Emma Yuliani
Unknown Affiliation

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisa Kelayakan Ekonomi Pada Sistem Penyediaan Air Baku di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo Faris Rifqi Himawan; Sri Wahyuni; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.058

Abstract

Desa Pomahan terletak di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, daerah tersebut dalam memenuhi kebutuhan air masyarakatnya masih menggunakan sistem jaringan yang dibangun secara sederhana dan hanya bisa dinikmati oleh sebagian penduduk desa. Sehingga, diperlukan upaya perencanaan sistem jaringan distribusi air baku yang layak guna memenuhi kebutuhan air masyarakat Desa Pomahan secara menyeluruh. Studi ini membahas analisa ekonomi pada perencanaan sistem jaringan distribusi air baku dengan usia guna hingga tahun 2041. Hasil dari analisa tersebut digunakan dalam menentukan harga air yang layak secara ekonomi. Berdasarkan perencanaan menggunakan Software WaterCAD V8i, diketahui bahwa jumlah penduduk Desa Pomahan pada tahun 2041 yaitu 5.239 jiwa dengan rerata kebutuhan air sebesar 5,021 lt/dt. Hasil perhitungan analisa biaya yang dikeluarkan yaitu biaya modal sebesar Rp.376.577.290,00 per tahun dan biaya operasional sebesar Rp. 135.492.480,00 per tahun. Analisis ekonomi menghasilkan nilai rasio biaya manfaat  sebesar 1,09, selisih biaya manfaat  sebesar 46.216.930,40, Internal Rate of Return  sebesar 7,3%, dan Payback Period (PBP) selama 9,5 tahun dengan tingkat suku bunga 6%. Berdasarkan analisa ekonomi, penetapan harga air yang layak adalah kisaran sebesar Rp. 3.935,00/m3 hingga Rp. 4.290,00/m3.
A Penentuan Status Mutu Air Sungai Panyiburan dengan Metode STORET, Indeks Pencemaran, dan Metode CCME WQI Fauzi, Gustaft; Emma Yuliani; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.086

Abstract

Kekeringan menjadi salah satu bencana terbesar yang sedang dihadapi Kabupaten Sampang saat ini. Sungai Panyiburan yang berada di kabupaten sampang mengalami kekeringan sehingga tidak jarang masyarakat memanfaatkan air langsung dari Sungai Panyiburan untuk keperluan sehari-hari, baik untuk mengairi irigasi lahan pertanian, peternakan, dan adapun masyarakat sekitar sungai yang menggunakan air untuk mencuci ataupun dikonsumsi langsung. Saat ini belum ada penelitian tentang kondisi status mutu air pada Sungai Panyiburan apakah layak dikonsumsi atau tidak. Hal ini menjadi sebuah permasalahan karena penggunaannya yang tidak terkontrol akan menjadi sumber masalah, baik masalah kesehatan ataupun masalah lainnya yang dapat terjadi akibat penggunaan air langsung dari Sungai Panyiburan. Digunakan 3 metode untuk menentukan status mutu air Sungai Panyiburan yaitu metode Storet, Indeks pencemaran dan CCME WQI. Parameter yang akan diuji terdapat 12 yaitu, TSS Salinitas, pH, COD, TDS, Nitrat, temperatur, Nitrit, BOD, dan Amonia. Dari hasil perhitungan 3 metode kondisi status mutu air Sungai Panyiburan, Metode STORET dengan hasil tercemar berat, Metode Indeks Pencemaran dengan hasil Tercemar ringan, dan Metode CCME WQI dengan hasil cukup sehingga dari hasil analisa 3 metode kemudian ditarik kesimpulan bahwa keadaan status mutu air di Sungai Panyiburan dalam level tercemar.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw Pada Sungai Bango-sari, Kota Malang, Jawa Timur Yahya, Faza; Emma Yuliani; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.0110

