Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pushover Pier Flyover Bridge di Jakarta Jalun Tn. Abang - Kp. Melayu Yosafat Aji Pranata; Nathan Madutujuh
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v8i1.1355

Abstract

Struktur flyover bridge di Jakarta jalur Tanah Abang – Kampung Melayu menggunakan pier beton bertulang dengan material beton bertulang mutu K-500 dan baja mutu BJTD-40 (ulir), BJTD-24 (polos). Portal mempunyai variasi bentuk dan ketinggian yaitu pier dengan ketinggian bervariasi 6,5-12,5 meter, pier dengan bresing-X untuk ketinggian diatas 13,5 meter, pier tiang tunggal berbentuk Y dengan ketinggian 9,3 meter, dan portal besar bentang 24 meter dengan beton prategang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan desain review pier flyover bridge dengan menggunakan perangkat lunak SANSPRO. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai daktilitas aktual struktur pier, maka dilakukan analisis statik nonlinier (pushover) dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Struktur pier didesain dengan menggunakan tingkat daktilitas terbatas. Hasil analisis memperlihatkan bahwa peralihan struktur pier untuk model biasa dan bresing-X berkisar antara 6,53-40,21 mm dan drift berkisar antara 0,111%-0,192%, sedangkan untuk pier Y peralihan berkisar antara 3,2-3,6 mm dan drift berkisar antara 0,05%-0,12%. Hasil analisis pushover memperlihatkan bahwa daktilitas aktual struktur pier biasa dan bresing-X berkisar antara 1,39-6,67, sedangkan untuk pier Y berkisar antara 5,57-7,64.
Studi Pendahuluan Simulasi Numerikal Metode Elemen Hingga Linier Sambungan Balik-Kolom Baja Tipe Clip-Angle Yonathan Aditya Santoso; Noek Sulandari; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v8i2.1362

Abstract

Penggunaan struktur baja yang dapat di terapkan dalam lapangan adalah untuk pembangunan baja,gudang atap suatu gedung atau sekolah, sebagai rangka konstruksi suatu jembatan dan konstruksipengeboran lepas pantai. Sambungan balok ke kolom dapat di klasifikasikan menjadi sambungankaku, sambungan geser sederhana, sambungan semi kaku. Metode Elemen Hingga (Finite ElementMethod) adalah suatu metode numerik dengan tujuan memperoleh pemecahan pendekatan darisuatu persamaan diferensial parsial (Partial Differential Equation). Tujuan dari penelitian iniadalah mempelajari simulasi numerik metode elemen hingga dengan perangkat lunak komputeruntuk studi kasus sambungan balok ke kolom, Membandingkan hasil simulasi numerik metodeelemen hingga dengan hasil eksperimental dari Hu et.al.. Dari hasil simulasi numerikal dapatdiperoleh informasi mengenai slip pada baut, yaitu 0,0411 mm (untuk beban 200000 N).Mengingat toleransi lubang baut adalah 2 mm maka slip ini terjadi masih dalam rentang celahantara lubang baut dengan permukaan baut. Kesimpulannya sambungannya kaku. Pada beban200000 N ( beban batas Proposional), lendutan pada balok yang terjadi adalah sebesar 1,056 mm(batasan ijin 1,99 mm). Artinya pada rentang beban elastik, lendutan yang terjadi masih memenuhibatasan ijin. Simulasi numerikal dengan perangkat lunak ADINA mempunyai manfaat yaitu, dapatdigunakan untuk mengetahui besarnya slip pada sambungan.
Perancangan Perangkat Lunak Perencanaan Sambungan Kayu Berdasarkan SNI 7973-2013 dengan Alat Sambung Baut Michael Wijaya; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1389

