Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Kemasan Tari Gayam Karya Nefria Lelyana dalam Mendukung Pelestarian Situs Sendang Gayam Amalia, Lintang Husna; Istiandini, Winda; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.752

Abstract

Madiun City has one site in the center of the city which is called the Sendang Gayam Site. This site has a historical story and there is an air source that is considered to have properties, but its existence is still little known by the wider community. Gayam Dance was created as a work of art that seeks to preserve historical stories and values. This research aims to analyze the Gayam Creation Dance by Nefria Lelyana as an effort to preserve the Sendang Gayam Site in Madiun City using descriptive qualitative methods and collecting data sources through observation, interviews, and documentation. The concept of smooth and firm movements in this dance uses an East Javanese style. Floor patterns use vertical, horizontal, and zig-zag patterns. The number of dancers in this dance is five people. The accompaniment composition uses traditional Javanese musical instruments with pelog tunings. The choice of costumes is dominated by blue as a symbol of the Sendang Gayam Site and the dancers' make-up is simple. Dance props include kendhi, white cloth, blue cloth, and white bag. The location of the dance performance is not always on the site but can be performed at various events. Gayam Creation Dance is a medium for introducing the cultural potential of Madiun City and presenting a strong cultural identity. This dance shows how art can be a bridge between tradition, history, and current needs in efforts to preserve culture
Eksplorasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Tari Sri Ganyong: Studi di Sanggar Lang Lang Buana, Banyuwangi Putri, Septi Riskia; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.765

Abstract

Sri Ganyong Dance is a mandatory dance at Sanggar Lang Lang Buana that incorporates cultural values related to character education. This dance has become one of the arts that represents the culture of Banyuwangi, encompassing the storyline, movements, song lyrics, makeup, and costumes. This research aims to describe the character education values found in the Sri Ganyong Dance. The research method used is descriptive qualitative. Research data were obtained through observation, interviews, and documentation from four informants. The research results show that there are 8 character education values in dance, such as religious values, honesty values, tolerance values, discipline values, independence values, hard work values, love for the homeland values, and responsibility values. These findings provide an understanding of the importance of strengthening relevant character education values in the context of local cultural preservation. As for suggestions for further research, it is recommended to provide a more detailed description of character education values in the learning process
PENGARUH MODEL GAME BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA QUIZWHIZZER TERHADAP KEMAMPUAN PENGUASAAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA SD Wahyuningtyas, Tri; Neneng Sri Wulan; Nadia Tiara Antik Sari
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 In Press
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29907

Abstract

Penguasaan kosakata Bahasa Inggris tidak serta merta hanya mengenal kosakata, namun siswa juga harus mampu untuk menuliskan, melafalkan, dan mengartikan. Pada kenyataan dilapangan, kemampuan Bahasa Inggris pada siswa masih belum optimal. Hal ini karena kurangnya penguasaan kosakata Bahasa Inggris serta proses belajar yang cenderung monoton sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Game Based Learning menggunakan media Quizwhizzzer untuk meningkatkan kemampuan kosakata Bahasa Inggris dibandingkan kelas yang menerapkan model tipe Picture and Picture. Pada penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment non-equivalent control group design, dengan pemerolehan data diambil dari soal pre-test dan post-test yang diberikan kepada siswa. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh sebesar 21,5% dengan menerapkan model Game Based Learning berbantuan media Quizwhizzer terhadap kemampuan kosakata dan terdapat peningkatan yang lebih baik dibandingkan menggunakan model tipe Picture and Picture. Sehingga penerapan model Game Based Learning dengan memanfaatkan media Quizwhizzer dapat dipertimbangkan sebagai alternatif untuk meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Inggris pada siswa SD.
NERS CILIK: PEMBERDAYAAN SISWA SEBAGAI PELOPOR KESEHATAN DI SEKOLAH Tafwidhah, Yuyun; Mita, Mita; Agung Krisdianto, Muhammad; Luthfi, Muhammad; Wahyuningtyas, Tri; Maulidia, Aqilah; Dini Septiany, Anisha
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 3 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i3.964-971

