Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Mandiri TOGA kepada Kader Puskesmas Mataraman Putra, Aditya Maulana Perdana; Wathan, Nashrul; Lingga, Herningtyas Nautika; Setiawan, Deni; Sari, Okta Muthia; Mardiati, Nurul; Akbar, Nabila Hadiah; Sari, Risa Purnama; Rizkiyah, Noor Annisa; Salsabila, Risma Zahra; Salwa, Helmina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i3.13245

Abstract

Pemanfaatan TOGA secara mandiri merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan TOGA. Kader memiliki peran dalam mendukung masyarakat dalam pengelolaan kebun TOGA di masing-masing daerah. Tujuan dari pengabdian adalah peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan TOGA secara mandiri pada kader Puskesmas Mataraman setelah pemberian edukasi. Pada tanggal 6 Agustus 2024, tim pengabdian memilih ceramah sebagai metode yang diterapkan dalam edukasi. Kegiatan ditargetkan bagi kader desa wilayah kerja Puskesmas Mataraman. Evaluasi edukasi, proses keenam ini dilakukan dengan memberikan kuesioner pengetahuan TOGA sebelum edukasi materi dan sesudah edukasi materi. Sebanyak 10 orang berhadir dalam kegiatan. Berdasarkan hasil pengabdian diperoleh rerata pengetahuan peserta sebelum edukasi materi sebesar 78 % ± 16,61. Adapun pengetahuan peserta sesudah edukasi materi sebesar 92 % ± 13,27. Tim pengabdian telah menyerahkan TOGA sebanyak 14 jenis tanaman obat kepada Puskesmas Mataraman. Berdasarkan hasil , pada kader di wilayah kerja Puskesmas Mataraman terjadi peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi tentang pemanfaatan TOGA mandiri.Kata Kunci: Apotek Hidup, Obat Herbal, Penggunaan Herbal, SosialisasiImplementing TOGA independently is a strategy to enhance community engagement in TOGA management. Cadres play a crucial role in assisting the community in the management of TOGA gardens in their respective areas. The objective of the service is to enhance the understanding and proficiency of the Mataraman Health Centre cadres in independently utilising TOGA, after the provision of education. On August 6, 2024, the educational team opted on lectures as the instructional approach. The activity was specifically aimed at village cadres who are part of the operating area of the Mataraman Health Centre. The evaluation of education involves administering a TOGA knowledge questionnaire. There were a total of 10 individuals who participated in the activity. The participants' average knowledge before the educational content was 78% ± 16.61 (standard deviation), as indicated by the service results. The participants' knowledge, after the educational material, reached a mean of 92% with a standard deviation of 13.27. The service team has delivered a total of 14 different varieties of medicinal plants. Ultimately, after delivering education on the independent use of TOGA, there was a discernible enhancement in the knowledge of the cadres within the working area of the Mataraman Health Centre.
Edukasi tentang Kecubung: Bahaya Tersembunyi di Balik Zat Adiktif yang Merusak Kesehatan Melindawati, Vina; Savitri, Riswandayani; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 3 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i3.13262

