Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : midang

IDENTIFIKASI, ANTISIPASI, DAN SOLUSI MASALAH KEMANUSIAAN DI BANDUNG RAYA Zakaria, Mumuh Muhsin; Septiani, Ayu
Midang Vol 2, No 2 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.54460

Abstract

Artikel ini berdasarkan pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan untuk mengantisipasi masalah kemanusiaan di Bandung Raya. Masalah kemanusiaan di sini meliputi konsumsi minuman oplosan, penyalahgunaan narkoba, bullying, dan pengangguran dengan berbagai implikasinya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan dengan sistem pembelajaran yang digunakan yaitu luring dan daring. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap masalah kemanusiaan yang sedang dan akan terjadi. Sasaran kegiatan ini yaitu siswa kelas XII SMA/SMK sederajat yang terdapat di Bandung Raya. Bandung Raya yang dimaksud dalam kegiatan ini meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kecamatan Jatinangor. Simpulan dari kegiatan ini yaitu sebagai kawasan metropolitan terbesar di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia, Bandung Raya tidak lepas dari masalah kemanusiaan seperti konsumsi minuman oplosan, penyalahgunaan narkoba, bullying, dan pengangguran sehingga diperlukan kerja sama yang baik dari pemerintah, LSM, akademisi, dan masyarakat umum.
INVENTARISASI TRADISI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN MASYARAKAT KECAMATAN LEMAHABANG KABUPATEN KARAWANG Septiani, Ayu; Afsari, Asri Soraya
Midang Vol 2, No 3 (2024): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58182

Abstract

Artikel ini berjudul Inventarisasi Tradisi dalam siklus kehidupan Masyarakat Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat. Tradisi yang dimaksud dalam tulisan ini meliputi kelahiran, pernikahan, khitanan, dan kematian, Adapun siklus kehidupan yang dimaksud meliputi lahir, masa kanak-kanak, dan dewasa. Tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui tradisi yang masih bertahan pada Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat karena Masyarakat tersebut sudah heterogen. Tradisi-tradisi apa yang masih bertahan dan hilang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan obsevasi mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang mengalami hibridisasi karena tradisi saat remaja sudah tidak digunakan lagi. Hal tersebut diduga karena Masyarakat yang homogen. Selain itu, wilayah Kecamatan Lemahabang banyak pabrik yang menjadi faktor penarik pendatang datang berbagai daerah di Indonesia untuk bekerja. 
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3, No 1 (2025): Midang: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
EDUKASI PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DALAM RANGKA PELESTARIAN SENI LAIS BAGI SISWA SMPN 1 RAJAPOLAH KECAMATAN RAJAPOLAH KABUPATEN TASIKMALAYA Septiani, Ayu; Afsari, Asri Soraya
Midang Vol 1 No 3 (2023): Midang, Oktober 2023
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v1i3.50424

Abstract

Saat ini Indonesia memasuki peradaban 4.0 yang ditandai dengan bergantungnya masyarakat pada internet atau lebih dikenal sebagai era digital. Periode ini ditandai pula dengan generasi muda yang sangat lekat dengan media sosial. Kelekatan  tersebut dapat dimanfaatkan sebagai upaya pelestarian kesenian oleh generasi muda. Generasi muda yang menjadi sasaran dalam kegiatan PPM ini adalah siswa SMPN 1 Rajapolah. Adapun kesenian yang dimaksud dalam kegiatan ini yaitu Seni Lais yaitu kesenian dalam bentuk akrobatik yang mengandalkan kemampuan fisik. Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu agar para siswa mengetahui dan dapat melestarikan Seni Lais dengan mempelajari Seni Lais dan memanfaatkan media sosial yang saat ini sangat jarang peminatnya. Hasil dari kegiatan ini yaitu para siswa antusias menyimak penjelasan dari narasumber terutama ketika narasumber menampilkan gerakan-gerakan Seni Lais dan bersedia memanfaatkan media sosial sebagai media pelestariannya. Kegiatan ini menggunakan metode pendidikan masyarakat berupa penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat. Berkaitan dengan kegiatan ini pemahaman Siswa SMPN 1 Rajapolah tentang pelestarian Seni Lais melalui media sosial Instagram dan Twitter. Adapun artikel ini menggunakan metode kualitatif. Simpulan dari artikel ini yaitu perlu adanya pelatihan secara berkelanjutan bagi para siswa SMPN 1 Rajapolah khususnya Seni Lais.   
IDENTIFIKASI, ANTISIPASI, DAN SOLUSI MASALAH KEMANUSIAAN DI BANDUNG RAYA Zakaria, Mumuh Muhsin; Septiani, Ayu
Midang Vol 2 No 2 (2024): Midang, Juni 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i2.54460

