Claim Missing Document
Check
Articles

- ANALISIS BANGUNAN DENGAN SISTEM DINDING FEROSEMEN TANPA BALOK-KOLOM DAN SISTEM FRAME BALOK-KOLOM: Studi Kasus Bangunan di Kabupaten Bandung Saputra, Yonathan Adi; Pranata, Yosafat Aji
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v20i2.54797

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisa perilaku kekakuan dan kekuatan struktur bangunan rumah tinggal yang dimodelkan sebagai sistem frame balok-kolom dan sistem dinding ferosemen sebagai pengganti balok-kolom, dengan studi kasus bangunan rumah tinggal di Kabupaten Bandung. Rumah tinggal tersebut menggunakan bata ringan sebagai material penyusun dinding. Ruang lingkup penelitian menggunakan dua rumah di Desa Mekarjaya, Kabupaten Bandung. Perilaku kekakuan yang dipelajari yaitu deformasi dan drift bangunan akibat beban lateral (beban gempa rencana), sedangkan perilaku kekuatan mencakup gaya-gaya dalam akibat beban gravitasi dan beban lateral. Hasil analisis model struktur dengan dinding ferosemen sebagai pengganti balok-kolom memliki kekakuan yang lebih rendah dibandingkan dengan sistem struktur frame balok-kolom terhadap beban lateral, yaitu deformasi dan respon dinamik yang lebih besar.  Sistem bangunan dengan dinding ferosemen dapat mendukung pemerintah untuk meningkatkan standar hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan pengembangan konstruksi tahan gempa di daerah rawan gempa seperti Kabupaten Bandung.
STUDI ERGONOMI SARANA RUANG BELAJAR BAGI ANAK-ANAK DI DUSUN “X” Soesilo, Novi; Sarvia, Elty; Pranata, Yosafat Aji; Husada, Ginardy; Wong, Hendry
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v8i1.15916

Abstract

Di Dusun “X” terdapat salah satu kampung dengan jumlah pelajar tingkat SD dan SMP berkisar 14-20 orang. Sepulang sekolah, anak-anak ini sering melakukan kegiatan belajar bersama di bangunan serbaguna berukuran ± 4,8 x 3,6 m2. Bangunan ini juga sering digunakan untuk kegiatan lainnya seperti misalnya untuk kegiatan rapat, pertemuan, acara kebersamaan, dsb. Masalahnya ruangan ini belum memiliki fasilitas yang memadai baik dari segi bangunannya maupun fasilitas fisik yang ada di dalamnya. Berdasarkan permasalahan yang ada, maka dilakukan penelitian ini dengan tujuan mengusulkan sarana ruang belajar yang ergonomis. Metode yang digunakan untuk studi ergonomi adalah metode desain thinking yang mencakup 5 tahapan dengan perancangan fasilitas fisik berdasarkan data antropometri. Penggunaan data antropometri dalam perancangan disesuaikan dengan pengguna fasilitas yaitu kelompok usia 7-12 tahun dan 21-47 tahun. Dalam proses perancangan, dipertimbangkan juga atribut yang diinginkan terkait perancangan meja untuk belajar. Hasil penelitian ini adalah rancangan meja lipat dan kursi lipat yang multifungsi, layout ruang serbaguna, usulan penambahan rak sepatu, pembuatan undakan anak tangga, pelapisan dinding, pengecatan tirai, dan penambahan 4 buah lampu LED.Kata Kunci:  Desain Thinking, Antropometri, Ergonomi, Ruang Belajar
Studi Komparatif Analisis Statik dan Dinamik: Studi Kasus Rumah Tinggal dengan Dinding Pasangan Bata, Kayu, dan Kombinasi, di Kecamatan Medan Belawan Kota Medan Saudila, Aulia Jessica; Pranata, Yosafat
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 18/No. 1/Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dts.v18i1.8656

