Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pushover Pier Flyover Bridge di Jakarta Jalun Tn. Abang - Kp. Melayu Yosafat Aji Pranata; Nathan Madutujuh
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v8i1.1355

Abstract

Struktur flyover bridge di Jakarta jalur Tanah Abang – Kampung Melayu menggunakan pier beton bertulang dengan material beton bertulang mutu K-500 dan baja mutu BJTD-40 (ulir), BJTD-24 (polos). Portal mempunyai variasi bentuk dan ketinggian yaitu pier dengan ketinggian bervariasi 6,5-12,5 meter, pier dengan bresing-X untuk ketinggian diatas 13,5 meter, pier tiang tunggal berbentuk Y dengan ketinggian 9,3 meter, dan portal besar bentang 24 meter dengan beton prategang. Tujuan penelitian ini adalah melakukan desain review pier flyover bridge dengan menggunakan perangkat lunak SANSPRO. Selanjutnya untuk mendapatkan nilai daktilitas aktual struktur pier, maka dilakukan analisis statik nonlinier (pushover) dengan menggunakan perangkat lunak SAP2000. Struktur pier didesain dengan menggunakan tingkat daktilitas terbatas. Hasil analisis memperlihatkan bahwa peralihan struktur pier untuk model biasa dan bresing-X berkisar antara 6,53-40,21 mm dan drift berkisar antara 0,111%-0,192%, sedangkan untuk pier Y peralihan berkisar antara 3,2-3,6 mm dan drift berkisar antara 0,05%-0,12%. Hasil analisis pushover memperlihatkan bahwa daktilitas aktual struktur pier biasa dan bresing-X berkisar antara 1,39-6,67, sedangkan untuk pier Y berkisar antara 5,57-7,64.
Studi Pendahuluan Simulasi Numerikal Metode Elemen Hingga Linier Sambungan Balik-Kolom Baja Tipe Clip-Angle Yonathan Aditya Santoso; Noek Sulandari; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 2 (2012): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v8i2.1362

Abstract

Penggunaan struktur baja yang dapat di terapkan dalam lapangan adalah untuk pembangunan baja,gudang atap suatu gedung atau sekolah, sebagai rangka konstruksi suatu jembatan dan konstruksipengeboran lepas pantai. Sambungan balok ke kolom dapat di klasifikasikan menjadi sambungankaku, sambungan geser sederhana, sambungan semi kaku. Metode Elemen Hingga (Finite ElementMethod) adalah suatu metode numerik dengan tujuan memperoleh pemecahan pendekatan darisuatu persamaan diferensial parsial (Partial Differential Equation). Tujuan dari penelitian iniadalah mempelajari simulasi numerik metode elemen hingga dengan perangkat lunak komputeruntuk studi kasus sambungan balok ke kolom, Membandingkan hasil simulasi numerik metodeelemen hingga dengan hasil eksperimental dari Hu et.al.. Dari hasil simulasi numerikal dapatdiperoleh informasi mengenai slip pada baut, yaitu 0,0411 mm (untuk beban 200000 N).Mengingat toleransi lubang baut adalah 2 mm maka slip ini terjadi masih dalam rentang celahantara lubang baut dengan permukaan baut. Kesimpulannya sambungannya kaku. Pada beban200000 N ( beban batas Proposional), lendutan pada balok yang terjadi adalah sebesar 1,056 mm(batasan ijin 1,99 mm). Artinya pada rentang beban elastik, lendutan yang terjadi masih memenuhibatasan ijin. Simulasi numerikal dengan perangkat lunak ADINA mempunyai manfaat yaitu, dapatdigunakan untuk mengetahui besarnya slip pada sambungan.
Perancangan Perangkat Lunak Perencanaan Sambungan Kayu Berdasarkan SNI 7973-2013 dengan Alat Sambung Baut Michael Wijaya; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 10 No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v10i2.1389

