Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Sosialisasi Batas Penggunaan Obat Atau Beyond Use Date (BUD) di Apotek Kimia Farma 188 Rafiah Anggianingrum; Rezka Fajar Ramadhan; Samsul Hadi; Deni Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 1, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v1i4.10362

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat setelah diracik atau disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka atau rusak. Menggunakan obat yang sudah melewati BUD atau ED-nya berarti menggunakan obat yang stabilitasnya tidak lagi terjamin. Penetapan waktu dan pencantuman BUD di Indonesia masih belum diatur dalam regulasi tersendiri. Apoteker memiliki tanggung jawab profesional untuk menyampaikan Informasi terkait BUD. Kegiatan ini merupakan upaya promotive yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang batas penggunaan obat yang baik dan benar, serta masih aman untuk digunakan. Kegiatan dilaksanakan di apotek Kimia Farma 188 S Parman Banjarmasin pada periode Agustus hingga September menggunakan metode ceramah. Penyampaian informasi dilakukan kepada sekelompok atau setiap individu yang berkunjung secara langsung dengan alat bantu leaflet. Kegiatan diawali dengan menggali pengetahuan tentang BUD (Beyond Use Date) dilanjutkan dengan pemberian materi dan leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan postest. Sebagian besar peserta (92,3%) tidak mengetahui definisi BUD. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rerata postest 97,7%. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas informasi BUD dan peserta menjadi agen of change yang menyampaikan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Kata Kunci: Beyond Use Date, Promotif, Agen of Change, Leaflet Beyond Use Date (BUD) is the time limit for use of a drug after it has been formulated or prepared or after the primary packaging has been opened or damaged. Using a drug that has passed its BUD or ED means using a drug whose stability is no longer guaranteed. The timing and inclusion of BUD in Indonesia is still not regulated in a separate regulation. Pharmacists have a professional responsibility to convey information related to BUD. This activity is a promotive effort which aims to increase public knowledge and behavior regarding the limits of good and correct use of drugs, which are still safe to use. Activities were carried out at Kimia Farma 188 S Parman Banjarmasin pharmacy from August to September using the lecture method. Delivery of information is carried out to a group or each individual who visits directly using leaflets. The activity began by exploring knowledge about BUD (Beyond Use Date) followed by providing materials and leaflets. Evaluation of activities is carried out using posttest. Most participants (92.3%) did not know the definition of BUD. The educational results show a significant increase in knowledge with a posttest average of 97.7%. It is hoped that this activity can expand BUD information and participants become agents of change who convey information to families and the surrounding community.
Pendampingan Pengolahan Nira Pohon Nipah dalam Diversifikasi usaha GKN bersujud Tanahbumbu pada Program Kosabangsa Samsul Hadi; Liling tryasmono; Gunawan Gunawan; Deni Setiawan; Kunti Nastiti; Noval Noval; Yusri Yusri; Eka Setya Wijaya
Indonesia Berdaya Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024704

Abstract

Nipah, sebuah tumbuhan yang dapat tumbuh pada daerah payau sampai dengan daerah mangrove, juga daerah pasang-surut laut. Nipah termasuk dalam genus palm yang dapat menghasilkan nira yang manis. Melihat potensi itu maka pangabdian ini dilakukan, dengan tujuan melakukan diversifikasi usaha GKN, menggunakan bahan baku nira dari sadapan tanaman nipah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah kegiatan observasi, analisis, pelatihan dan pengarahan. Hasil dari pendampingan ini adalah peningkatan ilmu pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan anggota GKN bersujud berkaitan dengan pengalahan nira dari pohon nipah untuk menjadi gula rendah kalori. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah anggota GKN bersujud mendapatkan pengeetahuan baru dan ketrampilan dalam melihat potensi yang ada disekitarnya berkaitan dengan keberadaan pohon nipah.
Kegiatan Pendampingan Pembuatan Teh Herbal Bawang Dayak (E.bulbosa), Sungkai (P.canescens) Limpasu (B.lancolata) di GKN, Tanah Bumbu dengan Pendekatan CPOTB Samsul Hadi; Liling Tryasmono; Deni Setiawan; Gunawan Gunawan; Kunti Nastiti; Noval Noval; Yusri Yusri
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v1i4.550

