Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi selama penyimpanan suhu chilling: The impact of packaging and storage position on the chilling temperature for surimi quality from purple-spotted bigeye fish (Priacanthus tayenus) Cesrany, Mahaldika; Farida, Iftachul; Khairunnisa, Anis; Astiana, Ika; Perceka, Medal Lintas; Panjaitan, Fenny Crista Anastasia; Febrianti, Desy; Budiadnyani, I Gusti Ayu; Utari, Siluh Putu Sri Dia; Dewi, Resti Nurmala; Samanta, Pinky Natalia; Bharata, Made Tisna Adhi; Pradnyani, Ni Made Anggun
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45662

Abstract

Ikan swanggi (Priacanthus tayenus) merupakan salah satu jenis ikan yang berpotensi sebagai bahan baku surimi. Surimi adalah produk antara bernilai tinggi yang banyak digunakan dalam pembuatan fish cake. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh jenis kemasan dan posisi penyimpanan terhadap kualitas surimi ikan swanggi melalui pengujian sensori, kadar air, dan mikrobiologi. Surimi ikan swanggi dikemas menggunakan tiga jenis plastik yang berbeda, yaitu polietilen (PE), polipropilen (PP), dan nilon. Surimi disimpan selama 28 hari di dalam freezer dengan suhu penyimpanan sebesar 2-8°C, dan posisi penyimpanan yang berbeda. Parameter yang dianalisis meliputi penilaian sensori, kadar air, dan angka lempeng total. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan. Data sensori dan kadar air diolah menggunakan SPSS 26.0 dengan analisis sidik ragam, jika terdapat perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Duncan dan Tukey pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surimi yang dikemas dengan plastik nilon memiliki atribut kenampakan uji gigit, dan uji lipat yang lebih baik dibandingkan surimi yang dikemas plastik PE dan PP. Rata-rata kadar air surimi yang dikemas dengan ketiga jenis plastik berkisar antara 70-78% selama penyimpanan 28 hari dengan posisi penyimpanan yang berbeda. Kadar air pada surimi yang dikemas menggunakan ketiga jenis kemasan mengalami peningkatan seiring lamanya waktu penyimpanan. Angka lempeng total surimi menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI 2694:2013. Semakin lama penyimpanan, maka semakin bertambah pula jumlah mikroba pada surimi.
Shrimp Product Innovation in Smart Fisheries Village Kombading, Jembrana, Bali Anis Khairunnisa; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; Desy Febrianti; Iftachul Farida; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Made Tisna Adhi Bharata; Ni Made Anggun Pradnyani Putri
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.7174

Abstract

Kombading village is Smart Fisheries Village (SFV) area from Shrimp Cluster of Devisa Village under Jembrana Marine and Fisheries Polytechnic and Indonesian Export Financing Institute Denpasar guidance. This technical guidance aims to supporting one of SFV concept development as priority program of Blue Economy based by Ministry of Marine and Fisheries. The technical guidance attended by 20 participants from Processing and Marketing groups of Mina Jaya Pertiwi (10 person) and teachers-parent of Early Childhood Education School Darul Ulum Kombading. There are 3 substances was given to participants i.e. (1) benefits of consuming the fish product, (2) shrimp products diversification (crispy shrimp head, fried shrimp meatball, and shrimp head broth powder), and (3) introduction of PIRT Certification for home industry products. Sensory evaluation shows that crispy shrimp head and fried shrimp meatball needs improvement in texture and appearance. Moreover, this technical guidance was able to increase participants knowledge significantly (p<0,05).
MENDORONG INDUSTRI PERIKANAN RENDAH KARBON: STUDI KASUS, TANTANGAN REGULASI, DAN POTENSI ENERGI TERBARUKAN DI WILAYAH PESISIR I Made Aditya Nugraha; I Ketut Sumandiarsa; I Gusti Ayu Budiadnyani; I Gusti Made Ngurah Desnanjaya; Diah Ayu Satyari Utami; Hatim Albasri
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2026): (Mei) 2026
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.18.1.2026.1-8

