Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Evaluasi Keragaan Hasil Dan Skoring Keparahan Penyakit Karat Daun Pada Tanaman Sorgum Andriani, Dewi; Aminah, Siti; Amadius Weihan, Rayhan; Ovianalisa, Ovianalisa
Agrium Vol 20 No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v20i2.11444

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman pangan fungsional dan alternatif sebagai pengganti beras dan gandum karena mengandung gizi unik dan bebas gluten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan hasil dan tingkat keparahan serta kriteria ketahanan penyakit karat daun pada galur F6 sorgum. Penelitian menggunakan Rancangan Augmented yang terdiri dari 20 galur F6 sorgum tanpa ulangan dan 5 varietas pembanding sebagai kontrol dengan 3 ulangan sehingga diperolah 35 satuan percobaan. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan Uji BNT pada taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan perhitungan nilai heritabilitas dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai heritabilitas setiap karakter yang diamati tergolonng tinggi. Tingkat keparahan penyakit karat daun berkorelasi negatif terhadap bobot malai dan bobot biji malai-1  yang menunjukkan adanya tingkat penyakit rendah dengan bobot hasil yang tinggi. Terdapat 7 galur diantaranya A-19-18-3, A-21-14-3, A-21-14-2, A-16-21-5, B-15-25-3, B-1-24-2 dan B-4-6-7 yang memiliki bobot hasil yang baik dan tahan terhadap penyakit karat daun.
Tinjauan Regulasi Pengendalian Hama Pertanian Berbasis Keberlanjutan di Indonesia Putri, Nhyra Kamala; Munandar, Agung; Andriani, Dewi; Fajri, Maulidil; Weihan, Rayhan Amadius
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 1 (2025): June
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i1.2224

Abstract

Pertanian berkelanjutan erat kaitannya dengan penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) yang mengutamakan metode pengendalian hama ramah lingkungan, untuk mendukung kelestarian ekosistem serta keberlanjutan sektor pertanian. Peran pemerintah menjadi krusial dalam memfasilitasi, mengatur, dan mengimplementasikan pendekatan ramah lingkungan dalam pengelolaan hama, khususnya melalui kebijakan dan regulasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kebijakan serta regulasi terkait pengendalian hama di sektor pertanian Indonesia dan relevansinya dengan konsep keberlanjutan berdasarkan prinsip PHT. Pendekatan yang digunakan adalah metode studi literatur dengan analisis terhadap regulasi nasional dan penelitian relevan dalam 10 tahun terakhir dalam pengelolaan hama berbasis lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat sejumlah kebijakan yang mendukung PHT, implementasi di lapangan masih menghadapi tantangan seperti kurangnya kesadaran petani, serta masih ditemukannya pestisida terdaftar yang tergolong berbahaya. Regulasi yang ada perlu diperbarui untuk mengakomodasi inovasi baru dalam teknologi ramah lingkungan atau lebih adaptif terhadap tantangan terkini di sektor pertanian, meningkatkan pengawasan terutama terhadap pestisida berbahaya, serta menguatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Respon Pertumbuhan Jagung Hibrida (Zea mays) Terhadap Sistem Olah Tanah dan Pengendalian Gulma Chairuddin Chairuddin; Dewi Andriani; Rayhan Amadius Weihan; Putri Mustika Sari
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2970

Abstract

Corn is an alternative source of carbohydrates besides rice and wheat. Corn is used as feed in the livestock industry and various processed foods. BPS data for 2023 shows that corn production is decreasing, which has an impact on corn self-sufficiency and a lack of corn fulfillment for export needs. The research aims to determine the effect of interactions between soil processing systems and weed control on the growth and yield of hybrid corn plants. This research uses factorial RAK with interactions. The first factor is the tillage system with levels T0 (no tillage) and T1 (tillage). The second factor is weed control time with levels G0 (weed free), G1 (weeds controlled at 15 HST), G2 (weeds controlled at 35 HST), G3 (weeds controlled at 55 HST). The results showed that the tillage system and weed control time were significantly different in the test BNT 5%. However, the interaction not significantly different in the test BNT 5%. Corn plants with tillage (T1) and weed free (G0) showed the best growth and yield compared to other treatments in all observed variables.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Guna Mewujudkan Gerakan Aceh Mandiri Pangan di Kampung Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah Fantashir Awwal Fuqara; Muhammad Reza Aulia; Anisah Nasution; Safrika Safrika; Yulia Windi Tanjung; Dewi Andriani; Ovianalisa Ovianalisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10135

