Runi Asmaranto
Unknown Affiliation

Published : 37 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Studi Penilaian Indeks Kinerja Irigasi Dan Angka Kebutuhan Nyata Operasi Dan Pemeliharaan (Aknop) Pada Daerah Irigasi Kali Biru Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang Gozali, Bayu Achmad; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.031

Abstract

Daerah Irigasi Kali Biru memiliki bangunan pengambilan yang terletak pada Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang. Ada 2 titik pengambilan pada bangunan tersebut, yang menjadi saluran Primer Ubalan (110 ha) dan saluran Primer Baba’an (66 ha). Hasil inventarisasi yang dilakukan pada tahun 2022, terdapat 26 titik kerusakan pada saluran yang diakibatkan oleh 1 sedimen dan 25 kerusakan lining saluran. Untuk indeks kinerja irigasi dari Daerah Irigasi Kali Biru mendapatkan nilai sebesar 78,66% (Kondisi Sedang) dengan aspek prasarana fisik sebesar 39,00%, aspek produktivitas tanam 13,83%, aspek sarana penunjang O&P sebesar 7,15%, aspek organisasi dan personalia sebesar 10,93%, aspek dokumentasi sebesar 3,30%, dan aspek perkumpulan petani pemakai air sebesar 4,45%. Perhitungan prioritas Daerah Irigasi Kali Biru dengan menggunakan metode peringkat dimana mengurutkan dari besaran nilai aset terendah ke tertinggi. Sehingga didapatkan hasil dimana 9 aset dengan kondisi sedang, 21 aset dalam kondisi baik, dan 40 dalam kondisi baik sekali. Dengan penanganan rehabilitasinya didapatkan 9 aset membutuhkan pemeliharaan berkala bersifat perbaikan, 21 aset membutuhkan pemeliharaan berkala bersifat perawatan, dan 40 aset cukup dilakukan pemeliharaan rutin. Perhitungan AKNOP didapatkan sebesar  Rp. 322.235.852,00 dengan Rp. 63.312.860,00 untuk biaya operasi dan Rp. 258.922.992,00 untuk biaya pemeliharaan.
Studi Pengendalian Banjir Sungai Tengkapak Kabupaten Bulungan Kalimatan Utara Ilyas, Muhammad Nashiruddin; Sumiadi; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.033

Abstract

Penelitian studi pengendalian banjir di Sungai Tengkapak Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara ini bertujuan untuk menganalisa penanganan banjir yang ada dengan menggunakan perencanaan bangunan penahan dinding sungai, karena pada kondisi sungai tampungan sudah tidak mencukupi, selain itu tanggul sungai juga sering terjadi longsor karena tidak mampu menahan beban yang berada diatasnya seperti pemukiman warga. Dari hasil perhitungan hidrologi data debit yang digunakan merupakan kala ulang 25 tahun (Q25th). Perhitungan analisa debit rancangan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu, dan analisa hujan jam-jaman menggunakan PSA 007. Kemudian analisa profil aliran sungai menggunakan program HEC-RAS Versi 6.0.0 untuk mengetahui kondisi aliran serta penampang sungai pada debit banjir rencana dengan kala ulang 25 tahun. Dari hasil perhitungan maka didapatkan debit sebesar 272,29 m3/dt, yang mengakibatkan limpasan pada beberapa titik penampang Sungai Tengkapak dengan ketinggian air limpasan tertinggi 1,38 m dan rerata limpasan mencapai 0,602 m. Maka dari analisis tersebut perlu diberikan struktur bangunan dinding penahan setinggi 6,42 m dimana pada ukuran bangunan tersebut telah memenuhi syarat faktor keamanan. Sehingga dari hasil tersebut perencanan konstruksi bangunan dinding penahan dapat diaplikasikan untuk menanggulangi banjir pada Sungai Tengkapak.
Studi Perencanaan Bangunan Perkuatan Tebing Sebagai Upaya Pengendalian Longsor Sungai Kusan Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan Gymnastiar, Andhika; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.001

