Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

STRATEGI KETAHANAN KELUARGA BIDANG FINANSIAL SAAT PANDEMI COVID-19 PELAKU PARIWISATA DI KAWASAN PUNCAK CILOTO JAWA BARAT Wibowo, Hery; Irfan, Maulana; Kadiyono, Anissa Lestari; Adiansah, Wandi; Lesmana, Aditya Chandra; Maulana, Ardi
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.61714

Abstract

Pandemi COVID-19 telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk sektor pariwisata. Kawasan Puncak Ciloto, Jawa Barat, yang bergantung pada industri pariwisata, mengalami penurunan drastis dalam kunjungan wisatawan akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kondisi ini berdampak langsung pada kestabilan ekonomi keluarga yang menggantungkan penghidupannya di sektor tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi ketahanan keluarga dalam bidang finansial yang diterapkan oleh pelaku usaha pariwisata di kawasan Puncak Ciloto selama pandemi COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipatif, wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga, Ketua RW, dan Kepala Desa, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga pelaku usaha pariwisata di Puncak Ciloto menerapkan berbagai strategi untuk mempertahankan ketahanan finansial mereka. Strategi tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan dengan membuka usaha baru di luar sektor pariwisata, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran daring, pengelolaan keuangan yang lebih disiplin, serta pemanfaatan bantuan sosial dari pemerintah dan komunitas. Selain itu, peningkatan keterampilan dan adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen juga menjadi kunci dalam mempertahankan kestabilan ekonomi keluarga. Solidaritas sosial melalui koperasi atau arisan turut membantu keluarga dalam menghadapi krisis ekonomi. Dengan strategi yang diterapkan, keluarga pelaku usaha pariwisata mampu beradaptasi dan bertahan di tengah tantangan ekonomi akibat pandemi. Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan dan program pemberdayaan keluarga untuk meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat di masa krisis. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on various aspects of people's lives, including the tourism sector. The Puncak Ciloto area, West Java, which relies on the tourism industry, has experienced a drastic decline in tourist visits due to the Implementation of Community Activity Restrictions (PPKM) policy. This condition has a direct impact on the economic stability of families who depend on this sector for their livelihoods. This study aims to identify family resilience strategies in the financial sector implemented by tourism business actors in the Puncak Ciloto area during the COVID-19 pandemic. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques in the form of non-participatory observation, in-depth interviews with housewives, RW Heads, and Village Heads, as well as documentation studies. The data obtained were analyzed through the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions. The results of the study show that tourism business families in Puncak Ciloto implement various strategies to maintain their financial resilience. These strategies include diversifying sources of income by opening new businesses outside the tourism sector, utilizing digital technology for online marketing, more disciplined financial management, and utilizing social assistance from the government and community. In addition, improving skills and adapting to changes in consumer behavior are also key to maintaining family economic stability. Social solidarity through cooperatives or social gatherings also helps families deal with the economic crisis. With the strategies implemented, tourism business families are able to adapt and survive amidst the economic challenges caused by the pandemic. The results of this study can be a reference in developing policies and family empowerment programs to increase community economic resilience during the crisis.
CONFLICT ANALYSIS IN THE KANJURUHAN FOOTBALL MATCH RIOT IN INDONESIA Nulhaqim, Soni Akhmad; Nadilla, Hanifah Fatwa; Putri, Nadila Auludya Rahma; Wibowo, Hery; Akbar, Muhammad; Adiansah, Wandi
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.61694

