Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) TERHADAP MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK SMP NEGERI 7 MANDREHE Zai, Windia Juli Yanti; Gulo, Hardikupatu; Harefa, Agnes Renostini; Telaumbanua, Desman
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v12i3.1794

Abstract

Technological Pedadogical Contents Knowledge (TPACK) merupakan pembelajaran yang menggunakan gabungan dari tiga aspek yakni: teknologi, pedagogi, dan konten atau materi pengetahuan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran IPA karena metode pembelajaran yang digunakan masih konvensional dan kurangnya penggunaan teknologi sebagai media dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini yaitu: mendeskripsikan hubungan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap minat belajar peserta didik SMP Negeri 7 Mandrehe. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian asosiatif analisis dengan pendekatan deskriptif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 7 Mandrehe. Populasi dalam pelaksanaan penelitian ini mencangkup seluruh peserta didik di SMP Negeri 7 Mandrehe dan sampel penelitian yaitu kelas IX dengan jumlahnya sebanyak 26 orang. Teknik pengolahan data menggunakan angket yang merupakan instrumen penelitian yang terdiri dari 2 jenis yaitu: angket minat belajar dan angket TPACK. Hasil penelitian memperoleh rata-rata persentase hasil angket minat belajar peserta didik yaitu 81,36% dengan kriteria tinggi. Sesuai hasil uji korelasi diperoleh nilai korelasinya rata-rata tergolong dalam interval 0,25-0,50 dengan kriteria “cukup kuat”, yang artinya bahwa hubungan antara variabel TPACK (X) dengan variabel minat belajar (Y) mempunyai nilai hubungan atau kolerasi yang cukup kuat.
Mikroskop merupakan alat penting dalam pendidikan biologi, khususnya dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai struktur mikroskopis dunia hidup yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penggunaan mikroskop secara efektif merupakan keterampilan dasar yang perlu dikuasai siswa SMP, terutama dalam memahami sel dan jaringan sebagai unit dasar kehidupan. Artikel ini membahas pelatihan penggunaan mikroskop yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam mengamati objek mik Harefa, Agnes Renostini; Gulo, Hardikupatu; Waruwu, Toroziduhu; Telaumbanua, Desman; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Faustus; Telaumbanua, Yovita Florentina
Journal of Community Service (JCOS) Vol. 3 No. 3 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jcos.v3i3.1623

Abstract

Mikroskop merupakan alat penting dalam pendidikan biologi, khususnya dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai struktur mikroskopis dunia hidup yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Penggunaan mikroskop secara efektif merupakan keterampilan dasar yang perlu dikuasai siswa SMP, terutama dalam memahami sel dan jaringan sebagai unit dasar kehidupan. Artikel ini membahas pelatihan penggunaan mikroskop yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam mengamati objek mikroskopis dan memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep-konsep biologi. Pelatihan ini melibatkan dua metode utama: penyajian materi teori dan praktik penggunaan mikroskop. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa tentang mikroskop dan identifikasi struktur mikroskopis, meskipun masih ada ruang untuk peningkatan lebih lanjut. Hasil kuesioner pelaksanaan pelatihan menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap materi pelatihan, narasumber, fasilitas, dan media pelatihan, serta manfaat yang diperoleh peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan siswa mengenai penggunaan mikroskop serta identifikasi sel dan jaringan, dengan pencapaian yang memadai meskipun perlu adanya penyempurnaan lebih lanjut
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SMP Swasta Santa Theresia Lahewa Nazara, Dewi Artika; Gulo, Hardikupatu; Telaumbanua, Desman; Waruwu, Yaredi
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.11713