Abstract

Desain sambungan memegang peranan yang sama pentingnya dengan desain struktur, khususnyauntuk material kayu. Konstruksi kayu terdiri dari sangat banyak sambungan kayu. Perhitunganmanual sambungan kayu menjadi kurang efisien. Belum banyak aplikasi yang beredar untukmenunjang perhitungan sambungan kayu. Oleh karena itu, diperlukan aplikasi yang dapatmenunjang perhitungan sambungan kayu. Aplikasi perhitungan sambungan kayu dibuat lebihspesifik ? hanya untuk alat sambung baut ? untuk membatasi permasalahan yang ada. Aplikasidibuat sesuai dengan peraturan konstruksi kayu terbaru di Indonesia, SNI 7973-2013. Dalammerancang aplikasi, digunakan pendekatan melalui desain ERD dan DFD. Bahasa pemogramanyang digunakan adalah Java dengan basis data MySql. Hasil penelitian menunjukan bahwa telahberhasil dibuat aplikasi yang mampu menunjang perhitungan sambungan kayu, khususnya diIndonesia.
Studi Eksperimental dan ANalitis Sambungan Batang Tarik Tipe Kegagalan Geser Baut Noek Sulandari; Roi Milyardi; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2017): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v13i1.1430

Abstract

Sambungan baut pada batang tarik baja memiliki kapasitas dengan macam-macam tipekegagalan. Kapasitas sambungan baut pada batang tarik baja dapat ditentukan melalui analisiskapasitas dan kegagalan sambungan. Pada analisis kapasitas dan kegagalan sambungan batangtarik baja, kapasitas sambungan batang tarik baja yang ditentukan dihasilkan berdasarkan banyakparameter struktur diantaranya profil dan mutu batang tarik, tebal dan mutu pelat penyambung,dan juga tebal dan mutu baut sambungan. Kapasitas sambungan batang tarik baja hasil analisiskapasitas dan kegagalan sambungan seringkali memiliki nilai yang lebih rendah dari kapasitassambungan dalam kondisi riil. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan kapasitas sambunganbatang tarik profil siku 30x30x3mm bermutu BJ-37 disambung dengan pelat mutu BJ-37 tebal3mm dan baut penyambung diameter 8 mm dengan mutu A307 melalui studi analisis kapasitas dankegagalan dan studi eksperimental dengan tipe kegagalan geser. Pada studi analisis kapasitas dankegagalan sambungan batang tarik baja diperoleh kapasitas sambungan sebesar 18,9 kN dengantipe kegagalan geser. Pada studi eksperimental dilakukan pengujian tarik sambungan baja batangtarik dengan 3 buah benda uji, didapatkan nilai rata-rata kapasitas ultimit sebesar 22,63 kN danmengalami kegagalan geser baut pada ketiga benda uji. Kesimpulan yang dapat diambil daripenelitian ini adalah baik hasil perhitungan secara analitis dan pengujian eksperimental dilaboratorium menunjukkan trend yang baik dan sama. Benda uji didesain berdasarkan perhitungananalitis untuk mengalami kegagalan geser pada baut, hasil pengujian eksperimental untuk 3 (tiga)benda uji seluruhnya menunjukkan pola kegagalan geser baut. Kekuatan nominal tarik rencana(Rn) dari hasil studi analitis dengan beban ultimit hasil studi eksperimental memiliki perbedaansebesar 16,48 % dengan hasil eksperimental lebih tinggi. Melalui penelitian ini diharapkan dapatmenjadi media pembelajaran untuk mengetahui salah satu jenis kegagalan pada sambungan batangtarik yaitu kegagalan geser baut, memperoleh gambaran perbandingan hasil perhitungan analtisyang mengacu pada standar perencanaan yang berlaku serta hasil pengujian eksperimental dilaboratorium
STUDI STUDI KAJIAN PERILAKU BANGUNAN GEDUNG KAYU BERTINGKAT RENDAH DENGAN ANALISIS TIME HISTORY Bernardinus Herbudiman; Syafarina Nurmah Rialita; Yosafat Aji Pranata
Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v16i2.2833