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari perilaku rumah tinggal dengan dinding pasangan bata, kayu, dan kombinasi akibat beban gempa dengan menggunakan analisis statik dan dinamik. Studi kasus menggunakan contoh empat rumah di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan yaitu bangunan dengan sistem struktur balok-kolom beton bertulang dengan dinding bata, sistem balok-kolom kayu dengan dinding papan kayu, serta sistem struktur gabungan. Pemodelan dinding pasangan bata menggunakan pendekatan strut ekivalen.  Perhitungan beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Hasil analisis modal memperlihatkan bahwa dua ragam pertama adalah translasi dan ragam ketiga adalah rotasi. Hasil analisis menunjukkan gaya geser dasar analisis dinamik lebih besar dibandingkan statik, menyebabkan simpangan antar tingkat dan gaya dalam (balok dan kolom) yang lebih tinggi, sehingga metode analisis dinamik lebih konservatif untuk memperhitungkan respons struktur akibat beban lateral. Hasil analisis struktur memperlihatkan bahwa bangunan dengan dinding pasangan bata mempunyai trend kekakuan paling tinggi. Bangunan dengan dinding pasangan bata dan dinding kayu mempunyai kekakuan yang cukup dengan simpangan antar tingkat tidak melampaui batasan ijin, sedangkan bangunan dengan dinding kayu tidak memenuhi persyaratan kekakuan.
STUDI KOMPARASI STRUKTUR TANPA DAN DENGAN DINDING GESER: Studi kasus gedung hotel bertingkat sedang Bas Boys, Maher Salal Hesy; Pranata, Yosafat Aji
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i1.55549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis struktur untuk mengetahui pengaruh penggunaan dinding geser pada struktur bangunan gedung bertingkat sedang. Ruang lingkup penelitian yaitu bangunan terdiri dari 15 lantai dengan sistem struktur beton bertulang. Studi komparasi dilakukan untuk membandingkan perilaku struktur gedung dengan dan tanpa dinding geser, khususnya dalam hal deformasi, volume material, serta gaya dalam yang terjadi pada kolom dan balok utama. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak analisis struktur berbasis metode statik ekivalen sesuai standar SNI 1726:2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa gedung dengan dinding geser mengalami peningkatan volume material sekitar 3,5% dibandingkan gedung tanpa dinding geser. Namun demikian, penggunaan dinding geser secara signifikan mengurangi nilai simpangan rata-rata hingga 63.07%, yang mengindikasikan peningkatan kekakuan dan stabilitas struktur terhadap beban lateral. Selain itu, gaya dalam pada elemen kolom dan balok mengalami distribusi yang lebih merata dan terkendali pada struktur dengan dinding geser, sehingga mengurangi potensi kerusakan akibat beban gempa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi dinding geser pada gedung bertingkat tinggi merupakan solusi efektif untuk meningkatkan kinerja, meskipun disertai peningkatan penggunaan material.
ANALISIS STRUKTUR GEDUNG SISTEM STRUKTUR BALOK-KOLOM BETON BERTULANG DENGAN ATAP MONO BEAM GLULAM Pranata, Yosafat Aji
Rekayasa Sipil Vol 14, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2025.v14.i1.03

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari perilaku struktur gedung serbaguna dengan sistem struktur balok-kolom beton bertulang dengan atap mono beam menggunakan glulam. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode analisis numerik berbasis perhitungan struktural. Analisis struktur menggunakan perangkat lunak analisis elemen hingga untuk mengevaluasi respons struktur terhadap beban gempa. Analisis dilakukan dengan metode statik ekivalen sesuai dengan SNI 1726:2019. Ruang lingkup penelitian yaitu struktur bangunan gedung terletak di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat dengan parameter SDs sebesar 0,77 dan SD1 sebesar 0,77. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian yaitu waktu getar ragam 3 (tiga) ragam pertama memenuhi ketentuan translasi pada kedua arah utama gedung dan rotasi. Deformasi dan drift yang terjadi memenuhi persyaratan batasan ijin sesuai SNI 1726:2019. Kolom dan balok beton bertulang mempunyai kapasitas yang dapat menahan beban terfaktor maksimum. Glulam bentang 35m direncanakan mempunyai kapasitas yang mencukupi menahan beban terfaktor maksimum yang terjadi sehingga teknologi berbasis kayu rekayasa dapat menjadi alternatif solusi struktur bentang panjang.
Studi Analisis Beban Dorong untuk Gedung Beton Bertulang Pranata, Yosafat Aji; Simanta, Djoni
Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2006): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v2i1.10358

