Claim Missing Document
Check
Articles

The Correlation Between Mental Health Conditions And Academic Resilience of 10th Grade Students of SMA Negeri 6 Semarang in 2023 Waluyan, Vrimadieska Ayuanissa; Setianingsih, Eka Sari; Saptariningsih, Siti
Indonesian Journal of Guidance and Counseling: Theory and Application Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijgc.v12i1.68830

Abstract

This research is motivated by the large number of students who are indicated to have mental health disorders such as experiencing anxiety, depression, self-harm, tendencies to pedophilia and tendencies to have alter egos. In addition, there are also complaints from subject teachers where most students tend not to be motivated to take part in learning and complete assignments given. This study aims to describe the correlation between mental health and academic resilience of class X students of SMA Negeri 6 Semarang. The population in this study was 432 students and a sample of 191 students was taken using simple random sampling technique. The instrument in this study was the Mental Health Inventory 38 and the psychological scale used to reveal the level of academic resilience was The Academic Resilience Scale (ARS-30). The result of a simple linear regression test is 0.000 <0.05 so that it can be concluded that mental health has an effect on academic resilience. So it can be concluded that the form of the correlation between the two variables is positive, where the higher the mental health of students, the higher their academic resilience. Conversely, if students' mental health is low, their academic resilience will also be lower. It is known that the coefficient of determination (R Square) is 0.638, which means that the influence of variable X (mental health) on variable Y (academic resilience) is 63.8%. Furthermore, if explored further using the chi square test to find out whether gender affects the level of academic resilience of students, it is found that a chi square value of 0.175 > 0.05 so from these data it can be concluded that there is no significant relationship between the level of academic resilience of students based on gender.
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS IV SDN KURIPAN 1 KECAMATAN KARANGAWEN KABUPATEN DEMAK TAHUN PELAJARAN 2023-2024 Aldaningtyas, Diah Pitaloka; Setianingsih, Eka Sari; Rahmawati, Intan
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39425

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tergerusnya karakter peserta didik seperti berperilaku tidak sopan, berkelahi, dan merundung. Selain itu Dediknas per tahun 2011 telah mewajibkan semua tingkat pendidikan di Indonesia menyisipkan pendidikan karakter pada proses pendidikannya. Permasalahan proses pembelajaran PPKn kelas IV di SDN Kuripan 1 Kecamtan Karangawen Kabupaten Demak. Studi ini bermaksud mengetahui pelaksanaan pendidikan karakter pada proses pembelajaran PPKn kelas IV, Menghargai keragaman budaya di lingkungan sekitar kelas IV di SDN Kuripan 1 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni analisis dengan menggambarkan kejadian melalui data-data dengan bentuk kata-kata atau informasi. Penelitian dilaksanakan di SDN Kuripan 1 Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak kelas IV. Metode penggabungan data berupa observasi (pengamatan) serta wawancara. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, pemberlakukan reduksi, penyusunan data, serta menarik simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwasanya dari kedelapan nilai karakter tersebut, dari guru dan siswa telah menjalankan dengan baik. pada guru Karakter religius mendapatkan presentase 90% atau sangat baik, Karakter Jujur mendapatkan kriteria sangat baik presentase 81%, Karakter disiplin mendapatkan kriteria sangat baik presentase 81%, Karakter Toleransi mendapatkan kriteria sangat baik presentase 78%, Karakter menghargai prestasi mendapatkan kriteria presentase 77.5 %, Karakter bersahabat/komunikatif mendapatkan kriteria sangat baik presentase 90%, Karakter cinta damai mendapatkan kriteria sangat baik presentase 84%, Karakter tanggung jawab mendapatkan kriteria sangat baik presentase 87%. Sedangkan pada peserta didik Karakter religius mendapatkan presentase 88% atau sangat baik, Karakter jujur mendapatkan kriteria baik presentase 69%, Karakter disiplin mendapatan kriteria sangat baik presentase 78%, Karakter toleransi mendapatkan kriteria baik presentase 66%, Karakter menghargai prestasi mendapatkan kriteria baik presentase 69%, Karakter bersahabat/komunikatif mendapatkan kriteria sangat baik presentase 78%, Karakter cinta damai mendapatkan kriteria sangat baik presentase 77%, dan karakter tanggung jawab mendapatkan kriteria baik presentase 71%.
GAMBARAN REGULASI DIRI DALAM BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 6 SEMARANG Mustaghfiroh, Chofifah Nur; Setianingsih, Eka Sari
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 9, No 3 (2024): RISTEKDIK : JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - JULI-SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2024.v9i3.402-407

