Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Fungsi Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Peralihan Hak Milik Atas Tanah Di Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima Hamzah, Any Suryani; Arba, Muhammad; Yuniansari, Rizki
Jurnal Kompilasi Hukum Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v8i2.136

Abstract

Hubungan antara manusia dengan tanah tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Tanah mempunyai peranan yang penting sekali bagi manusia dalam kehidupannya baik dari aspek ekonomis, sosial, maupun religius. Dari aspek ekonomis, tanah di samping tempat orang atau badan hukum membangun rumah dan fasilitas lainnya, juga dijadikan sebagai obyek bisnis (jual beli) tanah yang sangat memberikan keuntungan yang besar bagi pemilik tanah. Sedangkan dari aspek magis religious, bahwa hubungan antara manusia dengan tanah tidak bisa dipisahkan, sebab dari tanah manusia diciptakan, di atas tanah manusia tumbuh dan berkembang, dan setelah manusia meninggal dunia akan dikembalikan ke tanah. Dengan demikian, permasalahan yang dikaji dalam tulisan ini adalah: 1. Bagaimana pemahaman masyarakat desa terhadap peraturan hukum pertanahan khususnya tentang pembuatan akta PPAT dalam perolehan dan peralihan hak atas tanah ?; 2. Bagaimana proses penyelesaian sengketa hak atas tanah di kalangan akhli waris dan anggota masyarakat pada umumnya ?. Hasil kajian berdasarkan kenyataan di masyarakat desa menunjukan bahwa tingkat pemahaman masyarakat desa terhadap peraturan hukum pertanahan khususnya tentang pembuatan akta PPAT dalam perolehan dan peralihan hak atas tanah masih rendah; dan jika terjadi suatu sengketa, maka proses penyelesaian diawali dengan proses penyelesaian secara non litigasi melalui cara musyawarah dan mufakat dan mediasi. Dan jika proses non litigasi tidak bisa dilalui, maka dilakukan dengan melalui proses litigasi.
Perlindungan Hutan Dan Fungsinya Bagi Kehidupan Manusia Dan Lingkungan Alam Arba, Muhammad; Sudiarto; Yuniansari, Rizki
Jurnal Kompilasi Hukum Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Kompilasi Hukum
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkh.v8i2.144

Abstract

Hutan merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan alam serta lingkungan hidup. Hutan selain berfungsi sebagai sumber daya alam produksi yang menghasilkan bahan baku untuk pembangunan rumah dan gedung-gedung, hutan juga tempat binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hutan harus dikelola dengan dengan memperhatikan prinsip kemanfaatan dan keberlanjutan serta kelestariannya. Berdasarkan gambaran tersebut di atas maka kegiatan penyuluhan hukum ini mengambil pokok permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana upaya hukum yang dilakukan dalam meningkatkan pemahaman hukum masyarakat tentang pentingnya kehutanan dan lingkungan hidup ?; 2. Apa akibat pemanfaatan hutan yang tidak terkendali dan tampa ijin terhadap lingkungan hidup dan pemukiman masyarakat ?Hasil temuan kami berdasarkan pengamatan langsung di wilayah hutan dan masyarakat bahwa pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat atas pentingnya hutan bagi lingkungan hidup masih rendah, karena pemahaman masyarakat terhadap pentingnya hutan dan lingkungan hidup itu masih rendah, sehingga pemanfaatan wilayah hutan tidak terkendali. Akibatnya terjadi kerusakan hutan yang akibatnya begitu hujan turun dengan deras maka terjadilah banjir bandang dan erosi yang mengakibatkan kerusakan lingkungan alam dan lingkungan hidup manusia. Selain itu pemanfaatan wilayah tidak terkendali karena faktor kebijakan pemanfaatan wilayah hutan oleh pemerintah melibatkan masyarakat setempat dalam bentuk hutan kemasyarakatan dan kebijakan peningkatan ekonomi masyarakat dengan menanam jagung unggul pada wilayah kosong, akibatnya wilayah hutanpun dibabat untuk menanam jagung.
Effect of Mutation of RNA-dependent RNA Polymerase (RdRp) of Hepatitis C Virus on Affinities of Dasabuvir: Computational Study: Pengaruh Mutasi RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) pada Virus Hepatitis C terhadap Afinitas Dasabuvir: Kajian Komputasi Arba, Muhammad; Wahyudi, Setyanto Tri
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) (e-Journal) Vol. 10 No. 1 (2024): (March 2024)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/j24428744.2024.v10.i1.16613

