Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Studi Perbandingan Metode Konvensional dan Polymerase Chain Reaction (PCR) dalam Identifikasi Salmonella sp. pada Tuna (Thunnus sp.) Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Suryani, Kadek Harini
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 1 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v1i1.15190

Abstract

Tuna (Thunnus sp.) merupakan komoditas perikanan unggulan Indonesia yang perlu mendapatkan penanganan yang tepat. Kontaminasi bakteri patogen pada produk perikanan perlu diperhatikan untuk mencegah foodborne diseases, seperti Salmonella. Identifikasi Salmonella sp. pada Tuna beku dilakukan dengan metode konvensional dan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Parameter yang dibandingkan adalah media, waktu pengujian, kapasitas alat pengujian, biaya dan pengguna. Hasil menunjukkan bahwa metode konvensional merupakan pengujian bakteri Salmonella yang tergolong sederhana, sedangkan metode PCR memerlukan reagen khusus dengan sensitivitas yang tinggi dan cepat. Metode konvensional memerlukan kesterilan yang baik dan waktu yang lama dalam persiapan media. Metode PCR memiliki prosedur yang kompleks dan membutuhkan keahlian khusus dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, pemilihan metode identifikasi Salmonella sp. pada tuna ditentukan berdasarkan kebutuhan pengguna.
Bimbingan Teknis Diversifikasi Olahan Udang di Smart Fisheries Village (SFV) Pengambengan Kabupaten Jembrana Bali Perceka, Medal Lintas; Khairunnisa, Anis; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Cesrany, Mahaldika; Dewi, Resti Nurmala; Panjaitan, Fenny Crista A; Nugraha, I Made Aditya
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i1.13554

Abstract

This community service activity aimed to increase knowledge and understanding of the Processing and Marketing Group regarding the diversification of processed shrimp, packaging, and online product marketing. The method of implementing this service used technical guidance with 10 participants from Wijaya Fish Processing and Marketing Group. The evaluation instruments used were pre-test and post-test questions. Pre-test and post-test values were analysed using a t-test at 95% confidence intervals (α = 0,05). The results showed that there was an increase in knowledge and understanding of Wijaya Fish Processing and Marketing Group (P<0.05) regarding the diversification of vannamei shrimp processing, packaging, and online product marketing.
Pengujian Organoleptik dan Deteksi Logam Berat pada Bahan Baku dan Produk Bakso Ikan Lemuru (Sardinella lemuru) dari Selat Bali Dewi, Resti Nurmala; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Febrianti, Desy; Putrivenn, Dewi Fridolin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Politeknik - Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v18i2.973