Abstract

Regulasi belajar diri adalah kapabilitas individu untuk mengatur dan memantau diri sendiri, mulai dari pikiran, emosi, hingga tindakan, demi mencapai tujuan pembelajaran. Regulasi diri ini sangat penting untuk memastikan siswa memiliki kemandirian dalam proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat regulasi diri siswa kelas X SMA N 6 Semarang. Populasi penelitian mencakup 432 siswa, dengan 208 di antaranya menjadi sampel yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang hasilnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat regulasi diri siswa kelas X SMA N 6 Semarang berada pada kategori rendah, dengan skor mencapai 71,63%. Oleh karena itu, penanganan terhadap masalah ini diharapkan dapat dilakukan agar siswa dapat mengatasi kesulitan mereka. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
Analilis Kesulitan Belajar Materi Pembagian di Kelas IV Sekolah Dasar Ngegeri Wangunrejo 01 Hernawan, Muhamad; Setianingsih, Eka Sari; Purnamasari, Iin
Pena Edukasia Vol. 2 No. 1 (2023): Pena Edukasia
Publisher : CV. Supernova Office Stationary and Printing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MUHAMAD HERNAWAN. NPM 16120218 “ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATERI PEMBAGIAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR NEGERI WANGUNREJO 01”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas PGRI Semarang 2023. Latar belakang yang mendorong penelitian ini adalah terdapat peserta didik di Sekolah Dasar Wangunrejo 01 yang kesulitan belajar materi pembagian pada kelas IV. Terlebih lagi pada tahun 2021 pandemi Covid-19 masih melanda di Indonesia. Sehingga siswa dirasa kurang menguasai materi pembagian karena mengalami kesulitan belajar. Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah analisis kesulitan belajar materi pembagian kelas IV Sekolah Dasar Negeri Wangunrejo 01. Adapun fokus permasalahan penelitian yang dirumuskan adalah bagaimana kesulitan belajar materi pembagian kelas IV Sekolah Dasar Negeri Wangunrejo 01, Apa faktor penyebab kesulitan belajar materi pembagian, dan bagaimana pola kesulitan belajar materi pembagian kelas IV SD Negeri Wangunrejo 01? Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari guru dan siswa kelas IV SDN Wangunrejo 01. Sedangkan instrumen penelitian yang akan digunakan oleh peneliti adalah soal tes materi pembagian dan wawancara. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar pembagian di kelas IV SDN Wangunrejo 01 diantaranya: (1) kurang memahami simbol-simbol dalam matematika, (2) peletakan nilai tempat yang masih keliru, (3) proses mengerjakan yang keliru, (4) salah menghitung, (5) kurang teliti dalam mengerjakan soal. Sedangkan faktor yang mempengaruhi peserta didik kesulitan belajar materi pembagian SD Negeri Wangunrejo 01 ada dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi: 1) masih kurang paham konsep porogapit/poropentang karena peserta didik, 2) Kesulitan menghubungkan pemahaman nilai tempat pada operasi pembagian bersusun, 3) kognitif peserta didik meliputi ketrampilan dasar perkalian dan pengurangan yag masih lemah, 4) Kurangnya minat belajar matematika yang masih rendah. Sedangkan faktor eksternalnya meliputi: 1) Orang tua dan keluarga, kurangnya perhatian orang tua terhadap kebiasaan belajar anak dirumah, 2) kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan saat proses belajar mengajar. Pola kesulitan belajar yang terjadi yang menjadi kesalahan peserta didik pada umumnya adalah kurangnya ketelitian pada saat mengerjakan soal, salah menghitung pembagian, perkalian, dan pengurangan. Saran yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah guru lebih meningkatkan dalam penggunaan media dalam menjelaskan materi pembagian bersusun, membantu menunjukan pemahaman penjumlahan, pengurangan, perkalian, nilai tempat yang berhubungan dengan pembagian. Memperhatikan kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam operasi hitung perkalian dan pembagian, membiasakan anak untuk membaca bersama perkalian 1 – 10 sebelum memulai pelajaran.
ANALISIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI BUDAYA SEKOLAH DI MI SALAFIYAH KERTOHARJO KOTA PEKALONGAN Dibah, Farah; Setianingsih, Eka Sari; Arisyanto, Prasena
Indonesian Journal of Elementary School Vol 5, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v5i2.20588