Abstract

Zat adiktif merupakan zat kimia yang memiliki efek spesifik terhadap susunan saraf sehingga dapat menimbulkan perubahan perilaku. Metabolit skunder dalam tanaman kecubung sering disalahgunakan sebagai zat adiktif yang pada kondisi berat dilaporkan dapat menyebabkan gagal napas. Promosi kesehatan yang efektif tentang bahaya kecubung menjadi sangat penting terutama pada kelompok rentan seperti remaja. Tujuan kegiatan ini untuk meberikan edukasi terkait bahaya zat adiktif dari kecubung bagi kesehatan. Kegiatan dilaksanakan pada hari senin, 29 Juli 2024 di ruang pertemuan SMAN 4 Banjarmasin pada pukul 09.00-11.00 WITA. Metode edukasi yang diberikan adalah ceramah dengan bantuan Powerpoint dan leaflet. Kegiatan dievaluasi melalui peningkatan nilai pretest dan postest. Kegiatan terlaksana dengan baik dan dihadiri oleh 29 siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pretest dari 79 menjadi 100. Siswa-siswi terlihat antusias dengan aktif bertanya selama diskusi. Hasil edukasi terkait bahaya zat adiktif dari kecubung dengan media Powerpoint dan leaflet berhasil meningkatkan pengetahuan siswa yang diharapkan dapat menjadi dasar perlindungan diri dari penyalahgunaan zat berbahaya. Kata Kunci: Zat adiktif, Kecubung, Remaja, LeafletAddictive substances are chemicals that have specific effects on the nervous system, so they can cause behavioral changes. People often misuse the secondary metabolites in datura plants as addictive substances, which can lead to respiratory failure in severe conditions. Effective health promotion about the dangers of datura is very important, especially for vulnerable groups such as adolescents. This activity aims to educate individuals about the health risks associated with addictive substances like datura. The activity took place in the meeting room of SMAN 4 Banjarmasin on Monday, July 29, 2024, from 09.00 to 11.00 WITA. A lecture using Powerpoint and leaflets served as the educational method. The activity was evaluated through an increase in pretest and posttest scores. The activity was carried out well and was attended by 29 students. The evaluation results showed an increase in the average pretest score from 79 to 100. During the discussion, the students appeared enthusiastic by actively asking questions. The use of Powerpoint and leaflet media to educate students about the dangers of addictive substances from Datura has increased their knowledge, paving the way for self-protection against the abuse of hazardous substances.
Promosi Kesehatan Tentang Kolesterol Kepada Masyarakat di Kegiatan Posyandu Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru Mulia, Mulia; Maryani, Henny; Sari, Okta Mutia; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 4 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i4.14162

Abstract

Salah satu penyebab gangguan kardiovaskular disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam jangka waktu lama. Masyarakat seing salah dalam memahami kolesterol, gejala kolesterol dan pengobatannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang kolesterol pada kegiatan posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sungai Ulin Banjarbaru. promosi kesehatan ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi langsung kepada masyarakat dengan bantuan leaflet dan banner. Leaflet yang dibuat memuat informasi terkait definisi kolesterol, gejala, penyebab, pantangan dan rekomendasi makanan serta golongan obat. Evaluasi promosi kesehatan menggunakan metode pretest dan posttest secara tertulis. Kegiatan promosi kesehatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 15 Juni 2024 di Posyandu Nor Hidayah dan dilakukan sekitar pukul 09.00-11.00 WITA. Hasil evaluasi pretest dan posttest pada 18 peserta menunjukkan penilaian rata-rata dari 43,28 menjadi 100. Kegiatan promosi kesehatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat yang mengikuti posyandu berdasarkan hasil evaluasi kegiatan. Kegiatan ini diharapkan mampu menambah wawasan peserta dalam memahami profil lipid sehingga mampu mengatur pola makan dan penanganan gangguan kolesterol. Kata Kunci: Kolesterol, Lipid, Posyandu, Leaflet  One of the causes of cardiovascular disorders is high cholesterol levels over a long period of time. People often misunderstand cholesterol, cholesterol symptoms, and its treatment. This activity aims to enhance the understanding of cholesterol through integrated health post-activities in the Sungai Ulin Banjarbaru Health Center work area. This health promotion is carried out by providing direct education to the community with the help of leaflets and banners. The leaflets provide information on cholesterol definition, symptoms, causes, prohibitions, and recommendations for food and drug groups. The evaluation of health promotion uses written pretest and posttest methods. The Nor Hidayah Integrated Health Post hosted this health promotion activity on Saturday, June 15, 2024, from 09.00 to 11.00 WITA. The results of the pretest and posttest evaluations on 18 participants showed an average score of 43.28 to 100. This health promotion activity has succeeded in increasing the understanding and knowledge of the community who attended the posyandu based on the results of the activity evaluation. This activity is expected to be able to increase participants' insight in understanding lipid profiles so that they are able to regulate diet and handle cholesterol disorders.
EFFECTIVENESS TEST OF OIL PALM LEAF EXTRACT (Elaeis guineensis Jacq.) AS A MOSQUITO BIOLARVACIDE Aedes aegypti Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Shindi, Muhammad Riki; Mahdi, Nur; Rinda, Ririn Purnama
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 11 No 1 (January-April 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v11i1.10275

