Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Potensi Ekonomi Petani Padi Sawah dalam Membangun Ketahanan Pangan Masyarakat Lokal Desa Lambandia La Ode Topo Jeers; Laxmi Laxmi; Ahmat Keke; La Ode Syukur
PAMARENDA : Public Administration and Government Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Edisi November
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP - Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/pamarenda.v4i2.28

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan potensi ekonomi petani sawah dalam membangun ketahanan pangan masyarakat di Desa Lambandia Kecamatan Lalembuu Kabupaten  Konawe Selatan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif untuk dapat menggambarkan data yang telah dianalisis secara komprehensif terkait potensi ekonomi petani sawah di Desa Lambandia. Melalui metode pengumpulan data dengan penentuan informan secara Purposive Sampling dan Snowballing dapat memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian. Dengan demikian teknik pengumpulan data melalui proses wawancara, observasi dan dokumentasi digunakan untuk dapat menjelaskan data-data yang diperoleh dan dianalisis hingga bisa menghasilkan sebuah kajian baru yang membahas tentang potensi ekonomi petani dalam membangun ketahanan pangan masyarakat lokal. Sesuai dengan hasil penelitian ini menunjukan bahwa potensi ekonomi petani sawah dalam membangun ketahanan pangan masyarakat lokal di Desa Lambandia dapat dilihat dari strategi petani dalam mengelola lahan pertaniannya dan cara menjaga produktivitas hasil panen agar tetap baik selama proses pertumbuhan. Menurut hasil wawancara, pengelolaan pertanian yang baik  dipengaruhi oleh penerapan sistem irigasi, penggunaan teknologi pertanian dan pemilihan benih padi yang memiliki kualitas tinggi. Dari hal ini disimpulkan bahwa potensi ekonomi petani sawah dalam membangun ketahanan pangan masyarakat lokal di Desa Lambandia terdapat pada pengelolaan pertanian yang baik dan berkualitas.
GAYA HIDUP PRIA METROSEKSUAL: pada 9 pria Metro seksual di Kota Kendari Raemon Raemon; Laxmi Laxmi; Riski Wildayanti
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 1 (2022): Volume 6, Nomor 1, Juni 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i1.1446

Abstract

Penelitianmini bertujuanmuntuk mengetahui bagaimana Gaya hidup pria metro seksual, mengapa memilih menjadi pria metro seksual dan bagaimana pandangan kaum perempuan terhadap pria metro seksual di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan teori Gaya hidup dari David Chaney. Dengan teknik purposive sampling, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitin lapangan (fieldwork) dengan menggunakan dua metode yaitu pengamatan terlibat (parciti pationob servation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian etnografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pria metro seksual di Kota Kendari memang melakukan perawatan seperti wanita, tetapi mereka termasuk pria hetero seksual. Para informan menjadi pria metro seksual karena pilihan dari masing-masing individu untuk tidak ketinggalan zaman, dan sebagai tuntutan pekerjaan, selain itu juga mereka nyaman menjadi metro seksual. Dalam penelitian ini juga terdapat pandangan parawanita yang berstatus teman, kerabat dan keluarga dari pria metro seksual. Pandangan wanita terhadap metro seksual cukup beranekaragam, ada yang menganggap bahwa pria metro seksual sesuatu hal yang kurang baik, dan ada juga yang menyukai pria metro seksual karena sesuai dengan kriterianya mencari pasangan dan hal menguntungkan buat para wanita yang memiliki pasangan yang rapi dalam berpakaian, wangi dan terawat sertamen jaga kebersihan. Parawanita menerima bahkan mendukung penuh seseorang menjadi pria metrosek sual dalam batas yang sewajarnya agar tidak mengurangi sisi maskulin seorang pria.
Dinamika Sosial Ekonomi Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Kawasan Pertambangan Dian Putri; Raemon Raemon; Laxmi Laxmi
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 6 No 2 (2022): Volume 6, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v6i2.1641

Abstract

This study uses Kingsley Davis Social Dynamics theory to solve problems in the field with the Ethnographic Method, data collection using observation techniques and in-depth interviews and purposive sampling informant selection techniques. Data were analyzed descriptively. This Nickel mining activity by PT NPM took experts on agricultural land belonging to the people of Matarape Village without the consent of the local community, the acquisition of agricultural land that reached 300 hectares made the farmers in Matarape Village suffer huge losses, not only losses, their economy also became paralyzed. In total, this is because the farmers can no longer produce cashew nuts as their source of income. The damage to agricultural land carried out by PT NMP triggered a conflict between the community and the PT NPM company, where the majority of people who work as farmers demanded compensation for the destruction and use of agricultural land which reached up to 300 hectares was used for road construction and mining activities of PT. This NPM also resulted in changes in the livelihoods of the people of Matarape Village
Ritual Pemakaman Turunan Bokeo di Kelurahan Silea Kecamatan Wundulako Kabupaten Kolaka Runni Yanti Mansur; Laxmi Laxmi
JURNAL KABANTI: Kerabat Antropologi Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/kabanti.v8i1.2725