Abstract

Hotel dirancang menyerupai rumah panggung yang merupakan rumah khas bagi masyarakat Bugis-Makassar. Material struktur yang dipilih adalah kayu Libung karena ringan, dan fleksibel. Struktur bangunan dimodelkan menjadi Model 1 (konvensional) dan Model 2 (link). Beban gempa menggunakan analisis riwayat waktu. Analisis riwayat waktu dengan empat beban gempa referensi yang diskalakan dapat digunakan untuk memberikan gambaran gaya lateral yang bekerja pada bangunan. Struktur kayu tersebut dievaluasi terhadap parameter gaya geser dasar, simpangan antarlantai, dan taraf kinerja struktur. Taraf kinerja struktur mengacu pada ATC-40 yang ditentukan dari rasio maximum total roof displacement terhadap ketinggian struktur. Model struktur dengan link memiliki nilai periode lebih besar daripada struktur model konvensional, karena memiliki kekakuan sambungan balok-kolom yang lebih rendah. Model struktur dengan link memiliki gaya geser dasar akibat gempa lebih rendah, namun simpangannya lebih besar. Nilai rasio maximum drift terhadap tinggi total struktur akibat empat gempa yang ditinjau memiliki nilai rasio lebih kecil 0,010 sehingga taraf kinerja struktur adalah immediate occupancy.
Studi Analitis dan Eksperimental Mekanisme Slip-Kritis Sambungan Struktural Baut Baja Noek Sulandari; Yosafat Aji Pranata; Anang Kristianto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v19i1.5755

Abstract

Indonesia's geographical location makes Indonesia as a country prone to earthquake risks, both tectonic as well as volcanic. The Indonesian National Standard (SNI) 1729:2015 requires bolt connections for steel buildings with a height of more than 38 m must use high-strength bolts (HSB) with pre-tensioning. Snug-tight and pre-tensioned bolted connections are physically no different. Differences will occur when the connection is loaded, namely for pre-tensioned joints, where slip between the plates being joined as a result of the bolt hole size being larger than the bolt diameter will occur when the slip limit strength is exceeded. This study aims to observe the strength and behavior of pre-tensioned bolted joints with increasing loads. The analysis was carried out according to SNI 1729:2015, with data validation through experimental tests using BJ37 plate specimens loaded with concentric axial tension. The connection uses a HSB-A325 M12 standard hole with class A surface preparation. Pre-tension bolts are applied by turn-of-nut. The test results show that the strength of the slip limit (Pslip) is 37.998 kN; this value is 5.7% higher than the analytical result of 35.94 kN. After reaching the slip limit strength, the connection can still accept the load with the bearing force transfer mechanism and reach the connection limit strength (Pu) of 50.197 kN, 32% exceeding the slip limit strength. Turn-of-nut, one of the methods recommended by SNI 1729:2015, is a fairly simple method for pre-tensioning because no special additional tools are required and the required minimum pre-tensioning force can be met by achieving Pslip experimental results not lower than the results of the analysis.
Study of the Effect of Grain Angle on the Compressive Strength of Red Meranti Timber (Shorea spp.) Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Novi, Novi
Wood Research Journal Vol 15, No 1 (2024): WOOD RESEARCH JOURNAL
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2024.15.1.1-7

