Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Digital Transformation and Technology Management: A Qualitative Analysis of Organizational Capabilities Strengthening Mufi Agung Wibowo; Abdul Aziz; Irsal Fauzi; Ari Siswati
Golden Ratio of Data in Summary Vol. 6 No. 2 (2026): February - April
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grdis.v6i2.2066

Abstract

This study aims to analyze the role of technology management in improving organizational performance by strengthening innovation and organizational capabilities. Rapid technological developments require organizations to not only adopt technology but also manage it strategically to create value and competitive advantage. The research approach used was qualitative with an exploratory design. Data were obtained through in-depth interviews, observations, and documentation studies of informants directly involved in organizational technology management. Data analysis was conducted using thematic coding techniques to identify key patterns and themes. The results show that planned technology management aligned with organizational strategy plays a crucial role in driving innovation, strengthening organizational capabilities, and improving performance sustainably. Effectively managed digital transformation supports operational efficiency and quality decision-making. This study provides theoretical contributions to the development of technology management studies and practical implications for organizational leaders in formulating adaptive technology management strategies in the era of digital transformation.
PENINGKATAN KEMAMPUAN ENGLISH PUBLIC SPEAKING DAN LITERASI DIGITAL MELALUI MEDIA SOSIAL EDUKATIF BAGI SISWA SMKN H. MOENADI UNGARAN KABUPATEN SEMARANG Dewi Rosnita Hardiany; Mochamad Rizqi Adhi Pratama; Ari Siswati; Indah Sukma Wahyuni; Nimas Condroarum Putrikaloka Pandanwangi
Jurnal Bakti Humaniora Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jbh.v5i2.4658

Abstract

Di era digital, siswa semakin dituntut untuk mampu berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris sekaligus menunjukkan kemampuan untuk mengakses, mengevaluasi, dan menciptakan konten digital secara bertanggung jawab. Program ini dilaksanakan melalui serangkaian sesi pelatihan yang mengintegrasikan kegiatan public speaking berbasis digital, seperti presentasi interaktif dan unggahan reflektif pada akun media sosial edukatif. Pelaksanaan program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking dan literasi digital siswa melalui media sosial edukatif bagi siswa SMKN H. Moenadi Ungaran, Kabupaten Semarang. Latar belakang kegiatan ini adalah untuk mengatasi beberapa permasalahan, yaitu rendahnya kemampuan public speaking bahasa Inggris siswa, kurangnya literasi digital, serta minimnya penerapan media dan pembelajaran interaktif. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo yang terlibat dalam kegiatan ini, kemudian dilanjutkan dengan koordinasi bersama sekolah sasaran terkait jadwal pelaksanaan. Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan laporan hasil kegiatan setelah program selesai dilaksanakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial edukatif secara signifikan meningkatkan kepercayaan diri, kejelasan, dan kelancaran siswa dalam public speaking bahasa Inggris dari rata-rata 33,3% menjadi 75,3%, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam menavigasi dan mengevaluasi konten digital secara kritis. Program ini menunjukkan bahwa media sosial edukatif dapat menjadi sarana yang efektif dan menarik untuk mengembangkan keterampilan komunikasi esensial abad ke-21.
Transformasi Digital E-Commerce di Era Post-Pandemic: Analisis Tren dan Dampak pada Perilaku Konsumen Indonesia Ratna Sari Handayani; Gizka Alysah Diva; Eko Nur Hermansyah; Ari Siswati
Jurnal Informatika dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): IKN : Jurnal Informatika dan Kesehatan
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ikn.v2i2.3704

