Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Pelopor Perdamaian dalam Penangananan Konflik Sosial di Provinsi Jawa Barat Nulhaqim, Soni Akhmad; Adiansah, Wandi; Putri, Nadila Auludya Rahma Putri; Irfan, Maulana
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 12 No. 3 (2023): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v13i1.3348

Abstract

Potensi dan angka kejadian konflik di Provinsi Jawa Barat tergolong cukup tinggi. Tenaga Pelopor Perdamaian (Pordam) merupakan salah satu pihak yang memiliki peran dan tugas penting dalam upaya penanganan konflik tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran Pordam dalam penangananan konflik sosial di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode penelitian deskriptif. Sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa observasi non partisipatif, indepth interview, dan Focus Group Discussion (FGD). Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, display data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pordam Provinsi Jawa Barat dalam penangananan konflik sosial meliputi upaya pencegahan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan pasca konflik.Upaya pencegahan konflik dilakukan melalui pembentukan dan penguatan Pordam, pemetaan daerah rawan konflik sosial, dan sosialisasi pencegahan konflik ke sekolah-sekolah. Dalam pemenuhan kebutuhan dasar, Pordam berperan sebagai relawan yang memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan pelayanan psikososial dalam kondisi kedaruratan bagi korban konflik sosial dan pengungsi. Dalam pemulihan pasca konflik Pordam berperan dalam upaya mengembalikan keadaan dan memperbaiki hubungan yang tidak harmonis di masyarakat akibat konflik melalui kegiatan rekonsiliasi dan rehabilitasi.
The Exit Strategy Process in the Corporate Social Responsibility Program: A Case Study of the Kampung Berseka Program by PT Bio Farma (Persero) Resnawaty, Risna; Adiansah, Wandi; Firmansyah, Tendry; Setiadji, Hidayat
International Journal of Business, Economics, and Social Development Vol. 7 No. 1 (2026): International Journal of Business, Economics, and Social Development (IJBESD)
Publisher : Rescollacom (Research Collaborations Community)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46336/ijbesd.v7i1.1200

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) practice is a form of corporate commitment to supporting sustainable social and environmental development. The success of CSR based on community development is not only determined by the achievements of the program, but also by the existence of an exit strategy that is able to encourage community independence and sustainability. This study aims to analyze the implementation of exit strategy in the BERSEKA Village Program implemented by PT Bio Farma (Persero) in Padaasih Village, Conggeang District, Sumedang Regency. The research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with PT Bio Farma (Persero) who are directly involved in the formulation and implementation of the program, and supported by a documentation study consisting of program implementation reports, social mapping results, and monitoring and evaluation documents owned by PT Bio Farma (Persero). The results of the study show that the exit strategy in the BERSEKA Village Program is designed gradually and systematically through the phasing down, phasing out, and phasing over mechanisms. This strategy is realized through gradual reduction of the role of companies, strengthening local capacity and institutions, and transferring management roles to the community and village government. The implementation of the exit strategy contributes to maintaining the sustainability of the program and reducing the community's dependence on external interventions.