Abstract

Hepatitis C Virus (HCV) is one of the infectious diseases that has posed a serious threat to global public health for the past few decades. HCV is an RNA virus that infects the human liver and can lead to chronic liver damage, cirrhosis, and even liver cancer. Treatment for HCV infection has made rapid advancements in recent years, particularly with the development of more effective antiviral drugs. One of the drugs used in HCV therapy is dasabuvir. Dasabuvir is an RNA-dependent RNA polymerase (RdRp) inhibitor that functions to inhibit the replication of the HCV virus. The RdRp enzyme in HCV is represented by NS5B, and dasabuvir specifically targets this enzyme. Several reports have revealed mutations in HCV NS5B due to the use of dasabuvir. This study conducted a computational mutation analysis on NS5B of HCV resulting from dasabuvir usage. The research findings indicate that mutations in the HCV polymerase induced by dasabuvir usage lead to changes in dasabuvir's conformation and binding energy. Some mutations decrease binding energy, such as mutations C316N, C451S, and N411S. However, on the other hand, there are mutations that increase binding energy, such as M414V, A553V, and C445F. The decrease in binding energy is supported by increased hydrogen bonding interactions with Asp318, Gln446, and Tyr448, as well as the formation of new hydrogen bonds, such as hydrogen bonding with Ser288 in C451S and Arg200 in C451S. Meanwhile, the increase in binding energy is supported by decreased binding interactions with Asp318 and pi-pi interactions with Phe193. Hydrogen bonding with Asn291 also decreases, as seen in A553V, and is even lost in C445F. Future work will be devoted for designing new dasabuvir derivatives which having better affinited to NS5B of HCV.
Docking-Based Virtual Screening to Identify the Cysteine Protease Falcipain-2 Inhibitors of Plasmodium falciparum Darmin, Wa Ode Yentri Putia Ningtiyas; Arfan, Arfan; Ruslin, Ruslin; Wu, Chun; Arba, Muhammad
Molekul Vol 19 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jm.2024.19.3.7376

Abstract

Malaria is an infectious disease caused by Plasmodium protozoan parasites that transmit via the female Anopheles sp. mosquito. Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale, Plasmodium malariae, and Plasmodium knowlesi are the five Plasmodium species known to infect humans. P. falciparum is the most virulent species, causing the most deaths worldwide. The decrease in efficacy of most antimalarials suggests drug resistance. Therefore, the development of new effective antimalarials, particularly against novel targets, was still required. Cysteine protease falcipain-2 (CPF-2) plays a role in hemoglobin degradation; therefore, inhibiting the activity of this enzyme could be a viable antimalarial target. This study aimed to identify a potential inhibitor for the CPF-2 with PDB ID 3BPF from the ZINC15 database for treating malaria. This study employs a virtual screening workflow with HTVS, SP, and XP docking methods on the Glide Maestro Schrodinger. Based on the glide XP docking score, 10 hit compounds were identified, and their conformational interactions with CPF-2 were compared to the natural ligand (E-64). The binding energy values of hit compounds vary from -7.131 kcal/mol to -8.074 kcal/mol, which is more negative than the E-64 (-6.011 kcal/mol). The three best compounds identified from the ZINC15 database are ZINC000025691540, ZINC000096436101, and ZINC000097797430. All the hit compounds discovered similar interaction with E-64, specifically on the CPF-2 binding pocket residues with Gln36, Cys42, Gly83, Asn173, and His174. All hit compounds exhibit suitable Lipinski rule profiles and are potentially evaluated experimentally as CPF-2 enzyme inhibitor candidates. Keywords: cysteine protease falcipain-2, malaria, molecular docking, Plasmodium falciparum, virtual screening
Exploring the antidiabetic potential of Sulawesi ethnomedicines: A study of Cordia myxa and Syzygium malaccense in a Drosophila model of hyperglycemia Nainu, Firzan; Bahar, Muhammad A.; Habibie, Habibie; Najib, Ahmad; Zubair, Muhammad S.; Arba, Muhammad; Asbah, Asbah; Mudjahid, Mukarram; Latada, Nadila P.; Filmaharani, Filmaharani; Putri, Annisa A.
Narra J Vol. 5 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i1.1712

