging assignments to students, giving awards, and appreciating success learners. (2) Supporting factors in increasing students' learning motivation are the enthusiasm for learning and curiosity of students in learning, the completeness of learning facilities and infrastructure, the attitude of teachers who have a work ethic as professional teachers. Meanwhile, the inhibiting factors in increasing students' learning motivation are when students lack focus in participating in learning activities, lack of facilities and infrastructure to support learning, and monotonous teaching strategies that are unpleasant. According to the research results, it can be concluded that if a teacher has developed a good and interesting teaching strategy, it will definitely be able to increase students' learning motivation.
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER SISWA KELAS X DI SMA Hulu, Yardin; Waruwu , Toroziduhu; Telaumbanua , Desman; Harefa, Agnes Renostini
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i1.4583

Abstract

This research is motivated by the lack of maximum implementation of character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi, there are still students who do not follow the rules and regulations at school, and there are still students who do not respect their fellow students. The objectives of the research are: (1) Knowing the character values ??of students. (3) Knowing the application of students' character values. (3) Knowing efforts to form students' character values. The type of research used is qualitative research with a descriptive analysis approach. The research location is at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi. Research instruments, namely: interview guide sheet and character values ??questionnaire. Research results: (1) The character values ??of class of 3.20 (high), hard work of 3.19 (high), creativity of 3.19 (high), love of peace of 3.15 (high), independence of 3.13 (high), honesty of 3, 10 (high), friendly (communicative) 3.10 (high), caring for the environment 3.09 (high), respecting achievements 3.08 (high), love of the country 3.07 (high), responsibility of 3.05 (high), likes reading 3.04 (high), democracy of 3.01 (high), self-confidence of 3.01 (high), social care of 3.01 (high). (2) The application of character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi has been implemented in the school environment by providing good examples, inserting moral messages in learning, giving awards and appreciation, teaching manners, providing inspiration, making rules with students, and maintain cleanliness. (3) Efforts to form character values ??at SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi can be instilled through daily activities at school, such as: school literacy, extracurricular activities, beginning and end of learning activities, habituation, establishing school rules. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya penerapan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi, masih terdapat siswa yang belum mengikuti peraturan dan tata tertib di sekolah, dan masih terdapat siswa yang masih belum menghargai sesama temannya. Tujuan penelitian, yaitu:  (1) Mengetahui nilai-nilai karakter siswa. (3) Mengetahui penerapan nilai-nilai karakter siswa. (3) Mengetahui upaya pembentukan nilai-nilai karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Lokasi penelitian yaitu di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi. Instrumen penelitian, yaitu: lembar panduan wawancara dan angket nilai-nilai karakter. Hasil penelitian: (1) Nilai-nilai karakter siswa kelas X di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi yaitu karakter toleransi sebesar 3,35 (tinggi), religius sebesar 3,33 (tinggi), disiplin sebesar 3,26 (tinggi), semangat kebangsaan sebesar 3,20 (tinggi), kerja keras sebesar 3,19 (tinggi), kreatif sebesar 3,19 (tinggi), cinta damai sebesar 3,15 (tinggi), mandiri sebesar 3,13 (tinggi), jujur sebesar 3,10 (tinggi), bersahabat (komunikatif) sebesar 3,10 (tinggi), peduli lingkungan sebesar 3,09 (tinggi), menghargai prestasi sebesar 3,08 (tinggi), cinta tanah air sebesar 3,07 (tinggi), tanggung jawab sebesar 3,05 (tinggi), gemar membaca sebesar 3,04 (tinggi), demokratis sebesar 3,01 (tinggi), rasa percaya diri sebesar 3,01 (tinggi), peduli sosial sebesar 3,01 (tinggi). (2) Penerapan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi telah diterapkan di lingkungan sekolah dengan cara memberikan contoh yang baik, menyelipkan pesan moral dalam pembelajaran, memberikan penghargaan dan apresiasi, mengajarkan sopan santun, memberikan inspirasi, membuat aturan bersama siswa, dan menjaga kebersihan. (3) Upaya pembentukan nilai-nilai karakter di SMA Negeri 2 Alasa Talumuzoi dapat ditanamkan melalui kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti: literasi sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan awal dan akhir pembelajaran, pembiasaan, penetapan tata tertib sekolah.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PERUBAHAN KURIKULUM PADA PEMBELAJARAN IPA DI UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI UTARA Maruhawa, Ismi Andani; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i2.1737

