Neneng Tasu’ah, Neneng
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang

Published : 53 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of the Impact of Gadget Use in Terms of Figural Creativity in Children Aged 5-6 Years Sari, Gharinta Ilham Muqsitha; Tasu'ah, Neneng
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 12 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/belia.v12i1.68151

Abstract

Kehadiran gadget yang semakin canggih sudah menjadi kebutuhan sehari-hari semua usia, dari orang dewasa bahkan anak-anak zaman sekarang sudah mampu dan memahami cara menggunakan gadget. Dalam penggunaan gadget pasti terdapat beberapa dampak yaitu salah satunya dapat meningkatkan kreativitas pada anak, akan tetapi bila anak terlalu sering hingga kecanduan bermain gadget akan mempengaruhi aktivitas atau kecerdasan anak menurun dan menjadi malas untuk melakukan segala hal dalam berpikir atau malas belajar terutama pada kecerdasan logika. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti, yaitu teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan gadget ditinjau dari kreativitas figural serta untuk mengetahui apa dampak positif dan bagaimana cara mengatasi dampak negatif. Kreativitas figural adalah kemampuan untuk menghasilkan ide atau gagasan baru melalui gambar yang dibuat. Kreativitas figural ini didasarkan pada kegiatan menggambar untuk menghasilkan ide atau gagasan baru, tetapi tidak memerlukan keterampilan atau kemampuan menggambar. Proses pengerjaan gambar untuk melihat kreativitas figural yaitu peneliti mengamati proses kegiatan menggambar di kelas yang diberikan contoh oleh guru kemudian anak dapat menirukannya. Gadget dapat mendukung perkembangan kreativitas anak, terlebih kreativitas figural. Karena anak sudah mengenal dan menggunakan gadget serta banyak fitur yang beraneka ragam, gadget dianggap bisa membantu perkembangan kreativitas anak sebagai penambah pengetahuan dan sumber referensi untuk berkreasi. Berdasarkan wawancara orang tua anak usia dini di TK Aisyiyah Kauman Batang yaitu dampak dari penggunaan gadget lebih cenderung berdampak positif. Kemampuan mewarnai dan menggambar anak menjadi lebih meningkat dan bervariasi setelah menyaksikan banyak referensi yang ia dapat saat menggunakan gadget dan dapat memecahkan teka-teki tebak gambar yang merupakan salah satu permainan di gadget. Anak menjadi memiliki banyak pandangan yang semakin beragam berkat gadget dan juga internet yang ia mainkan.
The Environmental Analysis of Menara Kudus Religious Tourism in View of Religious Moral Behavior on Children Aged (5-6) Years Candra, Intan Dwi; Tasu'ah, Neneng
BELIA: Early Childhood Education Papers Vol 11 No 2 (2022): November 2022
Publisher : Jurusan PGPAUD FIP UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/belia.v11i2.68966

Abstract

Lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar anak. Cara dan kebiasaan anak belajar dalam lingkungan harus diperhatikan dengan baik. Salah satu hal yang dipelajari anak dalam lingkungan adalah moral. Moral adalah suatu keyakinan yang mendasari tindakan atau pemikiran yang sesuai dengan kesepakatan lingkungan tempat tinggal, serta agama menjadi pondasi atau jalan dalam menentukan arah hidupnya. Salah satu lingkungan yang dapat memengaruhi pembentukan perilaku moral agama anak yaitu lingkungan wisata religi Menara Kudus. Lingkungan yang baik akan berpengaruh baik bagi anak itu sendiri begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lingkungan wisata religi Menara Kudus ditinjau dari perilaku moral agama anak usia 5-6 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang tua (Ibu), 3 guru (wali kelas), 2 tetangga atau masyarakat. Pengambilan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yang digunakan adalah sebagai berikut: 1) pengumpulan data 2) reduksi data 3) penyajian data 4) penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dari keenam capaian perkembangan terbukti lingkungan Menara Kudus berpengaruh terhadap perkembangan perilaku moral agama anak. Lingkungan wisata religi Menara Kudus yang mencakup lingkungan tempat tinggal atau masyarakat, lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah menunjukkan bahwa ketiga lingkungan tersebut saling berkaitan dalam membantu perkembangan moral agama anak usia 5-6 tahun di daerah tersebut. Saran dalam penelitian ini adalah (1) sebagai orang tua perlu mengajarkan kepada anak mengenalkan macam-macam agama lain (2) sebagai masyarakat sebaiknya dapat memberikan kegiatan yang khusus bagi anak di lingkungan Menara Kudus (3) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengumpulkan data yang lebih banyak lagi mengenai penelitian skripsi ini.
Development of the SAPA JADI Sexual Education Media as a Big Board Game to Improve Knowledge on Sexual Harassment Nurhaliza, Sheila; Tasu'ah, Neneng
BELIA Early Childhood Education Papers Vol. 14 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/belia.v14i2.14390

Abstract

In cases of sexual harassment that have occurred, both victims and perpetrators are not limited to adults but also include children. The existence of such acts of sexual harassment highlights the urgency of implementing child protection efforts. One preventive measure to reduce cases of sexual harassment is by increasing children's knowledge of sexual harassment from an early age. Therefore, this study aims to develop a sex education medium in the form of a board game to improve young children's understanding of sexual harassment. This medium is designed to help learners and educators comprehend three essential aspects of sex education: recognition of body parts, identification of body parts that may and may not be touched, and appropriate ways to act, react, and speak in situations with tendencies of sexual exploitation. The development method used is Research and Development (R&D), which includes the stages of identifying potential and problems, data collection, product design, design validation, design revision, limited product trials, product revision, and large-scale product testing conducted with 30 kindergarten B students at TK Al-Hikmah Krasak. The trial results show that the SAPA JADI sex education big board game has a significant impact on increasing students' knowledge regarding sexual abuse prevention