Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Santri tentang Pencegahan Demam Berdarah Dengue melalui Edukasi Sanitasi Lingkungan di Pesantren : Pengabdian Yudhastuti, Ririh; Notobroto, Hari Basuki; Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Kusuma; Diyanah, Khuliyah Candraning; Pawitra, Aditya Sukma; Adriyani, Retno; Sulistyorini, Lilis; Prasasti, Corie Indria; Azizah, R.; Lestari, Kusuma Scorpia; Sudarmaji, Sudarmaji; Lusno, Muhammad Farid Dimjati; Husnina, Zida; Astuti, Ratna Dwi Puji; Arfiani, Novi Dian; Murti, I Gde Raju Sathya; Jassey, Babucarr
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3682

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama di lingkungan pondok pesantren yang padat penghuni dan memiliki keterbatasan sanitasi, sehingga berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran santri terhadap kebersihan dan pengendalian lingkungan menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran santri tentang pentingnya sanitasi lingkungan dalam pencegahan DBD melalui penyuluhan interaktif di Pondok Pesantren Al Amin, Kabupaten Lamongan. Sebanyak 82 santri berpartisipasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 7,72 menjadi 8,55 (p=0,000), disertai perubahan sikap dan perilaku positif dalam menjaga kebersihan serta pemeriksaan jentik mandiri. Edukasi sanitasi lingkungan berbasis partisipatif terbukti efektif dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan sebagai model pemberdayaan kesehatan di lingkungan pendidikan berasrama.
LIFESTYLE EDUCATION TO PREVENT CHRONIC DISEASES AMONG INDONESIAN MIGRANT WORKERS IN MALAYSIA: A COMMUNITY EMPOWERMENT Asmarawati, Tri Pudy; Effendy, Lyndia; Jonny; Suidah, Hartin; Thamrin, Husin; Lestari, Kusuma Scorpia; Kunsah, Baterun; Irnandi, Dicky Faizal; Trianto, Heru Fajar
Journal of Public Health Research and Community Health Development Vol. 9 No. 2 (2026): March
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA), Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jphrecode.v9i2.68666

Abstract

Malaysia is a prominent destination for Indonesian migrant workers in Southeast Asia. Despite their economic importance, migrant workers are susceptible to chronic diseases, particularly hypertension and diabetes, due to constrained access to healthcare, unhealthy behaviors, and demanding working environments. The objective of this community service initiative included the assessment of the health status of Indonesian migrant workers and the promotion of awareness through screening and educational activities. This community service program was conducted in May 2024 at Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, in collaboration with the NGO Sharing Organization and the Indonesian Embassy. A total of 113 migrant workers participated in the event. Screening included blood pressure measurement, random blood sugar testing, eye, and reproductive health examinations. Doctoral medical students delivered a mini seminar on chronic disease prevention and management. The majority of participants were women (57%) and within the productive age group (25-55 years). Hypertension was highly prevalent (54%). The mean random blood sugar was 138 ±62.5 mg/dL). Domestic work was the most common occupation. The participants demonstrated a strong interest in health education, and feedback indicated that regular health programs would be welcomed. Indonesian migrant workers in Malaysia show a high burden of hypertension and diabetes but limited disease awareness. Routine health screening, culturally appropriate education, and stronger collaboration between employers, health providers, and the Indonesian Embassy are essential to improve chronic disease prevention and sustain worker productivity.
GAMBARAN UMUM KUALITAS UDARA BERDASARKAN INDEKS STANDAR PEMANTAUAN UDARA DI KABUPATEN SIDOARJO Jilan Azizah, Zarifah; Lestari, Kusuma Scorpia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56764

Abstract

Polusi udara merupakan masalah lingkungan yang memengaruhi kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, pemantauan kualitas udara ambien sangat penting untuk menentukan tingkat polusi udara di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum profil kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo pada bulan September 2025, berdasarkan Indeks Standar Pemantauan Udara (ISPU). Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur. Parameter polusi udara dalam data yang dianalisis adalah: PM10, PM2.5, sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan nitrogen dioksida (NO₂), yang dikumpulkan dari stasiun pemantauan kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dengan mempertimbangkan nilai minimum, maksimum, dan rata-rata, dan disajikan dalam bentuk grafik dan deskripsi naratif. Hasil survei menunjukkan bahwa kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo pada bulan September 2025 secara umum berada dalam kategori baik hingga rata-rata. Indeks PM10 berada dalam kisaran baik, dan nilai PM2.5 berkisar antara 34 hingga 79. Indikator polutan seperti sulfur dioksida (SO₂), karbon monoksida (CO), ozon (O₃), dan nitrogen dioksida (NO₂) menunjukkan nilai rendah dan stabil, masih dalam kisaran baik. Secara keseluruhan, kualitas udara di Kabupaten Sidoarjo masih aman. Namun, konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu mendapat perhatian karena potensi dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.