Abstract

Desain sambungan memegang peranan yang sama pentingnya dengan desain struktur, khususnyauntuk material kayu. Konstruksi kayu terdiri dari sangat banyak sambungan kayu. Perhitunganmanual sambungan kayu menjadi kurang efisien. Belum banyak aplikasi yang beredar untukmenunjang perhitungan sambungan kayu. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi yang dapatmenunjang perhitungan sambungan kayu. Aplikasi perhitungan sambungan kayu dibuat lebihspesifik ? hanya untuk alat sambung baut ? untuk membatasi permasalahan yang ada. Aplikasidibuat sesuai dengan peraturan konstruksi kayu terbaru di Indonesia, SNI 7973-2013. Dalammerancang aplikasi, digunakan pendekatan melalui desain ERD dan DFD. Bahasa pemogramanyang digunakan adalah Java dengan basis data MySql. Hasil penelitian menunjukan bahwa telahberhasil dibuat aplikasi yang mampu menunjang perhitungan sambungan kayu, khususnya diIndonesia.
Studi Eksperimental dan ANalitis Sambungan Batang Tarik Tipe Kegagalan Geser Baut Noek Sulandari; Roi Milyardi; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1430

Abstract

Sambungan baut pada batang tarik baja memiliki kapasitas dengan macam-macam tipekegagalan. Kapasitas sambungan baut pada batang tarik baja dapat ditentukan melalui analisiskapasitas dan kegagalan sambungan. Pada analisis kapasitas dan kegagalan sambungan batangtarik baja, kapasitas sambungan batang tarik baja yang ditentukan dihasilkan berdasarkan banyakparameter struktur diantaranya profil dan mutu batang tarik, tebal dan mutu pelat penyambung,dan juga tebal dan mutu baut sambungan. Kapasitas sambungan batang tarik baja hasil analisiskapasitas dan kegagalan sambungan seringkali memiliki nilai yang lebih rendah dari kapasitassambungan dalam kondisi riil. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kapasitas sambunganbatang tarik profil siku 30x30x3mm bermutu BJ-37 disambung dengan pelat mutu BJ-37 tebal3mm dan baut penyambung diameter 8 mm dengan mutu A307 melalui studi analisis kapasitas dankegagalan dan studi eksperimental dengan tipe kegagalan geser. Pada studi analisis kapasitas dankegagalan sambungan batang tarik baja diperoleh kapasitas sambungan sebesar 18,9 kN dengantipe kegagalan geser. Pada studi eksperimental dilakukan pengujian tarik sambungan baja batangtarik dengan 3 buah benda uji, didapatkan nilai rata-rata kapasitas ultimit sebesar 22,63 kN danmengalami kegagalan geser baut pada ketiga benda uji. Kesimpulan yang dapat diambil daripenelitian ini adalah baik hasil perhitungan secara analitis dan pengujian eksperimental dilaboratorium menunjukkan trend yang baik dan sama. Benda uji didesain berdasarkan perhitungananalitis untuk mengalami kegagalan geser pada baut, hasil pengujian eksperimental untuk 3 (tiga)benda uji seluruhnya menunjukkan pola kegagalan geser baut. Kekuatan nominal tarik rencana(Rn) dari hasil studi analitis dengan beban ultimit hasil studi eksperimental memiliki perbedaansebesar 16,48 % dengan hasil eksperimental lebih tinggi. Melalui penelitian ini diharapkan dapatmenjadi media pembelajaran untuk mengetahui salah satu jenis kegagalan pada sambungan batangtarik yaitu kegagalan geser baut, memperoleh gambaran perbandingan hasil perhitungan analtisyang mengacu pada standar perencanaan yang berlaku serta hasil pengujian eksperimental dilaboratorium
STUDI STUDI KAJIAN PERILAKU BANGUNAN GEDUNG KAYU BERTINGKAT RENDAH DENGAN ANALISIS TIME HISTORY Bernardinus Herbudiman; Syafarina Nurmah Rialita; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v16i2.2833

