Runi Asmaranto
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Studi Perencanaan Jaringan Air Bersih di Dusun Batur, Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo Siswoko, Bintang; Runi Asmaranto; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.113

Abstract

Makhluk hidup tidak dapat bertahan hidup tanpa air, dan saat ini belum ada cairan yang dapat menggantikan peran air, sehingga air dapat dikatakan sebagai sumber kehidupan. Sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, maka Pemerintah Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo akan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Dusun Batur, Desa Pelem. Tujuan studi ini untuk mengetahui kebutuhan air Dusun Batur sampai tahun 2032, kapasitas reservoir, perencanaan jaringan air bersih dengan aplikasi software WaterCAD V8i. Metode yang digunakan pada studi ini yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data jumlah penduduk, peta kontur, dan debit sumur bor air yang berada di Dusun Batur, Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Hasil rata-rata kebutuhan air pada jam puncak di Dusun Batur yaitu sebesar 1,424 liter/detik. Hasil running jaringan menggunakan software WaterCAD V8i, bahwa sistem perpipaan berjalan dengan baik dan optimal. Pipa yang digunakan pada studi ini yaitu berjenis PVC dengan diameter pipa 1 inci dan 2 inci. Serta volume bangunan tandon yang didapatkan yaitu 24 m3. Hasil simulasi kondisi hidrolis dari segi tekanan, kecepatan, headloss gradient tersebut telah memenuhi standar yang telah ditetapkan. Anggaran biaya total yang digunakan yaitu sebesar Rp 867.179.047,00.
Aplikasi EPA SWMM 5.1. pada Perencanaan Sistem Drainase Kawasan Perumahan El Banna City Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang Luiz Agusta Musa Pradana; Ussy Andawayanti; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.004

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk di Kabupaten Malang menyebabkan peningkatan kebutuhan perumahan. El Banna City adalah contoh perumahan yang mengubah lahan hijau menjadi pemukiman, mengurangi area penyerapan air dan meningkatkan risiko banjir. Kabupaten Malang telah menghadapi masalah banjir akibat pengelolaan drainase yang kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan penelitian tentang perancangan drainase berkelanjutan di area ini. Penelitian ini melibatkan perhitungan analisa hidrologi dan hidrolika serta penggunaan software EPA SWMM 5.1, menghasilkan 102 saluran persegi. Debit air dari perhitungan adalah 1,307 m³/det dan dari simulasi 1,352 m³/det, dengan selisih 0,045 m³/det. Total jumlah sumur injeksi yang diperlukan adalah 96 buah. Dengan perencanaan drainase yang tepat, risiko banjir di Kabupaten Malang diharapkan dapat berkurang, meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan perumahan berkelanjutan.
Pemodelan Debit DAM Sengkaling Berdasarkan Data Curah Hujan Menggunakan Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) Satria, Radifa Satria Pratama; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.005.01.014

Abstract

Ketersediaan data debit yang tidak lengkap dan akurat pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat menyebabkan berbagai permasalahan dalam pemanfaatan sumber daya air. Pada umumnya, data debit diperoleh dari pengukuran tinggi muka air di suatu pos duga air. Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan cara manual meggunakan papan duga air atau cara otomatis menggunakan alat Automatic Water Level Recorder (AWLR). Studi ini berfokus pada Pos Duga Air (PDA) Dam Sengkaling yang berada di DAS Brantas Hulu yang mana masih menggunakan papan duga air dalam pencatatan tinggi muka airnya sehingga hasil pencatatan tersebut bisa saja tidak akurrat bahkan tidak terrcatat karena dalam pencatatannya masih dilakukan secara manual (human error). Penelitian ini bertujuan untuk membuat semacam model hujan menjadi debit, dengan harapan dapat menjadi solusi atas ketersediaan data debit pada lokasi studi. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan teknologi komputer menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan input yang digunakan yaitu data curah hujan. Hasil penelitian didapatkan nilai kalibrasi terbaik terdapat pada data 7 tahun dengan 3000 epoch diperoleh nilai r = 0,994 dan NSE = 0,987. Sementara untuk nilai validasi terbaik terdapat pada data 3 tahun dengan 3000 epoch dan diperoleh nilai r = 0,980 dan NSE = 0,948.
Analisis Keruntuhan Bendungan Nglangon di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Utrujjah, Syifa Allifa; Runi Asmaranto; Andre Primantyo Hermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.025