Abstract

During the outbreak of SARCOV-2 cases, the search for alternative treatments increased, especially from nature. So that materials from nature get the highest position. In Indonesia, this natural ingredient is known as Jamu. However, use in society is still very simple without any supervision from various security aspects. Therefore, the aim of this activity is to socialize about CPOTB and practice directly the process of making traditional medicine. The methods used in this activity are presentation, discussion, pretest-posttest and practice of making herbal tea. The result of this activity is an increase in the understanding of the community who are members of the GKN prostrations related to CPOTB, this can be seen in the increase in pretest and posttest scores, besides that there is an increase in the ability of GKN members in making traditional medicinal preparations specifically herbal teas, another thing is an increase in ability GKN members in knowing and using traditional medicine making equipment. The conclusion of this activity is that the Kosabangsa activity program carried out in collaboration with UNISM and ULM, has succeeded in making Bawang Dayak, Sungkai and Limsu tea which fulfills the elements of CPOTB.
Penyampaian Informasi Pada Pasien Wanita Tentang Pemakaian dan Penyimpanan Obat Intravaginal di Salah Satu Puskesmas Banjarmasin Achyadi, Ryan; Muliani, Putri Sari; Muthia, Okta; Setiawan, Deni; Hakim, Ade Syarif
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat Vol 1, No 4 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jppkm.v1i4.4179

Abstract

Infections in the female reproductive system are prevalent among women of reproductive age every year. These infections can lead to cervical cancer and infertility. There are two types of infections in the female reproductive system: sexually transmitted infections and infections caused by the abnormal growth of normal flora, known as vaginitis. The objective of this activity is to enhance the knowledge of female patients regarding the use of intravaginal medications in the Gadang Hanyar Community Health Center environment.The activity took place on Tuesday, April 29, 2023, at the Gadang Hanyar Community Health Center. Education was provided through lectures and the distribution of leaflets to participants. There was an improvement in participants' knowledge regarding the use of intravaginal medications. This is evident from the increase in the average pretest score (before education) from 56.66 to 82.5 for the average posttest score (after education). The health promotion regarding the use of intravaginal medications successfully enhanced respondents' knowledge about the correct usage and storage of intravaginal medications
Kampanye Resistensi Antibiotik di RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Azhara, Desiya Ramayanti; Kartika, Dewi; Faturakhim, Faturakhim; Hadi, Samsul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i1.10143

Abstract

Antibiotik sering diartikan sebagai sebuah substansi yang digunakan untuk melawan mikroba, bersinonim dengan antimikroba. Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang kebal terhadap pengobatan mengakibatkan bertambah lamanya seseorang menderita suatu penyakit, meningkatnya resiko kematian dan semakin lamanya masa rawat inap. Perlu dilakukannya promosi kesehatan terkait resistensi antibiotik untuk membuat masyarakat lebih waspada terkait penggunaannya. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan informasi dan pengetahuan terkait resistensi antibiotik yang sering terjadi di kalangan masyarakat. Sasaran dari kegiatan promosi kesehatan ini yaitu pasien di Depo Rawat Jalan RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin. Kegiatan diawali dengan pretest untuk menggali pengetahuan dasar pasien. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi melalui media leaflet dan Power Point yang ditampilkan melalui televisi ruang tunggu. Kegiatan diakhiri dengan diskusi dan postest. Seluruh responden mendapatkan nilai postest sempurna yang menandakan materi dapat dipahami dengan baik. Kata Kunci: Antibiotik, Resistensi, Antimikroba, Leaflet Antibiotics are often interpreted as a substance used to fight microbes, synonymous with antimicrobials. Infectious diseases caused by bacteria that are resistant to treatment result in an increase in the length of time a person suffers from an illness, an increased risk of death and an increase in the length of stay. it is necessary to do health promotion related to antibiotic resistance to make people more aware of their use. The purpose of this activity is to provide information and knowledge related to antibiotic resistance that often occurs in the community. The target of this health promotion activity is patients at the Outpatient Depot of Sultan Suriansyah Hospital, Banjarmasin. The activity begins with a pretest to explore the patient's basic knowledge. The activity continued with the delivery of material through the media of leaflets and Power Point which was displayed on the waiting room television. The activity ended with a discussion and posttest. All respondents get a perfect posttest score which indicates the material can be understood properly.
Edukasi Pencegahan dan Pengobatan Maag serta Tukak Lambung di Apotek Kimia Farma Achyadi, Ryan; Firdaus, Fajar; Hadi, Samsul; Setiawan, Deni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 2, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v2i2.12333