Abstract

Hotel dirancang menyerupai rumah panggung yang merupakan rumah khas bagi masyarakat Bugis-Makassar. Material struktur yang dipilih adalah kayu Libung karena ringan, dan fleksibel. Struktur bangunan dimodelkan menjadi Model 1 (konvensional) dan Model 2 (link). Beban gempa menggunakan analisis riwayat waktu. Analisis riwayat waktu dengan empat beban gempa referensi yang diskalakan dapat digunakan untuk memberikan gambaran gaya lateral yang bekerja pada bangunan. Struktur kayu tersebut dievaluasi terhadap parameter gaya geser dasar, simpangan antarlantai, dan taraf kinerja struktur. Taraf kinerja struktur mengacu pada ATC-40 yang ditentukan dari rasio maximum total roof displacement terhadap ketinggian struktur. Model struktur dengan link memiliki nilai periode lebih besar daripada struktur model konvensional, karena memiliki kekakuan sambungan balok-kolom yang lebih rendah. Model struktur dengan link memiliki gaya geser dasar akibat gempa lebih rendah, namun simpangannya lebih besar. Nilai rasio maximum drift terhadap tinggi total struktur akibat empat gempa yang ditinjau memiliki nilai rasio lebih kecil 0,010 sehingga taraf kinerja struktur adalah immediate occupancy.
Studi Analitis dan Eksperimental Mekanisme Slip-Kritis Sambungan Struktural Baut Baja Noek Sulandari; Yosafat Aji Pranata; Anang Kristianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5755

Abstract

Indonesia's geographical location makes Indonesia as a country prone to earthquake risks, both tectonic as well as volcanic. The Indonesian National Standard (SNI) 1729:2015 requires bolt connections for steel buildings with a height of more than 38 m must use high-strength bolts (HSB) with pre-tensioning. Snug-tight and pre-tensioned bolted connections are physically no different. Differences will occur when the connection is loaded, namely for pre-tensioned joints, where slip between the plates being joined as a result of the bolt hole size being larger than the bolt diameter will occur when the slip limit strength is exceeded. This study aims to observe the strength and behavior of pre-tensioned bolted joints with increasing loads. The analysis was carried out according to SNI 1729:2015, with data validation through experimental tests using BJ37 plate specimens loaded with concentric axial tension. The connection uses a HSB-A325 M12 standard hole with class A surface preparation. Pre-tension bolts are applied by turn-of-nut. The test results show that the strength of the slip limit (Pslip) is 37.998 kN; this value is 5.7% higher than the analytical result of 35.94 kN. After reaching the slip limit strength, the connection can still accept the load with the bearing force transfer mechanism and reach the connection limit strength (Pu) of 50.197 kN, 32% exceeding the slip limit strength. Turn-of-nut, one of the methods recommended by SNI 1729:2015, is a fairly simple method for pre-tensioning because no special additional tools are required and the required minimum pre-tensioning force can be met by achieving Pslip experimental results not lower than the results of the analysis.
INVESTIGASI DAN MITIGASI STRUKTUR BANGUNAN SEKOLAH AKIBAT GEMPA BUMI CIANJUR Kristianto, Anang; Wiyono, Daud R; Setiawan, Deni; Suhendra, Andrias; Pranata, Yosafat Aji
Servirisma Vol. 3 No. 2 (2023): Servirisma : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Duta Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21460/servirisma.2023.32.56

Abstract

Earthquakes are unexpected natural disasters that can cause severe damage to buildings, especially those not compliant with standards. The construction of educational facilities, in this case, school buildings in Indonesian territory located in earthquake-prone areas, needs special attention. The Cianjur earthquake that occurred in 2022 resulted in damage to several school buildings in the affected area. The Community Service activities in this article investigate 9 Junior High School buildings and 5 Elementary School buildings in the Cianjur Regency area that experienced minor to severe damage that must be immediately repaired or strengthened. Community service in cooperation with the Cianjur regional government's educational institutions and school personnel impacted by the earthquake. The results of the visual investigation of the school building show damage from moderate to severe levels and require immediate action, considering that Cianjur has a high earthquake risk. Repairs and strengthening can be carried out according to the damage level, starting from adding new columns for beams that experience excessive deflection due to dimensions that do not meet the requirements or adding reinforcement using FRP. Columns with dimensions that do not meet the requirements, dimensions can be added even if there is no significant damage visually during the investigation.
Study of the Effect of Grain Angle on the Compressive Strength of Red Meranti Timber (Shorea spp.) Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Novi, Novi
Wood Research Journal Vol 15, No 1 (2024): WOOD RESEARCH JOURNAL
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2024.15.1.1-7