Abstract

This research was motivated by riots that occurred at Kanjuruhan Malang Stadium when Arema Malang and Persebaya Surabaya were brought together. The defeat experienced by Arema disappointed Aremania fans so many Aremania took to the field and caused conditions at the stadium to become unconducive. Police officers fired tear gas to stop the action of fans, but this only caused the riots to escalate. This research uses the library study method by looking for various references and data sources from official internet pages and scientific journals. The focus of this research is to analyze the Kanjuruhan riots based on conflict resolution approach stages, namely, conflict events, conflict triggers, causes of conflict, conflict impacts, and conflict resolution. The results of this study suggest that riots in Kanjuruhan can be analyzed based on a conflict-resolution approach by considering various existing aspects. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Malang saat Arema Malang dan Persebaya Surabaya dipertemukan. Kekalahan yang dialami Arema membuat fans Aremania kecewa sehingga banyak Aremania yang turun ke lapangan dan menyebabkan kondisi di stadion menjadi tidak kondusif. Petugas kepolisian melepaskan gas air mata untuk menghentikan aksi fans, namun hal tersebut justru membuat kerusuhan semakin memanas. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mencari berbagai referensi dan sumber data dari laman internet resmi dan jurnal ilmiah. Fokus penelitian ini adalah menganalisis kerusuhan Kanjuruhan berdasarkan tahapan pendekatan resolusi konflik yaitu, peristiwa konflik, pemicu konflik, penyebab konflik, dampak konflik, dan resolusi konflik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerusuhan di Kanjuruhan dapat dianalisis berdasarkan pendekatan resolusi konflik dengan mempertimbangkan berbagai aspek yang ada.
TEKNOLOGI DIGITAL DALAM UPAYA MEDIASI KONFLIK SOSIAL: KAJIAN LITERATUR NARATIF Jatnika, Dyana Chusnulitta; Adiansah, Wandi; Jatnika, Dimas Dwiki
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i1.60615

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa perubahan dan dampak terhadap manajemen resolusi konflik. Pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI dalam resolusi konflik, salah satunya, menangani konflik sosial yang berpotensi dipincu oleh disinformasi pada media sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kecerdasan buatan dalam upaya penanganan konflik sosial, khususnya disinformasi pada media sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital dalam bentuk kecerdasan buatan mampu memberikan dampak terhadap upaya mediasi konflik sosial. Seperti halnya pemanfaatan untuk analisis dinamika sosial, identifikasi potensi pemicu konflik, memfasilitasi komunikasi dan mediasi, serta membantu dalam perancangan strategi intervensi berbasis data. Namun, tantangan utama dalam implementasi teknologi digital untuk upaya mediasi konflik sosial diantaranya termasuk keterbatasan akses teknologi, potensi bias algoritma pada kecerdasan buatan, serta literasi digital dan resistensi masyarakat terhadap sistem otomatisasi dalam proses mediasi. Oleh karena itu, implementasi teknologi digital dalam upaya mediasi konflik digital perlu disertai dengan literasi digital yang tepat dan terukur. Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil diperlukan untuk guna mendorong terciptanya strategi resolusi konflik yang holistik dan berkelanjutan.  The rapid development of digital technology has brought changes and impacts on conflict resolution management. One of its applications is the use of artificial intelligence (AI) in conflict resolution, particularly in addressing social conflicts potentially triggered by disinformation on social media. This article aims to explore the role of artificial intelligence in handling social conflicts, specifically disinformation on social media. This study employs a literature review method by analyzing relevant literature. The findings indicate that digital technology, in the form of artificial intelligence, can significantly impact social conflict mediation efforts. AI can be utilized for analyzing social dynamics, identifying potential conflict triggers, facilitating communication and mediation, and assisting in the design of data-driven intervention strategies. However, key challenges in implementing digital technology for social conflict mediation include limited access to technology, potential algorithmic bias in AI, as well as digital literacy and societal resistance to automation in mediation processes. Therefore, the implementation of digital technology in digital conflict mediation efforts must be accompanied by appropriate and measurable digital literacy. Collaboration between the government, academics, and civil society is essential to promote the development of a holistic and sustainable conflict resolution strategy.
INOVASI TEMAN MANGROVE (SISTEM AQUAPONIK MANGROVE): PEMANFAATAN LIMBAH PAKAN DAN ESKRESI IKAN BANDENG SEBAGAI NUTRISI ALAMI UNTUK OPTIMALISASI PERTUMBUHANMANGROVE DI AREA KONSERVASI MANGROVE PT PERTAMINAPATRA NIAGA DI DESA SEDARI, CIBUAYA, KARAWANG Ismail, Taufik; Ali, Jauhari; M, Cita Insaniah; S, Arizky Rachmad; A. M, M. Zakky; Adiansah, Wandi
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 1 (2025): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Agustus 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i1.66935

