Claim Missing Document
Check
Articles

Review: Virtual Screening dan Kokristalisasi Glibenklamid dalam Meningkatkan Sifat Kelarutan dan Laju Disolusi Putri Raraswati; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1907 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.23143

Abstract

ABSTRAKGlibenklamid adalah senyawa antidiabetik oral yang tergolong kedalam Biopharmaceutical Classification System (BCS) kelas II yakni memiliki sifat permeabilitas tinggi dengan kelarutan rendah sehingga perlu dilakukan suatu modifikasi terhadap sifat kelarutannya. Sifat kelarutan dan laju disolusi suatu senyawa dapat ditingkatkan dengan berbagai macam metode diantaranya yang paling sederhana adalah metode kokristalisasi. Metodologi review jurnal ini dilakukan dengan cara penelusuran studi pustaka berupa jurnal penelitian kurang dari 10 tahun yang berhubungan dengan kokristal, metode kokristalisasi, uji kelarutan dan uji disolusi pada kokristal glibenklamid. Sehingga dalam review jurnal ini akan dibahas tentang tahapan desain kokristal, teknik pembuatan kokristal dengan berbagai metode serta evaluasi kelarutan dan disolusi kokristal gibenklamid yang dibandingkan dengan gibenklamid murni tanpa kokristalisasi.Kata Kunci : Glibenklamid, Kokristalisasi, Kelarutan, Disolusi.
Review Jurnal Formulasi Krim Antioksidan Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) untuk Anti Aging Nadia Ariati Mutiana; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 16, No 3 (2018): Suplemen (September)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.049 KB) | DOI: 10.24198/jf.v16i3.17423

Abstract

Rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) diketahui memiliki kurkumin yang bisa digunakan sebagai antioksidan. Sebagai antioksidan, ekstrak kunyit dapat digunakan untuk menghindari radikal bebas dan sebagai anti-aging. Review artikel kali ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang metode pembuatan formulasi sediaan krim anti-aging yang didalamnya terkandung ekstrak rimpang kunyit. Metode ini dimulai dari mengetahui pembuatan ekstrak kunyit, pembuatan krim ekstrak kunyit, dan dilanjutkan pada tahap pengujian krim. Dalam penelitian ini krim ekstrak rimpang kunyit mempunyai nilai IC50 <50 ppm hal ini dapat dinyatakan bahwa krim ini memiliki aktivitas antioksidan berkekuatan sangat kuat. Krim yang boleh digunakan harus memiliki syarat formulasi diantaranya aman, efektif, dan memiliki efek yang baik. Dalam penggunaan krim ekstrak rimpang kunyit didapatkan hasil  dapat menyamarkan kerutan kulit, hidrasi, kandungan melanin, elastisitas biologis, dan viskoelastisitas pada minggu 3 hingga minggu ke 8.  Kata kunci: Rimpang kunyit, antioksidan, anti-aging, krim
EVALUASI KONDISI BANGUNAN DAN PERALATAN DI SALAH SATU GUDANG PENYIMPANAN PEDAGANG BESAR FARMASI (PBF) DI KOTA BANDUNG Fanny Seftiani Dwi Saputri; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 20, No 1 (2022): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v20i1.34621

Abstract

Cara Distibusi Obat yang Baik (CDOB) perlu diterapkan untuk melindungi masyarakat dari peredaran obat dan bahan obat yang tidak memenuhi syarat aman, khasiat dan mutu. Salah satu aspek dalam CDOB untuk menjamin keamanan dan mutu obat adalah bangunan dan peralatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi bangunan dan peralatan di salah satu PBF di Kota Bandung dengan menggunakan metodeobservasional yan bersifat deskriptif dan evaluatif. Pengumpulan data secara prospektif dilakukan dengan kegiatan observasi di salah satu gudang PBF di Kota Bandung dan melakukan wawancara dengan Apoteker penanggung jawab PBF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek CDOB bangunan dan peralatan gudang penyimpanan di salah satu Pedagang Besar Farmasi di Kota Bandung telah memenuhi syarat (100%).Kata Kunci : Evaluasi, CDOB, Pedagang Besar Farmasi, Bangunan dan Peralatan.
PERBEDAAN METODE PEMBUATAN OBAT DENGAN SISTEM DISPERSI PADAT : REVIEW ARTIKEL YULINA BR SARAGIH; iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 3 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.128 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i3.10604