Abstract

Kualitas air Sungai Bango-sari di Kota Malang, Jawa Timur, dianalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw. Penelitian ini dilakukan sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia dan pembuangan limbah. Pengambilan sampel air dilakukan pada beberapa titik Sungai dan dianalisis menggunakan metode tersebut. Parameter yang diuji mencakup pH, TDS, TSS, DO, Suhu, Nitrit, Nitrat, Fosfat, Amonia, BOD, dan COD. Hasil penelitian menunjukan berdasarkan Metode Indeks Pencemaran, kualitas air pada bagian hulu dan hilir Sungai Bango-sari tergolong tercemar ringan. Sementara itu, pada metode CCME-WQI mengindikasikan jika kualitas air di hulu dan hilir Sungai Bango-sari termasuk dalam kategori sedang. Program Qual2Kw memberi petunjuk jika jumlah beban pencemar pada Sungai Bango-sari memberi petunjuk masih berada dalam kapasitas daya tampungnya. Maka dari itu, penelitian ini memberi kesimpulan jika kualitas air pada Sungai Bango-sari memiliki kondisi dalam batas yang dapat diterima, dan ekosistem Sungai masih mampu mempertahankan keseimbangannya.
Analisis Kekeringan Meteorologi berdasarkan Skenario Perubahan Iklim pada DAS Welang Alvin Galih Aditya; Donny Harisuseno; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.083

Abstract

Kekeringan meteorologi merupakan fenomena hidrometeorologi yang sering terjadi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang akibat variabilitas curah hujan yang tinggi dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola, tingkat keparahan, serta distribusi spasial kekeringan di DAS Welang dalam periode 2004–2023 menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI). Data curah hujan dari model CORDEX dikoreksi dengan data observasi guna meningkatkan akurasi estimasi sebelum dianalisis lebih lanjut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi koreksi bias data curah hujan, perhitungan indeks kekeringan, serta pemetaan distribusi spasial kekeringan dengan metode Inverse Distance Weighted (IDW) pada ArcGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah DAS Welang mengalami fluktuasi tingkat kekeringan dari kategori normal hingga sangat kering, dengan kondisi paling ekstrem terjadi pada tahun 2006 yang mencapai indeks -2,16. Dengan hasil analisis ini, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi mitigasi dan adaptasi terhadap kekeringan.
Pemetaan Sebaran Kualitas Air Akibat Pencemaran Limbah Organik Pada Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu, Kabupaten Malang Nazwa Shiva Setya Putri; Very Dermawan; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.103

Abstract

Sungai Konto merupakan salah satu sungai yang berada di wilayah Kabupaten Malang bagian Barat yang tercemar dan berperan sebagai sungai penyuplai Waduk Selorejo. Perannya ini menjadikan Sungai Konto sebagai salah satu media masuknya kontaminan yang berasal dari berbagai aktivitas di sekitar waduk maupun di sepanjang aliran sungai. Penelitian ini berfokus pada Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu dengan tujuan untuk menentukan status mutu air dengan menganalisis menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP) serta memetakan kualitas air menggunakan metode interpolasi Inverse Distance Weighted (IDW) pada enam lokasi titik sampling ketika musim hujan dan kemarau. Berdasarkan analisis IP yang didasarkan pada Kepmen LH No. 115 Tahun 2003 dan baku mutu air yang mengacu pada PP No. 22 Tahun 2021, maka diperoleh bahwa Segmen Hilir dari Sub DAS Konto Hulu ketika musim kemarau mengalami 43,46% Tercemar Ringan dan 56,54% Tercemar Sedang. Sedangkan ketika musim hujan, Segmen Hilir mengalami 13,86% Tercemar Ringan dan 84,14% Tercemar Sedang. Pemetaan kualitas air memberikan gambaran visual mengenai sebaran kualitas air secara spasial. Ketika musim kemarau, TS 1 hingga TS 3 mengalami Tercemar Ringan sedangkan TS 4 hingga TS 6 yang semakin mendekati Waduk Selorejo mengalami Tercemar Sedang. Namun, ketika musim hujan, hanya TS 1 yang mengalami Tercemar Ringan sedangkan TS 2 hingga TS 6 mengalami Tercemar Sedang. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas air sungai ketika musim hujan. Berdasarkan hasil studi, maka diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian pencemaran air dengan memperhatikan kondisi ekologi sungai guna menjaga keseimbangan lingkungan dan fungsi ekosistem Sungai Konto.
Makroinvertebrata Sebagai Bioindikator Penilaian Kualitas Air Dengan Pendekatan Berbasis Ekohidrolik Pada Segmen Hulu Dari Sub DAS Konto Hulu Kabupaten Malang Djatmiko, Aurynargyaristawidya; Very Dermawan; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.087