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease that is transmitted by female mosquito species Aedes aegypti which has spread all over the world. Efforts to control the Aedes aegypti mosquito vector by using natural biolarvicides using oil palm leaf extract. The purpose of this study was to determine the effectiveness of oil palm leaf extract (Elaeis guineensis Jacq.) as a biolarvicide for the Aedes aegypti mosquito. This study employs 600 Aedes aegypti larvae in an experimental post-test only control group design. Concentrations of oil palm leaf extract (OPLE) ranging from 1000 to 4000 ppm, using temephos as a positive control and aquadest as a negative control. The mortality of Aedes aegypti larvae was calculated every 1 hour during the 48-hour observation period. SPSS was used to analyse data to determine the concentrations of LC90 and LT50. The results of this study indicate the probit analysis value (LC90) of Aedes aegypti larvae is 2190 ppm with time (LT50) the fastest concentration of killing 4000 ppm with a time of 37,183 hours. Based on the results of research, oil palm leaf extract (Elaeis guineensis Jacq.) has a biolarvicidal effect on the larvae of the third instar Aedes aegypti mosquito.
Kegiatan Pengabdian Di Desa Manurung Kalimantan Selatan Sebagai Desa Tenun dan Hilirisasi Produknya [Community Service Activities in Manurung Village, South Kalimantan, as a Weaving Village and Its Product Downstreaming] Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Sukmana, M. Laily Qadry; Yusri, Yusri; Febriani, Noor Rahmi; Khadijah, Nor; Ulfah, Nahdiati; Indriani, Erika; Rahmawati, Nanda Hesti; Jannah, Fathul
Indonesia Berdaya Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251291

Abstract

Abstract. This community service activity was conducted in Manurung Village, Kusan Tengah District, Tanah Bumbu Regency, South Kalimantan, known as a traditional weaving village. The main challenges faced by the community are limited skills in producing value-added derivative products and a lack of understanding of Intellectual Property Rights (IPR). The objective of this activity was to improve sewing skills for woven-based products, strengthen innovative designs with an IPR orientation, and encourage downstream product processing to increase economic value. The activity employed a participatory approach through training, mentoring, and evaluation involving two partner groups: the Mandiri Weaving Group and the Pagatan Weaving Generation Group. The results of the activity showed a significant increase in assets, skills, and income. The Mandiri Weaving Group recorded a 250% increase in sewing skills and a 97.1% increase in income, while the Pagatan Weaving Generation Group experienced a 62.6% increase in assets and a 132% increase in income. Other visible impacts included increased motivation, cross-generational involvement, and awareness of the importance of IPR protection. In conclusion, this community service activity successfully strengthened Manurung Village's position as a weaving village by combining cultural preservation and sustainable creative economic development. Abstrak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Manurung, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang dikenal sebagai desa penghasil tenun tradisional. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan keterampilan dalam menghasilkan produk turunan bernilai tambah serta minimnya pemahaman terkait Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan menjahit produk berbasis tenun, memperkuat desain inovatif dengan orientasi HKI, serta mendorong hilirisasi produk untuk memperbesar nilai ekonomi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang melibatkan dua kelompok mitra, yakni Kelompok Tenun Mandiri dan Kelompok Generasi Tenun Pagatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan aset, keterampilan, dan pendapatan secara signifikan. Kelompok Tenun Mandiri mencatat peningkatan keterampilan menjahit hingga 250% dan pendapatan 97,1%, sedangkan Kelompok Generasi Tenun Pagatan mengalami kenaikan aset sebesar 62,6% dan pendapatan hingga 132%. Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya motivasi, keterlibatan lintas generasi, serta kesadaran akan pentingnya perlindungan HKI. Kesimpulannya, kegiatan pengabdian ini berhasil memperkuat posisi Desa Manurung sebagai desa tenun dengan menggabungkan aspek pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Peningkatan Produktivitas Hortikultura Melalui Pembuatan dan Aplikasi Bioaktivator Pada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki Setiawan, Deni; Hadi, Samsul; Wathan, Nashrul; Mardiati, Nurul; Mahdi, Nur; Mahdi, Lukman; Aulia, Hilma; Sofa, Maida; Ulfah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v10i2.378

