Runi Asmaranto
Unknown Affiliation

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Studi Analisa Pola Genangan Banjir Menggunakan Pemodelan 2D HECRAS Di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo Fadhlurrahman, Yafie Suryadany; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.093

Abstract

Sungai Pekalen berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Sungai ini memiliki panjang 30 Km. Pada tahun 2020, Sungai Pekalen melimpas dan menyebabkan banjir di beberapa kecamatan. Sebanyak 45 rumah terendam banjir. Diperlukan adanya analisa pola genangan banjir yang bertujuan untuk mengetahui tinggi dan luas sebaran banjir akibat meluapnya Sungai Pekalen. Analisa ini menggunakan pemodelan 2D HECRAS. Dari hasil analisa diketahui bahwa Banjir terjadi pada wilayah tengah dan wilayah hilir sungai dengan ketinggian yang bervariasi. Ketinggian banjir mencapai 1,5 m di wilayah tengah. Selain itu, luas sebaran banjir mencapai 322,6 ha.
Analisa Stabilitas Bendung Penggung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali Alvianto, Hanindyatama Gusti; Runi Asmaranto; Andre Primantyo H
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.095

Abstract

Bendung Penggung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi maupun memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat. Kerusakan pada bendung ini dapat menghambat peran dari Bendung. Analisia stabilitas bendung diperlukan untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Analisis ini dapat dilakukan dengan bantuan software Plaxis 2D Versi 2.0. Berdasarkan hasil analisis stabilitas, diketahui bendung ini tidak aman terhadap piping, sehingga diperlukan penambahan creep length sepanjang 4 meter. Di samping itu, stabilitas terhadap tahan terhadap guling, geser, dan daya dukung telah memenuhi syarat dimana Sf > 1,5. Setelah melakukan analisis stabilitas, diperlukan analisis Rancangan Anggaran Biaya (RAB).Penambahan creep length pada Bendung Penggung diperlukan biaya sebesar Rp 114,238,433.95.
Analisis Stabilitas Perkuatan Lereng Sungai Jatiroto Bagian Hulu Kabupaten Lumajang dengan Menggunakan Software Geostudio Andaru Rahman Putra; Runi Asmaranto; Heri Suprijanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.016

Abstract

Peningkatan curah hujan dan debit air di area sungai Jatiroto, Kabupaten Lumajang berpotensi menyebabkan banjir dan tanggul runtuh. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk merencanakan tanggul parapet guna mengurangi dampak banjir dan kerusakan tanggul. Studi analisis debit banjir rancangan dilakukan dengan menggunakan metode HSS Nakayasu. Analisis hidraulis dilakukan dengan menggunakan program HEC-RAS 5.0.7 agar mengetahui kondisi existing dan menentukan lokasi tanggul parapet. Perencanaan tanggul menggunakan Q25 tahun sebagai dasar yaitu sebesar 461,49 m3/detik. Perhitungan stabilitas dilakukan dengan menggunakan bantuan program Geostudio 2018. Hasil perencanaan didapatkan untuk tanggul A tinggi 2 m, lebar 1,4 m, kedalaman pondasi 0,25 m. Sementara di tanggul B tinggi 4 m, lebar 2,8 m, kedalaman pondasi 0,5 m. Perencanaan tanggul C tinggi 4 m, lebar 2,8 m, kedalaman pondasi 0,5 m. Dengan hasil aman terhadap segala kondisi.
The Analisis Stabilitas Lereng Embung Peniwen Akibat Fluktuasi Muka Air Waduk Muhammad, Muhammad Ammar Zhafran Fauzi; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.46

Abstract

Stabilitas lereng tubuh embung merupakan aspek penting untuk menjamin keselamatan struktur dan keberlangsungan operasional, terutama ketika terjadi fluktuasi muka air yang signifikan. Penelitian ini menganalisis kestabilan lereng Embung Peniwen di Kabupaten Malang pada tiga kondisi operasional, yaitu kondisi kosong, kondisi normal, dan kondisi drawdown. Metode yang digunakan adalah metode keseimbangan batas dengan bantuan perangkat lunak GeoStudio Slope/W. Parameter yang dianalisis mencakup pola rembesan, tekanan air pori, serta faktor keamanan lereng (FS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi drawdown memiliki nilai faktor keamanan terendah, bahkan berada di bawah ambang batas aman (FS < 1,5), berbeda dengan kondisi normal dan kosong yang masih memenuhi standar stabilitas (FS > 1,5). Oleh karena itu, kondisi drawdown memerlukan perhatian khusus. Disarankan untuk melakukan peningkatan sistem drainase dan pemantauan tekanan air pori secara berkala guna menjaga kestabilan tubuh embung.
Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Sowu Nias Utara Menggunakan Program HEC-RAS 6.2 Azalea Widya Marseila; Runi Asmaranto; M Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.6