Abstract

Sungai Konto merupakan salah satu sungai penyuplai air terbesar yang masuk ke Waduk Selorejo. Ribuan ton kotoran ternak di wilayah Pujon terbuang percuma ke kawasan Sungai Konto tanpa proses pengelolaan terlebih dahulu. Kualitas air pada suatu perairan dapat diukur dengan menggunakan beberapa parameter salah satunya parameter biologi. Dari hasil perhitungan family biotic index menunjukkan hasil status mutu air pada Segmen Hulu dari Sub DAS Konto Hulu dalam kategori cukup hingga sangat buruk dengan nilai berkisar 5,00 – 8,00 dari 8 titik sampling yang telah dilakukan identifikasi. Terdapat 19 jenis famili makroinvertebrata yang ditemukan dan terdapat 11 jenis famili yang memiliki nilai toleransi terhadap bahan organik. Populasi peternakan dan pertanian yang ada pada Segmen Hulu dari Sub DAS Konto Hulu merupakan faktor utama penyumbang bahan cemaran yang masuk di perairan Sungai Konto.
Daya Tampung Beban Pencemaran Nitrat dan Fosfat Sungai Brantas Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang Wiratmojo, M. Adi; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.2.018

Abstract

Abstrak: Sungai Brantas mengalir dan melintasi Kota Malang berpotensi mengalami degradasi kualitas air imbas dari transfigurasi tata guna lahan dan eskalasi penduduk di daerah Sub-Urban sepanjang sungai Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret-April tahun 2022 dengan sungai sepanjang ± 4,0 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kualitas air Sungai Brantas untuk mengitung beban pencemar, serta daya tampung beban pencemar pada Sungai Brantas dengan Qual2Kw. Parameter pencemar yang diteliti adalah Nitrat dan Fosfat. Kegiatan dan masalah di sekitar Sungai Brantas yang menjadi potensi pencemaran sungai pada bagian hulu adalah pertanian, serta menuju bagian hilir adalah domestik warga. Hasil dari penelitian ini kadar nitrat berkisar antara 3,24-3,56 mg/l (tidak melampaui baku mutu kelas II). Demikian, sementara itu kadar fosfat berkisar antara 10,2-11.94 mg/l (melampaui baku mutu kelas II). Daya Tampung Beban Pencemar Nitrat 7,481 kg/hari dan Fosfat 1,359 kg/hari. Disimpulkan bahwa sungai masih mampu menampung beban pencemar harian Nitrat dan Fosfat. Abstract: The Brantas River flows and crosses Malang City which has the potential to experience water quality degradation as a result of land use transfiguration and population escalation in Sub-Urban areas along the Sengkaling-Tlogomas River Section, Malang City. The research was conducted in February-March-April 2022 with a ± 4.0 km long river. This study aims to identify the existing condition of the water quality of the Brantas River to calculate the pollutant load, as well as the carrying capacity of the pollutant load on the Brantas River with Qual2Kw. The pollutant parameters studied were Nitrate and Phosphate. Activities and problems around the Brantas River that are potential for river pollution in the upstream part are agriculture, and towards the downstream are domestic residents. The results of this study ranged from 3.24-3.56 mg/l of nitrate (not exceed quality standards class II). While the phosphate levels ranged from 10.2-11.94 mg/l (over quality standards class II). The carrying capacity of the Nitrate Contaminant Load is 7.481 kg/day and Phosphate is 1.359 kg/day. It was concluded that the river is still able to accommodate the daily pollutant load of Nitrate and Phosphate
Studi Pengaruh Tata Guna Lahan Daerah Urban Sungai Brantas Ruas Kota Malang Terhadap Nitrat dan Fosfat Nugroho, Satrio Dewanto; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.020