Abstract

The Covid-19 pandemic is the biggest global humanitarian challenge the world has ever faced. The Covid-19 pandemic has brought significant changes to various aspects of life, including people's consumption patterns, especially in shopping behavior. This study aims to analyze changes in online shopping behavior of retail consumers in Indonesia post-Covid-19 pandemic, while identifying the potential for sustainable digital transformation in the retail sector. Social restrictions during the pandemic have encouraged consumers to shift from traditional (offline) shopping methods to online shopping, especially in purchasing essential needs such as food, daily necessities, and fashion products. This shift has not only affected consumers, but also small and medium business actors, including food stalls, grocery stores, and convenience stores, which have begun to utilize digital platforms to survive the economic challenges. This study uses qualitative and quantitative approaches to explore consumer behavior, involving surveys, interviews, and analysis of online transaction data from various e-commerce platforms. The results of the study show significant changes in consumer preferences, where convenience, time efficiency, and ease of access are the main reasons for the increasing popularity of online shopping. In addition, digital transformation in the retail sector is accelerated by technological advances and consumer adaptation to safer and more practical digital payment systems. The findings of this study reveal that online shopping habits formed during the pandemic are likely to continue even after the pandemic ends. This shows the great potential of e-commerce as an important element in the future retail ecosystem. This study also provides recommendations for consumers and businesses to continue to adapt to the development of digital technology, and take advantage of new opportunities offered by digital transformation. The implications of this study include the importance of collaboration between the government, business actors, and digital platform providers to support a more inclusive and efficient retail ecosystem. Digital transformation is not only a short-term adaptation solution, but also a foundation for creating sustainable business models in the future. Thus, online shopping is expected to become a major component in the development of the Indonesian retail sector, along with the increasing adoption of digital technology by the community.   ABSTRAK Pandemi Covid-19 adalah tantang kemanusian global terbesar yang pernah dihadapi dunia. Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pola konsumsi masyarakat, khususnya dalam perilaku belanja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku belanja online konsumen ritel di Indonesia pasca-pandemi Covid-19, sekaligus mengidentifikasi potensi keberlanjutan transformasi digital dalam sektor ritel. Pembatasan sosial selama pandemi mendorong konsumen untuk beralih dari metode belanja tradisional (offline) ke belanja online, terutama dalam pembelian kebutuhan esensial seperti makanan, barang kebutuhan sehari-hari, dan produk fashion. Pergeseran ini tidak hanya memengaruhi konsumen, tetapi juga pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk warung makan, toko kelontong, dan toko serba ada, yang mulai memanfaatkan platform digital untuk bertahan di tengah tantangan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mengeksplorasi perilaku konsumen, melibatkan survei, wawancara, serta analisis data transaksi online dari berbagai platform e-commerce. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam preferensi konsumen, di mana faktor kenyamanan, efisiensi waktu, dan kemudahan akses menjadi alasan utama meningkatnya popularitas belanja online. Selain itu, transformasi digital dalam sektor ritel dipercepat oleh kemajuan teknologi dan adaptasi konsumen terhadap sistem pembayaran digital yang lebih aman dan praktis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa kebiasaan belanja online yang terbentuk selama pandemi kemungkinan besar akan terus berlanjut, bahkan setelah pandemi berakhir. Hal ini menunjukkan potensi besar e-commerce sebagai elemen penting dalam ekosistem ritel masa depan. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi konsumen dan pelaku usaha untuk terus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital, serta memanfaatkan peluang baru yang ditawarkan oleh transformasi digital. Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, dan penyedia platform digital untuk mendukung ekosistem ritel yang lebih inklusif dan efisien. Transformasi digital tidak hanya menjadi solusi adaptasi jangka pendek, tetapi juga menjadi fondasi untuk menciptakan model bisnis yang berkelanjutan di masa depan. Dengan demikian, belanja online diperkirakan akan menjadi komponen utama dalam perkembangan sektor ritel Indonesia, seiring dengan semakin besarnya adopsi teknologi digital oleh masyarakat.
Penilaian Kesehatan Bank Digital Menggunakan CAMEL dan RGEC Samuel Martono; Ari Siswati
Jibaku: Jurnal Ilmiah Bisnis, Manajemen dan Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jibaku.v6i2.5141

Abstract

This study aims to analyze the health level of digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using the CAMEL and RGEC methods to assess which digital banks are good investment choices. The CAMEL method assesses aspects of capital, asset quality, management, profitability, and liquidity, while the RGEC method covers risk profiles, good governance, profitability, and capital. The objects of this study are nine digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange: Bank Jago, Bank Aladin Syariah, Allo Bank, Bank MNC Internasional, Amar Bank Indonesia, Bank Raya, Bank Neo Commerce, Bank Capital Indonesia, and Bank QNB Indonesia. The observation period is 2019 to 2023 and the research data is obtained from the financial statements of the nine digital banks for the period 2019-2023. The results of the study indicate that there are four banks that have a stable health level throughout the current period and therefore can be good choices for investment: Bank Neo Commerce, Bank Raya, Bank Capital, and Bank MNC Internasional. Abstract This study aims to analyze the health level of digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) using the CAMEL and RGEC methods to assess which digital banks are good investment choices. The CAMEL method assesses aspects of capital, asset quality, management, profitability, and liquidity, while the RGEC method covers risk profiles, good governance, profitability, and capital. The objects of this study are nine digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange: Bank Jago, Bank Aladin Syariah, Allo Bank, Bank MNC Internasional, Amar Bank Indonesia, Bank Raya, Bank Neo Commerce, Bank Capital Indonesia, and Bank QNB Indonesia. The observation period is 2019 to 2023 and the research data is obtained from the financial statements of the nine digital banks for the period 2019-2023. The results of the study indicate that there are four banks that have a stable health level throughout the current period and therefore can be good choices for investment: Bank Neo Commerce, Bank Raya, Bank Capital, and Bank MNC Internasional.