Abstract

Sektor hortikultura berperan penting dalam perekonomian Indonesia, namun produktivitasnya masih terhambat oleh penurunan kualitas tanah, biaya pupuk yang tinggi, serta rendahnya pemanfaatan teknologi ramah lingkungan. Kelompok (KWT) Sri Rejeki yang berada di Kota Banjarbaru menghadapi kendala serupa karena masih bergantung pada pupuk anorganik sehingga pendapatan bersih dapat berkurang hingga 20% karena peningkatan harga pupuk. Novelty program ini terletak pada pengembangan bioaktivator berbahan lokal yang mudah diperoleh di lingkungan KWT Sri Rejeki serta integrasi pelatihan teori dan praktik, mulai dari pembuatan dan fermentasi hingga penerapan langsung bioaktivator pada lahan hortikultura anggota KWT. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui penyuluhan dan pelatihan pembuatan serta aplikasi bioaktivator berbahan dasar limbah sayuran dan empon-empon. Kegiatan berlangsung pada 11 Juni–13 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang anggota KWT. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi permasalahan, koordinasi, persiapan, pelaksanaan praktik, serta pelaksanaan pre-test, post-test, dan observasi lapangan. Hasil kegiatan meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai awal 45% menjadi 82%, serta keterampilan 85% peserta dalam memproduksi bioaktivator cair secara mandiri. Aplikasi bioaktivator terbukti memperbaiki tekstur lahan, mendorong pertumbuhan tanaman, dan meminimalisir ketergantungan pada pupuk kimia. Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas petani terhadap teknologi bioaktivator, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pemanfaatan limbah organik.
Bioactive Compound Profiling of Ethyl Acetate Fraction from Oil Palm (Elaeis guineensis Jacq.) Leaves using Liquid Chromatography High Resolution Mass Spectrometry (LC-HRMS) Deni Setiawan; Samsul Hadi; Nur Mahdi; Nurul Mardiati; Normaidah; Nabila Hadiah Akbar; Muhammad Rasyid Ridha; Fitri Apriliany
Sinteza Vol. 5 No. 2 (2025): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v5i2.30147

Abstract

Oil palm leaves could yield various health benefits, potentially leading to innovative applications in natural remedies, supplements, and dietary products. Targeted extraction and sophisticated analytical methods have become necessary for investigating bioactive compounds in plant materials. The combination of liquid chromatography and high-resolution mass spectrometry (LC–HRMS) makes for a potent technique for analyzing a wide range of metabolites, allowing for the precise and sensitive identification of various plant compounds. This investigation aimed to examine the active compounds in the ethyl acetate fraction of Elaeis guineensis leaves using LC–HRMS to identify potential new avenues for drug research. The simplicia was extracted by completely immersing 500 g of granules in acetone for three days. The crude extract was fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and n-butanol solvents to separate components according to their polarity. The ethyl acetate part was analyzed using LC–HRMS with specific settings, including a temperature of 30°C and a gas flow rate of 11.01 L/min. The extract yield from dense oil palm leaves was 32.5 g, equivalent to 6.5%. Subsequently, the components were separated by fractionating the complete yield. The n-hexane fraction yield was 7.085 g or 21.83%, the ethyl acetate fraction yield was 3.38 g or 10.4%, the n-butanol fraction yield was 8.84 g or 27.2%, and the remaining fraction yield was 3.93 g or 12.1%. In conclusion, oil palm leaves are a prospective source of zingerol compounds, suggesting potential to be used as an alternative to rhizomes.
Edukasi Berbasis Video Animasi untuk Meningkatkan Ketepatan Penggunaan Suppositoria di Pelayanan Primer Maharani, Ni Ayu; Syarifuddin, Nur Indriyani; Setiawan, Deni; Mahdi, Nur; Hadi, Samsul; Mahdi, Lukman
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 4, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v4i1.18044