Abstract

Sungai Brantas Daerah Urban Ruas Jembatan Saxophone Hingga Dam Kadalpang dengan parameter Nitrat dan Fosfat dapat dikatakan baik seacara fisik namun secara kualitas buruk dikarenakan berubahnya tata guna lahan dan peningkatan penduduk pada tiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan status mutu kualitas air berdasarkan metode WQI untuk Tata Guna Lahan daerah urban. Hasil identifikasi data eksisting menunjukkan bahwa berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 2 periode melebihi sebanyak 50% baku mutu air kelas 2, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 titik 1 maupun titik 2 tepat 50% melebihi baku mutu air kelas II, sedangkan pada data pengambilan sample mandiri pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 66,67% berada diatas baku mutu air kelas II. Kemudian hasil penentuan index kualitas air dan juga status mutu air menggunakan metode WQI menunjukkan berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 dan titik 2 sebanyak 60% tercemar dan 40% tidak tercemar, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 kedua titik tercemar berat, dan berdasarkan data pengambilan sampel mandiri kedua titik tercemar berat dengan keterangan kotor. As an urban area, Brantas river Saxophone Bridge to Kadalpang Dam section of Malang City have a potency in decreasing water quality as the result of increasing population and changing in land use. Aims of this study to identify the existing condition and determine the water quality status using Water Quality Index (WQI). The results of identification of existing based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 for 2 periods it exceeds 50% of the class 2 water quality standard, based on data from the Perum Jasa Tirta Laboratory 1 point 1 and point 2 exactly 50% exceeds the class 2 water quality standard, in the independent sampling data at point 1 and point 2 as much as 66.67% are above class II water quality standards. Then the results of determining the water quality status using the WQI show that based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 60% is polluted and 40% is not polluted, based on Perum Jasa Tirta Laboratory 1 data both points are heavily polluted, and based on the independent sampling data of the two points is heavily polluted with dirty information
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan NSF-WQI di Sungai Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur Salsabila; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.073

Abstract

Sungai Wonokromo dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari dan letaknya yang berada di kawasan padat penduduk serta industri menyebabkan sungai menjadi tercemar. Studi ini bertujuan untuk menentukan pendekatan mana yang lebih baik menangkap kondisi awal kualitas air sungai dengan melacak dan menganalisis karakteristik kualitas air Sungai Wonokromo. Selain itu juga menggambarkan sebaran beban pencemaran untuk mengetahui kawasan yang menjadi sumber pencemar utama dari setiap titik pengambilan sampel air. Teknik Indeks Polusi (IP), CCME-WQI, dan NSF-WQI digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Wonokromo 83,33% Tercemar Ringan dan 16,67% Tercemar Sedang di lokasi hulu, tengah, dan hilir dari tahun 2016 hingga 2021 dengan menggunakan teknik IP. Metode CCME-WQI di titik hulu 50% kurang, 33,33% buruk dan 16,67% cukup; di titik tengah 83,33% kurang dan 16,67% buruk; di hilir 50% kurang dan 50% buruk. Metode NSF-WQI di titik hulu, tengah, dan hilir 100% buruk. Metode NSF-WQI merupakan metode yang mendekati representtasi kondisi asli Sungai Wonokromo. Berdasarkan gambaran hasil pemetaan sebaran pencemaran, didapati bahwa kualitas air di Sungai Wonokromo berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor seperti akumulasi sumber pencemar dari hulu ke hilir, adanya faktor eksternal serta faktor geografis letak sungai.
Identifikasi Risiko Kegagalan Proses Produksi Ipam Karangpilang II Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Firsta Endah; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/Ub.Jtresda.2024.004.01.055

Abstract

PDAM Surya Sembada merupakan BUMD yang bekerja pada bidang distribusi air bersih dengan memanfaatkan Sungai Surabaya menjadi salah satu sumber air bakunya. IPAM Karangpilang II telah mengalami peningkatan kapasitas dua kali, dengan kapasitas terakhir sebesar 2.750 liter/detik. Adakalanya dapat terjadi kendala atau kegagalan pada proses produksinya. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko kegagalan pada IPAM Karangpilang II. FMEA merupakan metode sistematis untuk mengetahui dan mencegah sebanyak mungkin failure mode. Pendekatan risiko yang dilakukan pada metode ini yakni dengan severity, occurrence, dan detection. Nilai-nilai kegagalan tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RPN merupakan perhitungan matematis dari analisa yang telah dilakukan, yaitu hasil dari severity × occurrence × detection. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA diperoleh nilai RPN yang tertinggi pada unit clearator yang terjadi pada gradient kecepatan, kecepatan aliran, dan bilangan reynold. Dimana masing-masing potensi memiliki nilai RPN sebesar 80. Perbaikan yang diusulkan yaitu dengan melakukan pengaturan dan pengecekan debit yang masuk secara berkala menggunakan alat flowmeter atau alat pengukur debit pada inlet bak.