Abstract

Ikan lemuru (Sardinella lemuru) merupakan sumberdaya perikanan yang melimpah di Selat Bali dan memiliki nilai ekonomis yang rendah. Untuk menanggulangi permasalahan tersebut, ikan lemuru dapat diolah menjadi produk diversifikasi yang banyak digemari masyarakat yaitu bakso ikan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memproduksi bakso ikan lemuru dengan empat konsentrasi daging dan tepung tapioka (P0, P1, P2, dan P3). Tingkat penerimaan konsumen dianalisis melalui pengujian organoleptik menggunakan 30 panelis tidak terlatih. Pengujian logam berat sebagai salah satu jaminan keamanan produk dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hal ini dikarenakan wilayah penangkapan ikan lemuru di Selat Bali merupakan wilayah perairan yang mengalami banyak pencemaran akibat kegiatan penangkapan ikan dan industri. Hasil pengujian organoleptik pada bahan baku menunjukkan nilai rata-rata delapan untuk seluruh atribut yang menandakan bahwa ikan lemuru berada dalam kondisi segar. Kandungan logam berat pada bahan baku juga masih di bawah ambang batas menurut Standar Nasional Indonesia (SNI). Disamping itu, penambahan daging ikan lemuru dan tepung tapioka memberikan hasil yang signifikan terhadap nilai organoleptik dengan formulasi terbaik (P1) sebesar 7,34 (kenampakan), 7,92 (bau), 8,36 (rasa) dan 7,85 (tekstur) (p0,05). Konsentrasi logam berat pada bakso ikan tidak dipengaruhi oleh penambahan tepung dan berada di bawah ambang batas dengan konsentrasi (mg/kg) pada perlakukan terbaik (P1) sebesar 0,007±0,0010 (Hg) (p0,05), 0,0010±0,0010 (Pb) (p0.05) dan 0,0020±0,0013 (Cd) (p0,05). Dapat disimpulkan bahwa produk bakso ikan lemuru disukai oleh konsumen dan memiliki konsentrasi logam berat pada rentang yang aman.ABSTRACTLemuru fish (Sardinella lemuru) is one dominant commodity from the Bali Strait which has low economic value. To solve this issue, lemuru can be converted into a variety of widely-liked products, such fish balls. Therefore, this study aimed to produce fish balls with four concentrations of meat and tapioca flour (P0, P1, P2 ,and P3). The level of consumer acceptance was analysed through organoleptic testing employing 30 untrained panelists. The heavy metal of samples was also analysed using Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). This is due the current fishing activities and industries in the Bali Strait contribute to heavy metals pollution in the water. The organoleptic testing of raw materials revealed an average value of eight for all aspects, which suggested that lemuru was in fresh conditions. The content of heavy metals in raw materials was below standards issued by Indonesian National Standard (SNI). Furthermore, the addition of lemuru meat and tapioca flour was significantly affected the quality of fish ball, with organoleptic scores obtained from the best treatment (P1) were 7.85 (texture), 8.36 (taste), 7.92 (smell), and 7.34 (appearance) (p0.05). The concentration of heavy metals in fish balls was not influenced by the addition of flour and was below the threshold with the concentrations (mg/kg) of 0.007±0.0010 (Hg) (p0.05), 0.0010±0.0010 (Pb) (p0.05) and 0.0020±0.0013 (Cd) (p0.05). In conclusion, lemuru fish ball was preferred by customers and had heavy metal concentrations that were within a safe limit.
THE INFLUENCE OF WOTON (Sterculia shillinglawii) LEAVES MEAL SUPPLEMENTATION ON THE GROWTH AND DIGESTIBILITY PERFORMANCES OF TILAPIA (Oreochromis niloticus) JUVENILES Hismayasari, Intanurfemi B.; Supriatna, Iman; Sayuti, Mohammad; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Saidin, Saidin; Asma, Siti; Prajayanti, Vini Taru F.; Abadi, Agung S.
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 1 (2025): Maret (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.1.2025.79-87

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of Woton (Sterculia shillinglawii) leaves meal supplementation on the growth performance and digestibility of tilapia (Oreochromis niloticus) juveniles. The treatments consisted of Woton leaves meal at inclusion levels of 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), and 20% (E), with each treatment replicated three times. The observed parameters included average daily growth (ADG), average body weight (ABW), growth rate (GR), specific growth rate (SGR), survival rate (SR), feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency (FE), as well as protein digestibility and total digestibility. Analysis of variance showed no significant differences in ADG, ABW, GR, and SR among the treatments. However, Treatment B recorded a relatively higher SGR (2.73 ± 0.44% day-1) compared to the other treatments (P < 0.05). The analysis of digestibility revealed significant differences. Treatment C (15% inclusion level) resulted in the highest protein digestibility (99.39 ± 0.02%) and total digestibility (99.37 ± 0.01%), while a lower FCR (1.76 ± 0.24) and a higher FE (57.59 ± 7.85%) were found in Treatment B (P<0.05). This study highlighted that despite Woton leaves meal improving fish digestibility and feed efficiency, its supplementation in fish feed should be limited to 5-10% due to the adverse effects of its flavonoid compounds. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi tepung daun Woton (Sterculia shillinglawii) terhadap kinerja pertumbuhan dan kecernaan juvenil ikan nila (Oreochromis niloticus). Perlakuan terdiri atas tepung daun Woton pada tingkat inklusi 0% (A), 5% (B), 10% (C), 15% (D), dan 20% (E), dengan setiap perlakuan diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi rata-rata pertumbuhan harian (RPH), rata-rata bobot tubuh (RBT), laju pertumbuhan (LP), laju pertumbuhan spesifik (LPS), tingkat kelangsungan hidup (TKH), rasio konversi pakan (RKP), dan efisiensi pakan (EP) serta kecernaan protein dan kecernaan total. Analisis varians tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan pada RPH, RBT, LP, dan TKH di antara perlakuan. Namun, Perlakuan B menunjukkan LPS yang relatif lebih tinggi (2,73 ± 0,44% hari-1) dibanding dengan perlakuan lainnya (P<0,05). Analisis kecernaan mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Perlakuan C (tingkat inklusi 15%) menghasilkan kecernaan protein tertinggi (99,39 ± 0,02%) dan kecernaan total tertinggi (99,37 ± 0,01%), sedangkan RKP yang lebih rendah (1,76 ± 0,24) dan EP yang lebih tinggi (57,59 ± 7,85%) ditemukan pada Perlakuan B (P<0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tepung daun Woton meningkatkan kecernaan dan efisiensi pakan ikan, suplementasinya pada pakan ikan sebaiknya dibatasi hingga 5-10% karena dampak negatif senyawa flavonoid yang dikandungnya.
Kawasan Konservasi Mangrove sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat Desa Budeng Kabupaten Jembrana Bali Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Dewi, Resti Nurmala; Khairunnisa, Anis; Cesrany, Mahaldika; Febrianti, Desy
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.386-394

