Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Karakteristik Peserta Didik, Kurikulum, Strategi, dan Evaluasi Pembelajaran PAI di Sekolah Menengah Haditsa Qur'ani Nurhakim; Dian Wildan; Fahad Abdusomad; Bambang Samsul Arifin
Ta’dib : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Kegurusn Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v14i2.8653

Abstract

This study aims to comprehensively examine the characteristics of students in secondary schools, the Islamic Religious Education (PAI) curriculum implemented, learning strategies that are relevant to the developmental needs of adolescents, and effective learning evaluation within the context of Islamic education. The research employs a library research method with a descriptive-analytical approach. The findings indicate that Islamic Religious Education at the secondary school level should be oriented toward the development of students’ spiritual, moral, and social aspects through a holistic curriculum approach, active learning strategies, and authentic assessment. Character education based on Islamic values needs to be systematically integrated to realize the objectives of national education and Islamic values in a sustainable manner.
Filsafat Pendidikan Dan Teori Pendidikan Perspektif Ali Ahmad Madkur Nurhakim, Haditsa Qur'ani; Musthafa, Izzudin
at-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : IAIN Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/atjpi.v5i2.13650

Abstract

Penelitian ini menelaah pemikiran Ali Ahmad Madkur dalam kitab Manhaj Al-Tarbiyah Fii Al-Tashawwur Al-Islami berkenaan dengan Filsafat Pendidikan dan Teori Pendidikan. Dalam kajian ini, kami mendalami analisis mendalam atas tulisan dan pemikirannya, dengan fokus pada konsep-konsep filosofis yang dianggapnya kontroversial. Sikap Madkur yang tampaknya antipati terhadap filsafat pendidikan Islam diuraikan, dengan menekankan potensi penyimpangan nilai-nilai Islam murni melalui penerapan konsep-konsep filosofis. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif, menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan teknik studi dokumentasi. Artikel ini menggunakan metode analisis kritis untuk menjelaskan pandangan Ali Ahmad Madkur tentang filsafat pendidikan dan teori pendidikan Islam. Metode penelitian meliputi telaah pustaka dan analisis teks-teks utama Madkur. Kami juga mempertimbangkan konsekuensi praktis dari pandangan Madkur tentang penerapan pendidikan Islam. Hasil dari penelitian ini menyediakan ruang untuk memahami berbagai perspektif dan mendorong pertimbangan mendalam mengenai integrasi nilai-nilai Islam dalam pendapat Ali Ahmad Madkur dengan kebutuhan pendidikan kontemporer yang semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Filsafat Pendidikan, Teori Pendidikan, Kitab, Islam, Syariat.
Konsep Uswah Hasanah dalam Pendidikan Islam Iwan Sanusi; Andewi Suhartini; Haditsa Qur'ani Nurhakim; Ulvah Nur'aeni; Giantomi Muhammad
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 1 No 1 (2024): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v1i1.3523

Abstract

Di antara faktor penyebab terjadinya dekadensi moral peserta didik adalah minimnya keteladanan dari orang tua, guru, individu dan komunitas masyarakat, dan para pemimpin. Era supra informasi ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan, sebab peserta didik dihadapkan pada peniruan melalui media masa dan elektronik, dan termasuk manusia mempunyai fitrah ghazirah yang cenderung meniru orang lain. Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang konsep dan hakikat uswah hasanah dalam perspektif pendidikan Islam sudah menjadi suatu keniscayaan dikuasai yang kemudian diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep uswah hasanah (keteladanan yang baik) menjadi salah satu komponen inti dalam transformasi konten pendidikan Islam yang berlandaskan pada Q.S. Al-Ahzab: 21 dan hadis bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Alquran. Uswah hasanah dianggap sebagai metode pendidikan Islam yang paling efektif dan berpengaruh pada kebiasaan, sikap, hingga menjadi tindakan. Urgensi konsep uswah hasanah dalam kehidupan adalah sebagai bukti ketaatan pada Allah dan Rasulullah saw. Dan bangsa yang berperadaban baik dimulai dari individu yang baik. Adapun pengembangan model penanaman nilai karakter melalui peneladanan dapat dilakukan dengan keteladanan dan pembiasaan baik yang disengaja ataupun tidak. Serta, implikasi pedagogi metode uswah hasanah ini  menunjukkan bahwa pendidik adalah pewaris pada nabi, pendidikan adalah uswah hasanah, dan keteladanan itu dimulai dari diri sendiri.  
Metode Pembelajaran Inovatif Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Berbasis Masalah Kolaboratif dan Teknologi Haditsa Qur'ani Nurhakim
Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1 (Mei 2026) Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/idarotuna.v3i1.10533

Abstract

Islamic Religious Education plays a strategic role in shaping the character, morals, and spirituality of students. However, the challenges in today's education world, particularly in the digital era and Society 5.0, demand innovation in learning strategies. Traditional approaches, which tend to be one-way and teacher-centered, are no longer fully relevant to the needs of today's students, who are more active, critical, and open to technology. Therefore, innovative learning strategies are needed that can increase student active engagement in the learning process. This paper discusses two innovative strategic approaches to Islamic Religious Education (PAI): collaborative problem-based learning and technology-based learning. The collaborative problem-based learning approach encourages students to work together to solve real-life problems relevant to their lives. This strategy not only trains critical and creative thinking skills but also instills Islamic values ​​through direct experience in resolving conflicts or social problems in an Islamic manner. Furthermore, technology-based learning allows for the integration of digital media, interactive applications, and online learning platforms, making the learning process more engaging, flexible, and accessible. The integration of the two creates a dynamic and contextual learning environment, strengthening the role of Islamic Religious Education (PAI) in shaping students who are religious, digitally literate, and able to live in diversity. Through a literature review and analysis of field implementation, this paper demonstrates that innovative learning strategies based on collaborative problems and technology have been proven to increase learning motivation, understanding of Islamic Religious Education material, and deeper internalization of religious values. The wise use of technology also expands the scope and reach of Islamic Religious Education (PAI) learning, making religious education more relevant to the lives of today's students. Therefore, Islamic Religious Education (PAI) teachers are expected to be able to creatively adopt and adapt these strategies according to the needs and characteristics of students in the modern era.