Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KURANG ENERGY KRONIS (KEK) DI PUSKESMAS MERGANGSAN KOTA YOGYAKARTA Yanti, Albina Destri Evri; Suherni, Suherni; Kurniati, Ana
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol 9 No 1 (2016): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7222.272 KB)

Abstract

Maternal mortality shows that one of the factors is related to the pregnancy disorders. One of the causes formaternal mortality is chronic lack of energy on pregnancy. Because of having limited knowledge onnutrients,pregnant women are short of nutrients that are actually useful for their pregnancy. Basically,knowledge on nutrition is extremely useful for pregnant women. The prevalence ofCLE in the city of Yogyakartais 19.42%. Meanwhile, the prevalence of OLE at the Public Health Center of Mergangsan is 36.49%. Thisresearch is conducted to find out the knowledge level of pregnant women on CLE at the Public Health Center ofMergangsan, city of Yogyakarta. It is a descriptive research with the survey design of cross-sectional approach.The subject is all pregnant women who pay a visit for their pregnancy check-up to the Public Health Center ofMergangsan on May 28th and June 3rd and 4th, 2014. In accordance with the criteria, 40 respondents are takenforthis research. Univariateanalysis is amethod used to analyze the data. Most of the respondents are between20 and 35 years old (77.50%), high school leavers (57.50%), not working (75%), and primipara parity (67.50%).The knowledge level on CLE is sufficient if based on their age (70.83%), if based on their majority educationbackground (50%), if based on their working status (83.33%), and if based on primipara parity (62.50%). Inshort, the knowledge level of pregnant women on CLE at the Public Health Center of Mergangsan, city ofYogyakarta, is sufficiently categorized (60%).
KEPUASAN DAN MINAT IBU HAMIL MENGGUNAKAN SARAN PELAYANAN PERSALINAN Djanah, Nur; Suherni, Suherni
Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak Vol 10 No 2 (2016): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7690.801 KB)

Abstract

Assessment of the health service by comparing services that they expect with the service they receive, they tend to repeat toreturn when satisfied and will leave or move if not satisfied. One indicator to measure the interest of pregnant women in usingmeans of service delivery is by measuring the satisfaction of pregnant women against the perception of health care servicesreceived. Objective: to know the relationship between the level of satisfaction with the use of the means of Labor Ministryinterest in pregnant women that the ANC method: analytical design description Design cross-sectional. Subjects research 67pregnant women using consecutive sampling corresponding to the criteria of inclusion and exclusion. The collection of datausing questionnaires that have already tested the validity and reliability. Data analysis using Chi-Square. Results: of the 67respondents 89.5% said interest and 10.5% saying not interested in using the means of service delivery, as well as 85% saysatisfied and 15% say not satisfied in accepting the ANC services. Based on testing the correlation of Chi-Squared obtainedthe value of X-squared 4.8028 and p-value 0.02841 with sig < 0.05. This research showed that there was a significantpositive relationship between satisfaction with the interest of pregnant women that the ANC is in using the means of servicedelivery. Conclusion: The more satisfied expectant mothers who did the ANC than the higher interest in using the means ofservice delivery.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Kolaboratif Siswa Sekolah Dasar Mukromin, Abdul Malik; Kusumaningsih, Widya; Suherni, Suherni
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7430

Abstract

Kemampuan kolaboratif merupakan kemampuan yang sangat penting pada siswa karena memungkinkan siswa untuk belajar bekerja sama sehingga perlu ditinggkatkan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individu dalam kelas sehingga dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis proses pembelajaran berdiferensiasi di SDN Sendangmulyo 02; 2) menganalisis hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di SDN Sendangmulyo 02; dan 3) menganalisis dampak pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan kolaboratif siswa di SDN Sendangmulyo 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data dipilih secara purposife dan bersifat snowball sampling. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah guru kelas 2 SDN Sendamulyo 02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas 2 di SDN Sendangmulyo 02 dilakukan dengan memahami tingkat pemahaman siswa, pengelompokkan siswa, dan penggunaan metode pembelajaran yang beragam sesuai tingkat pemahaman siswa. Namun, terdapat hambatan dalam proses pembelajaran berdiferensiasi yaitu, sumber daya yang terbatas. Sumber daya tersebut dapat berupa waktu maupun fasilitas-fasilitas dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang menekankan variasi pembelajaran. Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan kolaboratif siswa siswa kelas 2 di SDN Sendangmulyo 02 adalah dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi siswa.
Efektifitas PLB Terhadap Pola Nafas Pasien PPOK Di Rumah Sakit Sundari Pujiati, Lilis; Suherni, Suherni
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 3, No 2 (2023): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v3i2.51

