Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Catharsis

PERTUNJUKAN KESENIAN PATHOL SARANG DI KABUPATEN REMBANG Kinesti, Rakanita Dyah Ayu; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Catharsis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Pathol Sarang adalah kesenian tradisional yang sampai saat ini masih eksis di masyarakat Rembang. Interaksi dalam kesenian Pathol Sarang yang terjadi bukan lagi sebatas dialog, namun terjadi kontak fisik antar pemain dengan pemain. Keunikan kesenian Pathol Sarang juga terletak pada jenis pertunjukan yang tidak semestinya seperti pertunjukan lain. Pertunjukan yang dipentaskan di pinggir laut dan dimainkan oleh para nelayan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan bentuk pertunjukan kesenian Pathol Sarang dan menganalisis proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian yang pertama adalah bentuk kesenian Pathol Sarang yang ditinjau dari pelaku seni yang semua berjenis kelamin laki-laki mempunyai gerak murni dan maknawi yang berias tanpa make up dan berbusana memakai baju hitam dan celana hitam dengan ikat kepala dan property berupa udhet. Interaksi yang ditemukan adalah interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain, pemain dengan penonton. Interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain adalah kontak fisik yaitu dengan saling merangkul posisi kaki kuda-kuda dan saling mendorong untuk bergulat, interaksi yang terjadi antar pemain dan penonton adalah komunikasi sebelum bertanding pelandang(wasit) mencari lawan untuk pemain(pathol) yang bertanding diambil dari penonton. Saran untuk seniman, gerakan Pathol Sarang lebih dikembangkan lagi dengan menambahkan tarian pembuka sebelum pertunjukan dimulai.Art pathol sarang is traditional art that until now still exist in the community Rembang. Art pathol sarang is an entertainment media, as the show and as a social interaction .Interaction in the arts pathol sarang that there is no longer only dialogue , but occurring physical contact between the player with the players. Uniqueness of art pathol nest also located on the type of show undue as other performances. Show was staged in the outskirts of the sea and played by the fishermen . The purpose of research is description the form of art performances pathol sarang and analyze the process of social interaction. This study using a qualitative approach that produces data descriptive. The results of research first is the form of art pathol a nest that in terms of an art of which all of the male sex have motion pure and meaningful who berias without makeup and dressing wear a black and black pants by a headband and property in the form of udhet. The interaction that to find is the interaction that happened between players and players, a player with a spectator. The interaction that happened between players and players is physical contact namely by mutual embrace the position of the legs horses and pushing to grapple, the interaction that happened between players and the spectators is communication before competed pelandang (the referee) seeking opposed to a performer (pathol) competed taken from the audience. Advice for artists, movement pathol the nest more developed by adding opening dance before the show began.
PERTUNJUKAN KESENIAN PATHOL SARANG DI KABUPATEN REMBANG Kinesti, Rakanita Dyah Ayu; Lestari, Wahyu; Hartono, Hartono
Catharsis Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Pathol Sarang adalah kesenian tradisional yang sampai saat ini masih eksis di masyarakat Rembang. Interaksi dalam kesenian Pathol Sarang yang terjadi bukan lagi sebatas dialog, namun terjadi kontak fisik antar pemain dengan pemain. Keunikan kesenian Pathol Sarang juga terletak pada jenis pertunjukan yang tidak semestinya seperti pertunjukan lain. Pertunjukan yang dipentaskan di pinggir laut dan dimainkan oleh para nelayan. Tujuan penelitian adalah mendiskripsikan bentuk pertunjukan kesenian Pathol Sarang dan menganalisis proses interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menghasilkan data deskriptif. Hasil penelitian yang pertama adalah bentuk kesenian Pathol Sarang yang ditinjau dari pelaku seni yang semua berjenis