Abstract

Asam lambung yang diproduksi secara berlebihan dapat memicu gangguan lambung seperti maag dan tukak lambung. Banyak hal yang dapat memicu peningkatan asam lambung seperti penggunaan obat, stres, dan infeksi bakteri. Penanganan maag dan tukak lambung memerlukan pemilihan obat yang tepat dan pengaturan pola makan serta gaya hidup. Penyampaian Pengetahuan, Informasi, dan Edukasi (KIE) dapat memberikan informasi mengenai perubahan gaya hidup yang dapat membantu mengelola kondisi ini dan mencegah kekambuhan serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih parah. Kegiatan ini merupakan upaya promotive yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang perbedaan, penyebab, gejala, cara pencegahan dan cara pengobatan maag dan tukak lambung. Kegiatan dilaksanakan di apotek Kimia Farma 111 Banjarbaru pada periode Agustus hingga September 2023 menggunakan metode ceramah dengan alat bantu leaflet. Penyampaian informasi dilakukan kepada sekelompok atau setiap individu yang berkunjung secara langsung. Kegiatan diawali dengan menggali pengetahuan tentang maag dan tukak lambung dilanjutkan dengan pemberian materi dan leaflet. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan postest. Hasil edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan dengan rerata pretest 77,7 dan nilai postest menjadi 98,7%. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas informasi tentang penanganan maag dan tukak lambung dan peserta menjadi agen yang mampu menyampaikan informasi kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Kata Kunci: Maag, Tukak Lambung, Edukasi, Leaflet   Hypersecretion of gastric acid can precipitate gastric disorders such as gastric ulcers and peptic ulcers. Various factors can elicit an elevation in gastric acid production, including the consumption of drugs, heightened stress levels, and bacterial infections. Managing stomach ulcers and gastric ulcers necessitates selecting appropriate medication and making necessary adjustments to one's diet and lifestyle. The delivery of Knowledge, Information, and Education (KIE) can offer insights into lifestyle modifications that can effectively manage this condition, prevent its recurrence, and minimise the likelihood of more severe complications. This activity is a promotional endeavour that seeks to enhance public awareness and conduct regarding the distinctions, origins, indications, preventive measures, and treatment options for stomach ulcers and gastric ulcers. The activity was conducted at Kimia Farma 111 Banjarbaru pharmacy from August to September 2023, utilising the lecture method in conjunction with leaflet tools. Information is delivered either to a group or to each individual who visits in person. The activity commenced with an examination of information pertaining to stomach ulcers, followed by the distribution of materials and leaflets. Activities are evaluated using a posttest. The educational outcomes demonstrate a substantial improvement in knowledge, with an initial average score of 77.7 on the pretest and a posttest score of 98.7%. The aim of this activity is to increase knowledge about the treatment of stomach ulcers and empower participants to effectively communicate this information to families and the community.
Antioxidant Activities of Various Fraction Levels of Kaik Kaik (Uruparia Multiflora K.Schum. & Lauterb): indonesia Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Nastiti, Kunti
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 9 No. 3 (2024): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v9i3.291

Abstract

Borneo has abundant biodiversity, especially regarding medicinal plants. One of the plants used in traditional medicine by the Dayak tribe in Kalimantan is kaik-kaik (Uncaria cordata (Lour.) Merr.), so research is needed to evaluate the activity of this plant. One of the methods used to assess its medicinal properties is through its antioxidant activity. This research aimed to test the antioxidant activity of various fractions derived from U. cordata stems. The study began with ethanol extraction followed by fractionation using n-hexane, ethyl acetate, and distilled water. The extracts and fractions obtained were then tested for antioxidant activity using the DPPH radical capture method. The results indicated that the n-hexane fraction, with a yield of 0.69%, contains terpenoids/steroids, alkaloids, and flavonoids; the ethyl acetate fraction, with a yield of 1.453%, contains alkaloids and flavonoids; and the distilled water fraction, with a yield of 4.832%, contains saponins, tannins, alkaloids, phenols, and flavonoids. The n-hexane, ethyl acetate, and distilled water fractions exhibited antioxidant capacity with IC₅₀ values of 138.39 ± 0.3777 ppm, 48.51 ± 0.056 ppm, and 36.31 ± 0.111 ppm, respectively. This research concluded that the distilled water fraction was the most active and is classified as a very strong antioxidant.
Pemberdayaan Desa Manurung Sebagai Sentra Tenun Kaliman Selatan menggunakan ATBM Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Ramadani, Rizka Aulia; Rahmadina, Nazwa; Febriani, Noor Rahmi; Khadijah, Nor; Sukma, M. Laily Qadry; Yusri, Yusri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024946