Abstract

Sungai Sowu yang berlokasi di Kabupaten Nias Utara merupakan salah satu kawasan yang rawan banjir akibat kondisi morfologinya yang berkelok, topografi terjal, serta pengaruh pasang surut air laut. Banjir di daerah ini kerap menimbulkan kerugian baik secara ekonomi maupun sosial, terutama pada kawasan permukiman yang berada di sekitar alur sungai. Studi ini bertujuan untuk merencanakan pengendalian banjir melalui pendekatan analisis hidrologi dan pemodelan hidrolika menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 6.2. Analisis hidrologi dilakukan untuk menentukan debit banjir rencana berdasarkan metode Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu dan HEC-HMS, yang menghasilkan debit puncak sebesar 68,80 m³/detik (Q2th), 142,90 m³/detik (Q25th), dan 159,60 m³/detik (Q50th). Analisis hidrolika dilakukan secara dua dimensi untuk memetakan potensi genangan dan mengidentifikasi area terdampak. Berdasarkan simulasi kondisi eksisting, diketahui bahwa sebagian segmen Sungai Sowu tidak mampu menampung debit Q25th, yang menyebabkan limpasan (overflow) di beberapa titik kritis. Selain itu, studi ini juga mengevaluasi efektivitas alternatif pengendalian berupa pembangunan tanggul sebagai upaya struktural untuk mengurangi risiko banjir. Simulasi menunjukkan bahwa pembangunan tanggul mampu menurunkan luas genangan dan mengurangi limpasan secara signifikan. Hasil analisis digunakan sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi teknis serta estimasi rencana anggaran biaya pembangunan bangunan pengendali banjir. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam perencanaan pengelolaan risiko banjir secara terpadu di wilayah Sungai Sowu.
Studi Alternatif Pengendalian Banjir Sungai Tumula Menggunakan Program Hec-Ras 6.2 Arfandy, Reyna Salsabila; Runi Asmaranto; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.22

Abstract

Sungai Tumula merupakan sungai di Kabupaten Nias Utara yang tercatat pernah mengalami banjir pada November 2020, akibat rendahnya daya tampung Sungai Tumula sehingga sering terjadi luapan. Hal tersebut berdampak pada tergenangnya wilayah pemukiman warga sekitar akibat banjir. Pada studi ini, dilakukan perencanaan pengendalian banjir Sungai Tumula berupa normalisasi sungai dan pembangunan tanggul. Dilakukan analisis hidrologi dengan memanfaatkan metode HSS Nakasyu dengan kala ulang 25 dan 50 tahun, yang menghasilkan nilai debit output banjir sebesar 161,55 m3/det dan 211,35 m3/det. Pemodelan banjir 2D menggunakan HEC-RAS 6.2 menunjukkan bahwa luas genangan pada kala ulang 25 tahun adalah sebesar 911.330,01 m2 dan mencapai 936.974,58 m2 pada kala ulang 50 tahun. Pendekatan teknis yang dilakukan berupa normalisasi dan perencanaan pembangunan tanggul. Struktur utama yang digunakan untuk pembangunan tanggul adalah Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP).
Perencanaan Pengendalian Banjir Sungai Muzoi Nias Utara Menggunakan Program HEC-RAS 6.2 Nuhana, Shafia Farhan; Runi Asmaranto; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.37

Abstract

Salah satu daerah yang mengalami dampak banjir yaitu pada Sungai Muzoi. Saat ini, kondisi Sungai Muzoi telah mencapai titik kritis, di mana kapasitasnya tidak lagi memadai untuk menampung debit air yang meningkat selama musim hujan. Penelitian ini bertujuan merencanakan pengendalian banjir menggunakan tanggul sebagai solusi struktural. Metode yang digunakan meliputi analisis hidrologi berdasarkan Permen PU No. 12 Tahun 2014 dan pemodelan hidraulik dengan HEC-RAS. Debit banjir dihitung menggunakan distribusi Log Pearson Type III dan Hidrograf Satuan Sintesis Nakayasu, dengan kala ulang Q1, Q25, dan Q50. Hasil pemodelan menunjukkan tinggi genangan berkisar antara 8,3 hingga 8,6 meter, lebih rendah dibanding data historis berkisar antara 8,863 - 9,000 meter. Pada wilayah Faruo, tanggul direncanakan dibangun di sisi kanan dan sisi kiri sungai, dimulai dari patok 214 hingga patok 197 sisi kanan dan kiri dengan menyesuaikan dengan lokasi rawan genangan berdasarkan hasil pemodelan. Sementara itu, di wilayah Totoi, pembangunan tanggul dilakukan di kedua sisi sungai, tepatnya pada patok 147 hingga patok 129 sisi kanan dan sisi kiri, karena wilayah ini merupakan kawasan pemukiman padat yang rentan terdampak banjir. Debit rencana tercatat sebesar 429,37 m³/det (Q1th), 1.107,94 m³/det (Q25th), dan 1.248,94 m³/det (Q50th).