Abstract

Artikel ini berdasarkan pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan untuk mengantisipasi masalah kemanusiaan di Bandung Raya. Masalah kemanusiaan di sini meliputi konsumsi minuman oplosan, penyalahgunaan narkoba, bullying, dan pengangguran dengan berbagai implikasinya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan dengan sistem pembelajaran yang digunakan yaitu luring dan daring. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap masalah kemanusiaan yang sedang dan akan terjadi. Sasaran kegiatan ini yaitu siswa kelas XII SMA/SMK sederajat yang terdapat di Bandung Raya. Bandung Raya yang dimaksud dalam kegiatan ini meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kecamatan Jatinangor. Simpulan dari kegiatan ini yaitu sebagai kawasan metropolitan terbesar di Jawa Barat dan ketiga di Indonesia, Bandung Raya tidak lepas dari masalah kemanusiaan seperti konsumsi minuman oplosan, penyalahgunaan narkoba, bullying, dan pengangguran sehingga diperlukan kerja sama yang baik dari pemerintah, LSM, akademisi, dan masyarakat umum.
INVENTARISASI TRADISI DALAM SIKLUS KEHIDUPAN MASYARAKAT KECAMATAN LEMAHABANG KABUPATEN KARAWANG Septiani, Ayu; Afsari, Asri Soraya
Midang Vol 2 No 3 (2024): Midang, Oktober 2024
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v2i3.58182

Abstract

Artikel ini berjudul Inventarisasi Tradisi dalam siklus kehidupan Masyarakat Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat. Tradisi yang dimaksud dalam tulisan ini meliputi kelahiran, pernikahan, khitanan, dan kematian, Adapun siklus kehidupan yang dimaksud meliputi lahir, masa kanak-kanak, dan dewasa. Tujuan penulisan yaitu untuk mengetahui tradisi yang masih bertahan pada Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat karena Masyarakat tersebut sudah heterogen. Tradisi-tradisi apa yang masih bertahan dan hilang. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan obsevasi mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Masyarakat kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang mengalami hibridisasi karena tradisi saat remaja sudah tidak digunakan lagi. Hal tersebut diduga karena Masyarakat yang homogen. Selain itu, wilayah Kecamatan Lemahabang banyak pabrik yang menjadi faktor penarik pendatang datang berbagai daerah di Indonesia untuk bekerja. 
PEMBERDAYAAN SEBAGAI ALTERNATIF PENDEKATAN DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Kosasih, Ade; Sofianto, Kunto; Nugrahanto, Widyo; Septiani, Ayu
Midang Vol 3 No 1 (2025): Midang, Februari 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i1.61446

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat adalah tanggung jawab para akademisi. Dalam pelaksanaannya, pengabdian yang ideal adalah berupa  pemberdayaan (empowering), sehingga masyarakat akan memiliki kekuatan setelah tidak didampingi lagi oleh akademisi. Dalam pemberdayaan, upaya yang harus dibangkitkan adalah partisipasi, masyarakat menjadi pusat kegiatan, serta menciptakan kemandirian. Artikel ini bertujuan mengungkapkan pandangan konseptual tentang pemberdayaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat agar tidak terjadi pelaksanaan pengabdian yang tidak tepat konsep dan pelaksanaannya.  Pengungkapan  maksud tersebut dilakukan dengan cara memaparkan konsep dasar dalam pemberdayaan yang bercirikan tiga hal tersebut, yaitu partisipasi, berbasis masyarakat, dan mewujudkan kemandirian. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan cara menggali secara cermat berbagai pandangan tentang pemberdayaan dalam berbagai publikasi ilmiah. Untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis, pemberdayaanlah yang tepat karena masyarakat itu sendiri banyak terlibat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksana pengabdian hanya berperan sebagai fasilitator yang menghindari kecenderungan melakukan intervensi. Partisipasi merupakan bentuk peran serta khalayak secara sukarela tanpa mobilisasi dan tekanan. Berbasis masyarakat berarti seluruh tindakan harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi karena setiap masyarakat mempunyai potensi dan masalah yang berbeda-beda. Kemandirian merupakan wujud bahwa masyarakat memiliki kemampuan untuk melaksanakan harapan dan cita-citanya tanpa terus didampingi oleh fasilitator.
PEMETAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH DI DESA CIKERUH, JATINANGOR, SUMEDANG Septiani, Ayu; Kosasih, Ade; Nugrahanto, Widyo
Midang Vol 3 No 2 (2025): Midang, Juni 2025
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/midang.v3i2.63832

Abstract

Artikel ini berdasarkan pada kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan untuk memetakan UMKM yang ada di desa cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedaang, Jawa Barat. UMKM di Desa Cikeruh perlu dipetakan lebih lanjut guna mengetahui usaha apa saja yang ada di Desa Cikaruh sehingga dapat diusulkan rencana pengembangannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan dan obsevasi partisipatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sebaran usaha yang ada di Desa Cikaruh, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Setelah UMKM Masyarakat Desa Cikeruh terpetakan, maka disusunlah langkah-langkah strategis untuk pengembangan UMKM tersebut. Sasaran kegiatan ini yaitu seluruh Masyarakat Desa Cikeruh Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang berusia produktif. Desa Cikeruh dipilih karena lokasinya berada di Kawasan Pendidikan Jatinangor sehingga lebih terjangkau dan sesuai dengan jargon kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat yaitu “Unpad Bermanfaat”. Simpulan dari kegiatan ini yaitu pelaku UMKM di Desa cikeruh mengalami demotivasi pasca pandemi covid-19 sehingga perlu adanya upaya untuk memotivasi kembali para pelaku usaha tersebut agar mau melakukan inovasi pada produknya sehingga usahanya itu kembali berjaya dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga Masyarakat Desa Cikeruh.