Abstract

Penggunaan obat yang rasional merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan kesehatan, termasuk pada penggunaan suppositoria yang masih sering salah dalam penggunaannya oleh pasien. Kurangnya pemahaman mengenai teknik penggunaan dan penyimpanan suppositoria dapat menurunkan efektivitas terapi serta menimbulkan ketidaknyamanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketepatan penggunaan suppositoria melalui edukasi menggunakan video animasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Rawat Inap Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dengan sasaran pasien dan atau keluarga pasien yang berkunjung ke Puskesmas. Metode yang digunakan adalah promosi kesehatan secara individu melalui pendekatan tatap muka yang didukung oleh video animasi edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari lima soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah intervensi edukatif, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 26 menjadi 98 pada nilai postest dan 90% responden memperoleh skor maksimal. Selain itu, responden menunjukkan partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa edukasi melalui video animasi efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penggunaan suppositoria. Media edukasi ini berpotensi untuk digunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi, Suppositoria, Penggunaan Obat Abstrakrasional, Puskesmas Onal drug use constitutes a crucial aspect of healthcare services, including the administration of suppositories, which are still frequently misused by patients. Inadequate understanding of proper techniques for the use and storage of suppositories may reduce therapeutic effectiveness and cause discomfort. This community service activity aimed to improve knowledge and the accuracy of suppository use through educational interventions utilizing animated videos. The program was conducted at the Inpatient Public Health Center Cempaka, Banjarbaru City, South Kalimantan, targeting patients and/or their family members visiting the health center. The method employed was individual health promotion through a face-to-face approach supported by an educational animated video. Evaluation was carried out using a pretest and posttest consisting of five multiple-choice questions to measure the participants’ improvement in knowledge. The results demonstrated a significant increase in knowledge following the educational intervention, with the mean pretest score improving from 26 to 98 in the posttest, and 90% of respondents achieving the maximum score. In addition, respondents showed active participation during the discussion and question-and-answer sessions. In conclusion, education delivered through animated videos was effective in enhancing understanding and knowledge regarding the proper use of suppositories. This educational medium has strong potential for sustainable implementation as a health promotion tool in primary healthcare facilities.
Co-Authors Achyadi, Ryan Ahmad Nazar Winarto Akbar, Nabila Hadiah Andi Sultang AS Apriyanti, Anna Aulia Rahmah Aulia, Hilma Azhara, Desiya Ramayanti Chatarina Umbul Wahyuni Dewi Kartika Dian Kusuma Putra Dindin Hiayatul Mursyidin Dinna Fitria Kumala Elita Fitriah Endah Puwarastuti Fajar Firdaus, Fajar Fathul Jannah, Fathul Faturakhim, Faturakhim Febriani, Noor Rahmi Fery Ramadhan Fitri Apriliany Fitria Handayani Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hakim, Ade Syarif Hayatun Izma Herningtyas Nautika Lingga Ika Nuriama Septiana Sari Indriani, Erika Khadijah, Nor Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Liling tryasmono Liling Tryasmono Maharani, Ni Ayu Mahdi, Lukman Maryani, Henny Melindawati, Vina Muhammad Firman Akbar Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Syihab Setia Budi Mulia, Radha Eka Muliani, Putri Sari Nabila Hadiah Akbar Nadya Novani Nadya Rahmi Nashrul Wathan Nastiti, Kunti Nazrin Wahidi Nisa Handayani Noor Rizkiyah Normaidah Noval Noval Noval Noval Nur Indriyani Syarifuddin, Nur Indriyani Nur Mahdi Nur Mahdi Nur Meina Anjeli Nurul Mardiati Nurul Mardiati Nurul Mardiati Nurul Savira Fahira Okta Muthia Sari Okta Sari, Okta Pratiwi, Desy Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Indah Pebriani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafiah Anggianingrum Rahmadina, Nazwa Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rezka Fajar Ramadhan Ridho Hairil Herdin Prasetyo Rinda, Ririn Purnama Risye Hendry Rizka Aulia Norsafitri Salsabila, Risma Zahra Salwa, Helmina Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Sandi, Dita Ayulia Dwi Sari, Okta Mutia Sari, Risa Purnama Savitri, Riswandayani Shindi, Muhammad Riki Siti Bahzah Sofa, Maida Solly Aryza Sukmana, M. Laily Qadry Ulfah Ulfah, Nahdiati Viogenta, Pratika Wijaya, Eka Setya Wilda Maulida Nur Fatimatuzzahra Yudhi Ahmad Nazari Yusri Yusri Yusri Yusri