Abstract

The planning of earthquake-resistant building structures in Indonesia is very important considering that most of Indonesia is located in an earthquake area with moderate to high intensity. The latest trend in earthquake-resistant building planning today is performance-based design. The performance-based planning concept is a combination of resistance and service aspects. In this study, six reinforced concrete buildings with moment-bearing frame structural systems with special and medium criteria, ten stories high, consisting of a regular (symmetrical) building and an irregular (symmetrical) building, were designed in accordance with the Earthquake Resistance Planning Procedure for Buildings [SNI 1726, 2002] and the Concrete Structure Calculation Procedure for Buildings [SNI 03-2874, 2002]. The seismic behavior of these structures was evaluated using static nonlinear/pushover analysis and inelastic dynamic time history analysis. The study results show that the pushover analysis yields actual ductility (ua) and seismic reduction factor (R) greater than the design pq and R, so the pushover analysis is rational enough to be used in determining the ductility and R factor of regular reinforced concrete building structures. At the same transition target, the building designed with SRPMK generates less base shear force than the building designed with SRPMM. The results of the performance-based design evaluation show that all the buildings reviewed are included in the Damage Control Performance level so that the building is in a category that in the post-earthquake damage that occurs varies between the Immediate Occupancy and Life Safety performance levels, the risk of casualties is very low, the building structure may be damaged, but does not collapse. While the results of the time history analysis show for all buildings analyzed with the 1940 El Centro, 1992 Flores and 1971 Pacoima Dam earthquakes, the transitions, drifts and plastic joint rotations that occurred have not exceeded the allowable limits, while for the Bucharest earthquake produced transitions and drifts that exceeded the ultimate limit performance, buildings in region 4 produced plastic joint rotations that have not exceeded the allowable limits and buildings in region 6 rotations have exceeded.
STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN BATA MERAH DAN BATA RINGAN SEBAGAI PENYUSUN DINDING: Studi Kasus : Rumah-rumah Sederhana di Sumedang, Karawang, dan Banten Viencent Cheristian Laia; Pranata, Yosafat Aji
JURNAL REKAYASA Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal REKAYASA
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan material untuk komponen bangunan sangat bervariasi, khususnya dinding. Penggunaan material bata merah dan bata ringan merupakan material yang sangat umum dalam konstruksi bangunan sederhana di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji secara langsung bagaimana perbedaan yang dihasilkan dari material dinding penyusun bata merah dan bata ringan untuk masing masing model rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda. Ruang lingkup penelitian ini adalah kondisi bangunan rumah subsidi yang tersebar di beberapa wilayah meliputi lima model rumah yang terletak di lokasi perumahan yang berbeda. Penelitian ini melakukan perbandingan terhadap tipe rumah yang berbeda, dengan lokasi yang berbeda serta komponen penyusun dinding yang berbeda untuk menjadi validasi terhadap perbandingan kekakuan struktur bangunan yang dipengaruhi dari perbedaan penggunaan bata merah dan juga bata ringan. Pembebanan gempa dengan respons spektrum menjadi komponen utama dalam melakukan analisa kemampuan bangunan yang berdeformasi dan pengaruhnya terhadap kekuatan kapasitas struktur. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari hasil analisis pada kelima denah rumah yang berbeda dan juga lokasi yang berbeda material bata ringan terlihat memiliki pengaruh terhadap perpindahan dan juga deformasi yang lebih besar daripada bata merah. namun berdasarkan analisis izin perpindahan, kapasitas gaya dalam dan juga izin deformasi masih memenuhi untuk keamanannya bagi rumah sederhana.
Peningkatan Kualitas Rumah Masyarakat Miskin Ekstrim oleh Peserta MSIB Kampus Merdeka Melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur Suhendar, Prabu Mandvi Hafiz Anjar; Pranata, Yosafat Aji
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.14569

Abstract

Kebutuhan primer manusia salah satunya adalah membangun dan memiliki tempat tinggal. Rumah memiliki peran penting dalam kehidupan. Rumah juga menjadi sebuah awal peradaban dimana dari rumah kita dapat belajar banyak hal. Sehingga, tanpa adanya tempat tinggal manusia akan mengalami kesulitan melakukan kegiatan dan bertahan hidup. Sebuah tempat tinggal juga harus memenuhi kriteria layak huni agar penghuni dapat merasa aman dan nyaman saat didalam rumah tersebut. Namun faktanya tidak semua rumah masuk kedalam kategori layak huni, salah satu faktor utamanya diakibatkan oleh kemiskinan ekstrim. Di Indonesia, kemiskinan ekstrim mampu diakibatkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah masyarakat yang memiliki penghasilan yang rendah. Kemiskinan ekstrim ini juga dapat berpengaruh besar terhadap kondisi tempat tinggal. Salah satu provinsi termiskin di Indonesia adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan persentase kemiskinan perkotaan dan perdesaan dengan jumlah sebesar 20.50%. hasil ini diperoleh oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Maret 2022. Jurnal ini memiliki tujuan untuk menyampaikan hasil kontribusi dari mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang menjadi seorang peserta magang di MSIB Kampus Merdeka Angkatan 3 pada Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR dalam mengatasi kemiskinan ekstrim bidang perumahan masyarakat dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Pelatihan Pembuatan Materi Pengajaran dan Penggunaan Aplikasi Perpustakaan bagi Guru SMP Swadaya Karya Cibuni Desa Indragiri Bandung Loekito, Jimmy Agustian; Wijaya, Marvin Chandra; Tjiharjadi, Semuil; Lehman, Andrew Sebastian; Tanubrata, Markus; Wong, Hendry; Yapinus, Pin Panji; Chandra, Jonathan; Pranata, Yosafat Aji; Setiawan, Deni; Hutasoit, Aldi Febri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.19613

