Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Peran Pelopor Perdamaian dalam Penangananan Konflik Sosial di Provinsi Jawa Barat Nulhaqim, Soni Akhmad; Adiansah, Wandi; Putri, Nadila Auludya Rahma Putri; Irfan, Maulana
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 3 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3348

Abstract

Potensi dan angka kejadian konflik di Provinsi Jawa Barat tergolong cukup tinggi. Tenaga Pelopor Perdamaian (Pordam) merupakan salah satu pihak yang memiliki peran dan tugas penting dalam upaya penanganan konflik tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran Pordam dalam penangananan konflik sosial di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipatif, indepth interview, dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pordam Provinsi Jawa Barat dalam penangananan konflik sosial meliputi upaya pencegahan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan pasca konflik.Upaya pencegahan konflik dilakukan melalui pembentukan dan penguatan Pordam, pemetaan daerah rawan konflik sosial, dan sosialisasi pencegahan konflik ke sekolah-sekolah. Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, Pordam berperan sebagai relawan yang memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan pelayanan psikososial dalam kondisi kedaruratan bagi korban konflik sosial dan pengungsi. Dalam pemulihan pasca konflik Pordam berperan dalam upaya mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis di masyarakat akibat konflik melalui kegiatan rekonsiliasi dan rehabilitasi.
KONSEP ANALISIS KONFLIK 3PDR SEBAGAI ASSESMENT TOOLS UNTUK FENOMENA KONFLIK SOSIAL ATAU BENCANA SOSIAL Nulhaqim, Soni Akhmad; Irfan, Maulana; Adiansah, Wandi; Fauzi, Rizki Muhammad
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i2.72125

Abstract

Konflik dapat muncul kapan saja, tiba-tiba, atau bahkan dalam jangka waktu yang singkat. Hal ini menunjukkan bahwa konflik tidak terbatas oleh ruang dan waktu.  Penanganan konflik memerlukan pemahaman yang mendalam agar dapat mencegah munculnya pola-pola yang dapat menutupi masalah yang mendasarinya. Dalam menangani konflik tentunya harus dilakukan analisis terlebih dahulu agar peristiwa konflik yang terjadi dapat tergambarkan, sehingga solusi yang dihasilkan dapat memuaskan para pihak yang berkonflik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menguraikan konsep analisis konflik sebagai alat asesmen dalam menganalisis suatu konflik. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kepustakaan yang di mana bersumber dari data sekunder yang berkaitan dengan isu yang menjadi topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep analisis konflik merupakan instrumen atau alat untuk dapat memahami, melakukan assessment atau menganalisis suatu fenomena konflik yang terjadi. Konsep ini terdiri dari lima aspek, yaitu peristiwa konflik, pemicu konflik, penyebab konflik, dampak konflik, dan resolusi konflik (3PDR). Sebagai assessment tools, konsep analisis konflik ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai menggambarkan konflik saja, namun juga menjadi suatu landasan dalam merumuskan strategi intervensi dan resolusi yang lebih tepat sasaran. Conflicts can arise at any time, suddenly, or even within a short period of time. This shows that conflict is not limited by space and time. Conflict management requires a deep understanding to prevent the emergence of patterns that can obscure the underlying problem. In handling conflict, an analysis must first be conducted to describe the conflict events that occur and the resulting solution can satisfy the conflicting parties. The purpose of this study is to describe the concept of conflict analysis as an assessment tool for analyzing a conflict. The method used in this study is a literature study which is sourced from secondary data related to the issue being the topic of the study. The results show that the concept of conflict analysis is an instrument or tool to be able to understand, assess, or analyze a conflict phenomenon that occurs. This concept consists of five aspects: conflict events, conflict triggers, conflict causes, conflict impacts, and conflict resolution (3PDR). As an assessment tool, this conflict analysis concept not only functions to describe the conflict but also serves as a basis for formulating more targeted intervention and resolution strategies.
PENDEKATAN BERBASIS KOMUNITAS DALAM MANAJEMEN PROGRAM SOSIAL: TINJAUAN LITERATUR TERHADAP PRAKTIK PARTISIPATIF, KOLABORATIF, DAN PEMBERDAYAAN Aulia, Adis Prita; Jatnika, Dyana Chusnulitta; Adiansah, Wandi
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 9, No 1 (2026): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2026
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v9i1.63611

Abstract

Pendekatan berbasis komunitas semakin mendapatkan pengakuan sebagai respons strategis terhadap kompleksitas, multidimensionalitas, dan spesifisitas konteks permasalahan sosial di Indonesia. Pendekatan ini menekankan pentingnya partisipasi, kolaborasi, dan pemberdayaan dalam seluruh siklus manajemen program sosial. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur sistematis terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang waktu 2015 hingga 2024 untuk mengkaji praktik, tantangan, dan peluang dalam penerapan pendekatan berbasis komunitas dalam konteks program sosial di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif mendorong keterlibatan masyarakat, namun masih dominan bersifat simbolik, terutama terbatas pada tahap implementasi. Pendekatan kolaboratif berkontribusi terhadap sinergi antar pemangku kepentingan dan pemanfaatan sumber daya bersama, tetapi efektivitasnya bergantung pada kapasitas institusional dan keberlanjutan komitmen aktor lokal. Sementara itu, pendekatan pemberdayaan berpotensi mendorong kemandirian dan agensi masyarakat, namun masih dihadapkan pada kendala struktural seperti kesenjangan akses terhadap sumber daya, keterbatasan kapasitas, dan lemahnya respons kebijakan. Kajian ini menegaskan bahwa keberhasilan pendekatan berbasis komunitas sangat dipengaruhi oleh strategi yang adaptif, sensitif terhadap konteks lokal, dan berorientasi jangka panjang. Diperlukan integrasi antara pendekatan partisipatif, kolaboratif, dan pemberdayaan secara simultan untuk mendorong pengembangan sosial yang transformatif dan inklusif.