Abstract

Transisi menuju industri pengolahan perikanan rendah karbon menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengurangan emisi di wilayah pesisir Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemangku kepentingan, tantangan regulasi, serta strategi percepatan implementasi energi terbarukan pada industri pengolahan hasil perikanan di Bali. Metode yang digunakan berupa mixed methods melalui survei, wawancara mendalam, dan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan pelaku industri masih rendah dengan skor rata-rata 2,1 dari skala 5. Aspek finansial, teknis, dan kelembagaan masing-masing memperoleh skor 2,0–2,2 yang menjadi faktor utama rendahnya adopsi energi terbarukan. Sebaliknya, pemahaman manfaat energi terbarukan dan kesadaran lingkungan relatif lebih baik dengan skor 3,2–3,5. Sebanyak 75% responden menyatakan belum siap mengadopsi teknologi energi bersih, sedangkan hanya 15% yang siap secara teknis dan finansial. Hambatan terbesar berasal dari tingginya biaya investasi awal dengan skor 4,2, diikuti keterbatasan akses pembiayaan sebesar 3,7. Temuan ini menunjukkan bahwa keterbatasan modal, kemampuan teknis, dan dukungan kebijakan masih menjadi kendala utama transisi energi pada industri pengolahan perikanan pesisir. Penelitian merekomendasikan penyusunan regulasi teknis sektoral, perluasan insentif dan pembiayaan hijau, penguatan kapasitas SDM lokal, serta pengembangan proyek percontohan berbasis kolaborasi multipihak untuk mempercepat implementasi energi terbarukan di sektor pengolahan hasil perikanan.The transition to a low-carbon fisheries processing industry is a strategic step to support Indonesia's Enhanced National Development Planning (NDC) commitment, particularly in coastal areas dominated by small and medium-sized enterprises. This study analyzes stakeholder readiness, regulatory challenges, and strategies for accelerating renewable energy implementation in the fisheries processing industry through a mixed method approach, including surveys, in-depth interviews, and policy analysis. The results indicate that a renewable energy policy framework is in place, but implementing regulations are still general and do not specifically address the fisheries processing sector. Key challenges include limited technology access, high initial investment costs, minimal fiscal incentives and green financing, weak cross-sectoral coordination, and low technical capacity of local human resources. Despite high adoption interest, implementation remains hampered by technical, financial, and institutional factors. The study recommends the development of sectoral technical regulations, the expansion of green incentives and financing schemes, strengthening local capacity, and the development of pilot projects to accelerate renewable energy adoption in the fisheries processing industry.
Optimalisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Kegiatan Pengolahan Ikan Pindang di Bali I Gusti Ayu Budiadnyani; I Made Aditya Nugraha; Pinky Natalia Samanta; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i2.538

Abstract

Industri pengolahan hasil perikanan memiliki peranan penting dalam mendukung perekonomian daerah dan ekspor, khususnya di Bali yang kaya akan sumber daya laut. Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan serius terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Lingkungan kerja yang basah, penggunaan alat tajam, bahan kimia, serta suhu rendah menjadikan pekerja berisiko tinggi mengalami kecelakaan dan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan K3 pada industri pengolahan hasil perikanan di Bali serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitasnya. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pekerja dan supervisor, serta penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, penggunaan alat pelindung diri (APD), perilaku kerja, pengawasan, dan pelatihan memiliki pengaruh signifikan terhadap penerapan K3. Industri pengolahan modern cenderung memiliki tingkat kepatuhan dan kesadaran K3 yang lebih tinggi dibandingkan dengan industri tradisional, yang masih terbatas dalam fasilitas keselamatan dan pelatihan tenaga kerja. Faktor utama yang menghambat penerapan K3 meliputi rendahnya kesadaran pekerja, kurangnya pelatihan rutin, pengawasan yang belum optimal, dan kondisi lingkungan kerja yang berisiko. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas penerapan K3 dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan, pelatihan teknis, penyediaan APD yang memadai, serta penguatan sistem pengawasan di lapangan. Dengan penerapan strategi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan kerja yang lebih aman, produktivitas pekerja meningkat, kualitas produk terjaga, dan keberlanjutan industri pengolahan hasil perikanan di Bali dapat dipertahankan.
Kajian Manajemen Risiko K3 pada Proses Produksi Pemindangan Ikan di Sentra Pengolahan Kusamba I Gusti Ayu Budiadnyani; I Ketut Sumandiarsa; I Made Aditya Nugraha; Siluh Putu Sri Dia Utari; Ika Astiana; Iftachul Farida; Pinky Natalia Samanta; Mahaldika Cesrany; Anis Khairunnisa; Medal Lintas Perceka; Putri Yuliana Masrin
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i3.625