Abstract

Program “Ners Cilik” merupakan upaya pemberdayaan siswa sebagai pelopor kesehatan di sekolah yang sejalan dengan tujuan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Pemberdayaan siswa ini membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan agar dampak positifnya dapat bertahan lama. Siswa yang mengikuti program ini akan terus berganti setiap tahunnya seiring dengan kenaikan kelas. Oleh karenanya perlu kembali dihidupkan secara rutin agar siswa baru dapat mengikuti jejak pendahulunya dalam mendukung kesehatan di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar sebagai Ners Cilik. Dengan melibatkan 30 siswa, kegiatan dilakukan dengan metode kombinasi ceramah, demonstrasi, pemutaran video, dan sesi tanya jawab. Materi yang diberikan yaitu pengenalan Ners Cilik, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk di dalamnya pencegahan terhadap penyakit menular dan tidak menular, serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan dengan hasil menunjukkan peningkatan rata-rata dari 64,76 menjadi 72,38. Dengan peningkatan ini diharapkan siswa dapat berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesehatan di sekolah dengan menyebarkan informasi dan melakukan aksi nyata untuk mewujudkan lingkungan sekolah sehat.
A VISUAL NARRATIVE: JAVANESE MASK COLLECTIONS AT THE MPU TANTULAR MUSEUM Identification of the East Java Cultural Diversity Mask Collection: A VISUAL NARRATIVE: JAVANESE MASK COLLECTIONS AT THE MPU TANTULAR MUSEUM Identification of the East Java Cultural Diversity Mask Collection Wahyuningtyas, Tri; Hidajat, Robby
International Journal of Performing Arts (IJPA) Vol. 4 No. 1 (2025): June
Publisher : Yayasan Pusat Cendekiawan Intelektual Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56107/ijpa.v4i1.255

Abstract

This article aims to identify and classify the mask collections at the Mpu Tantular StateMuseum, Sidoarjo, as a visual narrative of the cultural richness of East Java and itssurrounding regions. Through in-depth identification activities conducted from September17–19, 2025, the mask collections were classified into three main variants based on regions:Topeng Malang (Malang Masks), Topeng Madura (Madura Masks), and some other regionalmasks.The Malang mask collection, the most numerous collection, represents the epic tale ofPanji Asmorobangun. Its characteristic features include symmetrical, refined carvings andthe use of philosophical colors. The green color shown by Panji symbolizes chivalry andtranquility, contrasting sharply with the fiery red possessed by Klana Sewandana, whichrepresents anger. The faded colors on the ancient masks emphasize their inherent historicaland spiritual gravitas and value as evidence of the preservation of this noble art form.The Madura mask collection, associated with the Madura’s puppet maskperformances, displays characters that reflect the resilience of the community from theMadura island, also known as the salt island. Their characteristics are simpler but firm, hard,and expressive (such as bulging eyes or fangs), implying a strong fighting spirit andstraightforward demeanor.The other regional masks group completes the Nusantara (an archipelago country)mosaic, including collections from Cirebon (such as the White Elephant mask), Yogyakarta,as well as the Sandur mask (from Jombang/ Tuban) and the Dongkrek mask (from Madiun).The presence of these masks from outside the immediate region confirms East Java’s culturalconnection and acculturation with the wider archipelago.Overall, the mask collection at the Mpu Tantular museum functions as a "spiritualwindow" that reflects the contrast and unity of values, ranging from the agrarian idealism(Malang) to the coastal fighting spirit (Madura). These artifacts are an invaluable treasurethat ensures moral philosophy and local wisdom continue to live on as an educationalmedium for future generations.
THE PUPPETEER’S BODY DISCIPLINARY POWER IN MALANG’S MASK PUPPET PERFORMANCE Wahyuningtyas, Tri
International Journal of Performing Arts (IJPA) Vol. 1 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Yayasan Pusat Cendekiawan Intelektual Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56107/ijpa.v1i2.60

