Emma Yuliani
Unknown Affiliation

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisa Sebaran Kualitas Air Pada Waduk Sengguruh Menggunakan Program WASP 8.32 Alfian, Fahry; Moch. Sholichin; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.078

Abstract

Waduk Sengguruh yaitu sebuah waduk dari Bendungan Sengguruh yang dibangun dengan fungsi utama sebagai penampungan air sebelum menuju ke Bendungan Karangkates. Saat ini kondisi kualitas air di Waduk Sengguruh kondisinya sudah mulai tercemar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran dan beban pencemaran yang ada pada Waduk Sengguruh menggunakan analisa pemodelan dari program WASP. Hasil analisa didapatkan bahwa kondisi kualitas air Waduk Sengguruh menunjukkan hasil yang bervariasi. Tingkat pencemaran sesuai dengan hasil pemodelan WASP didasarkan pada PP No. 82 Tahun 2001. Berdasarkan hasil simulasi parameter pH masih sesuai dengan baku mutu yaitu diantara 6-9. Untuk hasil simulasi parameter BOD berada pada kelas III dengan nilai 8,883 mg/L. Sementara untuk kondisi air dengan parameter DO cenderung berada pada kelas II dengan nilai 5,029 mg/L. Kondisi air dengan parameter Nitrat berada pada kelas I dengan nilai 4,633 mg/L. Untuk parameter TSS berdasarkan hasil simulasi menunjukkan pada kelas III dengan nilai 65,601 mg/L. Hasil simulasi parameter Total P bisa dikategorikan dalam kelas I dengan nilai 0,056 mg/L. Nilai beban pencemaran yaitu 56640,851 kg/hari untuk parameter BOD, 418292,087 kg/hari untuk parameter TSS, 29541,491 kg/hari untuk parameter Nitrat, dan 357,074 kg/hari untuk parameter Total P.
Analisa Oksigen Terlarut (Do) Terhadap Jumlah Tangga Bangunan Terjun Bertingkat Tiga Menggunakan Uji Model Fisik Aurellia Rahma Sakti; Emma Yuliani; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.068

Abstract

Bangunan terjunan tegak merupakan bangunan yang memiliki perbedaan elevasi dasar saluran yang mendadak dari elevasi atas ke lebih rendah, hal ini dapat memberikan peredaman energi serta meningkatkan kadar DO pada aliran. Penelitian ini menggunakan terjunan bertingkat anak tangga 3 dengan dimensi 3,3 menggunakan 6 (enam) variasi debit. Untuk sudut kemiringan terjunan ditetapkan sebesar 45o. metode penelitian ini menggunakan prosedural eksperimental dengan bahan kimia Na2SO3 pada aliran terjunan. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan kajian tentang kondisi perubahan dan efisiensi kadar oksigen terlarut (DO) untuk semua kondisi model fisik yang dilakukan. Alternatif perencanaan yang dilakukan untuk menciptakan kondisi hidrolika aliran yang baik dan kondisi peredaman aliran yang maksimal di hilir pelimpah dengan melakukan perubahan pada anak tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah anak tangga memiliki pengaruh terhadap kadar oksigen terlarut (DO), dimana semakin banyaknya anak tangga terjunan maka semakin meningkat kadar oksigen terlarut (DO).
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Tahu Di Desa Poluju Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Shakieb, Dwi Mufidatun Nisa; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.3

Abstract

Produksi tahu yang terus meningkat di Indonesia saat ini memiliki peranan penting bagi ekosistem lingkungan di sekitarnya, terutama pada badan air di sekitar lokasi pabrik tahu. Industri Tahu Poluju dengan kapasitas produksi 500 kg kedelai setiap hari memproduksi limbah cair sebanyak 32,256 m3/hari. Sebagian industri kecil atau rumahan yang masih menggunakan teknologi sederhana dalam proses produksinya, dapat menimbulkan pencemaran air akibat rendahnya kesadaran masyarakat tentang masalah pencemaran itu. Limbah cair yang dihasilkan dalam proses produksi tahu mencakup limbah dari pencucian kedelai sebelum diolah, sisa-perendaman kedelai, sisa setelah merebus kedelai, proses penggumpalan, dan berasal dari pencetakan tahu. Kualitas parameter pencemar yang awalnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan, dapat berkurang dengan perencanaan ini sehingga sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. Pada penelitian ini diterapkan kombinasi IPAL Anaerobik-Aerobik. Perhitungan Anggaran Biaya (RAB) dalam penelitian ini memerlukan biaya sekitar ± Rp 65.576.933.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pada Industri Tahu JNT Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang: Studi Kasus di Kabupaten Malang Mufidah, Nurul; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.8

Abstract

Industri Tahu JNT yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga limbah cair hasil proses produksi dibuang langsung ke badan air tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas limbah cair tahu, menghitung debit limbah, serta merencanakan IPAL yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Data diperoleh melalui pengujian kualitas limbah berdasarkan parameter BOD, COD, TSS dan pH, serta pengukuran debit selama tiga hari pada jam operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter melebihi baku mutu yang berlaku. Dengan perencanaan IPAL menggunakan sistem biofilter anaerobik-aerobik, kualitas effluent diperkirakan dapat memenuhi standar baku mutu yang berlaku. Perencanaan ini memerlukan biaya pembangunan IPAL sebesar ±Rp 124.300.000,00.
Studi Penanganan Genangan di Daerah Jatimelati Kota Bekasi Dengan Konsep Low Impact Development Menggunakan Paket Program SWMM 5.2 Muhammad Daffa Marchefa Raditya, Daffa Marchefa; Sumiadi; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA) - Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.55

Abstract

Kota Bekasi merupakan kota dengan kepadatan penduduk tertinggi kedua di Indonesia. Pesatnya pertumbuhan penduduk menyebabkan alih fungsi lahan dari area resapan menjadi kawasan permukiman dan bangunan komersial, sehingga mengakibatkan berkurangnya kemampuan lahan dalam menyerap air hujan. Kondisi tersebut memicu terjadinya genangan dan luapan air akibat sistem drainase yang tidak lagi berfungsi secara optimal. Salah satu wilayah yang terdampak adalah RW 004 Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan sistem drainase yang mampu mengurangi genangan dengan menerapkan konsep Low Impact Development (LID) melalui perbaikan dimensi saluran dan penerapan kolam retensi. Metodologi penelitian meliputi analisis hidrologi untuk menentukan besarnya debit rencana, analisis hidrolika untuk mengevaluasi kapasitas saluran eksisting, serta pemodelan sistem drainase menggunakan perangkat lunak EPA SWMM 5.2. Berdasarkan hasil analisis, dilakukan perencanaan peningkatan saluran drainase menggunakan elemen U-ditch dengan tiga variasi ukuran serta pembangunan kolam retensi berkapasitas 16.500 m³ guna menampung limpasan air hujan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem drainase yang dirancang mampu menampung debit aliran dan mereduksi volume limpasan hingga 56.17% dibandingkan kondisi eksisting. Dengan demikian, penerapan sistem drainase berkonsep LID terbukti efektif dalam mengurangi risiko genangan di wilayah Jatimelati. Total biaya yang dibutuhkan untuk implementasi penanganan genangan ini adalah sebesar Rp 6.087.279.700.