Abstract

Tenun merupakan karya manusia bernilai estetika dan memuat simbol dengan berbagai makna yang dituangkan ke dalam bentuk helaian kain berbahan dasar benang, dibuat dengan proses yang lama melalui cara menyatukan benang pakan melintang secara berulang-ulang. Salah satu sentra desa tenun di Kalimantan Selatan adalah Desa Manurung. Tehnik tenun yang dilakukan di Desa ini menggunakan tehnik gedog. Salah satu kelemahan tehnik gedog yaitu untuk memproduksi 1 kain dengan ukuran 2 meter diperlukan waktu satu bulan. Sehingga diperlukan tehnik lain untuk mempercepat produksi kain tenun. Salah satu tehnik tenun yang sederhana adalah menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin.  Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dengan Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Masyarakat; Perencanaan Program Pelatihan ATBM; Pelaksanaan Pelatihan; Pelatihan Managerial. Hasil dari kegiatan ini adalah ketertarikan generasi muda berjumlah dua belas orang untuk mempelajari menenun menggunakan ATBM, dari dua belas orang yang terampil menggunakan ATBM lima orang, sehingga di Desa manurung yang terampil menggunakan ATBM delapan orang. Berdasarkan pelatihan managerial terdata aset Mitra 1 sebesar Rp 159.500.000,- dan Mitra II sebesar Rp 15.900.000,-. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian berupa pelatihan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin dan managerial terhadap Mitra 1 dan Mitra 2 dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam hal tehnik menenun dan managerial dapat menjadi peluang pekerjaanAbstract. Tenun is a human work that has aesthetic value and contains symbols with various meanings that are poured into the form of strands of cloth made from yarn, made with a long process by repeatedly uniting the weft threads across. One of the centers of weaving villages in South Kalimantan is Manurung Village. The Tenun technique used in this village uses the gedog technique. One of the weaknesses of the gedog technique is that it takes one month to produce 1 cloth measuring 2 meters. So other techniques are needed to speed up the production of woven fabrics. One of the simple Tenun techniques is using Alat Tenun Bukan Mesin. The community service method used begins with Identifying Community Needs and Potential; ATBM Training Program Planning; Training Implementation; Managerial Training. The result of this activity is the interest of the young generation totaling twelve people to learn to weave using ATBM, of the twelve people who are skilled at using ATBM five people, so that in Manurung Village eight people are skilled at using ATBM. Based on the managerial training, the assets of Partner 1 were recorded at IDR 159,500,000 and Partner II at IDR 15,900,000. Conclusion Community Service Activities in the form of training on the use of Alat Tenun Bukan Mesin and managerial for Partners 1 and 2 can improve the knowledge and skills of partners in terms of tenun techniques and managerial can be a job opportunity
Pengenalan Simplisia dan Pelatihan Pembuatan Teh Celup Telang dan Bawang Dayak Bagi Kader Puskesmas Mataraman Sari, Okta; Setiawan, Deni; Putra, Aditya Maulana Perdana; Wathan, Nashrul; Mardiati, Nurul; Lingga, Herningtyas Nautika; Akbar, Nabila Hadiah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v9i2.270