Abstract

The escalating prevalence of diabetes represents a critical challenge to global health and quality of life. Indonesia, particularly the Sulawesi region, is home to a diverse array of endemic plants with potential as sources of novel antidiabetic compounds. However, traditional preclinical models for evaluating these candidates are limited by high costs and lengthy timelines. The aim of this study was to explore the antidiabetic potential of Cordia myxa and Syzygium malaccense extracts using Drosophila melanogaster as a novel, cost-effective and efficient in vivo model. Hyperglycemia was induced in D. melanogaster larvae through a high-sugar diet, and the plant extracts were incorporated into the larval diets at concentrations ranging from 0.3125% to 2.5%. Phenotypic parameters, including body size, body weight, crawling activity, and hemolymph glucose levels, were evaluated, and the expression of metabolism-related genes (dilp2, dilp5, and srl) was analyzed using RT-qPCR. This study found that C. myxa and S. malaccense extracts improved crawling activity and body size in hyperglycemic larvae. Notably, C. myxa extract significantly reduced hemolymph glucose levels (p<0.01), increased body weight (p<0.01), and upregulated the expression of metabolic genes such as dilp2 (p<0.001), dilp5 (p<0.001), and srl (p<0.0001). In contrast, S. malaccense extract showed less pronounced effects, highlighting the efficacy of C. myxa extract in alleviating hyperglycemia and restoring metabolic homeostasis. The study highlights that C. myxa extract demonstrated promising antidiabetic properties in the Drosophila model, underscoring the utility of this model for early-stage antidiabetic drug screening and supporting further preclinical investigation into the therapeutic potential of C. myxa for managing hyperglycemia.
Review artikel: Potensi Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth.) Sebagai Agen Antikanker: Article review : Potential of the Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) as an Anticancer Agent Wulandari, Ayu; Fristiohady, Adryan; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati
Media Farmasi Vol 21 No 1 (2025): Media Farmasi Edisi April 2025
Publisher : Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v21i1.1270

Abstract

Globally, cancer remains one of the leading causes of death, and the number of cases continues to increase along with world population growth, population aging and modern lifestyles. The prevalence of cancer in 2024 will still be influenced by many factors, including lifestyle, diet, environmental exposure, and advances in cancer detection and treatment. Currently, a lot of research related to alternative cancer therapy focuses on the use of natural product as anticancer agents that are more selective, effective, and with lower side effects. This article review aims to provide information regarding the patchouli plant (Pogostemon cablin) and its potential as an anticancer agent. This review was carried out by collecting literature from various databases published in the last 10 years (2014 – 2024). Based on literature searches, P. cablin is known to have anticancer activity against endometrial, ovarian, liver, skin, nasopharyngeal, prostate, blood, colorectal and lung cancer.
Pengaruh Brand Image dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Konsumen di Apotek X Putri, Natalia Christiani; Ruslin, Ruslin; Sahidin, Sahidin; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati; Wahyuni, Wahyuni; Akib, Nur Illiyyin; Fristiohady, Adryan
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.694

Abstract

Perkembangan jumlah apotek di Kota Kendari yang semakin bertambah menyebabkan persaingan bisnis apotek semakin ketat, dengan banyak apotek yang saling berlomba untuk menarik pelanggan. Dalam konteks ini, brand image dan kualitas pelayanan menjadi aspek krusial yang bisa memengaruhi keputusan konsumen ketika memilih apotek. Apotek X sebagai salah satu apotek yang telah lama beroperasi di Kota Kendari tentunya memiliki brand image dan standar kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini berfokus guna memahami pengaruh brand image dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek X Kota Kendari. Sampel penelitian sebanyak 100 partisipan merupakan pelanggan yang sudah membeli produk obat di Apotek X minimal dua kali. Metode pengambilan sampel yakni purposive sampling. Skala yang dimanfaatkan penelitian ini ialah skala likert. Teknik analisis data memanfaatkan analisis deskriptif dan SEM PLS yang disusun dengan bantuan software Smart PLS 4.0. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwasanya variabel baik brand image maupun kualitas pelayanan berpengaruh positif dan substansial pada loyalitas pelanggan.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari dengan Metode SERVQUAL dan Zone of Tolerance (ZoT) Kuncoro, Shienny; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Irnawati, Irnawati; Arba, Muhammad; Ruslin, Ruslin; Fristiohady, Adryan
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.697