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari pengamatan peneliti pada proses pembelajaran di SMP Swasta Santa Theresia Lahewa, yang selama ini masih tergolong rendah. Hal ini dikarenakan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bervariasi. Guru masih menggunakan metode ceramah dan buku teks tanpa variasi media yang interaktif.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi dalam meningkatkan hasil belajar siswa; (2) mengetahui kelayakan, keefektifan, dan kepraktisan pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi dalam meningkatkan hasil belajar.Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model 4-D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, berupa angket validasi, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar berupa tes uraian.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil kelayakan media pembelajaran berbasis video animasi oleh validator pada aspek materi (dosen) dengan persentase 91% kategori sangat valid, oleh guru mata Pelajaran dengan persentase 100% kategori sangat valid, aspek bahasa dengan persentase 94% kategori sangat valid dan aspek desain dengan persentase 86% kategori sangat valid. Kepraktisan media pembelajaran berbasis video animasi yang telah dikembangkan dengan persentase respon siswa pada uji perseorangan 97% kategori sangat praktis, uji coba kelompok kecil 94% kategori sangat praktis, uji coba lapangan 100% kategori sangat praktis, dan efektifitas media pembelajaran berbasis video animasi 92% kategori sangat efektif
Dampak Implementasi Kurikulum Merdeka Bagi Guru Dan Siswa Dalam Pembelajaran Biologi Di SMA Negeri 1 Tuhemberua Gea, Destrawati Kristian; Telaumbanua, Desman; Waruwu, Toroziduhu; Harefa, Agnes Renostini
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12078

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh implementasi kurikulum merdeka di SMA Negeri 1 Tuhemberua yang sudah berjalan 2 tahun namun masih belum efektif diterapkan dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah (1) Menilai dampak Positif Dan Negatif Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Guru dalam Pembelajaran Biologi Di SMA Negeri 1 Tuhemberua, (2) Menilai dampak Positif Dan Negatif Implementasi Kurikulum Merdeka Terhadap Siswa dalam Pembelajaran Biologi Di SMA Negeri 1 Tuhemberua. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed methods) yaitu gabungan metode kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu guru mata pelajaran biologi sebanyak 3 orang dan siswa kelas XI sebanyak 30 orang di pilih secara acak.instrumen penelitian yang digunakan yaitu (1) Lembar wawancara guru, (2) lembar observasi pembelajaran, (3) lembar angket siswa. Hasil penelitian yaitu dampak positif dan negatif bagi guru, dampak positif yaitu memberikan ruang bagi guru untuk berkembang secara kreatif, mandiri, dan merancang pembelajaran yang sesuai dengan minat serta bakat masing-masing. Dampak implementasi kurikulum merdeka bagi siswa di SMA Negeri 1 Tuhemberua memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang dirasakan antara lain meningkatnya kemampuan siswa dalam memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila, berpikir kritis dan inovatif, mengambil keputusan yang tepat, serta mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran berbasis proyek. Dampak negatif yang dirasakan antara lain adalah kesenjangan capaian belajar antara siswa berkemampuan tinggi dan rendah, kesulitan dalam belajar mandiri akibat kurangnya struktur dan panduan, keterbatasan sumber daya belajar seperti buku dan perangkat teknologi, serta terjadinya ketimpangan akses terhadap fasilitas pembelajaran. Dampak negatif implementasi kurikulum merdeka bagi siswa, sesuai dengan hasil perhitungan angket mendapatkan kategori rendah. Presentase dampak bagi siswa, dampak positif mendapat 64% dan dampak negatif sebesar 36%.
Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis ang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning Dan Discovery Learning Lase, Intan Yulistin; Telaumbanua, Desman; Harefa, Agnes Renostini; Waruwu, Yaredi
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76436