Abstract

The compressive strength of timber is the main parameter in designing truss system, for instance timber bridges, building roof, or column in buildings. In term of design of compression structural components according to the SNI 7973:2013, the corrected compression design value is a calculation of compressive strength parameters and correction factors, for example, wet service factors, temperature factors, column stability factors, and others. Timber as an orthotropic material has three main directions, therefore the angle of the timber grain has an influence on compressive strength. This research aims to study the effect of timber grain’s angle on the compressive strength of Red Meranti wood (Shorea spp.) and develop an empirical equation to calculate the compressive strength of timber with the influence of the wood grain’s angle. The test specimens were made based on the primary method reference for compression test namely 50mm x 50mm x 200mm (parallel to the grain type), according to ASTM D143-22 for test specimens with variations in fiber direction, namely 0°, 10°, 20° and 30°. Meanwhile, test objects with variations in fiber direction, namely 60°, 70°, 80° and 90°, were made the sizes of 50mm x 50mm x 150mm (perpendicular to the grain type). Testings were carried out using a Universal Testing Machine with test speed according to ASTM D143-22. All test objects were made in dry conditions (moisture content ranging from 14% to 16%). The conclusion obtained from this research are an empirical equation for calculating the compressive strength of Red Meranti timber with a predictor is the timber grain’s angle, which are FCY = 14.01 – 0.119θ + 0.000042θ2 (in term of yield of proportional point) and FCU = 29.82 – 0.417θ + 0.0018θ2 (in term of peak or ultimate point). This equation provides benefits for academics and practitioners, especially in designing compression structural components especially with compression value as the main parameter.
Study of the Effect of Grain Angle on the Compressive Strength of Red Meranti Timber (Shorea spp.) Pranata, Yosafat Aji; Kristianto, Anang; Novi, Novi
Wood Research Journal Vol 15, No 1 (2024): WOOD RESEARCH JOURNAL
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/wrj.2024.15.1.1-7

Abstract

The compressive strength of timber is the main parameter in designing truss system, for instance timber bridges, building roof, or column in buildings. In term of design of compression structural components according to the SNI 7973:2013, the corrected compression design value is a calculation of compressive strength parameters and correction factors, for example, wet service factors, temperature factors, column stability factors, and others. Timber as an orthotropic material has three main directions, therefore the angle of the timber grain has an influence on compressive strength. This research aims to study the effect of timber grain’s angle on the compressive strength of Red Meranti wood (Shorea spp.) and develop an empirical equation to calculate the compressive strength of timber with the influence of the wood grain’s angle. The test specimens were made based on the primary method reference for compression test namely 50mm x 50mm x 200mm (parallel to the grain type), according to ASTM D143-22 for test specimens with variations in fiber direction, namely 0°, 10°, 20° and 30°. Meanwhile, test objects with variations in fiber direction, namely 60°, 70°, 80° and 90°, were made the sizes of 50mm x 50mm x 150mm (perpendicular to the grain type). Testings were carried out using a Universal Testing Machine with test speed according to ASTM D143-22. All test objects were made in dry conditions (moisture content ranging from 14% to 16%). The conclusion obtained from this research are an empirical equation for calculating the compressive strength of Red Meranti timber with a predictor is the timber grain’s angle, which are FCY = 14.01 – 0.119θ + 0.000042θ2 (in term of yield of proportional point) and FCU = 29.82 – 0.417θ + 0.0018θ2 (in term of peak or ultimate point). This equation provides benefits for academics and practitioners, especially in designing compression structural components especially with compression value as the main parameter.
Model Kurva Bilinier Tegangan-Regangan Lentur, Tekan Sejajar Serat, dan Tekan Tegaklurus Serat Kayu Simalambuo (Lophopetalum sp.) Pranata, Yosafat Aji; Frisda, Tani; Novi, Novi; Hagiyanto, Sofhie Angela
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1: Maret 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i1.11