Abstract

Biovaibilitas dari suatu obat merupakan faktor penting dalam mempengaruhi kelarutan suatu obat yang rendah, kelarutan obat ini juga yang akan mempengaruhi kecepatan absorbsi dari suatu obat didalam tubuh. Oleh karena itu dalam pengembangan formulasi suatu obat untuk meningkatkan laju disolusi, bioavaibilitas serta kelarutan yang rendah dapat menggunakan dispersi padat dengan metode preparasi nya adalah metode peleburan atau fusi, metode penguapan pelarut, metode supercritical anti-solvent precipitation (SAS), dan metode kneading. Metode pnentuan tipe dispersi padat dengan menggunakan metode penetapan pola difraksi sinar x, analisis spektroskopi FTIR, analisis thermal dengan Differential Scanning Calorimetry, dan penetapan laju disolusi. 
REVIEW ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA TERAPI HIPERTENSI DARI BERBAGAI NEGARA MEIVANA ESTHER ROSINTA TAMBUNAN; iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 2 (2016): Suplemen
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.101 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i2.10802

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor resiko utama untuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke. Dengan prevalensi pengidap hipertensi di dunia yang meningkat dengan pesat, maka perlunya peningkatan efektivitas terapi hipertensi. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkannya adalah dengan menganalisis pedoman terapi hipertensi dan golongan-golongan obatnya dalam aspek farmakoekonomi, yaitu Analisis Efektivitas Biaya. Dari enam data studi literatur di berbagai negara, yaitu Amerika Serikat, Jerman, Afrika Selatan, Serbia, Indonesia dan Brazil, maka dapat diketahui bahwa tiap pedoman terapi hipertensi serta obat-obatan menghasilkan efektivitas dan biaya yang berbeda-beda. Tetapi secara umum setiap pedoman terapi hipertensi merupakan highly cost effective karena ICER kurang dari GDP tiap negara, dan golongan obat antihipertensi dengan efektivitas biaya terbaik adalah golongan Diuretik. Hypertension is a major risk factor for Coronary Heart Disease (CHD) and stroke. With the prevalence of people with hypertension in the world that increase rapidly, therefore, we need to improve the effectiveness of treatment for hypertension. One thing that we can do to improve it is by analyzing the hypertension treatment guidelines and drug factions in Pharmacoeconomics aspects, which is Cost-Effectiveness Analysis. By six data from the study of literature in various countries, the United States, Germany, South Africa, Serbia, Indonesia and Brazil, it is known that each of hypertension treatment guidelines and medicines create a different effectiveness and costs. But generally every guidelines for treatment of hypertension is highly cost effective because ICER less than the GDP of each country, and antihypertensive drug classes with the best cost-effectiveness is a class of diuretics.
Penetapan Kadar Simvastatin Menggunakan Kromatorafi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) Savira Silma Aulia; iyan Sopyan; Muchtaridi Muchtaridi
Farmaka Vol 14, No 4 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.503 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i4.10460

Abstract

Simvastatin merupakan produk utama golongan statin yang memiliki khasiat utama sebagai antihiperlipidemia dan antikolestrol. Sebagai produk utama, simvastatin banyak diproduksi sebagai obat di industri farmasi. Penetapan kadar simvastatatin dalam sediaan farmasetika atau dalam sediaan hayati diperlukan untuk mengetahui kadar sesungguhnya dari simvastatin dalam sediaan yang selanjutnya dapat dijadikan acuan dalam studi ketersediaan hayati dari simvastatin. Metode untuk penetapan kadar simvastatin dapat menggunakan berbagai macam instrumen salah satunya Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Perbedaan jenis sampel dan kondisi dalam analisis penetapan kadar simvastatin mempengaruhi pemilihan fase gerak, kolom, panjang gelombang pengukuran, rate flow, dan waktu retensi analisis untuk menentukan kondisi optimum analisis. Penentuan aspek-aspek tersebut mempengaruhi hasil analisis sampel.Kata kunci : Simvastatin, analisis penetapan kadar, KCKT
Formulasi Sediaan Losio Dari Esktrak Kulit Buah Delima (Punica Granatum L.) Sebagai Tabir Surya Iyan Iyan Sopyan; Rosa Apriana Apriana; Dolih dolih Gozali
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Farmaka
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.635 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.8553