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan nilai rata-rata kelas Problem Based Learning; (2) menentukan nilai rata-rata kelas Pembelajaran Berbasis Penemuan; dan (3) menunjukkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemampuan berpikir kritis siswa. X1 (Pembelajaran Berbasis Masalah) dan X2 (Pembelajaran Berbasis Penemuan) adalah dua kelompok eksperimen dalam penelitian ini, yang menggunakan desain quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol posttest-only. Siswa kelas VII di SMP Negeri 2 Hiliduho menjadi subjek penelitian. Uji kemampuan berpikir kritis yang dimodifikasi dari California Critical Thinking Skills Test (CCST) digunakan sebagai alat penelitian. Uji ini dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 2030 untuk menentukan validitas, reliabilitas, tingkat kesulitan, dan daya beda. Setelah penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning) dan model pembelajaran penemuan (Discovery Learning) Nilai rata-rata kelas yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah 83,00, sedangkan nilai rata-rata menggunakan model pembelajaran penemuan adalah 76,08. Uji T Sampel Independen digunakan untuk menguji hipotesis, dan hasilnya menunjukkan bahwa nilai (dua ekor) P adalah <0,01, artinya P <0,05, yang menunjukkan bahwa hipotesis (H0) ditolak. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik dalam keterampilan berpikir kritis yang diajarkan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran penemuan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran IPA di Sekolah Menengah Pertama Waruwu, Elhan Syah Putra; Gulo, Hardikupatu; Telaumbanua, Desman; Harefa, Agnes Renostini
PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran Volume 9 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pembelajar.v9i2.76435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dampak dari Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sains di SMP Negeri 3 Lolofitu Moi. Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw merupakan metode pendidikan yang mengarahkan siswa untuk mengembangkan pemahaman dan bekerja sama dalam kelompok kecil, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam tugas kelompok yang telah ditetapkan. Penelitian ini menerapkan desain kontrol kelompok pasca-tes saja, menggunakan metodologi eksperimental dan pendekatan kuantitatif. Populasi yang terlibat dalam studi ini terdiri dari 50 individu, dengan 25 siswa di kelas VIII-1 yang menjadi sampel eksperimen dan 25 siswa di kelas VIII-2 sebagai kelompok kontrol. Mereka dipilih menggunakan teknik sampling acak. Uji hasil belajar yang terdiri dari 20 soal objektif digunakan sebagai alat ukur. Dengan tingkat signifikansi 5%, uji t independen menghasilkan nilai t hitung 5,316 > t tabel 2,069, menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan di SMP Negeri 3 Lolofitu Moi, metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw menunjukkan pengaruh yang besar terhadap hasil belajar siswa. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dapat disimpulkan sebagai pendekatan yang paling fokus pada penyelesaian masalah dan berdampak positif dalam meningkatkan prestasi akademik siswa.
Pengaruh Pemanfaatan Aplikasi Canva Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA SMK Negeri 1 Hiliduho Harefa, Weni Yanti; Waruwu, Toroziduhu; Gulo, Hardikupatu; Telaumbanua, Desman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi Canva dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA di SMK Negeri 1 Hiliduho. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen jenis Pre-eksperimental desain one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 1 Hiliduho dengan jumlah 37 orang.Teknik pengambilan sampel yaitu non probability sampling jenis purposive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu kelas XI OTKP berjumlah 23 orang. Instrument pengumpulan data yaitu tes terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data uji hipotesis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 48.0435 dan posttest sebesar 86,7391. Analisis uji hipotesis diperoleh t-hitung > t-tabel yaitu 11,045 > 2,073 dengan taraf signifikan 0,05 maka Ha diterima Ho ditolak. Artinya terdapat pengaruh pemanfaatan aplikasi Canva dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA SMK Negeri 1 Hiliduho
Pengembangan E-Modul Berbasis Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik SMP Negeri 3 Lotu Harefa, Kasih Putri; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani; Telaumbanua, Desman
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: menghasilkan e-modul berbasis inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik, mengetahui kelayakan e-modul berbasis inkuiri oleh para ahli/validator, mengetahui kepraktisane-modul berbasis inkuiri melalui respon peserta didik, dan mengetahui efektifitas e-modul berbasis inkuiri melaluites hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model 4D. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, berupa angket validasi, angket respon peserta didik, dan tes hasil belajar berupa tes essay. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa hasil penilaian kelayakan e-modul oleh validator ahli materi (dosen) dengan persentase 98,2% kriteria sangat valid, dan kelayakan e-modul oleh validator ahli materi (guru) dengan persentase 100% kriteria sangat valid. Hasil penilaian kelayakan e-modul oleh validator ahli bahasa dengan persentase 86,1% kriteria valid dan kelayakan e-modul oleh validator ahli desain/media dengan persentase 94,5% kriteria sangat valid. Hasil penilaian kepraktisan e-modul berbasis inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada uji perorangan dengan tingkat pencapaian 92% kategori sangat praktis, uji kelompok kecil dengan tingkat pencapaian 90% dengan kategori sangat praktis, dan pada uji lapangan dengan tingkat pencapaian sebesar 100% kriteria sangat praktis.Efektivitas e-modul dapat dilihat pada test hasil belajar, diperoleh persentase ketuntasan belajar peserta didik sebesar 92% kriteria sangat efektif.
Analysis of Work Readiness of Automotive Engineering Students of SMKS Pembda Nias Regional School Reviewed in Terms of Hard and Soft Skills Telaumbanua, Desman; Giatman, M.; Ambiyar; Irfan, Dedy
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.12262