Abstract

Ekosistem mangrove berperan sebagai benteng alami pesisir, namun diperlukan optimalisasi pertumbuhannya dengan melakukan integrasi terhadap potensi yang terdapat pada sekitarnya.  Studi ini menguji hasil inovasi Teman Mangrove (Sistem Aquaponik Mangrove) yang memanfaatkan sedimen limbah pakan dan ekskresi ikan bandeng dari tambak sebagai sumber nutrisi alami bagi Avicennia marina dan Rhizophora mucronata pada area konservasi mangrove 2 PT Pertamina Patra Niaga. Metode yang digunakan adalah Before–After dengan pembanding literatur. Lokasi penelitian berada di Dusun Karangsari, Desa Sedari, Cibuaya, Karawang, mencakup tambak bandeng 1 ha dan Area Konservasi Mangrove 2 yang telah tertanami >8.000 tanaman mangrove. Waktu pengamatan  berlangsung Agustus 2024–Januari 2025. Hasil menunjukkan perbaikan performa budidaya ikan bandeng,  produksi panen ikan bandeng meningkat dari 989,75 kg menjadi 1.207,3 kg per siklus (21,98%), yang pada harga jual Rp23.000/kg meningkatkan pendapatan petani Rp5.003.650. Dampak terhadap tanaman mangrove, selama periode pengamatan tidak ditemukan kematian, indikator pertumbuhan (jumlah daun, pembesaran batang, dan penambahan tinggi) tanaman mangrove meningkat. Analisis pemanfaatan nutrisi dari limbah organik tambak mengindikasikan potensi suplai tahunan dari tambak sebesar 124,84 kg N dan 60,96 kg P (dua siklus panen dalam setahun). Kebutuhan ekuivalen pupuk NPK untuk pertumbuhan optimal tanaman mangrove 96 kg NPK/tahun (12 g/tanaman/tahun), sehingga berpotensi menghasilkan penghematan Rp2.400.000/tahun. Mangrove ecosystems serve as natural coastal barriers; however, their growth requires optimization through integration with surrounding potentials. This study examines the innovation of Teman Mangrove (Mangrove Aquaponics System), which utilizes sediment waste from milkfish (Chanos chanos) feed and excretion in ponds as a natural nutrient source for Avicennia marina and Rhizophora mucronata in the Mangrove Conservation Area 2 of PT Pertamina Patra Niaga. The method employed is Before–After with literature comparison. The research site is located in Karangsari Hamlet, Sedari Village, Cibuaya, Karawang, covering a 1-hectare milkfish pond and Mangrove Conservation Area 2, which has been planted with >8,000 mangrove trees. The observation period took place from August 2024 to January 2025. Results show improvements in milkfish cultivation performance, with production increasing from 989.75 kg to 1,207.3 kg per cycle (21.98%), which at a selling price of IDR 23,000/kg increased farmers’ income by IDR 5,003,650. Regarding mangrove plants, no mortality was observed during the study period; growth indicators (leaf count, stem diameter, and height increment) showed improvement. Analysis of nutrient utilization from pond organic waste indicates an annual potential supply of 124.84 kg N and 60.96 kg P (two harvest cycles per year). The equivalent fertilizer requirement for optimal mangrove growth is 96 kg NPK/year (12 g/plant/year), thus potentially generating savings of IDR 2,400,000/year. 
Simbol, Makna, dan Solidaritas: Strategi Digital Komunitas Urban di Indonesia dalam Membangun Eksistensi di Instagram Firsanty, Farah Putri; Amanatin, Elsa Lutmilarita; Adiansah, Wandi
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jsu.v19i1.46255

