Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Perikanan

REKAM-JEJAK BARU SPESIES ASING INVASIF (SAI) Tarebia granifera Lamarck (1822) DI AREA AIR TERJUN TUMBURANO (KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN-SULAWESI TENGGARA) Muhammad Fajar Purnama; La Ode Muh. Junaidin Sirza; Salwiyah Salwiyah
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i1.283

Abstract

Air terjun Tumburano merupakan hulu dari DAS (Daerah Aliran Sungai) Tumburano yang meliputi Sebagian besar Kawasan Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 tahun di area air terjun Tumburano, Desa Tumburano. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelimpahan siput air tawar invasif Tarebia granifera (Lamarck, 1822). Selain itu penelitian ini juga dimaksudkan untuk melihat seberapa besar eksistensi dan ancaman spesies asing invasif T. granifera di Kabupaten Konawe Kepulauan khususnya di area air terjun Tumburano berdasarkan perspektif kelimpahan populasinya. Lokasi pengambilan sampel ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling dan pengambilan sampel biotanya menggunakan metode simple random sampling pada lokasi yang telah ditentukan berdasarkan keberadaan atau tempat ditemukannya T. granifera. Sampel dikoleksi secara manual dengan metode handpicking dan alat bantu gloves, dikarenakan populasinya cendrung hidup sebagai bentos epifauna dan hanya beberapa diantaranya membenamkan diri pada subtrat pasir berlumpur (± 2 cm), sehingga sangat mudah dalam proses sampling atau pengambilannya. Siput invasif T. granifera sangat mendominasi habitat dan relung hidup di dasar substrat air terjun Tumburano. Hal ini terlihat dari keberadaan populasi spesies asing tersebut, yang memenuhi ruang dasar perairan dan hanya terdapat beberapa siput jenis lain seperti Thiara winteri, Thiara scabra dan Neritina pulligera (4-7 individu). Kelimpahan T. granifera di kawasan air terjun Tumburano berkisar antara 53-126,3 ind.m-1. Kecendrungan kelimpahan populasi tertinggi terdapat pada bulan April 2020 dan menurun di Juni-Agustus 2020 hingga kembali meningkat pada bulan April 2021. Dominansi yang tinggi menjadikan siput invasif T. granifera sebagai populasi biota akuatik terbesar penyusun ekosistem air terjun Tumburano.
KELIMPAHAN RELATIF BENIH LOBSTER (PUERULUS) PADA BIO-ATRAKTOR DI PERAIRAN RANOOHA RAYA KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA Muhammad Fajar Purnama; Salwiyah Salwiyah; Subhan Subhan; Amadhan Takwir; La Ode Abdul Rajab Nadia
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i3.313

Abstract

Benih lobster fase puerulus merupakan stadia yang rentan oleh aktivitas predasi dan eksploitasi karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi, sehingga perlu adanya introduksi teknologi konservasi yang mampu memproteksi siklus hidup secara alami benih lobster hingga dewasa di alam, dalam hal ini aplikasi bio-atraktor untuk tujuan perlindungan sumber daya benih lobster. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2020, bertempat di Perairan Ranooha Raya Kabupaten Konawe Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan relatif benih lobster (Puerulus) pada bio-atraktor. Penentuan stasiun penelitian menggunakan teknik purposive sampling atau secara sengaja berdasarkan lokasi fishing ground atau daerah penangkapan benih lobster nelayan Desa Ranooha Raya. Pengambilan sampel dilakukan dengan menempatkan bio-atraktor di kawasan penangkapan benih lobster (± 400 m dari garis pantai). Teknis pemasangan bio-atraktor dilakukan dengan cara menempatkannya pada media longline atau tali horizontal bekas perangkat budidaya rumput laut. Trip penangkapan atau pemasangan bio-atraktor berlangsung pada sore - malam hari (Pukul 17.00-03.00 WITA) hingga pengangkatan bio-atraktor pada pagi hari (Pukul 04.00-05.00 WITA). Kelimpahan relatif benih lobster pada periode Agustus sebesar 154 ind./trip, 143 ind./trip pada bulan September dan periode Oktober yaitu 139 ind./trip. Sedangkan menggunakan atraktor pocong-pocong yang digunakan oleh nelayan setempat sebesar 83-102 ind./trip. Hal ini menjadikan bio-atraktor sebagai prototipe konservatif untuk menjaga kelangsungan hidup (life cycle) benih lobster di perairan Ranooha Raya.
VARIASI SPASIAL KEPADATAN DAN DISTRIBUSI KERANG KIJING (Anodonta woodiana) DI SUNGAI LAHUMBUTI KABUPATEN KONAWE SULAWESI TENGGARA Bahtiar Bahtiar; Wa Ernawati; Ramadhan Ramadhan; Muhammad Fajar Purnama
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.522

Abstract

Kijing Taiwan merupakan salah satu jenis kerang Asia invasif di beberapa negara yang kepadatan dan distribusinya berbeda-beda di setiap wilayah ekologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi kepadatan dan distribusi kerang kijing di Sungai Lahumbuti Konawe Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode systematic random sampling dalam proses pengambilan sampel dan purposive sampling untuk penetapan stasiun. Kerang diambil didalam transek kuadrat 1x1 m2 pada 8 stasiun yang dilakukan secara sistematis dalam jarak tertentu antar setiap stasiun.  Kerang terambil di hitung jumlahnya dalam setiap transek dan diukur panjangnya menggunakan jangka sorong ketelitian 0.5 mm. Kualitas perairan diambil bersamaan dengan pengambilan kerang kijing. Data dianalisis dengan formula baku dan kepadatan di setiap tempat diuji dengan Mann Whitney test. Hasil uji Mann Whitney  menunjukkan bahwa kepadatan kerang kijing di stasiun I dan stasiun IV lebih tinggi dibanding stasiun lainnya. Kepadatan terendah ditemukan pada stasiun III, VII dan VIII. Kerang cenderung terdistribusi dari berbagai kelas ukuran di setiap stasiun, namun ukuran kecil terdistribusi pada bagian sungai ke arah hulu, sedangkan ukuran besar relatif terdistribusi pada bagian sungai ke arah muara.  Kerang dominan ditemukan pada ukuran 5,8-7.5 sampai 7,6-9,3 cm. Parameter perairan yang berpengaruh terhadap kepadatan kerang kijing di Sungai Lahumbuti adalah bahan organik perairan.