Abstract

Using traditional medicinal plants to create health products like herbal medicines and tea bags is one way to improve health. Telang (Clitoria ternatea) and Dayak Onion (Eleutherine bulbosa) are two types of plants that have great potential in the world of health, but their use has not been optimal. The purpose of this service is to improve the knowledge of Mataraman Health Centre cadres in the processing of herbal medicines and the utilisation of TOGA. At the Mataraman Health Center, community service has been conducted. The implementation of activities aimed at providing education on the introduction of herbal medicines using leaflets. Training is being conducted to process dry herbal medicines, utilize medicinal plants, and create tea bags. Evaluation of activities is carried out through pretests and posttests. A total of 10 cadres from Mataraman Health Centre participated in this activity. After receiving the education, the average level of knowledge among the participants increased to 84%. The use of herbal plants as herbal medicines can inspire the community to develop and preserve the potential of traditional medicinal plants. We hope that this activity will serve as a foundational step, providing cadres with valuable insights to develop herbal medicines.
Analisis Ketepatan Resep Obat Berdasarkan Formularium Nasional pada Pasien Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Pelaihari Rahmah, Aulia; Pratiwi, Desy; Putri, Indah Pebriani; Mulia, Radha Eka; Sari, Okta Muthia; Rahmatullah, Satrio Wibowo; Setiawan, Deni; Apriyanti, Anna
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 10 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v10i2.8477

Abstract

The National Formulary serves as a tool for controlling the quality of drug use in healthcare facilities. In accordance with the National Hospital Service Quality Indicators, drug prescriptions must follow the guidelines set by the National Formulary, which is continuously updated, including the 2020 edition. This study aims to calculate the percentage of prescription accuracy based on the restrictions outlined in the 2020 National Formulary for outpatients. This retrospective study was conducted at Pelaihari General Hospital. The study population included all outpatient prescriptions issued during October 2022 that met the inclusion criteria. Prescription accuracy was analyzed by referring to the 2020 National Formulary. The results showed that 80.91% of prescribed medications were in accordance with the 2020 National Formulary. The average accuracy of prescriptions based on the restrictions in the 2020 National Formulary was 99.79%, with 99.84% accuracy in indication restrictions and 99.75% accuracy in prescriber authority restrictions.
Co-Authors Achyadi, Ryan Ahmad Nazar Winarto Akbar, Nabila Hadiah Andi Sultang AS Apriyanti, Anna Aulia Rahmah Aulia, Hilma Azhara, Desiya Ramayanti Chatarina Umbul Wahyuni Dewi Kartika Dian Kusuma Putra Dindin Hiayatul Mursyidin Dinna Fitria Kumala Elita Fitriah Endah Puwarastuti Fajar Firdaus, Fajar Fathul Jannah, Fathul Faturakhim, Faturakhim Febriani, Noor Rahmi Fery Ramadhan Fitri Apriliany Fitria Handayani Gunawan Gunawan Gunawan Gunawan Hakim, Ade Syarif Hayatun Izma Herningtyas Nautika Lingga Ika Nuriama Septiana Sari Indriani, Erika Khadijah, Nor Kunti Nastiti Kunti Nastiti Kunti Nastiti Liling Tryasmono Liling tryasmono Maharani, Ni Ayu Mahdi, Lukman Maryani, Henny Melindawati, Vina Muhammad Firman Akbar Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Syihab Setia Budi Mulia, Radha Eka Muliani, Putri Sari Nabila Hadiah Akbar Nadya Novani Nadya Rahmi Nashrul Wathan Nastiti, Kunti Nazrin Wahidi Nisa Handayani Noor Rizkiyah Normaidah Noval Noval Noval Noval Nur Indriyani Syarifuddin, Nur Indriyani Nur Mahdi Nur Mahdi Nur Meina Anjeli Nurul Mardiati Nurul Mardiati Nurul Mardiati Nurul Savira Fahira Okta Muthia Sari Okta Sari, Okta Pratiwi, Desy Putra, Aditya Maulana Perdana Putri, Indah Pebriani Raden Mohamad Herdian Bhakti Rafiah Anggianingrum Rahmadina, Nazwa Rahmatullah, Satrio Wibowo Rahmawati, Nanda Hesti Ramadani, Rizka aulia Rezka Fajar Ramadhan Ridho Hairil Herdin Prasetyo Rinda, Ririn Purnama Risye Hendry Rizka Aulia Norsafitri Salsabila, Risma Zahra Salwa, Helmina Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Samsul Hadi Sandi, Dita Ayulia Dwi Sari, Okta Mutia Sari, Risa Purnama Savitri, Riswandayani Shindi, Muhammad Riki Siti Bahzah Sofa, Maida Solly Aryza Sukmana, M. Laily Qadry Ulfah Ulfah, Nahdiati Viogenta, Pratika Wijaya, Eka Setya Wilda Maulida Nur Fatimatuzzahra Yudhi Ahmad Nazari Yusri Yusri Yusri Yusri