Abstract

ABSTRAKKayu Simalambuo (Lophopetalum sp.) dari Nias banyak dipergunakan sebagai bahan baku kayu untuk membuat bangunan kayu dengan fungsi untuk tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan mendapatkan model kurva tegangan-regangan kayu Simalambuo (Lophopetalum sp.). Ruang lingkup penelitian yaitu kurva tegangan-regangan kayu yang dipelajari adalah sifat mekanika lentur dan tekan (sejajar serat dan tegaklurus serat kayu). Data sifat mekanika kayu diperoleh dari penelitian sebelumnya yaitu pengujian destruktif mengacu standar ASTM D143 dengan metode primer, dengan bahan baku kayu berasal dari Pulau Nias. Hasil penelitian yaitu model kurva tegangan-regangan lentur, tekan arah sejajar serat, dan tekan arah tegaklurus serat memberikan kontribusi bagi praktisi dan akademisi dalam perencanaan bangunan kayu tahan gempa. Model kurva bilinier tegangan-regangan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi untuk analisis elastik maupun inelastik bangunan gedung kayu.Kata kunci: sifat mekanika, simalambuo, nias, eksperimental, bangunan ABSTRACTSimalambuo wood (Lophopetalum sp.) from Nias is widely used as wood raw material to make wooden buildings with residential functions. This research aims to obtain a curve model of the stress-strain of Simalambuo wood (Lophopetalum sp.). The scope of the research is the stress-strain curve of wood are the mechanical properties of flexural and compressive (parallel to the grain and perpendicular to the grain). Data on the mechanical properties of wood was obtained from previous research, namely destructive testing referring to the ASTM D143 standard using the primary method, with wood raw materials originating from Nias Island. The results of the research, namely the curve model of the stress-strain in term of bending, compression parallel to the grain, and compression perpendicular to the grain provide a contribution to practitioners and academics in design of earthquake-resistant wooden buildings. The bilinear stress-strain curve model resulting from this research can be a reference for elastic and inelastic analysis of wooden buildings.Keywords: mechanical properties, simalambuo, nias, experimental, building 
Program Kemitraan Masyarakat untuk Meningkatkan Ketercapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Melalui Perbaikan Trotoar di Universitas Kristen Maranatha Olga Catherina Pattipawaej; Robby Yussac Tallar; Yosafat Aji Pranata; Daud Rahmat Wiyono; Anang Kristianto; Maria Christine Sutandi
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1151

