Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGGUNAAN EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) UNTUK PENINGKATAN RESPON IMUN DAN PERTUMBUHAN IKAN Zebua, Ratna Dewi; Telaumbanua, Betzy Victor; Laoli, Destriman; Dawolo, Januari; Okniel Zebua, Okniel Zebua; Zega, Asokhiwa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v12i2.6657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan ekstrak bawang putih (Allium sativum) sebagai suplemen pakan dalam meningkatkan performa imunitas dan pertumbuhan ikan dalam konteks budidaya akuatik. Tujuannya adalah untuk menyelidiki manfaat ekstrak bawang putih terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan serta implikasi penggunaannya dalam konteks budidaya ikan yang berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan literatur dengan pendekatan analisis deskriptif. Hasil dari tinjauan literatur menunjukkan bahwa ekstrak bawang putih memiliki potensi besar dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan dan mempercepat pertumbuhan mereka. Senyawa aktif dalam bawang putih, terutama allicin, memiliki sifat antibakteri dan antioksidan yang membantu melindungi ikan dari infeksi dan penyakit, serta merangsang pertumbuhan dengan meningkatkan efisiensi pemanfaatan pakan dan penyerapan nutrisi. Penggunaan ekstrak bawang putih juga dianggap ramah lingkungan karena minimnya residu obat dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Penambahan ekstrak bawang putih ke dalam pakan ikan dapat meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ikan dalam budidaya akuatik
ANALISIS PENDEKATAN BERBASIS EKOSISTEM DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR DI PERAIRAN DARAT DAN PESISIR Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Laoli, Destriman; Dawolo, Januari; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7818

Abstract

ABSTRAK Permasalahan penurunan kualitas air di perairan darat dan pesisir akibat aktivitas antropogenik menuntut pendekatan pengelolaan yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji prinsip, implementasi, tantangan, dan peluang pendekatan berbasis ekosistem dalam pengelolaan kualitas air. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber ilmiah nasional dan internasional tahun 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ekosistem mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi dan ekologis melalui pengelolaan berbasis wilayah ekologi, keterlibatan pemangku kepentingan, serta integrasi ilmu lokal dan teknologi modern. Implementasi di perairan darat mencakup pemanfaatan indikator biologis dan partisipasi masyarakat, sedangkan di wilayah pesisir berfokus pada konservasi ekosistem mangrove dan estuaria. Tantangan utama mencakup keterbatasan data ekologis dan lemahnya koordinasi antarsektor, namun peluang terbuka melalui pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologiinternet of thingsyang dikombinasikan dengan kearifan lokal. Pendekatan berbasis ekosistem memberikan landasan strategis dalam pengelolaan kualitas air secara adaptif dan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan. Kata kunci: pengelolaan kualitas air, pendekatan berbasis ekosistem, perairan darat, pesisir, keberlanjutan ekosistem
ANALISIS KUALITAS AIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KELOMPOK SAETU ASI DESA TUGALAGAWU, NIAS BARAT Zebua, Adeks Kristiani; Zega, Asokhiwa; Gulo, Beriman; Telaumbanua, Dara Dwista; Telaumbanua, Dumasari; Lombu, Fakta Perjuangan; Dawolo, Januari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7980

Abstract

ABSTRAK Budidaya ikan air tawar merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir serta ketahanan pangan lokal. Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kualitas air yang menjadi media hidup ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter kualitas air dan tingkat kelembapan yang berkaitan dengan produktivitas budidaya ikan lele (Clarias Gariepinus) di Kelompok Saetu Asi, Desa Tugalagawu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan jangka panjang dengan menggunakan instrumen digital untuk mengukur berbagai parameter kualitas air, seperti suhu, pH (derajat keasaman), oksigen terlarut, dan kadar amonia. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lelei pH, suhu, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan lele. Namun demikian, kadar amonia terdeteksi mendekati ambang batas yang direkomendasikan. Produktivitas ikan lele, yang diukur berdasarkan pertumbuhan harian dan tingkat kelangsungan hidup, mencapai rata-rata 1,2 gram per hari dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 78%. Ditemukannya kadar amonia yang cukup tinggi diduga menjadi salah satu faktor utama yang membatasi peningkatan produktivitas tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas air, khususnya kadar amonia, berperan signifikan terhadap produktivitas harian ikan lele. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian kualitas air secara ketat untuk menunjang keberlanjutan budidaya serta mendukung pengembangan potensi perikanan air tawar sebagai bagian dari sektor pariwisata lokal di wilayah tersebut. Kata kunci: budidaya ikan lele, kualitas air, kadar amonia, produktivitas ikan, oksigen terlarut
Optimization of Local Feed Ingredient Composition to Achieve 30% Protein Levels in Cultivated Fish Feed Production Zebua, Ratna Dewi; Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Dawolo, Januari; Zebua, Okniel
Journal of Fish Health Vol. 5 No. 1 (2025): Journal of Fish Health
Publisher : Aquaculture Department, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jfh.v5i1.6312