Abstract

This study aims to determine the funeral ritual procession of Bokeo derivatives in Silea Village, Wundulako District, Kolaka Regency. This research uses Levi-Strauss (1958) Structural Theory Attitude of Relationship Between Relatives Elementally. The data collection technique used in this research is Snowball Sampling by conducting involved observation (observation participation) and in-depth interviews. this research is Qualitative research using Ethnographic research methods. The research shows that: first: when a bokeo descendant dies, several funeral ritual processes will be carried out, namely first; making a coffin from the trunk of an areca tree (pu'umbundi), second; wearing forty sarongs as a calendar (O'sawu), third; slaughtering buffaloes (To'ono Mogere) and fourth; funeral custom umbrella (O'pawu).
Memperkenalkan Ruang Publik Peninggalan Kota Lama Kendari di Kalangan Mahasiswa Baru Laxmi Laxmi; La Ode Aris; Zainal Zainal; Erens E Koodoh
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 2 (2021): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v1i2.2367

Abstract

This service was carried out with the aim of introducing the Old City's public spaces to new students. This service was carried out in Kendari City with the objects being public spaces in the old city. This service uses group discussion techniques with review and reflection methods on field findings. Apart from that, active and critical joint discussions were also held. Based on the results of this service, it can be seen that the old city has very high historical value and the old city is one of the most important factors in marking the growth and development of the city of Kendari as a port city, trading city and government city. The many public spaces that are part of the history of the city of Kendari to date can attract the attention of students to find out or study the history of the public spaces of the people around the old city of Kendari.
Akses Perempuan Pada Kebun Kelapa: Kajian Berspektif Feminisme Sosialis Laxmi; Fina Amalia Masri; Sitti Hermina; La Ode Aris; Zainal; I Subandrio
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1182

Abstract

Penelitian ini mengkaji akses perempuan dalam seluruh rangkaian proses produksi kopra di kepulauan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan, dengan menggunakan pendekatan feminisme sosialis sebagai kerangka analisis. Studi ini menemukan bahwa perempuan tidak hanya berperan dalam aktivitas domestik, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dalam setiap tahap produksi kopra, mulai dari pengupasan, pembelahan, pemotongan daging kelapa, hingga pemisahan tempurung dan pengemasan produk akhir. Adanya akses dan kontrol perempuan dalam proses ini telah terbukti tetap menjaga kualitas hasil produksi dan keberlanjutan ekonomi lokal. Meski demikian, temuan juga menunjukkan adanya ketidaksetaraan struktural, dimana kerja perempuan sering kali dipandang sebagai tugas tambahan dan kurang mendapatkan pengakuan ekonomi yang layak. Melalui perspektif feminisme sosialis, penelitian ini menyoroti bagaimana kapitalisme dan patriarki secara bersamaan menciptakan sistem yang mengatur akses perempuan. Studi ini merekomendasikan pentingnya penguatan posisi tawar perempuan melalui kelembagaan koperasi produksi berbasis komunitas serta peningkatan akses mereka maupun kontrol ekonomi. Dengan demikian, pemberdayaan perempuan dalam sektor produksi kopra diharapkan dapat memperbaiki kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lokal hingga penguatan kelembagaan.
Mitologi dan Sistem Penamaan Padi Ladang pada Masyarakat Tolaki: Pendekatan Etno-Ekologi terhadap Kearifan Lokal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara Zainal; Sarlan Adi Jaya; Laxmi; Erens Elvianus Koodoh; Abdul Jalil; Danial
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1738