Abstract

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Puskesmas Lepo-Lepo senantiasa menampung semua saran, keluhan dan pengaduan dari masyarakat yang menyoroti tentang kualitas pelayanan yang telah diterima. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kualitas pelayanan. Pengukuran kualitas pelayanani di Puskesmas Lepo-Lepo dapat i diukuri dengani menggunakani metodei servicei qualityi (servqual).i Metodei servquali pertamai kalii dikenalkani olehi Parasuramani meliputii 5i i dimensii yaitui Tangible,ii Reliability,ii Responsiveness,ii Assurance,ii Emphaty.i Metodei inii seringi digunakani untuki melihati sejauhi manai kesenjangani antarai harapani padai suatui layanani dani kenyataani layanani yangi diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di Puskesmas Lepo-Lepo apakah sudah  sesuai dengan harapan pasien atau sebaliknya sehingga Puskesmas Lepo-Lepo dapat melakukan perbaikan yang lebih baik. Pada penelitian ini telahi dilakukani wawancarai dengani menggunakani kuisoner kepada 100 responden jumlah pasien Puskesmas Lepo-Lepo tahun 2023.  Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai GAP untuk dimensi tangible nilai GAP terkecil -0,57  dan terbesar -0,46, untuk dimensi reliability nilai GAP terkecil -0,49  dan terbesar -0,46, untuk dimensi responsiveness  nilai GAP terkecil -0,51  dan terbesar -0,31, untuk dimensi assurance  nilai GAP terkecil -0,51  dan terbesar -0,32, dan untuk dimensi emphaty  nilai GAP terkecil -0,39  dan terbesar -0,28. Nilai GAP pada tiap dimensi masih negatif menunjukkan bahwa ada beberapa pasien merasa tidak puas terhadap pelayanan Puskesmas Lepo-Lepo. Nilai GAP kemudian dianalisis dengan metode Zone of  Tolerance (ZoT) untuk melihat apakah ketidakpuasan pasien masih bisa diterima atau tidak.  Hasil analisis dengan ZoT  positif  yaitu pada  0,36 – 0,58, dapat disimpulkan bahwa meskipun pasien tidak sepenuhnya puas, kualitas pelayanan yang diberikan masih dalam batas yang dapat diterima.
Pengaruh Ekstrak Metanol Batang Etlingera alba (Blume) A. D. Poulsen Terhadap Penekanan Genicaspase-3 sebagai Penanda Apoptosis pada Lini Sel Kanker Payudara T47D Secara In Vitro Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Sahidin, Sahidin; Wahyuni, Wahyuni; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Solo, Dian Munasari; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.705

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang bersifat ganas dan ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan terus-menerus yang dapat merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Ciri khas dari kanker yaitu mampu menghindari mekanisme apoptosis. Salah satu gen penanda apoptosis yaitu Caspase-3. Penggunaan kemoterapi untuk mengobati kanker masih memiliki banyak efek samping yang merugikan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan yang lebih efektif dan efek samping yang lebih kecil seperti terapi target. Tumbuhan E. alba diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk melihat potensi penekanan ekspresi gen dari E. alba tehadap penanda gen apoptosis Caspase-3 pada lini sel kanker T47D. Pengujian ini dilakukan menggunakan sampel batang E. alba yang dimaserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol batang E. alba dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 50 ppm; 100 ppm; dan 200 ppm. Selanjutnya dilakukan pengujian ekspresi gen secara in vitro dengan menggunakan metode RT-PCR, lalu diukur nilai CT. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pada konsentrasi ekstrak 50 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,677 kali, ekstrak 100 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,859 kali, sedangkan ekstrak 200 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,601 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol batang E. alba mampu menekan ekspresi gen Caspase-3 pada lini sel kanker payudara T47D, dengan konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu 100 ppm dengan hasil pengujian ekspresi gen 1,859 kali dari DMSO 2%.
Evaluation of antibiotic use in pneumonia patients at bahteramas hospital using the gyssens method Agustiana, Agustiana; L, Adryan Fristiohady.; Arba, Muhammad; Jabbar, Asriullah; Suryani, Suryani; Akib, Nur Illiyyin
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.1994

Abstract

Pneumonia is one of the leading causes of morbidity and mortality due to lower respiratory tract infections, with treatment heavily reliant on antibiotic administration. However, irrational use of antibiotics significantly contributes to the rise of antimicrobial resistance. This study aimed to evaluate the rationality of antibiotic use in adult pneumonia patients at RSUD Bahteramas, Southeast Sulawesi Province, using the Gyssens method. A total of 100 hospitalized patients who met the inclusion criteria from January to December 2024 were included. Data were analyzed using the Gyssens method to assess the appropriateness of antibiotic therapy based on indication, dosage, duration, route, and timing of administration. The results showed that only 41% of antibiotic use was classified as rational (category 0), while 59% was deemed irrational (categories I–V). Levofloxacin was the most frequently used antibiotic (63%), although its use often did not align with clinical guidelines. Most patients required antibiotics for 3–4 days, consistent with recommendations for mild to moderate pneumonia. Nonetheless, inappropriate use was still observed, particularly in prolonged therapy durations and antibiotic combinations without clear indications. These findings underscore the importance of strengthening adherence to clinical guidelines and conducting regular evaluations to prevent resistance and improve treatment outcomes.