Abstract

Aquaculture plays a vital role in meeting the global demand for animal protein, yet the dependency on expensive imported feed ingredients remains a significant challenge. Optimizing the use of local feed ingredients is a strategic approach to enhance sustainability and cost-efficiency in fish farming. This research aims to optimize the composition of local feed ingredients to achieve 30% protein content in farmed fish feed. The formulation involves rice bran, corn bran, fish meal, and tofu dregs, selected based on local availability and protein content. The methodology includes analysis of the protein content of raw materials, formulation testing, and physical evaluation of feed. The results show that the pellets produced have nutritional quality that meets the target, good physical stability, and cost efficiency of up to 40% compared to commercial feed. This research makes a significant contribution in supporting the sustainability of the fish farming industry and reducing dependence on imported raw materials.
Pelatihan Pembuatan Pelet Terapung Dengan Kadar Protein 30% Berbasis Bahan Baku Lokal, Dengan Menggunakan Metode Pearson Square di Desa Tugalagawu, Kecamatan Sirombu, Nias Barat Asokhiwa Zega; Adesk Kristiani Zebua; Beriman Gulo; Dumasari Telaumbanua; Dara Dwista Telaumbanua; Fakta Perjuangan Lombu; Januari Dawolo
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.5538

Abstract

This community service activity was carried out in Tugalagawu Village, Sirombu District, West Nias Regency, in response to the low technical capacity of fish farming groups and vocational school students in independently producing fish feed. Through a collaborative participatory approach, the activity aimed to enhance participants' understanding and skills in designing and producing 30% protein-based floating fish feed using local raw materials, employing the Pearson Square method. The implementation began on April 17, 2025, concurrently with the internship program for University of Nias students, and involved technical department officials, village government representatives, vocational education institutions, and the fish farming community. The activity includes lectures, discussions, and hands-on practice, from ingredient formulation, mixing, molding, to drying the feed. The results show a significant improvement in participants' technical understanding and practical skills, as well as the creation of high-quality feed products tested directly in the field. In addition to producing modules, tutorial videos, and local working units, the activity also contributed to enhanced economic self-reliance and strengthened village institutional networks. These findings underscore that capacity-building through science and technology-based community service can drive productive and sustainable transformation in the village fisheries sector.
Studi Kelimpahan Fitoplankton Dan Zooplankton Di Perairan Nou, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Dawolo, Januari; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8665