Abstract

Konteks penelitian dalam penelitian ini adalah pentingnya pendidikan karakter yang dibentuk sedari dini. Era modernisasi saat ini, krisis moral banyak terjadi di kalangan pelajar. Melalui budaya sekolah, kita dapat mewujudkan nilai pendidikan karakter bangsa. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui implementasi penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah di MI Salafiyah Kertoharjo, dan mendeskripsikan evaluasi penguatan pendidikan karakter melalui budaya sekolah di MI Salafiyah Kertoharjo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif.  Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas III A dan VI A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Hasil analisis angket menunjukkan penguatan pendidikan karakter berjalan dengan baik dengan presentase peserta didik kelas III A sebanyak 27 peserta didik dengan hasil presentase tertinggi yaitu 96%, sedangkan hasil analisis angket kelas VI A yaitu terdapat 14 peserta didik yang mampu mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dengan baik dengan hasil presentase 95%. Penelitian ini menunjukan bahwa nilai karakter yang di implementasikan melalui budaya sekolah yaitu religius, mandiri, kedisiplinan, peduli lingkungan, cinta tanah air dan tanggung jawab. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan adalah guru diharapkan dapat membimbing dan memberi motivasi kepada peserta didik dengan cara memberikan contoh nyata yang baik, sehingga peserta didik dapat termotivasi menjadi pelajar yang berkarakter.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA ASPEK PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DI SD NEGERI LEMPONGSARI Afiyani, Ayu Nur; Setianingsih, Eka Sari; Sulianto, Joko
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.24795

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah. Permasalahan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. sehingga menimbulkan kejenuhan dan berdampak pada hasil belajar yang belum memenuhi kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa kelas experiment dengan kelas kontrol dengan mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keranjang materi operasi hitung bilangan cacah pada SD Negeri Lempongsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi ekperimen. Sampel penelitian dari dua kelas III SD Negeri Lempongsari yaitu kelas III B sebagai kelas ekperimen yang menggunakan model Problem Based Learaning (PBL) dan kelas III A sebagai kelas kontrol yang menggunakan konvensional. Pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukakn dengan uji T untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Kelas yang mendapatkan model Problem Based Learning(PBL) menunjukan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunakan konvensional. Nilai tersebut terlihat pada kelas yang konvensional memperoleh nilai dengan rata-rata 73,8 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajarn memiliki nilai rata-rata 81,1. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep materi operasi hitung bilangan cacah pada mata pelajaran matematika.
Layanan Bimbingan dan Konseling Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Pendekatan Islam Di Kelas Inklusi Setianingsih, Eka Sari
Konseling Edukasi : Journal of Guidance and Counseling Vol 2, No 2 (2018): Konseling Edukasi: Journal Of Guidance and Counseling
Publisher : IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/konseling.v2i2.3201