Abstract

Sentra Pengolahan Ikan Kusamba merupakan pusat industri pemindangan tradisional yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat pesisir Kabupaten Klungkung. Namun, proses produksinya masih memiliki berbagai potensi risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama akibat paparan panas, penggunaan peralatan konvensional, serta kondisi kerja yang belum ergonomis. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sumber bahaya, menilai tingkat risiko kerja, dan menentukan upaya pengendalian menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara, dan kuesioner kepada 15 pekerja pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perebusan memiliki risiko tertinggi (84,42%), diikuti penyiangan (74,03%), sementara pengemasan dan pendinginan tergolong risiko rendah. Sebanyak 73,3% pekerja telah menggunakan APD, namun kepatuhan dan ketersediaannya masih perlu ditingkatkan. Faktor risiko dominan meliputi lingkungan kerja panas dan lembap (60%), keterbatasan APD (26,67%), kerusakan peralatan (20%), serta tata letak kerja yang kurang aman (26,67%). Meskipun seluruh pekerja telah mengikuti pelatihan K3, penerapannya masih bersifat individual. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem K3 melalui penyusunan SOP, peningkatan APD, pengawasan rutin, serta perbaikan fasilitas kerja untuk mendukung keselamatan, produktivitas, dan keberlanjutan industri.
PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH MULTIDISIPLIN DAN KOMERSIALISASI HASIL PENELITIAN DENGAN DUKUNGAN AI I Made Aditya Nugraha; Alan Frendy Koropitan; Ilham Ilham; I Gusti Ayu Budiadnyani; Diah Ayu Satyari Utami; Anik Kusmiatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28172