Abstract

Fitoplankton dan zooplankton memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga fungsi ekosistem perairan melalui kontribusinya terhadap produktivitas primer dan transfer energi dalam jaring-jaring makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi spasial, komposisi taksonomi, serta interaksi ekologis komunitas fitoplankton dan zooplankton di ekosistem estuari tropis Sungai Nou, Gunungsitoli, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun yang mewakili gradien estuari hingga pesisir, disertai pengukuran parameter lingkungan utama seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat. Sebanyak 13 genus fitoplankton (didominasi Skeletonema, Thalassiosira, dan Ceratium) serta 5 genus zooplankton (didominasi copepoda) berhasil diidentifikasi. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 5.490 hingga 6.000 ind L⁻¹, sedangkan kelimpahan zooplankton berkisar antara 1.190 hingga 2.030 ind L⁻¹. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’ = 2,20–2,54) menunjukkan stabilitas komunitas sedang hingga tinggi dengan dominansi rendah (C < 0,3). Analisis korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif signifikan antara kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi nutrien (NO₃⁻ dan PO₄³⁻), serta hubungan negatif dengan salinitas, yang mengindikasikan bahwa masukan nutrien dari sungai merupakan penggerak utama produktivitas primer. Analisis PCA memperkuat temuan bahwa gradien nutrien dan salinitas menjadi faktor penentu utama struktur komunitas plankton. Dominasi diatom dan copepoda menunjukkan transfer energi yang efisien dalam jaring makanan planktonik serta menegaskan pentingnya Perairan Nou sebagai daerah pembesaran alami yang mendukung perikanan lokal. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan berbasis ekosistem serta strategi pemantauan nutrien guna menjaga keseimbangan ekologis dan produktivitas perairan estuari tropis. Kata Kunci: Fitoplankton, Zooplankton, Ekosistem estuari, Dinamika nutrien, Struktur komunitas, Indonesia.
Analysis of the Role of Seagrass Biodiversity in Supporting the Conservation of Marine Ecosystems in the Nias Islands, North Sumatra Zebua, Nistiarni; Zebua, Ratna Dewi; Telaumbanua, Betzy V.; Laoli, Destriman; Dawolo, Januari; Zebua, Okniel
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.65990

Abstract

Seagrass ecosystems are essential components of coastal environments and play a strategic role in maintaining the stability and sustainability of marine ecosystems. This study aimed to analyze seagrass species diversity and the role of seagrass biodiversity in supporting marine ecosystem conservation in the Nias Islands, North Sumatra. The research was conducted at three locations: La’aya Village (North Nias Regency), Fodo Waters (Gunungsitoli City), and waters near Sirombu Port (West Nias Regency), using the quadrat transect method during the lowest low tide. Data analysis included density, frequency, cover, Important Value Index (IVI), and the Shannon–Wiener diversity index (H′). The results identified five seagrass species, namely Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, and Thalassia hemprichii. Syringodium isoetifolium was the dominant species with the highest IVI across all study sites. The seagrass diversity index values ranged from 1.55 to 1.57, indicating a moderate level of diversity and a relatively stable community structure. These findings suggest that seagrass ecosystems in the Nias Islands are still functioning effectively and play a crucial role in supporting coastal stability, marine biodiversity, and as a scientific basis for sustainable marine ecosystem management and conservation. Keywords: coastal ecosystem; marine conservation; Nias Islands; seagrass biodiversity Abstrak Ekosistem lamun merupakan salah satu komponen penting ekosistem pesisir yang memiliki peranan strategis dalam menunjang keberlanjutan dan konservasi ekosistem laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman jenis lamun serta peranan biodiversitas lamun dalam mendukung upaya konservasi ekosistem laut di Kepulauan Nias, Sumatera Utara. Penelitian dilaksanakan pada tiga lokasi, yaitu Perairan Desa La’aya (Kabupaten Nias Utara), Perairan Fodo (Kota Gunungsitoli), dan Perairan dekat Pelabuhan Sirombu (Kabupaten Nias Barat). Metode yang digunakan adalah metode transek kuadrat pada saat surut terendah, dengan analisis struktur komunitas meliputi kerapatan, frekuensi, penutupan, Indeks Nilai Penting (INP), serta indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H′). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis lamun, yaitu Syringodium isoetifolium, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Halodule uninervis, dan Thalassia hemprichii. Syringodium isoetifolium merupakan spesies dominan di seluruh lokasi dengan nilai INP tertinggi. Nilai indeks keanekaragaman lamun pada ketiga lokasi berada pada kategori sedang, dengan nilai H′ berkisar antara 1,55–1,57. Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur komunitas lamun relatif stabil dan masih mampu menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal. Keanekaragaman lamun yang masih terjaga berperan penting dalam mendukung stabilitas ekosistem pesisir, penyediaan habitat biota laut, serta menjadi dasar ilmiah dalam perencanaan pengelolaan dan konservasi ekosistem laut di Kepulauan Nias secara berkelanjutan. Kata kunci: Kata kunci: biodiversitas lamun; ekosistem pesisir; konservasi laut; Kepulauan Nias