Abstract

Sungai Kusan pada wilayah DAS Kusan banyak mengalami longsor pada tebing sungai akibat banjir pada bulan Januari-April 2021. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan perkuatan tebing sungai agar dapat mencegah kerugian yang lebih besar. Pada studi ini, dilakukan analisis dengan beberapa metode untuk mengetahui perencanaan bangunan perkuatan tebing yang ideal berdasarkan kondisi profil aliran sungai dan kestabilan tebing eksisting. Dari hasil analisis, didapatkan penyebab longsor akibat gerusan sungai dan beberapa kondisi eksisting tebing tidak stabil. Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan pengendalian longsor dengan dinding penahan kantilever berdimensi 7x7 m. Pada pondasi kantilever di desain mini pile sepanjang 12 m, berjumlah 7 buah untuk meneruskan beban ke dalam lapisan tanah keras. Selain itu, ditambahkan desain blok beton dengan dimensi 0,7x0,7x0,7 m yang dilengkapi geotextile untuk mencegah gerusan pada tebing sungai dan pondasi kantilever. Berdasarkan kombinasi desain tersebut, maka pengendalian longsor pada tebing Sungai Kusan dapat diterima.
Studi Potensi Air Tanah Dengan Metode Geolistrik Menggunakan Software Ipi2win Dan Rockworks Di Desa Pangirolong, Siau Timur Selatan Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara Rekso, Budi Sampurno; Runi Asmaranto; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.016

Abstract

Abstrak: Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO) memiliki potensi pertanian tetapi sebagian masyarakat masih kekurangan pasokan air bersih khususnya pada Desa Pangirolong Kecamatan Siau Timurt. Dari permasalahan tersebut dilakukanlah penelitian pada Desa Pangirolong yang bertujuan untuk mengetahui potensi air tanah. Penelitian dilakukan pada 6 titik geolistrik agar diketahui  struktur geologi dan lapisan akuifer menggunakan aplikasi IPI2WIN dan Rockworks. Untuk mengetahui potensi air tanah dilakukan dengan menghubungkan jenis akuifer yang sama setelah itu dihitung menggunakan pendekatan rumus Darcy. Hasil analisa menunjukkan 5 jenis lapisan geologi yaitu batu tufa, aglomerat, lava, batu pasir tufa dan batuan beku, dengan 6 titik pendugaaan akuifer. Berdasarkan hasil visualisasi lapisan tanah maka bisa disimpulkan  rekomendasi titik pengeboran Pangirolong 1 kedalaman 60 m, titik Pangirolong 2 kedalaman 70 m, titik Pangirolong 3 kedalaman 50 m. titik Lai 1 kedalaman 50 m, titik Lai 2 kedalaman 80 m, dan titik Lai 3 kedalaman 60 m. Perhitungan potensi air  tanah menggunakan pendekatan rumus Darcy pada titik Pangirolong  terdapat Q(Debit) sebesar  0,50925926 l/det dan pada titik Lai terdapat Q(Debit) sebesar 0,601851851 l/det
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar menggunakan EPA SWMM 5.1 Cahyo Trilaksono; Runi Asmaranto; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.005

Abstract

Perubahan lahan terbuka hijau menjadi kawasan permukiman di Kelurahan Kalipang  mempengaruhi kemampuan lahan dalam menyerap air. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut yaitu meningkatnya limpasan permukaan,sehingga menyebabkan saluran meluap dan terjadi genangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting yang ada di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Dalam studi ini digunakan aplikasi SWMM 5.1 untuk membantu simulasi hujan menjadi limpasan permukaan dan melakukan analisis kapasitas saluran. Dari hasil analisis didapatkan total limpasan yang terjadi dengan menggunakan hujan rancangan kala ulang 5 tahun yaitu sebesar 126.98 103m3. Hasil simulasi menunjukan terdapat 9 Daerah Pengaliran Saluran (subcatchment)  (S2, S4, S6, S19, S35, S38, S42, S43 dan S48) menghasilkan limpasan permukaan yang besar dengan nilai debit limpasan lebih besar dari 0.5 m3/detik. Analisis terhadap kapasitas tampungan saluran menunjukan terdapat 27 saluran yang tidak mencukupi dan mengakibatkan luapan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan perencanaan pengembangan dengan melakukan perubahan dimensi terhadap saluran yang meluap 27 dan 4 saluran sekitarnya. Saluran yang telah dilakukan perubahan memiliki dimesi tinggi 0.5-1 m dan lebar 0.5-1 m.  Solusi lainnya dengan merencanakan penambahan 3 saluran baru dan 2 penambahan outfall dilakukan untuk mengurangi debit limpasan pada saluran eksisting.
Penanganan Genangan Berbasis Konservasi pada Kelurahan Arjowinangun Kota Malang Kalimatu Haqqin, Sarah; Runi Asmaranto; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.012