Abstract

Budeng Village, located in Jembrana Regency, is home to a significant mangrove conservation area featuring 32 species of mangroves with substantial potential for utilization. Conservation activities in this region are led by the Wana Merta Group, which aims to engage the local community of Budeng Village in these deeds. However, the residents have yet to show much interest due to the lack of perceived economic benefits from conservation activities. The purpose of the community service activities conducted in Budeng Village is to enhance the knowledge and skills of the community in transforming mangroves into economically valuable enterprises. These activities comprised three stages: technical guidance, training sessions, and questionnaire distribution. The activities were attended by 15 participants from the Wana Mertha Forest Farmer Group (KTH), which manages the mangrove conservation area in Budeng Village. The technical guidance included institutional strengthening materials for the group. The training sessions covered topics such as mangrove product diversification, processing Brugueira sp. into mangrove chips, processing Xylocarpus granatum into scrubs, processing shrimp and fish into siomay, as well as packaging and digital marketing to support the group's business endeavors. Throughout the technical guidance and training, participants actively engaged in discussions and followed the sessions diligently. The questionnaire results indicated a significant increase in participants' knowledge, from 40% to 73.76%, reflecting an improvement of 34.67% after the activities.
Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
EFFECT OF RAW MATERIALS VARIATIONS AND FERMENTATION TIME ON THE SENSORY CHARACTERISTICS OF TERASI Perceka, Medal Lintas; Cesrany, Mahaldika; Khairunnisa, Anis; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Samanta, Pinky Natalia
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.2036

Abstract

Terasi is a traditional fermented product from Indonesian. Terasi was favoured by Indonesian people and used as spice in various dishes. The purposed of this study was to evaluate the effect of raw materials variations and fermentation time on the sensory hedonic of terasi. There were four varitions, terasi made from rebon, vaname shrimp, lemuru fish meat and lemuru fish head and bones. Each terasi was fermented for 4,5 and 6 weeks. Data anlysed used ANNOVA followed by Duncan’s further test for result that showed significant differences. The result showed that variations in raw materials showed a significantly different effect (P<0,05) on the sensory-hedonic (appearance, smell, taste, and tecture) of terasi, while variations in fermentation time didn’t show a significantly different (p>0,05). In general, terasi that was most preferred by panelists was terasi made from rebon which was fermented for 4 weeks with the specifications of clean appearance, specific to very specific terasi types, which has a distinctive shrimp-like smell and flavour. It also has dry and crumble texture.
Relationship Between Nitrogenous Wastes, Organic Matter, Bacteri-al Abundance, and Protozoan Abundance in Whiteleg Shrimp Inten-sive Farming Ponds Utami, Diah Ayu Satyari; Kusmiatun, Anik; Ilham; Febrianti, Desy; Sudiarsa, I Nyoman; Abrori, Mohsan; Nisa, Andina Chairun; Aras, Annisa Khairani; Jatayu, Diklawati; Kaborang, Yasinta Ega; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Nugraha, I Made Aditya; Wahidi, Budi Rianto; Wahyu
Journal of Aquaculture and Fish Health Vol. 15 No. 1 (2026): JAFH Vol. 15 No. 1 February 2026
Publisher : Department of Aquaculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jafh.v15i1.77343