Abstract

Hard skills and soft skills are two fundamental components that simultaneously form the construct of work readiness. In the context of automotive engineering, hard skills refer to the mastery of specific technical skills such as engine failure diagnosis, transmission system repair, Electronic Control Unit (ECU) calibration, and a deep understanding of the working principles of automotive components. This study aims to analyze in depth the work readiness of Automotive Engineering students at SMKS Pembda Nias in terms of the hard and soft skills they possess. This study is a quantitative study using a correlational method. The results of this study; Transmission system repair skills were the most dominant indicator with an achievement level of 82.8%, followed by understanding vehicle electronic systems (82.60%), computer diagnostic tool skills (82%), automotive technology handling (81%), and mastery of engine failure diagnosis (80.40%). This good level of mastery indicates that students have sufficient technical competence to work in the automotive field. Meanwhile, the level of achievement of students' soft skills was also in the good category with an achievement level of 82.5%. Work ethic and professionalism were the most dominant indicators with an achievement level of 83.50%, followed by teamwork skills (82.90%), effective communication skills (82.60%), time management skills (82.30%), and adaptability to change (81.40%).
Analisis Penerapan Kompetensi 4C dalam Proses Pembelajaran Biologi SMK Negeri 2 Somolo-Molo Halawa, Wa’adil; Telaumbanua, Desman; Gulo, Hardikupatu; Zega, Novelina Andriani
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1761

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi masih rendahnya keterlibatan peserta didik dalam kegiatan proses pembelajaran dan rendahnya hasil belajar peserta didik. Lokasi penelitan ini di SMK Negeri 2 Somolo-Molo yang terletak di Desa Lewuombanua, Kecamatan Somolo-Molo, Kabupaten Nias. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X-ATPH dengan jumlah sebanyak 15 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: (1) Angket, (2) Lembaran observasi, (3) Wawancara. Hasil Penelitian: (1) Penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi dapat membantu menumbuhkan dan mengembangkan kompetensi 4C peserta didik kelas X-ATPH di SMK Negeri 2 Somolo-Molo, pada Indikator Komunikasi sebesar 80,67%, Berpikir Kritis sebesar 79,33%, Kreativitas & Inovasi sebesar 77,67%, dan Kerjasama sebesar 85,33%. (2) Dampak positif dari penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi yaitu memberikan pengalaman yang penuh makna dalam kehidupan siswa, karena suasana belajar yang diciptakan guru sesuai dengan minat siswa, sedangkan dampak negatifnya, akan berimbas pada siswa yang tidak menyukai pembelajaran 4C jadi siswa kesulitan untuk memahami materi yang dipelajari. (3) Kendala dalam penerapan kompetensi 4C dalam proses pembelajaran Biologi yaitu waktu belajar yang banyak diselingi oleh mata pelajaran lain, sedangkan untuk mata pelajaran Biologi sendiri hanya 5 les dalam satu minggu, selain itu siswa juga menjadi fator penghambat, sebab ada kalanya siswa merasa bosan belajar, terkadang siswa malas membaca dan mencari bahan atau materi tambahan dari referensi lain, dan siswa masih kesulitan untuk mempresentasikan hasil dari pembahasan materinya.