Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penggunaan kecerdasan buatan (AI) berdampak pada kemampuan siswa dengan disabilitas daksa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dalam mata kuliah Bahasa Isyarat di Universitas PGRI Argopuro Jember. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan dirancang sebagai eksperimen semu (quasi-experimental). Ini dilakukan dengan menggunakan model satu grup pretest-posttest. Enam siswa daksa pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) adalah subjek penelitian. Hasil pretest menunjukkan skor rata-rata 13,11, sementara hasil posttest menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 23,42, yang menunjukkan peningkatan besar dalam struktur isi, ketepatan bahasa isyarat, ekspresi visual, dan kemandirian teknologi. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan AI meningkatkan kemampuan akademik siswa disabilitas daksa, terutama dalam hal pembelajaran berbasis visual seperti Bahasa Isyarat. Namun, AI hanya harus digunakan sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir dan kreativitas siswa. Penelitian ini mendorong pembentukan lingkungan pembelajaran berbasis teknologi yang inklusif di perguruan tinggi