Abstract

Bendungan Nglangon dibangun pada tahun 1911 oleh Pemerintah Hindia Belanda dan mulai beroperasi sejak tahun 1914. Bendungan Nglangon berada di Desa Kradenan, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Karena usia bendungan yang sudah tua, diperlukan analisis mengenai potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika bendungan mengalami kegagalan. Salah satu kegagalan bendungan adalah keruntuhan yang umumnya disebabkan oleh piping dan overtopping. Hasil ananlisis keruntuhan Bendungan Nglangon menggunakan program Zhong Xing HY21 menunjukkan bahwa piping bawah dimana keadaan MAB nya memiliki dampak banjir paling luas. Luas genangan yang terjadi yaitu 3,718 km2 yang tersebar di 8 desa: Desa Kradenan, Desa Sambongbangi, Desa Banjardowo, Desa Kalisari, Desa Sarirejo, Desa Kuwu, Desa Tanjungsari, dan Desa Sendangrejo. Jumlah penduduk terkena risiko sebanyak 1004 jiwa yang semuanya berada di Desa Kradenan sehingga termasuk dalam tingkat bahaya banjir yang sangat tinggi. Sedangkan untuk desa lainnya berada pada tingkat bahaya rendah karena banjir hanya menggenangi area persawahan dan tidak ada penduduk terkena risiko.
Pemodelan Debit DAM Sengkaling Berdasarkan Data Curah Hujan Menggunakan Model Jaringan Saraf Tiruan (JST) Satria, Radifa Satria Pratama; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.043

Abstract

Pada umumnya, data debit diperoleh dari pengukuran tinggi muka air di suatu pos duga air. Pengukuran tinggi muka air dapat dilakukan dengan cara manual meggunakan papan duga air atau cara otomatis menggunakan alat Automatic Water Level Recorder (AWLR). Studi ini berfokus pada Pos Duga Air (PDA) Dam Sengkaling yang berada di DAS Brantas Hulu yang mana masih menggunakan papan duga air dalam pencatatan tinggi muka airnya sehingga hasil pencatatan tersebut bisa saja tidak akurrat bahkan tidak terrcatat karena dalam pencatatannya masih dilakukan secara manual (human error). Penelitian ini bertujuan untuk membuat semacam model hujan menjadi debit, dengan harapan dapat menjadi solusi atas ketersediaan data debit pada lokasi studi. Metode yang digunakan dengan memanfaatkan teknologi komputer menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan input yang digunakan yaitu data curah hujan. Hasil penelitian didapatkan nilai kalibrasi terbaik terdapat pada data 7 tahun dengan 3000 epoch diperoleh nilai r = 0,994 dan NSE = 0,987. Sementara untuk nilai validasi terbaik terdapat pada data 3 tahun dengan 3000 epoch dan diperoleh nilai r = 0,980 dan NSE = 0,948.
Analisis Tingkat Bahaya Erosi pada DAS Lekso Kabupaten Blitar Berbasis Sistem Informasi Geografi Subagio, Fajar Ramdan; Linda Prasetyorini; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.031

Abstract

Perubahan tata guna lahan dapat mengakibatkan kerusakan suatu daerah aliran sungai sehingga menimbulkan terjadinya percepatan erosi atau erosi tanah yang dapat membuat kesuburan tanah menjadi berkurang. Perubahan tata guna lahan juga terjadi pada DAS Lekso. Dalam upaya mengetahui nilai erosi yang terjadi pada DAS Lekso digunakan metode USLE pada analisis kali ini sehingga didapatkan hasil laju erosi adalah 347 ton/ha/tahun atau 24,8 mm/tahun. Nilai laju erosi DAS Lekso ini telah jauh melebihi batas normal toleransi erosi di Indonesia yaitu sekitar 2.5 mm/tahun. Hasil Analisis Tingkat Bahaya Erosi (TBE) pada DAS Lekso didominasi dengan kelas Ringan dengan Luas Sebesar 43.34 Km2. Dengan Pembagian klsifikasi yang diantaranya Sangat Ringan dengan Luas 23.49 Km2, Ringan dengan Luas 43.34 Km2, Sedang dengan Luas 17,81 Km2, Berat dengan Luas 31,89 Km2, Sangat Berat dengan Luas 32.48 Km2. Berdasarkan kriteria yang diterbitkan oleh Balai Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah DAS Lekso terbagi  menjadi 3 kawasan yaitu Kawasan Hutan Lindung dengan luas 48.41 km2, Kawasan Penyangga dengan luas 48.01 Km2, dan Kawasan Budidaya Tanaman dengan luas 52.59 Km2. Hasil arahan penggunaan lahan ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan tata guna lahan yang baru.
Studi Perencanaan Tanggul Spoilbank dengan Material Sedimen Disposal di Waduk Sengguruh Ihsan, Baihaqi; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.112