Abstract

Digitalization has spurred the emergence of diverse online communities in urban spaces, however, the dynamics of their existence and sustainability remain underexplored. This study aims to address the question: How are the dynamics of the existence of online communities in Indonesia formed and sustained through digital practices? To answer this, a qualitative approach is employed using netnography, a method specifically designed to observe community practices within digital environments. The research involves observations of six Instagram accounts belonging to social communities actively engaged in poverty alleviation issues: @mataharikecil_id, @satoeatap, @sschildsurabaya, @kpajmakassar, @rmhpelangi, and @ytsb_official.The findings reveal that social media, particularly Instagram, plays a significant role in establishing community presence while also attracting public participation through donations and volunteer recruitment. These communities utilize Instagram as a space for symbolic interaction, crafting a credible and emotionally resonant image that fosters public trust. This image is constructed through a combination of visual content, persuasive narratives, informational transparency, and active engagement with audiences. Through these strategies, the communities are able to forge strong digital social relations and expand their networks of solidarity. This study demonstrates that the presence of digital communities is not solely determined by their online visibility, but also by their ability to construct shared meanings with the public as participatory actors.AbstrakDigitalisasi telah mendorong munculnya beragam komunitas online di ruang-ruang urban, namun dinamika eksistensi dan keberlanjutannya masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan: bagaimana dinamika eksistensi komunitas online di Indonesia terbentuk dan dipertahankan melalui praktik digital? Untuk itu, studi ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode netnografi, yang secara khusus diarahkan untuk mengamati praktik komunitas dalam ruang digital. Observasi dilakukan terhadap enam akun Instagram komunitas sosial yang aktif di isu pengentasan kemiskinan: @mataharikecil_id, @satoeatap, @sschildsurabaya, @kpajmakassar, @rmhpelangi, dan @ytsb_official. Temuan menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram berperan signifikan dalam membangun eksistensi komunitas sekaligus menarik partisipasi publik, baik melalui donasi maupun rekrutmen relawan. Komunitas memanfaatkan Instagram sebagai ruang interaksi simbolik untuk membentuk citra yang kredibel dan menyentuh secara emosional, yang pada gilirannya menumbuhkan kepercayaan publik. Citra tersebut dibangun melalui kombinasi konten visual, narasi ajakan, transparansi informasi, serta interaksi aktif dengan audiens. Melalui strategi ini, komunitas mampu menciptakan relasi sosial digital yang kuat dan memperluas jaringan solidaritas. Studi ini memperlihatkan bahwa keberadaan komunitas digital tidak hanya ditentukan oleh kehadiran daring, tetapi juga oleh kemampuan mereka dalam membangun makna bersama dengan publik sebagai aktor partisipatif.
DAMPAK PROGRAM CSR JAM PASIR SEBAGAI INOVASI SOSIAL PT PERTAMINA HULU ENERGI OFFSHORE NORTH WEST JAVA TERHADAP MASYARAKAT PESISIR DI DESA SUKAJAYA KARAWANG Ridwan, R. Ery; Teguh, Iman; Yuhri, Faizol; Aprilianti, Laras; Fadhlillah, Dike Farizan; Adiansah, Wandi
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.66930

Abstract

Abrasi pesisir menjadi ancaman serius bagi masyarakat Dusun Pasir Putih, Desa Sukajaya, Karawang. Kondisi ini mendorong PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) untuk melaksanakan program CSR Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (JAM PASIR) dengan konsep New Land, New Hope. Program ini menggabungkan inovasi teknis melalui teknologi APPOSTRAPS dengan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi JAM PASIR sebagai inovasi sosial CSR yang berdampak multidimensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan analisis data sekunder, serta validasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JAM PASIR memberikan manfaat signifikan. Dari aspek ekonomi, program meningkatkan pendapatan kelompok ekowisata, UMKM perempuan nelayan, serta pendapatan desa, di samping efisiensi biaya abrasi. Dari aspek sosial, masyarakat terselamatkan dari abrasi, memperoleh alternatif pekerjaan, serta peningkatan kapasitas perempuan dan anak pesisir. Dari aspek lingkungan, terjadi pemulihan lahan abrasi, penambahan garis pantai, peningkatan keanekaragaman hayati, serta penyerapan karbon melalui penanaman mangrove. Dari aspek kesejahteraan, masyarakat menunjukkan perubahan perilaku lebih sadar lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan anak, indeks kepuasan tinggi, dan nilai SROI 3,50. Program JAM PASIR menjadi model CSR inovatif yang layak direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Coastal abrasion poses a serious threat to communities in Pasir Putih Hamlet, Sukajaya Village, Karawang. This condition encouraged PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) to implement a CSR program called Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (JAM PASIR) with the concept of New Land, New Hope. The program combines technical innovation through the APPOSTRAPS technology with socio-economic empowerment of coastal communities. This study aims to analyze the implementation of JAM PASIR as a CSR-based social innovation with multidimensional impacts. The research applied a qualitative case study approach, using interviews, observations, documentation, and secondary data analysis, with validation through triangulation. The results show that JAM PASIR generates significant benefits. Economically, it increases the income of ecotourism groups, women’s cooperatives, and village revenues, while reducing abrasion handling costs. Socially, it protects communities from abrasion, creates alternative jobs, and strengthens the capacity of women and coastal children. Environmentally, it restores degraded land, extends coastlines, enhances biodiversity, and contributes to carbon sequestration through mangrove planting. In terms of wellbeing, it fosters pro-environmental behavior, strengthens disaster preparedness among children, achieves a high community satisfaction index, and delivers a Social Return on Investment (SROI) value of 3.50.JAM PASIR stands as an innovative CSR model that can be replicated in other coastal areas of Indonesia.
BANK SAMPAH WISE SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA PASIRTANJUNG, LEMAH ABANG, KARAWANG Ismail, Taufik; Ali, Jauhari; Muhammad, Cita Insaniah; Rachmad S, Arizky; A. M, M. Zakky; Adiansah, Wandi
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.66929