kelamin laki-laki mempunyai gerak murni dan maknawi yang berias tanpa make up dan berbusana memakai baju hitam dan celana hitam dengan ikat kepala dan property berupa udhet. Interaksi yang ditemukan adalah interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain, pemain dengan penonton. Interaksi yang terjadi antar pemain dan pemain adalah kontak fisik yaitu dengan saling merangkul posisi kaki kuda-kuda dan saling mendorong untuk bergulat, interaksi yang terjadi antar pemain dan penonton adalah komunikasi sebelum bertanding pelandang(wasit) mencari lawan untuk pemain(pathol) yang bertanding diambil dari penonton. Saran untuk seniman, gerakan Pathol Sarang lebih dikembangkan lagi dengan menambahkan tarian pembuka sebelum pertunjukan dimulai.Art pathol sarang is traditional art that until now still exist in the community Rembang. Art pathol sarang is an entertainment media, as the show and as a social interaction .Interaction in the arts pathol sarang that there is no longer only dialogue , but occurring physical contact between the player with the players. Uniqueness of art pathol nest also located on the type of show undue as other performances. Show was staged in the outskirts of the sea and played by the fishermen . The purpose of research is description the form of art performances pathol sarang and analyze the process of social interaction. This study using a qualitative approach that produces data descriptive. The results of research first is the form of art pathol a nest that in terms of an art of which all of the male sex have motion pure and meaningful who berias without makeup and dressing wear a black and black pants by a headband and property in the form of udhet. The interaction that to find is the interaction that happened between players and players, a player with a spectator. The interaction that happened between players and players is physical contact namely by mutual embrace the position of the legs horses and pushing to grapple, the interaction that happened between players and the spectators is communication before competed pelandang (the referee) seeking opposed to a performer (pathol) competed taken from the audience. Advice for artists, movement pathol the nest more developed by adding opening dance before the show began.
Co-Authors Agustin, Rani Ahsan, Wildani Nur Amali, Muhammad Fahris Ananta, Elvara Intan Andriani, Rismalinda Arifin, Faizal Arum, Deby Nadiva Sekar Arviansari, Nadia Ariella Aulia, Zakiyatul Azizah, Ria Nur Azizy, Faza Al- Azkha, Millaty Azkiya, Zafira Zia Basyari, Ahmad Ali Bayhaqi, Ahmad Mawahib Dewi, Annisya Aulia Efendi, Faza Dzulfikar Falahuddin, Anim Falsafiya, Faza Naf’a Fatatussa’diyah, Fatatussa’diyah Fatmala, Riska Fella Suffah, Fella Haqqia, Adiba Hasna Al Hartono Hartono Husna, Maulidiah Ilfa, Yassir Indriani, Tri Innayah, Ivatun Nurul Isnaini, Selma Putri Ixzata, Musabiqul Fikriansyah Al Izzah, Faiqotul Karomah, Puja Sukma Ismul Khasanah, Aeni Khasanah, Amliyah Maqshudatul Kholilah, Nany khusnul khotimah Laela, Rohmah Nur Lathifah, Lisa Umi Latifah, Fathia Lestari, Putri Yuli Lusiana, Anita Lutfin, Windy Faeroza Maesaroh, Elisa Makrufah, Lailatul Munawaroh, Ainatul Munawaroh, Sani’atul Mustofa, Fauzi Muyassaroh, Naim Mu’jizah, Uyun Nada, Muhammad Yusrun Nandifa, Aprilia Nida, Fajria Khoirin Nida, Nurul Khoirin Ningsih, Heni Anggraeni Nisa, Riska Kholiliya Nisak, Lailiya Hikmatun Niyah, Dewi Fajriyatun Ni’mah, Rizqiya Afifatun Novita Wulan Sari Nurfiani, Septiana NURUL AZIZAH Oktaviana, Elisa Oktriani, Ranti Pionika, Rema Vina Praharsini, Adiba Putri, Adinda Anisa Rahmawati, Eka Vina Rahmawati, Siti Dewi Rizqia, Laili Fitri Rohayatun, Rohayatun Rohmawati, Geta Ro’fati, Delima Nailul Saifulloh, Fayyadh Sakilah, Ainun Sani, Choirun Nisa Nur Santi, Laila Tiara Saputra, Mohammad Aziz Setyani, Yhayuk Shofianur, Eva Suroyya, Khayya Sa`adatun Nuris Suroyya, Laana Nafisatus Syafi’atulkhoir, Salsabila Syahrani, Mirna Bunga Syifa, Chilmianida Ainis Taqiya, Nadifa Taufiqurrahman, Ariz Tri Tiara Maharani, Tiara Ulya, Nadia Himatul Ulya, Naily Himmatul Umi Latifah Usna, Eva Syafa'atul Wahyu Lestari Yahya, Rosalia Indiani Zahro, Tsaniya Fatimatuz Zahro’, Fatimatuz