Abstract

Swadaya Karya Cibuni Junior High School, Indragiri Village, Bandung Regency, feels the need for a better learning system. One of them is the creation of learning materials that can be used online and offline. Therefore, it will be taught how to make teaching materials using PowerPoint accompanied by videos. Apart from that, it is necessary to use computer applications to make the process of borrowing books in the SMP Swadaya Karya Cibuni library more well-organized. The method used in this training is a direct training system in schools. Maranatha Christian University prepared the training materials and also created a library application that Swadaya Karya Middle School can use. Training is given to teachers at Swadaya Karya Junior High School directly at school. The results of this training were considered suitable by the training participants based on the survey results. The training participants felt that the materials for making these teaching materials were beneficial. In addition, the participants also thought that the library application was easy to use and very useful.
Improvement of Public Kitchen Layout through the Application of Design Thinking Method and Work Concept Elty Sarvia; Novi Soesilo; Yosafat Aji Pranata; Ary Dharmawan; Kevin Tjahyadi
IJIES (International Journal of Innovation in Enterprise System) Vol 9 No 2 (2025): International Journal of Innovation in Enterprise System
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijies.v9i02.9057

Abstract

This study aims to improve the efficiency and functionality of the public kitchen layout in ST Village by integrating the design thinking method with the work triangle concept. Design thinking was applied to explore user needs and guide solution development through a user-centered, iterative process. The work triangle concept was used to assess movement efficiency across three primary kitchen zones: storage, washing and preparation, and cooking and serving. User needs were identified through interviews and observations, which led to the creation of two layout alternatives. The work triangle analysis evaluated movement efficiency across these zones. A concept scoring method assessed the alternatives based on space efficiency, ease of movement, occupational safety and health, and process flow. Alternative 1 emerged as the optimal design, scoring 5, compared to 7 for Alternative 2, with a reduced work triangle perimeter of 540.98 cm. The design improved accessibility, posture, and task coordination while minimizing unnecessary movements. Additional improvements included optimized lighting, achieving 500 lux with two 36-watt luminaires, and better ventilation. User feedback confirmed increased comfort, safety, and efficiency. This study demonstrates how user-centered design and ergonomic principles can optimize shared kitchen spaces in rural communities, addressing gaps in research on private or commercial kitchens.
Co-Authors AAN DARMAWAN Adi Kurniawan Sutanto Amos Setiadi Anang Kristianto Anang Kristianto Andrias Suhendra Ary Dharmawan Bambang Suryoatmono Bas Boys, Maher Salal Hesy Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman Bernardinus Herbudiman, Bernardinus Calvien Haryanto Chandra, Jonathan Cindrawaty Lesmana Daud R Wiyono Daud R. Wiyono Daud Rahmat Wiyono Dedi Hadian Delima Delima Deni Setiawan Deni Setiawan DENI SETIAWAN Deni Setiawan Deni Setiawan Dharmawan, Ary Elty Sarvia Fadlillah Ariani Suroso Faraz Haiatul Maknun Faraz Haiatul Maknun1 Frisda, Tani Ginardy Husada Hagiyanto, Sofhie Angela Hanny Juliani Dani Hendry Wong Hutasoit, Aldi Febri Iswandi Imran Jasen Alfatama Jimmy Agustian Loekito Jimmy Agustian Loekito Joesack Renaldi Sugianto Joesack Renaldi Sugianto Joesack Renaldi Sugianto Johannes Adhijoso Tjondro Johnny Rakhman Joshua Sianturi Kaira Jesusa Prasodjo Kaira Jesusa Prasodjo Kevin Tjahyadi Keysie Chelsie Shidney Rapar Keysie Chelsie Shidney Rapar Lehman, Andrew Sebastian Loekito, Jimmy Agustian Maria Christine Sutandi Markus Tanubrata Marvin Chandra Wijaya Michael Wijaya Muhammad Rusli Nathan Madutujuh Noek Sulandari Noek Sulandari Noek Sulandari Novi Novi Novi Soesilo Novie Theresia Br. Pasaribu Olga Catherina Pattipawaej Olga Catherina Pattipawaej Pin Panji Yapinus, Pin Panji Pricillia Sofyan Tanuwijaya Reza Apriadi Ricky Fransiskus Lumban Gaol Riko Arlando Saragih Robby Yussac Tallar Roi Milyardi Roky Surono Salal Hesy Bas Boys Saputra, Yonathan Adi Saudila, Aulia Jessica Selvina Semuil Tjiharjadi Shidney Rapar, Keysie Chelsie Simanta, Djoni Soesilo, Novi Suhanda, Felix Suhendar, Prabu Mandvi Hafiz Anjar Suroso, Fadlillah Ariani Sutantra Hartono Sutantra Hartono Syafarina Nurmah Rialita Verena Bernadetta C. N Viencent Cheristian Laia Wiyono, Daud Rahmat Yonathan Aditya Santoso Yunizar Yunizar