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa mengalami kesulitan belajar dalam memahami materi pelajaran IPA yang telah berbeda dari kurikulum sebelumnya, sebab materi yang diajarkan dalam Kurikulum Merdeka memiliki pendekatan yang berbeda, sehingga siswa membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami siswa dalam perubahan kurikulum pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara, (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam perubahan kurikulum pada pembelajaran IPA di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas IX pada Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlahnya sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan, yaitu: (1) Lembar observasi pembelajaran, (2) Lembar angket kesulitan belajar, (3) Lembar panduan wawancara. Hasil penelitian: (1) Kesulitan belajar yang dialami siswa yaitu siswa masih kurang mampu memahami konsep materi pelajaran yang disajikan, siswa masih sulit untuk menyesuaikan gaya belajarnya, siswa masih kurang termotivasi belajar akibat keterbatasan sumber dan bahan ajar. (2) Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa dalam perubahan kurikulum yaitu faktor kurangnya konsentrasi siswa dalam memperhatikan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru, rendahnya motivasi belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas, keterbatasan sumber dan bahan pelajaran, metode pembelajaran yang diterapkan masih kurang bervariasi, serta minimnya ketersediaan media pembelajaran.
Evolusi Kepemimpinan : Mengungkap Dinamika Kepemimpinan Berbasis Nilai di Perguruan Tinggi Agnes Renostini Harefa; Desman Telaumbanua; Rosnelli Rosnelli
Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT) Vol. 8 No. 1 (2025): ALIGNMENT : Journal of Administration and Educational Management
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/alignment.v8i1.13867

Abstract

This research aims to identify the main themes that emerge in leadership practice in higher education and how applying these values can affect leader behaviour, organizational culture, and the quality of education. The method used in this research is content analysis. Content analysis is a widely used qualitative research technique that allows the examination of various forms of media to identify patterns, themes, and meanings associated with value-based leadership in higher education. The research data source comes from publication articles or research reports on leadership in higher education. Conclusion of this study: Value-based leadership implemented in higher education includes servant, transformational, transactional and collective-colegial leadership. The evolution of leadership directs that leadership in higher education needs to adapt to changes in the global environment, technology, and societal demands. Leadership evolution involves transitioning from traditional approaches to more participatory, innovative techniques. This leadership approach leads to an inclusive and value-based leadership model and a transformative and innovation-based leadership model. Keywords: Leadership Evolution, Values, Transformative, Inclusive
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 2 Tuhemberua Gea, Kristin Mintaria; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11297

Abstract

Untuk mencapai tujuan pendidikan maka pembelajaran harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk membantu perkembangan siswa dalam memperoleh tingkat kedewasaan, berpikir dan bertingkah laku yang benar, sehingga mendapatkan hasil yang diharapkan. Salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem salving. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem salving terhadap hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan tru eksperimen dengan desain randomized control-group pretest post tes design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik SMP Negeri 2 Tuhemberua dan sampel penelitiannya adalah kelas VIII. Istrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa tes hasil belajar. Penelitian dilakukan pada kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana pada kelas kontrol diterapkan model pembelajaran kooperatif learning sedangkan di kelas eksperimen diterapkan model pembelajaran problem salving. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem salving terhap hasil belajar peserta didik
Analisis Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran IPA Telaumbanua, Delvi Wardani; Waruwu, Toroziduhu; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i1.11140

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan kelas yang efektif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, khususnya dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan pengelolaan kelas oleh guru pada proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (2) Mendeskripsikan pengelolaan kelas yang diterapkan guru dapat meningkatkan minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPA di Kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. (3) Mengetahui Kendala yang dihadapai oleh guru dalam pengelolaan kelas pada proses pembelajaran IPA di kelas VIII-2 MTs Nu Gunungsitoli. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif  dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII pada Tahun Pelajaran 2024/2025 dengan jumlahnya sebanyak 30 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan penyebaran angket kepada siswa. Lokasi Penelitian di MTs Nu Gunungsitoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengelolaan kelas oleh guru di kelas VIII-2 MTs NU Gunungsitoli telah berjalan dengan sangat baik , mencakup pengaturan fisik kelas, manajemen waktu, aturan yang konsisten, dan interaksi yang baik, berkontribusi pada suasana belajar yang kondusif. (2) Hasil angket menunjukkan bahwa pengelolaan kelas berdampak positif dengan nilai rata-rata 79,3%, sementara minat belajar siswa mencapai 77,9%. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang baik berdampak positif terhadap peningkatan minat belajar siswa secara signifikan. (3) Terdapat beberapa kendala dalam pengelolaan kelas seperti kurangnya fokus siswa, gangguan dalam kelas, waktu terbatas, dan keterbatasan sarana perlu diatasi.