Abstract

Sedimen disposal adalah buangan material sedimen hasil aktivitas pengerukan di alur sungai dari suatu waduk. Bendungan Sengguruh sebagai salah satu bendungan yang terletak di bagian hulu dalam Sistem Brantas, mengakibatkan banyak material sedimen yang terbawa aliran tertampung pada badan waduk. Pengerukan sedimen menjadi salah satu solusi utama dalam mengatasi permasalahan sedimentasi. Melimpahnya sedimen disposal, membuatnya hanya menjadi sampah buangan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu alternatif usulan penyelesaian masalah sedimen disposal di Waduk Sengguruh. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tanggul tipe spoilbank dengan memanfaatkan material sedimen disposal di Waduk Sengguruh. Studi ini memiliki tujuan utama, yaitu untuk mengetahui karakteristik tanah sedimen disposal berdasarkan sifat fisik, kimia, dan mekanik, serta mengevaluasi kelayakannya sebagai material timbunan tanggul melalui analisis stabilitas. Pengujian laboratorium dilakukan untuk mengklasifikasikan jenis tanah, mengidentifikasi kandungan mineralogi, dan memperoleh parameter tanah. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio dalam program SLOPE/W. Hasil penelitian meliputi data klasifikasi tanah, kandungan mineral, parameter mekanika tanah, nilai faktor keamanan lereng, serta rencana anggaran biaya.
Karakterisasi Sifat Fisik Tanah Sedimen Disposal Waduk Sutami sebagai Material Timbunan Berdasarkan Uji Laboratorium Badriyah, Aurelia Putri; Runi Asmaranto; Anggara Wiyono Wit Saputra
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.114

Abstract

Salah satu bentuk penanganan masalah sedimentasi di Waduk adalah dengan pengerukan yang hasilnya ditampung pada lokasi spoilbank. Namun, keterbatasan lahan spoilbank memunculkan urgensi pemanfaatan sedimen, salah satunya sebagai material timbunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisik tanah sedimen disposal Waduk Sutami sebagai bahan timbunan berdasarkan hasil uji laboratorium. Sampel tanah diambil dari Spoilbank Dempok 5, yang mewakili material hasil pengerukan Waduk Sutami. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah termasuk dalam klasifikasi ML (lanau pasiran) dengan indeks plastisitas rendah (PI = 1,610) dan nilai Gs sebesar 2,331 gr/cm³. Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah termasuk dalam kategori A-4(3), sementara menurut klasifikasi USDA termasuk tanah liat berlanau. Daya dukung tanah ini masih memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai material timbunan, khususnya untuk konstruksi tanggul, dengan syarat dilakukan pemadatan dan pengendalian teknis yang memadai. Oleh karena itu, sedimen disposal Waduk Sutami memiliki potensi sebagai material konstruksi alternatif yang layak jika diolah dengan metode yang tepat.
Analisis Karakteristik Fisik dan Klasifikasi Material Tanah Sedimen Disposal Waduk Sengguruh yang di Stabilisasi Early Cathleya Amellidhia Puspareyna; Runi Asmaranto; Dian Candrasasi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan klasifikasi tanah pada sedimen disposal Waduk Sengguruh sebelum dan sesudah distabilisasi menggunakan bahan tambah kapur tohor berdasarkan hasil uji laboratorium. Metode yang digunakan berupa metode kuantitatif melalui pengujian laboratorium terhadap parameter berat jenis, distribusi ukuran butiran (grain size), Atterberg limit (Liquid Limit, Plastic Limit, dan Indeks Plastisitas), serta klasifikasi tanah. Penambahan kapur menunjukkan hasil yang signifikan, dimana berat jenis sebelum distabilisasi sebesar 2,493 gr/cm3 meningkat menjadi 2,636 gr/cm3 dan 2,645 gr/cm3 setelah distabilisasi dengan kadar kapur 10% dan 15%. Berbanding terbalik dengan berat jenis, Indeks Plastisitas mengalami penurunan, sebelum distabilisasi nilai IP adalah 9,715%, setelah distabilisasi dengan kadar kapur 10% dan 15% nilai IP menurun berturut turut menjadi 5,914% dan 2,601%. Komposisi butiran menunjukkan dominasi fraksi pasir dengan peningkatan fraksi lempung akibat flokulasi oleh kapur. Klasifikasi tanah juga mengalami pergeseran ke arah jenis yang lebih stabil. Ketiga sampel tergolong tanah liat berpasir (USDA) dan termasuk dalam kategori ML atau OL (USCS), serta menurut klasifikasi AASHTO bergeser dari kategori A-5 menjadi A-4 setelah distabilisasi dengan bahan tambah kapur.
Studi Analisa Pola Genangan Banjir Menggunakan Pemodelan 2D HECRAS Di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo Fadhlurrahman, Yafie Suryadany; Runi Asmaranto; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.093

Abstract

Sungai Pekalen berlokasi di Kabupaten Probolinggo. Sungai ini memiliki panjang 30 Km. Pada tahun 2020, Sungai Pekalen melimpas dan menyebabkan banjir di beberapa kecamatan. Sebanyak 45 rumah terendam banjir. Diperlukan adanya analisa pola genangan banjir yang bertujuan untuk mengetahui tinggi dan luas sebaran banjir akibat meluapnya Sungai Pekalen. Analisa ini menggunakan pemodelan 2D HECRAS. Dari hasil analisa diketahui bahwa Banjir terjadi pada wilayah tengah dan wilayah hilir sungai dengan ketinggian yang bervariasi. Ketinggian banjir mencapai 1,5 m di wilayah tengah. Selain itu, luas sebaran banjir mencapai 322,6 ha.