Abstract

Permasalahan sampah di Desa Pasirtanjung, Kabupaten Karawang, ditandai dengan praktik pembakaran terbuka dan pembuangan ke saluran irigasi yang berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, dibentuk Bank Sampah WISE (Waste Innovation for Social Empowerment) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program Bank Sampah WISE. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, kuesioner, serta telaah dokumen, dan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Triangulasi digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah WISE memberikan kontribusi pada tiga aspek utama. Secara sosial, meningkatkan partisipasi masyarakat lintas kelompok, memperkuat budaya gotong royong, dan memberdayakan perempuan serta kelompok rentan. Secara ekonomi, menghadirkan tabungan berbasis sampah, menambah pendapatan keluarga, mendorong diversifikasi usaha sirkular, dan memperkuat kelembagaan desa. Secara lingkungan, menekan praktik pembakaran sampah di lebih dari 17 titik, mengurangi residu, memperbaiki irigasi, serta mengolah sampah organik menjadi produk bernilai. Keberhasilan ini memperoleh pengakuan nasional melalui penghargaan ProKlim Utama tahun 2024. Waste management remains a pressing issue in Pasirtanjung Village, Karawang, where open burning and waste disposal into irrigation channels have caused environmental and health problems. To address this challenge, the Waste Innovation for Social Empowerment (WISE) Waste Bank was established through the Corporate Social and Environmental Responsibility (TJSL) program of PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Cikampek. This study aims to analyze the social, economic, and environmental impacts of the WISE Waste Bank program. This research employed a case study with a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, questionnaires, and document review, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. Triangulation of sources and methods was applied to ensure data validity. The findings show that the WISE Waste Bank contributes significantly to three dimensions. Socially, it increases community participation across groups, strengthens mutual cooperation, and empowers women and vulnerable groups. Economically, it provides waste-based savings, supplements household income, promotes circular-based business diversification, and strengthens village-level social enterprises. Environmentally, it reduces open burning at more than 17 points, decreases residual waste, improves irrigation flow, and processes organic waste into compost, planting media, eco-enzymes, maggot feed, and biogas. The program’s success was nationally recognized through the ProKlim Utama award in 2024.
PEMBERDAYAAN DIFABEL MELALUI CAFÉ INKLUSI PROGRAM CSR BERBAGI RASA DAN CERITA PERTAMINA PATRA NIAGA FUEL TERMINAL BANDUNG Ramadan, Angga Eka Wahyu; Fadhlillah, Dike Farizan; Abriandi, Erick; Widodo, Wahyu Eko; Adiansah, Wandi
Responsive Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i3.66927