Abstract

The compressive strength of timber is the main parameter in designing truss system, for instance timber bridges, building roof, or column in buildings. In term of design of compression structural components according to the SNI 7973:2013, the corrected compression design value is a calculation of compressive strength parameters and correction factors, for example, wet service factors, temperature factors, column stability factors, and others. Timber as an orthotropic material has three main directions, therefore the angle of the timber grain has an influence on compressive strength. This research aims to study the effect of timber grain’s angle on the compressive strength of Red Meranti wood (Shorea spp.) and develop an empirical equation to calculate the compressive strength of timber with the influence of the wood grain’s angle. The test specimens were made based on the primary method reference for compression test namely 50mm x 50mm x 200mm (parallel to the grain type), according to ASTM D143-22 for test specimens with variations in fiber direction, namely 0°, 10°, 20° and 30°. Meanwhile, test objects with variations in fiber direction, namely 60°, 70°, 80° and 90°, were made the sizes of 50mm x 50mm x 150mm (perpendicular to the grain type). Testings were carried out using a Universal Testing Machine with test speed according to ASTM D143-22. All test objects were made in dry conditions (moisture content ranging from 14% to 16%). The conclusion obtained from this research are an empirical equation for calculating the compressive strength of Red Meranti timber with a predictor is the timber grain’s angle, which are FCY = 14.01 – 0.119θ + 0.000042θ2 (in term of yield of proportional point) and FCU = 29.82 – 0.417θ + 0.0018θ2 (in term of peak or ultimate point). This equation provides benefits for academics and practitioners, especially in designing compression structural components especially with compression value as the main parameter.
Modulus Penampang Elastik Balok Kayu Jabon Glulam Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Darmawan, Aan
Jurnal Permukiman Vol 15 No 1 (2020)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2020.15.34-42

Abstract

Modulus penampang elastik balok merupakan salah satu parameter yang berkaitan dengan kekuatan dan kekakuan balok, secara khusus berhubungan dengan momen inersia penampang. Modulus penampang elastik balok kayu utuh (solid) tidak sama dengan balok kayu laminasi untuk studi kasus balok dengan ukuran penampang sama, hal ini dikarenakan momen inersia penampang balok laminasi perhitungannya berbeda dengan balok utuh akibat adanya slip antar lamina pada saat beban bekerja serta besarnya modulus elastisitas yang tidak sama pada setiap lamina, sehingga perilaku lentur balok menjadi satu kesatuan dalam kaitannya dengan kekuatan balok. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari modulus penampang elastik balok kayu laminasi lem (glulam). Ruang lingkup penelitian yaitu benda uji balok terbuat dari kayu Jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) ukuran penampang 60x160 mm, jumlah lamina 4 (empat), sistem laminasi menggunakan lem super adhesive, pengujian lentur menggunakan metode four-point loading test, perilaku lentur yang ditinjau adalah kekuatan lentur, modulus penampang elastik, dan rasio daktilitas balok. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa modulus penampang elastik dan tegangan lentur balok kayu laminasi lem lebih rendah dibandingkan balok kayu utuh dengan rasio sebesar 0,54, serta rasio daktilitas balok kayu laminasi diperoleh sebesar 1,28 sehingga termasuk dalam kriteria daktilitas terbatas. Hasil pengujian mengindikasikan bahwa kegagalan balok kayu laminasi lem adalah berupa kegagalan lentur. Parameter modulus penampang elastik balok kayu laminasi berguna untuk desain komponen struktur balok pada bangunan khususnya pada perhitungan kekuatan balok dan kekakuan balok sebagai persyaratan serviceability.
Study of the Effect of Grain Angle on the Compressive Strength of Red Meranti Timber (Shorea spp.) Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Novi, Novi
Wood Research Journal Vol 15, No 1 (2024): WOOD RESEARCH JOURNAL
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2024.15.1.1-7