Abstract

The two focuses of this research include describing the formation of the puppeteers' episteme in Malang district and explaining the process of internalizing the experience and reasoning of the puppeteer who acts as a director as well as a person possessing high spiritual strength. Second, the body discipline power of the Malang masked puppeteer. This qualitative research used interview and observation data which were analyzed using Michel Foucault's post-structuralist theory approach. The results of the study performance that puppeteers of mask puppet performance in Malang district have a stronger disciplinary power orientation compared to other puppeteers. The power of knowledge of puppeteers is obtained through disciplining the body which is built from its existence socially and environmentally. The puppeteer of mask puppet performance has roles as a person who has spiritual power and as a director in organizing the mask puppet performance. The power of knowledge of the puppeteer produces the discourse of the puppeteer who has autonomy and power. Keywords: DISCIPLINARY POWER,BODY, PUPPETEER
Pengaruh Buku Anak Sholeh terhadap Peningkatan Karakter Siswa dalam Membentuk Profil Pelajar Pancasila di SDIT Cendikia Purwakarta Alindra, Afridha Laily; Suparman, Bintang Muhibuttobari; Rahmadika, Faddyasinta Sahnabila; Aghniyah, Isna Alifia; Rosafina, Mega; Prabowo, Salsabila Alifia; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.12594