Abstract

Food availability is a condition where household food needs are met sufficiently, both in terms of quantity and quality and affordable. The yard is one of the closest sources to produce food needs to meet family nutritional needs, and reduce shopping needs and and can increase household income. The purpose of this activity is to improve the community's capability in managing the yard and provide insight, knowledge and expertise in cultivating vegetables. The method of community service activities is observation or survey, socialization, monitoring and evaluation. The results of this activity are able to increase public awareness of family health and nutrition by 85.9%, motivate the community to cultivate vegetables by 93.3% and increase 100% of people who are able to cultivate food crops and horticulture. This community service activity is expected to provide knowledge about sustainable food houses, as well as skills in cultivating plants so that healthy and nutritious vegetables are obtained in every house in Jagong Jeget Village, Aceh Tengah Regency
STUDI PUSTAKA: PENGARUH EVAPOTRANSPIRASI TERHADAP MIKROKLIMAT DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Nhyra Kamala Putri; Yusrizal; Dewi Andriani; Evi Julianita Harahap; Kasmawati
AGRO TATANEN | Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 8 No. 1 (2026): AGRO TATANEN Edisi Januari 2026 | Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Program Studi Agroteknologi Faperta UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/b88vgr96

Abstract

Evapotranspirasi merupakan gabungan proses evaporasi dari permukaan tanah dan transpirasi dari tanaman yang berperan penting dalam pembentukan mikroklimat di sekitar vegetasi. Mikroklimat ini memengaruhi kelembaban, suhu, dan durasi basah daun, yang menjadi faktor utama dalam dinamika organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara evapotranspirasi dan mikroklimat serta implikasinya terhadap pengendalian OPT. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengelolaan evapotranspirasi melalui teknik irigasi presisi, pemilihan varietas tanaman, pengaturan jarak dan waktu tanam, pengaturan naungan, rekayasa ekologi dan refugia, serta pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dan sensor mikroklimat dapat menekan kelembaban berlebih yang mendukung perkembangan OPT. Pendekatan ini tidak hanya relevan dalam konteks pengendalian OPT, tetapi juga mendukung efisiensi penggunaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pertanian berkelanjutan yang berbasis ekologi dan teknologi, khususnya dalam menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan. Sebagai rekomendasi, integrasi strategi evapotranspirasi dalam sistem Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) serta pemanfaatan data spasial dan kecerdasan buatan (AI) perlu dikembangkan secara bertahap, dimulai dari skala kecil, dengan dukungan kolaboratif antara peneliti, penyuluh, dan petani
Pelatihan Perbanyakan Trichoderma sp. Berbasis Media Jagung Pecah pada Kelompok Tani Kacang Tanah Inti Sari Rayhan Amadius Weihan; Riza Ulhaq; Noval Suhendra; Dewi Andriani; Putri Mustika Sari; Nhyra Kamala Putri; Tsamarah Nur Rahmah; Maulidil Fajri
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 4 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i4.2340

Abstract

Farmers' reliance on synthetic chemical inputs in Tegal Sari Village poses a major constraint in peanut cultivation due to economic limitations. This community service program aims to enhance the self-reliance of the Inti Sari Farmers Group in producing biological agents through training on the propagation of Trichoderma sp. on cracked corn media, based on the principles of the Low External Input Sustainable Agriculture (LEISA) system. The implementation method comprised theoretical socialization, practical demonstration (workshop), as well as monitoring and evaluation. The results indicated a significant 55% increase in farmers' cognitive understanding, with the average score rising from 30% (pre-test) to 85% (post-test). Furthermore, the farmers successfully mastered aseptic inoculation techniques, as evidenced by the growth of high-quality Trichoderma spores on cracked corn media produced through their independent practice. In conclusion, this training was effective in equipping farmers with appropriate technology skills, enabling them to reduce production costs while promoting more environmentally friendly and sustainable peanut farming practices in Pante Ceureumen District.