Abstract

Tercatat banyak permasalahan banjir dan genangan yang terjadi di Kota Malang, salah satunya di Kelurahan Arjowinangun. Pesatnya pembangunan yang mengubah tata guna lahan dari lahan terbuka hijau menjadi perumahan dan bangunan lainnya, sehingga mengurangi daerah resapan air dan pada akhirnya melimpas dan bahkan menggenang. Oleh karenanya, diperlukan adanya evaluasi saluran drainase untuk kondisi eksisting untuk menentukan alternatif penanganan genangan yang tepat dengan berbasis konservasi. Evaluasi dilakukan dengan simulasi menggunakan SWMM, yang mana sering digunakan untuk perhitungan drainase perkotaan. Didapatkan genangan pada 9 saluran drainase dari 23 saluran tinjauan yang tidak mampu menampung debit rancangan periode ulang 5 tahun. Dalam SWMM, terdapat beberapa pilihan alternatif yang terdapat dalam LID Controls, beberapa diantaranya yaitu rain barrel dan infiltration trench. Dari kedua alternatif tersebut didapatkan kesimpulan bahwa rain barrel dapat mengurangi air limpasan lebih banyak, sedangkan infiltration trench dapat menambah total infiltrasi.
Evaluasi Saluran Drainase di Kelurahan Purwodadi Kota Malang Menggunakan Aplikasi SWMM 5.2 Dimas Dhaifullah Ghanim; Linda Prasetyorini; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.036

Abstract

Genangan yang biasa terjadi di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Purwodadi Kota Malang, Jawa Timur merupakan masalah yang sangat perlu diperhatikan daerah tersebut merupakan salah satu jalan utama, dan terdapat banyak pemukiman warga, sehingga dengan adanya genangan akan menghambat aktifitas warga dan dapat menimbulkan banyak kerugian.Banyak faktor yang mengakibatkan permasalahan genangan yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Purwodadi, seperti kemampuan saluran drainase yang sudah tidak mampu menampung jumlah limpasan hujan dan buangan yang dihasilakn di kawasan tersebut. Penyebab lainya juga dipengaruhi dari adanya penumpukan sampah dan material akibat dari aktivitas masyarakat setempat yang dapat menimbulkan sedimentasi di saluran jalan tersebut.Maka dari itu, diperlukan adanya analisa saluran drainase dengan aplikasi SWMM 5.2 yang nantinya akan didapatkan hasil berupa titik luapan air yang harapanya nanti dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan genangan banjir di Jalan Ahmad Yanni Kelurahan Purwodadi Kota Malang, Jawa Timur.  
Studi Evaluasi Saluran Drainase Dalam Upaya Penanggulangan Genangan di Kelurahan Penanggungan, Kota Malang Nur Hanifa Rachmawati; Runi Asmaranto; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.045

Abstract

Kelurahan Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang merupakan salah satu kelurahan yang memiliki masalah genangan yang sering terjadi pada setiap tahunnya. Hal ini disebabkan karena saluran drainase yang kecil, adanya sedimentasi, dan sampah yang menumpuk pada saluran drainase. Studi ini dilakukan untuk mengetahui penyebab genangan yang terjadi serta alternatif penanganan genangan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisa sistem drainase menggunakan Software SWMM 5.1. SWMM 5.1 digunakan untuk menggambarkan simulasi genangan dan mengetahui besarnya genangan pada daerah studi. Analisa yang dilakukan yaitu merubah data hujan yang ada menjadi intensitas hujan jam-jaman menggunakan metode mononobe, selain itu dilakukan juga pembagian subcatchment area serta pembuatan model jaringan drainase sesuai dengan keadaan di lapangan. Hasil dari pemodelan tersebut akan di kalibrasi menggunakan RMSE. Hasil dari simulasi SWMM 5.1 menunjukkan kemampuan saluran drainase di lokasi studi yang dianalisis menggunakan kala ulang 5 tahun dan 10 tahun menyebabkan beberapa saluran yang mengalami luapan di Jalan Veteran. Oleh karena itu diperlukan alternatif penanganan genangan banjir dengan cara pengerukan sedimen dan perubahan dimensi pada saluran drainase di Jalan Veteran.
Analisa Keruntuhan Bendungan Kedung Brubus di Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Rizal Affandi; Pitojo Tri Juwojo; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.106