Abstract

Negara memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warganya tanpa terkecuali termasuk mereka yang memiliki perbedaan dalam kemampuan (difabel) seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1). Namun ironisnya sistem pendidikan di Indonesia belum mampu mengakomodasi secara maksimal keberagaman peserta didik, sehingga menyebabkan munculnya permasalahan yang kompleks terhadap implementasi pendidikan inklusi di sekolah.  Penelitian dilakukan dengan tujuan menganalisis pelaksanaan pendidikan inklusi di SD Bina Harapan Semarang.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analitis. Subyek penelitiannya adalah seluruh warga sekolah meliputi siswa, guru, dan karyawan/staf. Dalam penelitian ini informannya meliputi, Kepala Dinas Pendidikan Kota/ Kabupaten, Kepala UPTD, psikolog, orang tua siswa ABK dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan penelitian kualitatif menurut Spradley. Sedangkan dalam memeriksa validitas data menggunakan teknik triangulasi data.Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan inklusi belum sesuai dengan harapan. Hal ini disebabkan oleh belum adanya SK Penunjukkan Penyelenggaraa Pendidikan Inklusi di sekolah dan ketiadaan penggunaan pendekatan religius secara islami sehingga pemenuhan berbagai komponen pendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi belum bisa terpenuhi secara maksimal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa belum adanya penanganan menggunakan pendekatan islami di kelas inklusi. salah satu kegiatan layanan bimbingan untuk siswa agar dapat menemukan dan mengembangkan pribadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, mantap dan mandiri serta sehat jasmani dan rohani mandiri serta mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki sesuai dengan ajaran agama Islam agar siswa yang memiliki keterbatasan secara fisik maupun mental mampu mengatasi kesulitannya dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri melalui dorongan dan kekuatan iman dan takwa kepada Allah.Kesimpulannya adalah diperlukan adanya telaah dan tinjauan ulang tentang perizinan maupun pendekatan yang digunakan di sekolah inklusi untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusi seperti yang tertuang pada UUD 1945 pasal 31 (1) sebagai perwujudan memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu kepada setiap warga. Kata Kunci: bimbingan dan konseling, anak berkebutuhan khusus, pendekatan islami
ANALISIS NILAI-NILAI KARAKTER PADA SERIAL ANIMASI KIKO EPISODE MENCARI BAKAT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI SISWA KELAS III SD NEGERI 1 KALITENGAH Sari, Devia Putri Erita; Setianingsih, Eka Sari; Baedowi, Sunan
Indonesian Journal of Elementary School Vol 6, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v6i1.23960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai karakter pada serial animasi Kiko episode “Mencari Bakat” sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas III SD Negeri 1 Kalitengah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan cara triangulasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Teknik penyajian data disajikan dalam bentuk table. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, maka ditemukan nilai karakter pada setiap adegan serial animasi Kiko. Nilai karakter yang ditemukan dalam serial animasi Kiko episode “Mencari Bakat” antara lain kreatif, menghargai prestasi, cinta damai, kerja keras, peduli social, toleransi, mandiri, dan komunikatif. Nilai karakter yang paling dominan dalam serial serta diterapkan pada siswa ialah menghargai prestasi, cinta damai dan kerja keras. Hal ini sejalan dengan serial animasi Kiko episode “Mencari Bakat” dapat dijadikan sebagai media pembelajaran bagi siswa kelas III SD Negeri 1 Kalitengah.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA ASPEK PEMAHAMAN KONSEP MATA PELAJARAN MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG BILANGAN CACAH DI SD NEGERI LEMPONGSARI Afiyani, Ayu Nur; Setianingsih, Eka Sari; Sulianto, Joko
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 6, No 1 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jwp.v6i1.24795

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu rendahnya kemampuan pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan cacah. Permasalahan ini disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang kurang melibatkan siswa secara aktif. sehingga menimbulkan kejenuhan dan berdampak pada hasil belajar yang belum memenuhi kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep siswa kelas experiment dengan kelas kontrol dengan mengimplementasikan pembelajaran Problem Based Learning (PBL) keranjang materi operasi hitung bilangan cacah pada SD Negeri Lempongsari. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi ekperimen. Sampel penelitian dari dua kelas III SD Negeri Lempongsari yaitu kelas III B sebagai kelas ekperimen yang menggunakan model Problem Based Learaning (PBL) dan kelas III A sebagai kelas kontrol yang menggunakan konvensional. Pengumpulan data meliputi tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, dan dokumentasi. Analisis data dilakukakn dengan uji T untuk mengetahui perbedaan hasil post-test antara kelas ekperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Kelas yang mendapatkan model Problem Based Learning(PBL) menunjukan peningkatan pemahaman konsep yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang menggunakan konvensional. Nilai tersebut terlihat pada kelas yang konvensional memperoleh nilai dengan rata-rata 73,8 sedangkan kelas yang menggunakan model pembelajarn memiliki nilai rata-rata 81,1. Hasil perhitungan diperoleh nilai sig.(2-tailed) 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05, Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif secara signifikan dalam meningkatkan pemahaman konsep materi operasi hitung bilangan cacah pada mata pelajaran matematika.
Peran Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Problem Solving untuk Meningkatkan Pemahaman Kesehatan Mental Siswa Nurjanah, Rara Sari'ah Natasya; Setianingsih, Eka Sari; Maulia, Desi
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v8i2.95436