Abstract

Abstrak: Pelatihan penulisan karya ilmiah multidisiplin dan komersialisasi hasil penelitian dengan dukungan AI bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas dan memanfaatkan hasil penelitian secara ekonomis. Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan praktis, mengintegrasikan teknik penulisan karya ilmiah, strategi komersialisasi hasil penelitian, dan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pelatihan meliputi sesi teori, praktik langsung, serta diskusi interaktif yang melibatkan peserta dari berbagai disiplin ilmu. Kegiatan diikuti 292 peserta dengan berbagai profesi dan narasumber yang berasal dari BRIN, Universitas Padjadjaran, dan INSTIKI. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui survei kepuasan peserta, dengan hasil menunjukkan nilai rata-rata sebesar 3,75 dari skala 4. Hal ini mencerminkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan, relevansi, dan manfaat pelatihan. Peserta merasa terbantu dalam memahami cara memanfaatkan AI untuk menyederhanakan proses penulisan dan merancang strategi komersialisasi hasil penelitian mereka. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas karya ilmiah nasional serta mendorong inovasi penelitian berbasis teknologi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.Abstract: Multidisciplinary scientific writing and research result commercialization training with AI support aims to improve participants' ability to produce quality scientific work and utilize research results economically. This activity is designed with a practical approach, integrating scientific writing techniques, research result commercialization strategies, and the use of artificial intelligence (AI) technology. The training includes theory sessions, hands-on practice, and interactive discussions involving participants from various disciplines. The activity was attended by 292 participants with various professions and speakers from BRIN, Padjadjaran University, and INSTIKI. Evaluation of the success of the activity was carried out through a participant satisfaction survey, with the results showing an average value of 3.75 on a scale of 4. This reflects a very high level of satisfaction with the implementation, relevance, and benefits of the training. Participants felt helped in understanding how to utilize AI to direct the writing process and design strategies for commercializing their research results. The results of this activity are expected to support improving the quality of national scientific work and encourage technology-based research innovation to provide real impacts on society.
Enhancing Community Capacity through a Workshop on Diversification and Innovation of Seaweed Nastar Products Iftachul Farida; Anis Khairunnisa; I Made Aditya Nugraha; I Gusti Ayu Budiadnyani; Siluh Putu Sri Dia Utari; I Ketut Sumandiarsa; Ika Astiana; Pinky Natalia Samanta; Resti Nurmala Dewi; Fenny Crista Anastasia Panjaitan; Mahaldika Cesrany; Medal Lintas Perceka; Tri Audia Paputungan; Dwi Adinda Wulan Maulidiyah; Ni Luh Dea Sari
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol. 6 No. 2 (2026): Altifani Journal: International Journal of Community Engagement
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v6i2.1984

Abstract

Eucheuma cottonii seaweed is a key Indonesian fishery commodity with significant potential for development into value-added food products. However, its utilization by the community remains relatively limited, necessitating empowerment efforts through product diversification. This community service activity aimed to enhance the community's knowledge and skills in processing seaweed into nastar (pineapple tarts) and to foster an entrepreneurial spirit rooted in marine resources. The activity was conducted as a workshop involving the Wijaya Fish group, students, lecturers, and online participants from various institutions. The methods employed included material presentation, demonstrations, hands-on nastar making, business analysis, and evaluation using pre-tests, post-tests, and satisfaction questionnaires. Evaluation results showed an increase in the average score from 9.6 in the pre-test to 10.0 in the post-test; however, the Wilcoxon test indicated that this increase was not statistically significant (p > 0.05), likely due to the participants' high baseline knowledge and the limited number of respondents. The satisfaction evaluation yielded an average score of 4.04 (categorized as good), with the practical demonstration being the aspect most appreciated by participants. Overall, the workshop successfully improved participants' understanding, skills, and motivation regarding the development of value-added seaweed products. This initiative has the potential to support fishery product diversification, enhance the competitiveness of MSMEs, and encourage the sustainable utilization of marine resources
Dari Tradisi Menuju Inovasi: Literatur Review tentang Pengolahan Garam dan Potensi Replikasinya di Jembrana I Made Aditya Nugraha; I Gusti Ayu Budiadnyani; Anis Khairunnisa; Mahaldika Cesrany; Diah Ayu Satyari Utami
Vol 15 No 4 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i4.1581

Abstract

Salt is a strategic commodity that plays an important role in daily life, both as food, industrial raw materials, and in the health sector. Salt processing in Indonesia, especially in coastal areas, is generally carried out traditionally, which includes evaporation and boiling techniques. However, traditional salt processing in many areas, including Jembrana, Bali, still faces challenges related to product quality, production efficiency, and limited market access. Innovations in salt processing technology, such as the use of geomembranes and salt houses, have been shown to improve the quality and quantity of salt production. This article aims to review the literature related to traditional and innovative salt processing, and explore the potential for replicating these innovations in Jembrana. The results of the study indicate that Jembrana has great potential to develop an innovation-based salt industry, by adopting the latest technology and strengthening community-based business institutions. However, several gaps in technology, human resources, and institutions must be addressed to create a sustainable and competitive salt industry. With support from various parties, including the government, academics, and local communities, Jembrana has the opportunity to become a leading region in the production of high-quality local salt.