Abstract

Bendungan Kedung Brubus yang berlokasi di Desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kab. Madiun, Jawa Timur, memiliki kapasitas 2,025 juta m3 (per 2014) yang bertujuan untuk memberikan suplai air irigasi di kabupaten tersebut. Karena kapasitasnya yang besar, potensi bahaya yang dihadapinya juga fatal dan dapat menyebabkan kerugian material di wilayah permukiman sekitarnya. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk analisa dan simulasi keruntuhan bendungan Kedung Brubus menggunakan program ZhongXing HY21 dengan mengacu dalam dua kondisi. Simulasi pada waduk dalam kondisi normal yaitu piping dan kondisi ketika terjadi hujan dengan intensitas paling tinggi yang menyebabkan debit rancangan PMF (Probable Maximum Flood). Simulasi keruntuhan karena debit PMF ini diakibatkan overtopping dan piping. Berdasarkan hasil simulasi menggunakan software ZhongXing HY21, ditemukan bahwa debit banjir rancangan PMF mencapai 642,729 m³/det dan luasan banjir mencapai 31,56 km², dengan kedalaman banjir maksimum mencapai 6,01 m. Akibat keruntuhan Bendungan Kedung Brubus, sebanyak 43 desa yang berada pada hilir bendungan terdampak dengan jumlah penduduk yang terkena risiko mencapai 27.931 jiwa. Dampak ini mengakibatkan konsekuensi serius bagi masyarakat dan lingkungan yang berada di wilayah terdampak.
Analisis Keruntuhan Bendungan Saradan Dengan Program HEC-RAS Berbasis INASAFE -, Muhammad Shiddiq Khadafi; Runi Asmaranto; Andre Primantyo H
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.107

Abstract

Abstrak: Bendungan Saradan yang dianalisis berlokasi di Desa Saradan, Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, yang didirikan sejak tahun 1942, memiliki kapasitas 2,34 juta m3 yang salah satu manfaatnya selain untuk pariwisata, juga memberikan suplai air irigasi di kabupaten tersebut seluas 802 ha. Dikarenakan usia Bendungan Saradan memasuki 80 tahun beroperasi, menguatkan alasan kenapa harus dilakukan studi analisis mengenai keruntuhan bendungan untuk membuat upaya mitigasi bencana banjir yang diakibatkan. Dalam membahas analisis  dan simulasi keruntuhan Bendungan Saradan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS versi 5.07 dan untuk perhitungan kerugian menggunakan  perangkat lunak InaSAFE. Skenario yang dilakukan dengan debit banjir racangan maksimum (PMF) menggunakan Metode HSS Gama-1 mencapai 20,829 m³/det dan  Metode HSS Snyder yaitu sebesar 33,062 m3/dt. Luasan area terendam terparah yaitu pada kondisi overtopping  mencapai seluas 294,51 ha. Simulasi keruntuhan Bendungan Saradan didapatkan daerah yang terdampak sebanyak 10 Desa dengan kedalaman paling parah adalah Kecamatan Saradan pada Desa Sugihwaras dengan kedalaman 9,86 m dan berjarak 43 m dari Bendungan Saradan. Didapatkan besar kerugian akibat keruntuhan Bendungan ini yaitu sebesar Rp, 97,271,235,990. Dampak ini mengakibatkan konsekuensi serius bagi masyarakat dan lingkungan yang berada di wilayah sekitar bendungan, sehingga diharapkan analisis laporan ini dapat memperkecil angka kerugian dan non material yang ditimbulkan.