Abstract

Pursed Lip Breathing (PLB) adalah latihan pernapasan dengan menarik udara melalui hidung dan mengeluarkan udara dengan cara bibir lebih dirapatkan atau dimonyongkan dengan waktu ekshalasi lebih di perpanjang. Terapi rehabilitasi paru-paru dengan pursed lip breathing ini adalah cara yang sangat mudah dilakukan, tanpa memerlukan alat bantu apapun, dan juga tanpa efek negatif seperti pemakaian obat-obatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif Quasy Eksperiment yang bertujuan untuk mengidentifikasi Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Nafas Pasien PPOK di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan Pola Nafas Pasien PPOK di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru sebelum diberikan Pursed Lips Breathing mean pretest 7,14. Pola Nafas Pasien PPOK di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru setelah diberikan Pursed Lips Breathing mean posttest 10,55. Ada pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Nafas Pasien PPOK di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru, beda rerata pola nafas pretest dengan postest 3,4 dengan indeks kepercayaan terendah - 5.824 dan tertinggi -4.425. Hasil uji t-test diperoleh nilai p value = 0,001 0,05. Disarankan kepada Rumah Sakit Sansani Pekanbaru, diharapkan agar terus meningkatan terapi tentang Pursed Lips Breathing pada pasien PPOK. Kepada Instansi Pendidikan diharapkan agar terus meningkatkan bahan referensi untuk memperluas khasanah keilmuan dan wawasan tentang Pursed Lips Breathing sehingga dapat mendukung penelitian lanjutan di masa depan.
The Influence of Peer Group Education on Menstrual Hygiene on Knowledge of Pruritusvulvae Prevention in Adolescent Girls at SMP Muhammadiyah 4 Medan Triana, Heni; Lilis Pujiati; Suherni, Suherni
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 3 No. 2 (2024): January-May
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v3i2.746

Abstract

The importance of education and health reproduction at SMP Muhammadiiyah 4 Medan is often neglected. Whereas prevalence problems in health reproduction in adolescents at SMP Muhammadiiyah 4 Medan are still high, including anemia, vaginal discharge, dysmenorrhea, syndrome premenstrual, and hygiene problems. Difficulties can have an impact, like school absenteeism, wasting, and infertility. Peer education seen as capable of overcoming problemsThis is because teenagers at SMP Muhammadiiyah 4 Medan more often interact with friends and peers than with family, teachers, or officers. Purpose of activity: This is to increase knowledge, attitudes, and skills of participants about education, peers, and health reproduction among teenagers. Health education for teenagers, peer education training, and mentoring activities are potential extracurriculars that help the realization of healthy madrasas. A number of activities are performed. Activity This is followed by three to ten students who want to become peer educators. Results of activities evaluated use pre-test and post-test questionnaires, as well as practice education, health, and counseling. Result of activity: This is an enhancement knowledge participant about health reproduction among teenagers of 8.28 and peer education of 5.17 after the follow-up activity. Participants are also capable of recognizing health problems, common reproduction that appears in adolescence, and manner prevention.
Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh di SDIT Al Ghazali Palangka Raya Suherni, Suherni; Muslimah, Muslimah; Sapuadi, Sapuadi
Muallimun : Jurnal Kajian Pendidikan dan Keguruan Vol 2 No 1 (2022): MUALLIMUN
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/muallimun.v2i1.2922

Abstract

Penelitian ini bertolak dari adanya pembelajaran pada masa pandemi covid-19 dilaksanakan jarak jauh dan SDIT Al Ghazali kota Palangka Raya merupakan salah satu sekolah yang juga melaksanakan pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi pembelajaran PAI jarak jauh di SDIT Al Ghazali Palangka Raya dan untuk mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI jarak jauh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mana 1 orang guru Pendidikan Agama Islam sebagai subjek penelitian. Kepala sekolah, 4 orang siswa kelas V, dan 3 orang tua siswa sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh dapat dikatakan efektif karena dapat mencapai indikator keefektifan yakni tujuan intruksional yang dapat tercapai, pembelajaran yang dilaksanakan secara aktif, dan seluruh siswa memiliki sarana prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran. Faktor pendukung pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan jarak jauh adalah jaringan yang stabil dan ketersediaan kuota, faktor penghambat pembelajaran yang dilaksanakan jarak jauh adalah jaringan yang kurang stabil yang bisa membuat suara dapat terputus-putus.ibiting factors for learning carried out from home are an unstable network that can cause intermittent voices.
HUBUNGAN PROFESIONALISME DOSEN DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DALAM MATA KULIAH KDM DI STIKES FLORA Suherni, Suherni
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A professional instructor is a person who has competence in carrying out educational and teaching tasks. He is expected not only to do his profession but also to have a calling to do his task by improving his service quality intellectually and the other professional competences which will support the learning-teaching activity and yield good performance for his students. Some instructors who teach the subject of KDM are still undergraduates who, according to PP RI No. 12/2012, are not professional instructors. The objective of this research was to find out the correlation of instructors’ professionalism with learning performance of S1 (Undergraduate) students in the subject of KDM at STIKes Flora, Medan. The research used descriptive correlation method with cross sectional design. It was conducted from April until June, 2015. The population was 37 S1 (Undergraduate) active students in the academic year of 2012-2013 who studied the subject of KDM, and all of them were used as the samples, using non-probability sampling or census sampling technique. Independent variable was instructors’ professionalism and dependent variable was learning performance. The data were gathered by distributing questionnaires and KDM Grade sheet. The statistic test consisted of univariate and bivariate analyses, distribution frequency and Spearman Rho correlation test. The result of the research showed that there was the correlation of instructors’ professionalism with learning performance of S1 (Undergraduate) students in the subject of KDM at 0.509 with p-value < α (0.001 < 0.05) at the significance level of 5%. It is recommended that all instructors of STIKes Flora, Medan, do their job professionally in order to achieve optimal and maximal educational service to increase students’ performance in the subject of KDM.
Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi terhadap Kemampuan Kolaboratif Siswa Sekolah Dasar Mukromin, Abdul Malik; Kusumaningsih, Widya; Suherni, Suherni
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i2.7430