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah menyediakan trotoar yang aman, nyaman, dan dapat diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas dengan tongkat. Metode yang dilakukan terdiri dari inspeksi, evaluasi, rencana perbaikan, persiapan, perbaikan, dan pembersihan. Kendala yang terjadi dalam proses perbaikan trotoar adalah faktor cuaca, masalah teknis, koordinasi dengan pihak terkait, dan masalah anggaran. Namun, dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait, kendala dapat diatasi untuk mencapai tujuan perbaikan trotoar yang optimal. Pihak-pihak yang terlibat dalam perbaikan trotoar terdiri dari dua petugas Sumber Daya Air dan Bina Marga Pemerintah Kota Bandung dan dibantu oleh 10 pekerja dari PT Duta Dianinda Pratama. Sebelum perbaikan trotoar dilakukan, sering terjadi musibah pada pejalan kaki setiap bulannya. Namun, setelah dilakukan perbaikan trotoar dengan menambahkan jalur pemandu, angka kecelakaan pejalan kaki dapat diturunkan sampai tidak ada musibah yang dialami pejalan kaki. Perbaikan trotoar juga membawa dampak positif bagi masyarakat dalam hal peningkatan aksesibilitas bagi pejalan kaki yang memiliki gangguan mobilitas dan efisiensi penggunaan anggaran. Proses keberlanjutan selanjutnya berfokus pada pemeliharaan fasilitas pejalan kaki yang aman dan nyaman. Tanggung jawab pemeliharaan fasilitas tersebut adalah semua pihak termasuk pengguna trotoar itu sendiri. Pemangku kepentingan dalam perbaikan trotoar adalah pemerintah dan masyarakat. Dukungan masyarakat terhadap perlindungan dan pemeliharaan fasilitas trotoar sangat penting, karena pemerintah akan kesulitan untuk memelihara fasilitas tersebut tanpa dukungan masyarakat. Community Partnership Program to Improve Achievement of Sustainable Development Goals through Pavement Improvements at Maranatha Christian University The objective of this community service is to provide safe, comfortable, and accessible sidewalks for all, including people with disabilities who use walking aids. The methods used consist of inspection, evaluation, repair planning, preparation, repair, and cleaning. The challenges encountered during the sidewalk repair process are weather factors, technical problems, coordination with relevant parties, and budget issues. However, with careful planning and good coordination among the parties involved, obstacles can be overcome to achieve optimal sidewalk repair goals. The parties involved in sidewalk repair consist of two officers from the Water Resources and Public Works Department of the Bandung City Government, assisted by ten workers from PT Duta Dianinda Pratama. Before the sidewalk repair was carried out, pedestrian accidents occurred frequently every month. However, after repairing the sidewalks by adding guide paths, the number of pedestrian accidents could be reduced to zero. Sidewalk repairs also have a positive impact on the community, in terms of improving accessibility for pedestrians with mobility impairments and efficient use of funds. The next sustainability process focuses on maintaining safe and comfortable pedestrian facilities. The responsibility for maintaining these facilities lies with all parties, including sidewalk users themselves. Stakeholders involved in sidewalk repair are the government and the community. Community support for the protection and maintenance of sidewalk facilities is crucial because the government will find it difficult to maintain these facilities without community support.
Co-Authors AAN DARMAWAN Adi Kurniawan Sutanto Amos Setiadi Anang Kristianto Anang Kristianto Andrias Suhendra Ary Dharmawan Bambang Suryoatmono Bas Boys, Maher Salal Hesy Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman, Bernardinus Calvien Haryanto Chandra, Jonathan Cindrawaty Lesmana Daud R Wiyono Daud R. Wiyono Daud Rahmat Wiyono Dedi Hadian Delima Delima Deni Setiawan Deni Setiawan Deni Setiawan Deni Setiawan DENI SETIAWAN Dharmawan, Ary Elty Sarvia Fadlillah Ariani Suroso Faraz Haiatul Maknun Faraz Haiatul Maknun1 Frisda, Tani Ginardy Husada Hagiyanto, Sofhie Angela Hanny Juliani Dani Hendry Wong Hutasoit, Aldi Febri Iswandi Imran Jasen Alfatama Jimmy Agustian Loekito Jimmy Agustian Loekito Joesack Renaldi Sugianto Joesack Renaldi Sugianto Joesack Renaldi Sugianto Johannes Adhijoso Tjondro Johnny Rakhman Joshua Sianturi Kaira Jesusa Prasodjo Kaira Jesusa Prasodjo Kevin Tjahyadi Keysie Chelsie Shidney Rapar Keysie Chelsie Shidney Rapar Lehman, Andrew Sebastian Loekito, Jimmy Agustian Maria Christine Sutandi Markus Tanubrata Marvin Chandra Wijaya Michael Wijaya Muhammad Rusli Nathan Madutujuh Noek Sulandari Noek Sulandari Noek Sulandari Novi Novi Novi Soesilo Novie Theresia Br. Pasaribu Olga Catherina Pattipawaej Olga Catherina Pattipawaej Pin Panji Yapinus, Pin Panji Pricillia Sofyan Tanuwijaya Reza Apriadi Ricky Fransiskus Lumban Gaol Riko Arlando Saragih Robby Yussac Tallar Roi Milyardi Roky Surono Salal Hesy Bas Boys Saputra, Yonathan Adi Saudila, Aulia Jessica Selvina Semuil Tjiharjadi Shidney Rapar, Keysie Chelsie Simanta, Djoni Soesilo, Novi Suhanda, Felix Suhendar, Prabu Mandvi Hafiz Anjar Suroso, Fadlillah Ariani Sutantra Hartono Sutantra Hartono Syafarina Nurmah Rialita Verena Bernadetta C. N Viencent Cheristian Laia Wiyono, Daud Rahmat Yonathan Aditya Santoso Yunizar Yunizar