Abstract

Abstract: Understanding mental health is a very important aspect for students. The results of the analysis show that students' understanding of mental health is still lacking. This research aims to determine the role of group guidance services using problem solving techniques on the understanding of mental health represented by students. The method used in this research is quantitative research with a true experimental type with a pretest posttest control group design model, using a questionnaire with a Likert scale. The initial condition regarding understanding of students' mental health was found to be 10% in the very low category, 80% of students in the low category, and 20% in the high category for the experimental group. The control group received the low category with a presentation of 90% and the high category with a percentage of 10%. After being provided with group guidance services using problem solving techniques. Students' mental health understanding increased to 20% in the very high category and in the high category with a percentage of 80%. Meanwhile, the control class received the low category with a presentation of 90% and the high category with a percentage of 10%.  The research results show that group guidance services using problem solving techniques can influence and improve students' understanding of mental health. It can be concluded that there is a significant influence on the understanding of mental health of students before and after group guidance services using problem solving techniques.
Co-Authors ., Yuliaislahah A.Y. Soegeng Ysh Afidah, Nur Afiyani, Ayu Nur Agung Handayanto Ahmad Nashir Tsalatsa, Ahmad Aldaningtyas, Diah Pitaloka Alfaenis, Toyibatul Barokah Andini, Safitri Dian Anggreani, Asteria Lindiyana Aniq KHB, Moh Apriani, Lucky Adelia Ardiatma Rio Respati, Ardiatma Rio Arisyanto, Prasena Ary Susatyo Nugroho Asep Ardiyanto Choirul Huda Damayanti, Krisma Desi Maulia Diana Endah Handayani Dibah, Farah Duwi Nuvitalia Ervina Eka Subekti fatimah, lilis Fatmala, Garnis Febnasari, Sindy Deni Fine Reffiane G. Rohastono Ajie, G. Rohastono Heri Saptadi Ismanto Hernawan, Muhamad Himmah, Jazilatul Iin Purnamasari Indah Damayanti, Indah Intan Rahmawati Joko Sulianto . . Khusnul Fajriyah Kiswoyo, Kiswoyo Kultsum, Umi Laila, Zahroil Layyinatus Syifa, Liftia Lestari, Nurma Dwi Luthviyani, Irma Ristantina Maulida, Novia Fitri Mira Azizah Muhammad Arief Budiman Mustaghfiroh, Chofifah Nur Nopiani, Sri Novarini, Indah Nugrahani, Arum Kusuma Nur Khoiri Nurjanah, Rara Sari'ah Natasya Nurmafika, Sela Padmi Dhyah Yulianti Puspitasari, Nova Indah Putri, Elsa Mega Putriyanti, Lina Qoriati Mushafanah Rachman, Arief Syaiful Rahman, Arif Khalilu Rahmat Rais, Rahmat Rizqishanty, Aqila Salma Safitri, Yumna Amalia Sakti, Femas Junianta Saptariningsih, Siti Sari, Devia Putri Erita Sasmitha, Ismi Dwi Sembiring, Rinawati Setyaningrum, Yayuk Sukamto Sunan Baedowi, Sunan Suyitno Suyitno Syahadatulloh, Bima Syafiq Theana, Oka Harmas Tilaras, Sekar Anggun Triadmaja, Desta Kirana Ulfa, Ifana Nela Veryliana Purnamasari, Veryliana Waluyan, Vrimadieska Ayuanissa Yayi Suryo Prabandari Ysh, A. Y Soegeng Yusmiati, Rini Zumamudin, Muhammad