Abstract

Whiteleg shrimp (Litopenaeus vannamei) dominates global aquaculture production due to its adaptability to intensive systems. However, intensive systems often experience excess accumulation of nitrogenous waste and total organic matter (TOM), which can destabilize microbial communities and affect water quality. While protozoa are known as bioindicators, few studies have explored how their functional composition interacts with nitrogen cycling and production performance in shrimp ponds. This study investigated the relationships between nitrogenous compounds, TOM, bacterial and protozoan abundance in two intensive shrimp ponds (HP: high protozoan abundance and LP: low protozoan abundance). Water quality parameters, including Total Ammonia Nitrogen (TAN), nitrite, nitrate, TOM, and phosphate, were monitored weekly alongside microbial assessments of total bacterial count (TBC), total Vibrio count (TVC), and protozoa abundance. Protozoa were identified microscopically, while shrimp performance was measured by growth, feed conversion ratio (FCR), survival, and productivity. TOM emerged as the primary ecological driver, significantly correlating with Vibrio abundance (r = 0.585, p < 0.05). Although the high-protozoa pond featured greater bacterial biomass and more bacterivorous taxa (e.g., Ciliata, Vorticella), it had lower shrimp productivity. Conversely, the low-protozoa pond dominated by detritivores (Euplotes, Strombidionopsis) achieved superior growth, FCR, and final biomass, despite higher TOM and nitrite levels. These findings suggest that protozoan functional composition, rather than total abundance, critically influences nutrient cycling, microbial stability, and production outcomes. Managing TOM and fostering beneficial microbial loops are essential strategies for sustainable shrimp farming.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH MULTIDISIPLIN DAN KOMERSIALISASI HASIL PENELITIAN DENGAN DUKUNGAN AI Nugraha, I Made Aditya; Koropitan, Alan Frendy; Ilham, Ilham; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utami, Diah Ayu Satyari; Kusmiatun, Anik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28172

Abstract

Abstrak: Pelatihan penulisan karya ilmiah multidisiplin dan komersialisasi hasil penelitian dengan dukungan AI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan memanfaatkan hasil penelitian secara ekonomis. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan praktis, mengintegrasikan teknik penulisan karya ilmiah, strategi komersialisasi hasil penelitian, dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pelatihan meliputi sesi teori, praktik langsung, serta diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan diikuti 292 peserta dengan berbagai profesi dan narasumber yang berasal dari BRIN, Universitas Padjadjaran, dan INSTIKI. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui survei kepuasan peserta, dengan hasil menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,75 dari skala 4. Hal ini mencerminkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan, relevansi, dan manfaat pelatihan. Peserta merasa terbantu dalam memahami cara memanfaatkan AI untuk menyederhanakan proses penulisan dan merancang strategi komersialisasi hasil penelitian mereka. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah nasional serta mendorong inovasi penelitian berbasis teknologi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Abstract: Multidisciplinary scientific writing and research result commercialization training with AI support aims to improve participants' ability to produce quality scientific work and utilize research results economically. This activity is designed with a practical approach, integrating scientific writing techniques, research result commercialization strategies, and the use of artificial intelligence (AI) technology. The training includes theory sessions, hands-on practice, and interactive discussions involving participants from various disciplines. The activity was attended by 292 participants with various professions and speakers from BRIN, Padjadjaran University, and INSTIKI. Evaluation of the success of the activity was carried out through a participant satisfaction survey, with the results showing an average value of 3.75 on a scale of 4. This reflects a very high level of satisfaction with the implementation, relevance, and benefits of the training. Participants felt helped in understanding how to utilize AI to direct the writing process and design strategies for commercializing their research results. The results of this activity are expected to support improving the quality of national scientific work and encourage technology-based research innovation to provide real impacts on society.
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba Budiadnyani, I Gusti Ayu; Sumandiarsa, I Ketut; Nugraha, I Made Aditya; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Astiana, Ika; Farida, Iftachul; Samanta, Pinky Natalia; Cesrany, Mahaldika; Khairunnisa, Anis; Perceka, Medal Lintas; Masrin, Putri Yuliana
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.