Abstract

Pomegranate peel has a natural compound that is used as a sunscreen. A lotion was one of the simple sunscreen products. The purpose of this research was to make a lotion from pomegranate peel extract (Punica granatum L.) which was good, stable, appeal and safe to be used. Stages on research were extract preparations, measurment of the Sun Protector Factor (SPF) value of pomegranate peel extract using Petro method, selecting base of lotion, physical observations test that including measurement of pH, viscosity, centrifugation test, freeze-thaw cycle during 28 days, the skin irritation test, the effectiveness of sunscreen and qualitative test by Thin Layer Chromatography. Concentrations of pomegranate peel extract (Punica granatum L.) in formulation of sunscreen lotions were 0,055%, and 0,066% w/w.The results showed that the sunscreen lotions had good physical quality and safe to be used. A lotion that containing a pomegranate peel extract 0,055% give effectivity as a sunscreen that is showed  in SPF is 16,63 and 44,05.
REVIEW: KARATERISTIK DISOLUSI TABLET IMMEDIATE RELEASE DENGAN API BCS KELAS II SEBAGAI BIOWAIVER SERTA PENDEKATAN UNTUK MENINGKATKAN KELARUTANNYA HOTMA GURNING WINOKAN; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 17, No 2 (2019): Farmaka (Agustus)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3925.294 KB) | DOI: 10.24198/jf.v17i2.22962

Abstract

Disolusi merupakan tahap yang penting ketika melakukan formulasi obat khususnya bentuk sediaan padat oral karena proses ini merupakan indikator untuk memprediksi pelepasan/ penyerapan obat in vivo dan bioavailabilitasnya. Faktor yang mempengaruhi pelepasan obat dan mempengaruhi bioavailibilitasnya adalah tingkat kelarutan serta tingkat permeabilitasnya. Active Pharmaceutical Ingredient (API) atau zat aktif farmasi yang beredar di pasaran telah dikategorikan ke dalam berbagai kelas BCS. Khusus untuk API dalam BCS kelas II memiliki kelarutan rendah serta permeabilitas yang tinggi. Kelarutan dan tingkat disolusi yang buruk dari obat yang kurang larut dalam cairan gastrointestinal selalu memberikan bioavailabilitas buruk. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan tingkat kelarutan dari API dalam BCS kelas ini sehingga dapat meningkatkan disolusi dan bioavailibilitasnya hingga dapat disetujui sebagai biowaiver. Metode yang digunakan dalam artikel ini yakni studi pustaka menggunakan jurnal yang berasal dari pubmed , dengan jumlah 16 jurnal kemudian dicari dan dibandingkan karakteristik disolusinya hingga teknik yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kelarutan dari API yang tergolong dalam BCS kelas II. Setelah didapat karateristik, syarat dan ketentuan dari disolusi untuk tablet immediate release dengan API yang tergolong dalam BCS kelas II maka dapat dilakukan berbagai pendekatan untuk meningkatkan profil kelarutan dari API yang digunakan sehingga dapat disetuji untuk melakukan biowaiver.
KO-KRISTAL DI BIDANG FARMASI : REVIEW JURNAL CYNTIA GRACESELLA HUTAMI P; Iyan Sopyan; Marline Abdassah
Farmaka Vol 14, No 1 (2016): Supplement
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.786 KB) | DOI: 10.24198/jf.v14i1.10883