Abstract

Kemampuan kolaboratif merupakan kemampuan yang sangat penting pada siswa karena memungkinkan siswa untuk belajar bekerja sama sehingga perlu ditinggkatkan dengan pembelajaran berdiferensiasi yang merupakan pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individu dalam kelas sehingga dapat meningkatkan kemampuan kolaboratif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis proses pembelajaran berdiferensiasi di SDN Sendangmulyo 02; 2) menganalisis hambatan yang dihadapi guru dan siswa dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di SDN Sendangmulyo 02; dan 3) menganalisis dampak pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan kolaboratif siswa di SDN Sendangmulyo 02. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data dipilih secara purposife dan bersifat snowball sampling. Sampel yang digunakan oleh peneliti adalah guru kelas 2 SDN Sendamulyo 02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi pada siswa kelas 2 di SDN Sendangmulyo 02 dilakukan dengan memahami tingkat pemahaman siswa, pengelompokkan siswa, dan penggunaan metode pembelajaran yang beragam sesuai tingkat pemahaman siswa. Namun, terdapat hambatan dalam proses pembelajaran berdiferensiasi yaitu, sumber daya yang terbatas. Sumber daya tersebut dapat berupa waktu maupun fasilitas-fasilitas dalam melakukan pembelajaran berdiferensiasi yang menekankan variasi pembelajaran. Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi terhadap kemampuan kolaboratif siswa siswa kelas 2 di SDN Sendangmulyo 02 adalah dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan komunikasi siswa.
Hubungan Penerapan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kecemasan Pasien Halusinasi Hariaty Situmorang, Susy; Damanik, Dady Hidayah; Suherni, Suherni
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 2 (2024): J-BIKES NOVEMBER
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i2.72

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi yang direncanakan secara sadar, tujuan dan kegiatannya difokuskan untuk kesembuhan klien. Komunikasi terapeutik memberikan pengertian antara perawat dan klien dengan tujuan membantu klien memperjelas dan mengurangi beban pikiran serta diharapkan dapat menghilangkan kecemasan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi Hubungan Penerapan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kecemasan Pasien Halusinasi. Loaksi penelitian di klinik Marissa. Hasil penelitian menunjukkan dari 17 orang pasien halusinasi yang diberikan komunikasi terapeutik kategori baik, sebagian besar pasien tidak memiliki kecemasan yaitu sebanyak 15 responden (45,5%). Sedangkan dari 6 orang pasien halusinasi yang diberikan komunikasi terapeutik kategori kurang, sebagian besar pasien memiliki kecemasan yaitu sebanyak 4 orang (12,2%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p=0,002 (p0.05), maka disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara Penerapan Komunikasi Terapeutik dengan Tingkat Kecemasan Pasien Halusinasi.
Peran Strategis Jaminan Mutu dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan melalui Pendekatan Manajemen Mutu Terpadu Saleh, Abd. Rahman; Ramli, Rosmiati; Syamsuriah, Syamsuriah; Suherni, Suherni; Jupri, Jupri; Mulias, Ismail
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 1: April (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i1.1100

Abstract

Educational quality is a critical indicator in determining the success of national education implementation. Achieving quality requires a consistent and continuously improving system. Quality assurance plays a strategic role in ensuring that all educational components operate according to established standards. One widely adopted approach is Total Quality Management (TQM), which emphasizes the collective participation of all organizational members to achieve optimal quality. This literature study aims to analyze the strategic role of educational quality assurance through the TQM approach in the context of improving the quality of education in Indonesia. The study employed a literature review method using scientific articles, reference books, and research reports published in the last ten years. The results indicate that applying TQM principles—such as customer focus (students), strong leadership, involvement of all stakeholders, process-based approaches, and continuous improvement—is highly relevant in the educational system. A structured quality assurance strategy can enhance school management effectiveness, teacher performance, and student satisfaction. This study recommends integrating the quality assurance system into national education policies and strengthening the culture of quality within educational institutions