Abstract

The compressive strength of timber is the main parameter in designing truss system, for instance timber bridges, building roof, or column in buildings. In term of design of compression structural components according to the SNI 7973:2013, the corrected compression design value is a calculation of compressive strength parameters and correction factors, for example, wet service factors, temperature factors, column stability factors, and others. Timber as an orthotropic material has three main directions, therefore the angle of the timber grain has an influence on compressive strength. This research aims to study the effect of timber grain’s angle on the compressive strength of Red Meranti wood (Shorea spp.) and develop an empirical equation to calculate the compressive strength of timber with the influence of the wood grain’s angle. The test specimens were made based on the primary method reference for compression test namely 50mm x 50mm x 200mm (parallel to the grain type), according to ASTM D143-22 for test specimens with variations in fiber direction, namely 0°, 10°, 20° and 30°. Meanwhile, test objects with variations in fiber direction, namely 60°, 70°, 80° and 90°, were made the sizes of 50mm x 50mm x 150mm (perpendicular to the grain type). Testings were carried out using a Universal Testing Machine with test speed according to ASTM D143-22. All test objects were made in dry conditions (moisture content ranging from 14% to 16%). The conclusion obtained from this research are an empirical equation for calculating the compressive strength of Red Meranti timber with a predictor is the timber grain’s angle, which are FCY = 14.01 – 0.119θ + 0.000042θ2 (in term of yield of proportional point) and FCU = 29.82 – 0.417θ + 0.0018θ2 (in term of peak or ultimate point). This equation provides benefits for academics and practitioners, especially in designing compression structural components especially with compression value as the main parameter.
Co-Authors AAN DARMAWAN Alfatama, Jasen Anang Kristianto Andrias Suhendra Nugraha Ary Dharmawan Bambang Suryoatmono Bas Boys, Maher Salal Hesy Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman, Bernardinus Boys, Salal Hesy Bas Calvien Haryanto Chandra, Jonathan Daud R. Wiyono Daud Rahmat Wiyono Dedi Hadian Delima Delima Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deni Setiawan Deni Setiawan Dharmawan, Ary Elty Sarvia Fadlillah Ariani Suroso Faraz Haiatul Maknun Frisda, Tani Gaol, Ricky Fransiskus Lumban Ginardy Husada Hagiyanto, Sofhie Angela Hanny Juliani Dani Hartono, Sutantra Hendry Wong Hutasoit, Aldi Febri Iswandi Imran Jimmy Agustian Loekito Jimmy Agustian Loekito Johannes Adhijoso Tjondro Johnny Rakhman Kevin Tjahyadi Keysie Chelsie Shidney Rapar Laia, Viencent Cheristian Lehman, Andrew Sebastian Loekito, Jimmy Agustian Maknun1, Faraz Haiatul Maria Christine Sutandi Markus Tanubrata Marvin Chandra Wijaya Michael Wijaya Muhammad Rusli Nathan Madutujuh Noek Sulandari Noek Sulandari Noek Sulandari Noek Sulandari Novi Novi Novi Soesilo Novie Theresia Br. Pasaribu Olga Catherina Pattipawaej Pin Panji Yapinus, Pin Panji Prasodjo, Kaira Jesusa Pricillia Sofyan Tanuwijaya Riko Arlando Saragih Robby Yussac Tallar Roi Milyardi Roky Surono Saputra, Yonathan Adi Saudila, Aulia Jessica Semuil Tjiharjadi Shidney Rapar, Keysie Chelsie Simanta, Djoni Soesilo, Novi Sugianto, Joesack Renaldi Suhanda, Felix Suhendar, Prabu Mandvi Hafiz Anjar Suroso, Fadlillah Ariani Syafarina Nurmah Rialita Verena Bernadetta C. N Viencent Cheristian Laia Wiyono, Daud R Wiyono, Daud Rahmat Yonathan Aditya Santoso Yunizar Yunizar