Abstract

Active Pharmaceutical Ingredients (APIs) are developing rapidly, one of the recent development is cocrystal. Cocrystal is a crystalline structure composed of multicomponent, such as atom, ion, or molecule, that are bonded by non-covalent bond. Cocrystal is solid at ambient temperature in its pure form. Cocrystals are made by combining active ingredients with its coformer using variety of method, like solubilisation as well as grinding. Cocrystalization has proven to alter physicochemical properties of drugs, including solubility, dissolution, stability, compressibility, which also alter its bioavailability without the change on its pharmacological effects.
REVIEW ARTIKEL: MANAJEMEN PENGOBATAN HIPERTENSI PADA PASIEN COVID-19 SAUSAN RIHHADATULAISY; Iyan Sopyan
Farmaka Vol 19, No 3 (2021): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v19i3.34886

Abstract

 ABSTRAKCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit pandemi global yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan muncul pertama kali di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, China pada Desember 2019. SARS-CoV-2 merupakan virus yang berikatan dengan ACE2 di paru-paru sehingga penggunaan penghambat angiotensin converting enzym (ACE inhibitor) dan angiotensin receptor blockers (ARB) secara teoritis dapat meningkatkan pengikatan SARS-Cov-2 ke paru-paru serta efek patofisiologisnya menyebabkan cedera paru yang lebih besar dan penggunaannya pada pasien COVID-19 untuk mengontrol hipertensi masih dipertanyakan. Maka karena itu, tujuan review artikel ini untuk mengkaji management pengobatan hipertensi pada pasien COVID-19. Hasil yang didapatkan bahwa belum ada bukti klinis atau ilmiah bahwa penggunaan ACE inhibitor atau ARB berbahaya, sehingga penggunaan ACE inhibitor atau ARB lebih disarankan dibandingkan dengan golongan antihipertensi lain untuk mengontrol tekanan darah pada pasien COVID-19.
Co-Authors Abdassah Bratadiredja, Marline Abdullah, Astriani Ade Zuhrotun Adrian Suparman AGATHA, ALDA ANJELLA LADY CARINA PASKA AI Masitoh Aidi, Paramitha Ayu Amalia, Eri Amelia Nur Halimah Anas Subarnas Anis Yohana Chaerunisa Aslamnur Fikri Ramadhana Ayudyah Islami CYNTIA GRACESELLA HUTAMI P Detria Wulandari Dewi Permatasari Dewi, Febrina Aulia Dolih dolih Gozali Dolih Gozali Dolih Gozali Dolih Gozali Dolih Gozali DOLIH GOZALI Dolih Gozali Dolih Gozali Eka Paramudya Eri Amalia Fanny Seftiani Dwi Saputri Farisa Desy Arya, Insi Febrina Aulia Dewi Fiftianingrum, Valentina Ghassani Purnama, Muhammad Fadhil Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa Hairunnisa HOTMA GURNING WINOKAN Ina Novianti Insan Sunan Kurniawansyah, Insan Sunan Ira Maya Iyan Rifky Hidayat KUSUMAWULAN, CAHYA KHAIRANI Lutfiah Yusuf Maisyarah, Intan Timur Marline Abdassah Marline Abdassah Marline Abdassah, Marline MEGANTARA, SANDRA MEIVANA ESTHER ROSINTA TAMBUNAN Mika Febryati Kadir Moeljadi G Tedjasaputra Muchtaridi Muchtaridi Muhammad Faizal Fathurrohim Mulyanti Mulyanti Nadia Ariati Mutiana Nadya Nurul Zaman Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana Norisca Aliza Putriana, Norisca Aliza Novaliana Devianti Sagita Nurdiani Adiningsih Nurhabibah Nurhabibah Nurike Susendi NURSIFA, HARITSA Pratama, Rizky Farhan Puspa, Inge Putri Raraswati Putri, Michelle Eka Rania Talinta L Reza Pahlevi, Muhamad Rian Triyana Rifkarosita Putri Ginaris Rizka Guntina Khairunisa Rosa Apriana Apriana Rugun Clara Samosir Salsabila Hapsari, Raira Saputra, Iwan Saskia Rizky Utami SAUSAN RIHHADATULAISY Savira Silma Aulia Setiawati, Ervina SHIBA, KAMILA Siska Sari Marvita Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo, Sriwidodo Taofik Rusdiana Tedjasaputra, Moeljadi G Utami, Saskia Rizky Wulaningsih, Titiek Indah Yudhistira, Aulia YULINA BR SARAGIH Yuni Elsa Hadisaputri