Abstract

Penelitian ini mengkaji mitologi dan sistem penamaan padi ladang di kalangan masyarakat Tolaki yang tinggal di Desa Pamandati, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dengan pendekatan etno-ekologi. Dengan menggunakan metode etnografi, penelitian ini mengupas bagaimana mitologi berfungsi sebagai dasar kosmologis untuk praktik pertanian dan sistem pengetahuan tradisional dalam mengklasifikasikan varietas padi lokal. Hasil penelitian mengungkapkan dua temuan utama: Pertama, ada dua narasi mitologis yang saling melengkapi, yaitu mitologi tujuh anak Adam yang menghasilkan tiga jenis padi (putih, ketan, dan hitam) melalui konsep transformasi dan pengorbanan, serta mitologi padi dari pucuk bambu muda yang menekankan pentingnya kerjasama antarspesies antara manusia dan tikus. Kedua mitologi ini berfungsi sebagai charter myth yang memberikan legitimasi pada praktik pertanian dan identitas budaya Tolaki. Kedua, sistem klasifikasi etnobiologi mencakup 71 varietas padi ladang dengan sistem penamaan yang terstruktur berdasarkan enam kategori: asal geografis, karakteristik morfologi, analogi dengan organisme lain, sifat agronomi, nilai budaya, dan nama personal. Sistem penamaan ini berperan sebagai media penyimpanan pengetahuan ekologi tradisional yang menyimpan informasi tentang karakteristik, asal-usul, dan nilai budaya dari setiap varietas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman akan pentingnya integrasi pengetahuan tradisional dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati dan pelestarian warisan budaya lokal.
Pelatihan Bagi Pengrajin Pandai Besi di Pulau Binongko Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai Strategi Meningkatkan Bentuk dan Kualitas Produk Samdin Samdin; Alida Palilati; Sudirman Zaid; Laxmi Laxmi; Akifah Akifah; Wa Mirna; Rizky Nur Amalia; Muh. Reynaldi Ismail
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5411

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, Kabupaten Wakatobi, yang secara historis dikenal sebagai pusat keahlian pengrajin pandai besi di Sulawesi Tenggara. Tujuan utama kegiatan ini adalah: (1) mengidentifikasi dan melembagakan para pengrajin pandai besi di Pulau Binongko sehingga mereka memiliki struktur organisasi yang lebih kuat; (2) mengkolaborasikan peran para stakeholder, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha dalam upaya meningkatkan kapasitas kelembagaan pengrajin; serta (3) memfasilitasi penyediaan sarana dan prasarana kerja bagi para pengrajin melalui model kolaborasi berkelanjutan. Bahan dan metode: Metode pada pelaksanaan pengabdian ini yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan praktik langsung, peserta pelatihan mendapatkan pendampingan intensif mengenai teknik produksi, pengelolaan usaha, serta strategi meningkatkan kualitas produk. Pendekatan kolaboratif ini tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga mendorong semangat pemberdayaan masyarakat setempat agar tradisi dan keahlian asli di Pulau Binongko tetap lestari serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hasil: Program ini menghasilkan pemetaan lengkap terhadap keberadaan dan kebutuhan pengrajin pandai besi di Pulau Binongko, terbentuknya kelembagaan awal kelompok pengrajin, meningkatnya pengetahuan teknis mengenai peningkatan kualitas produk, serta tersedianya bantuan sarana penunjang berupa peralatan dasar pendukung produksi. Selain itu, kolaborasi antar stakeholder menunjukkan efektivitas dalam mempercepat penyediaan kebutuhan pengrajin dan membuka peluang pemasaran produk ke wilayah yang lebih luas. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berkontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas pengrajin pandai besi melalui penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan, serta penyediaan sarana produksi. Model kolaborasi berkelanjutan antar stakeholder terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk mendukung keberlanjutan usaha pengrajin serta melestarikan warisan budaya tempa khas Pulau Binongko.
Analisis Gender Pembuatan Minuman Tradisional Arak di Kelurahan Labuan Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara Nursati; La Ta Ena; Laxmi; Syahrun; Rahmat Sewa Soraya; Wa Ode Sifatu; La Aso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6899

Abstract

Analisis Gender Pembuatan Minuman Tradisional Arak di Kelurahan Labuan Kecamatan Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara
Pelatihan Penggunaan Media Online dalam Penjualan Parang dan Pisau Pada Pengrajin Besi Di Pulau Binongko Samdin; Alida Palilati; Sudirman; Laxmi; Akifah; Rizky Nur Amalia; Wa Mirna; Muh. Reynaldi Ismail
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): JULI-DESEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nh1w1t15

Abstract

This community service program aims to enhance the digital marketing capabilities of blacksmith artisans in Binongko Island, a region known for its traditional craftsmanship of parang and knives. Limited market access and reliance on conventional sales methods have hindered the optimization of their economic potential. Through structured training, participants were introduced to various online media platforms, including Facebook, Instagram, and TikTok, to promote and sell their products more effectively. The training emphasized practical skills such as basic product photography, content creation, caption writing, audience engagement, and marketplace utilization. Hands-on sessions enabled artisans to upload product photos, create promotional videos, and interact with potential buyers. The results indicate a significant improvement in digital literacy, confidence, and motivation among participants to apply online marketing strategies. This program is expected to broaden market reach, increase product sales, and strengthen the cultural branding of Binongko’s traditional blacksmithing through digital platforms.