Abstract

Penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi tantangan serius berupa keterbatasan akses pekerjaan, rendahnya pendapatan, serta stigma sosial yang melekat. Kondisi tersebut menegaskan perlunya intervensi berbasis pemberdayaan yang mampu membuka ruang inklusi. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi program CSR Berbagi Rasa dan Cerita melalui Café Inklusi Kopi Berbagi Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung dalam perspektif pembangunan berkelanjutan dengan menekankan tiga pilar utama: sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola café, penyandang disabilitas tuna rungu sebagai penerima manfaat, serta pihak perusahaan, dilengkapi dengan observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan melalui content analysis dengan triangulasi sumber untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek sosial, café mampu meningkatkan kepercayaan diri difabel, mengikis stigma, dan menciptakan ruang interaksi inklusif dengan masyarakat. Dari aspek ekonomi, program ini meningkatkan penghasilan difabel secara signifikan, memperkuat rantai pasok kopi, dan memberikan efek ganda bagi UMKM lokal. Dari aspek lingkungan, café berkontribusi pada praktik ramah lingkungan sekaligus mendukung konservasi kukang Jawa. Secara keseluruhan, Café Inklusi menjadi model inovasi sosial berbasis CSR yang mengintegrasikan tiga pilar pembangunan berkelanjutan, serta layak direplikasi sebagai praktik baik dalam pemberdayaan difabel dan pencapaian SDGs. Persons with disabilities in Indonesia continue to face serious challenges such as limited access to employment, low income, and persistent social stigma. This condition highlights the need for empowerment-based interventions that can open inclusive opportunities. This study aims to examine the implementation of the CSR program Sharing Taste and Stories through Café Inklusi Kopi Berbagi of Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Bandung within the perspective of sustainable development, emphasizing its three main pillars: social, economic, and environmental.This research employs a qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews with café managers, deaf beneficiaries, and company representatives, complemented by participatory observation and document analysis. Data analysis was conducted using content analysis with source triangulation to ensure validity. The findings show that, in the social aspect, the café enhances self-confidence among persons with disabilities, reduces stigma, and creates an inclusive interaction space with society. In the economic aspect, the program significantly increases beneficiaries’ income, strengthens the coffee supply chain, and generates multiplier effects for local SMEs. In the environmental aspect, the café contributes to environmentally friendly practices while supporting the conservation of the Javan slow loris. Overall, Café Inklusi represents a CSR-based social innovation model that integrates the three pillars of sustainable development, and it is worth replicating as a best practice for disability empowerment and the achievement of the SDGs.
ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT PADA PROGRAM INTEGRATED FARMING KETAPANG PT PERTAMINA PATRA NIAGA INTEGRATED TERMINAL TANJUNG WANGI Nursyamsi, Fajar; Hardiansyah, Deden; Riyanti, Chika; Rahina, Angelica Kintani Sekar; Adiansah, Wandi
JANE - Jurnal Administrasi Negara Vol 17, No 1 (2025): JANE (Jurnal Administrasi Negara)-Agustus 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jane.v17i1.67315

Abstract

Program Integrated Farming Ketapang merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Tanjung Wangi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian terpadu. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat penerima manfaat terhadap pelaksanaan program dengan menggunakan pendekatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penilaian dilakukan terhadap lima aspek utama, yaitu perencanaan, pendanaan, pendampingan, pelaksanaan, dan keberlanjutan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai IKM berada pada kategori sangat baik dengan skor 3,84 atau konversi 96,14%. Aspek pendanaan dan pendampingan memperoleh nilai tertinggi, sementara aspek keberlanjutan menunjukkan perlunya peningkatan akses kemitraan pemasaran. Secara keseluruhan, program ini dinilai efektif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat. Program Integrated Farming Ketapang direkomendasikan sebagai model praktik terbaik dalam pelaksanaan program TJSL berbasis pemberdayaan masyarakat.
URGENSI KEBIJAKAN INKLUSIF DALAM KONFLIK TREN PARADE SOUND HOREG: KAJIAN LITERATURE Puspita, Dian Permata; Adiansah, Wandi; Jatnika, Dyana Chusnulitta
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v7i1.65695

Abstract

Fenomena parade sound horeg telah menjadi tren sosial-budaya yang menjamur di berbagai daerah Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur. Di satu sisi, parade ini menjadi wadah ekspresi budaya dan penggerak ekonomi kreatif berbasis komunitas. Namun, praktiknya yang tidak terkendali telah memicu konflik sosial, gangguan kesehatan, dan pelanggaran hak-hak kelompok rentan. Kajian literatur ini bertujuan untuk menganalisis urgensi kebijakan inklusif dalam menangani konflik akibat tren sound horeg, dengan menelaah tiga aspek utama: kelemahan regulasi daerah, rendahnya kesadaran hukum masyarakat, dan pendekatan penyelesaian konflik yang terlalu formalistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi daerah kerap tidak dirancang secara partisipatif dan adaptif terhadap konteks lokal. Sosialisasi kebijakan tidak efektif, menciptakan kesenjangan pemahaman yang memicu resistensi. Pendekatan restoratif, seperti mediasi komunitas dan perlindungan afirmatif terhadap kelompok rentan, direkomendasikan sebagai strategi alternatif yang lebih berkeadilan. Studi ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma kebijakan dari pendekatan represif menuju inklusif dan partisipatif, guna menjembatani ekspresi budaya dengan hak atas lingkungan yang aman dan sehat.