Abstract

Pendidikan karakter merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, pendidikan karakter menjadi hal yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, kita perlu melakukan pembiasaan-pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Salah satu inovasi yang dapat digunakan dalam memberikan pembiasaan terhadap peserta didik untuk meningkatkan karakternya yaitu dengan meminta peserta didik mengisi Buku Anak Sholeh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Buku Anak Sholeh di SDIT Cendekia Purwakarta terhadap peningkatan karakteristik siswa berdasarkan salah satu dimensi dalam Program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif, dimana teknis pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, dan angket di SDIT Cendekia Purwakarta. Berdasarkan hasil observasi tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan adanya buku anak sholeh, terdapat 80% siswa telah mencapai P5 (dimensi beriman, bertakwa kepada tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia), sedangkan 20% siswa belum mencapai P5. Adapun solusi yang diberikan kepada siswa yang belum mencapai P5 yaitu dengan memberikan punishment, yang mana dapat berdampak positif pada siswa sehingga mampu mencapai P5. Punishment yang diberikan seperti menulis surat pendek, menghafal, bebersih kelas, dan lainnya. Dapat disimpulkan juga Buku Anak Sholeh ini dapat berpengaruh terhadap peningkatan karakteristik siswa di SDIT Cendekia Purwakarta terutama dalam salah satu dimensi yang ada dalam program P5. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Buku Anak Sholeh ini merupakan salah satu inovasi kebijakan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan karakteristik peserta didik. Dan peneliti juga memberikan rekomendasi bagi pemerintah atau lembaga pendidikan yang lainnya untuk meningkatkan karakteristik siswa dalam keimanan, ketakwaan, dan akhlak dengan menggunakan inovasi tersebut.
Kolaborasi SDN 2 Nagrikaler, Puskesmas, Guru, dan Mahasiswa P3k UPI Purwakarta Mencegah Stunting Nurbayan, Yayan; Rosmana, Primanita Sholihah; Nursyahbani, Andini; Khoirunnisa, Anis; Alam, Bening Cipta; Suparman, Bintang Muhibuttobari; Firdaus, Dzulfa Nur; Azzahra, Elvyn Kemala; Tufahati, Ninis Andini Wafa; Rohimah, Rina; Miftah, Reina Farhanah; Nuroh, Rofatan; Prabowo, Salsabila Alifia; Janika, Sulistia; Supriatna, Supriatna; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SDN 2 Nagrikaler, bekerja sama dengan Puskesmas, para guru, dan mahasiswa Program Penguatan Profesional dan Keguruan (P3K) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta, melaksanakan Gerakan Makan Sehat untuk mendukung pencegahan stunting pada anak. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap, dengan tema "Makan Telur dan Minum Susu Bersama" serta "Makan Sayur dan Buah Bersama." Melalui edukasi tentang pentingnya konsumsi makanan bergizi, siswa diharapkan dapat mengembangkan pola makan sehat yang mendukung tumbuh kembang optimal. Kolaborasi mahasiswa P3K UPI Purwakarta memberikan dampak positif dalam penyampaian materi yang interaktif, memperkuat pemahaman siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi angka stunting di Indonesia.
Pengelolaan Limbah Makanan Berbasis Mikroorganisme Lokal dalam Konteks TDBA di SDN 2 Nagrikaler Purwakarta Nurbayan, Yayan; Rosmana, Primanita Sholihah; Nursyahbani, Andini; Khoirunnisa, Anis; Alam, Bening Cipta; Suparman, Bintang Muhibuttobari; Firdaus, Dzulfa Nur; Azzahra, Elvyn Kemala; Tufahati, Ninis Andini Wafa; Rohimah, Rina; Miftah, Reina Farhanah; Nuroh, Rofatan; Prabowo, Salsabila Alifia; Janika, Sulistia; Supriatna, Supriatna; Wahyuningtyas, Tri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah makanan merupakan salah satu tantangan lingkungan yang signifikan di Indonesia, limbah makanan menyumbang sekitar 40% dari total sampah domestik. Penelitian ini mengkaji pengelolaan limbah makanan di SDN 2 Nagrikaler menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bagian dari konsep Tatanen di Bale Atikan (TDBA). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangkaian In House Training (IHT) bertema "Menggali Potensi Sekolah Melalui Pendidikan Karakter Berbasis TDBA," yang melibatkan siswa, guru, dan mahasiswa P3K UPI Purwakarta. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan MOL efektif dalam mengubah limbah makanan menjadi pupuk organik yang merupakan bentuk dari gerakan food waste, meningkatkan pemahaman siswa terhadap prinsip keberlanjutan, serta memperkuat nilai karakter seperti tanggung jawab dan peduli lingkungan.
Pelatihan Tari Zapin Bagi Komunitas Perempuan Bersanggul Di Kampung Budaya Polowijen (KBP) Kota Malang robby, robby hidajat; Wahyuningtyas, Tri; Hartono; Hasyimy, Muhammad Afaf
Gayatri : Jurnal Pengabdian Seni dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2025): April
Publisher : Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20111/gayatri.v3i1.58

Abstract

Kota Malang telah mengembangkan kampung tematik sejak 1995, salah satunya adalah Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang telah berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang fokus pada kekayaan tradisi, seni lokal, dan keragaman. Untuk memberdayakan masyarakat dan memperkenalkan budaya Malang kepada wisatawan, KBP meluncurkan program pelatihan Tari Zapin bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Seni Tari dan Musik DSD FS Universitas Negeri Malang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kegiatan tersebut melibatkan Komunitas Perempuan Bersanggul. Pelatihan menggunakan metode R&D (Research and Development), yang mencakup langkah-langkah: (1) eksplorasi peserta, (2) perencanaan kegiatan, (3) pelaksanaan kegiatan pelatihan, (4) pengenalan materi, (5) proses pelatihan, (6) evaluasi hasil, dan (7) rekonstruksi penampilan tari. Hasil pelatihan menunjukkan dua capaian utama: (1) Penguasaan Tari Zapin sebagai Tari Sambut, dan (2) Dampak positif signifikan bagi Komunitas Perempuan Bersanggul, dengan rata-rata evaluasi sebesar 86%. Evaluasi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan harapan masa depan peserta. Persentase ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan dan pengetahuan peserta, menguatkan peran KBP sebagai destinasi wisata budaya yang khas dan berpotensi.