Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR TERHADAP STUNTING DI PUSKESMAS SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Lisni -; Ernita -; Rayana Iswani
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v8i1.910

Abstract

Stunting merupakan masalah yang umum terjadi di Indonesia, termasuk juga di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Pravalensi stunting di Aceh yang berusia di bawah 2 Tahun (baduta) sebanyak 37,9%. prevalensi stunting bayi berusia dibawah lima tahun di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 30,8%, yang mana berada di atas standar WHO 20%. Pada penelitian ini dicari hubungan antara berat badan lahir terhadap stunting. Berat badan lahir dikategorikan menjadi beresiko dan tidak, dengan batasan 2500 gram, dimana terdapat berat badan lahir beresiko sebesar 42%. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 38 orang balita,dari Puskesmas Syamtalira Aron dan dilakukan analisis data secara univariat dan bivariat. Dari penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir dengan stunting, dimana 23,7% stunting terjadi pada berat badan lahir beresiko, dibanding dengan 7,9 % pada berat badan lahir tidak beresiko
Pengaruh Karakteristik dan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Seksual Remaja di SMA Negeri 7 Lhokseumawe Marlina Marlina; Ernita Ernita; Anda Syahputra; Yenni Fitri Wahyuni; Serlis Mawarni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.16 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i2.9701

Abstract

ABSTRACT In this era of globalization, sexual behavior is widely practiced by teenagers because of the lack of knowledge and the lack of parental roles in guiding teenagers. There are still many parents who do not provide information about sex and reproductive health to their children because they still feel it is taboo. Lack of sex education causes children to seek outside information which can actually lead them to harm and harm them. To find out the characteristics and parenting styles of parents with adolescent sexual behavior at SMA Negeri 7 Lhokseumawe in 2022. The type of research used is analytic with a cross-sectional approach. sampling technique as many as 40 students in science class. IPS at SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Use of data using a questionnaire. Data analysis in this study used the Chis square test. The results of testing knowledge, attitudes, and family roles have a relationship with adolescent sexual behavior at SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe and the role of peers has no relationship with adolescent sexual behavior. The role of parents is the most influential factor in adolescent sexual behavior. There is a relationship between knowledge, attitudes, and family roles related to adolescent sexual behavior. The role of parents is the most influential factor in adolescent sexual behavior at SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe. Keywords: Knowledge, Attitudes, Family Roles, Sexual Behavior ABSTRAK Di era globalisasi ini, perilaku seksual marak dilakukan oleh para remaja karena minimnya pengetahuan dan kurangnya peran orang tua dalam membimbing para remaja. Masih banyak orang tua tidak memberikan informasi mengenai seks dan kesehatan reproduksi kepada anaknya karena masih merasa tabu. Pendidikan seks yang kurang menyebabkan anak mencari informasi di luar yang justru dapat menjerumuskan dan merugikan mereka sendiri. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui karakteristik dan pola asuh orang tua dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 7 Lhokseumawe Tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel sebanyak 40 siswa kelas IPA danIPS di SMA Negeri 7 Lhokseumawe. Penggunaan data menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji chis square dan regresi logistic berganda. Hasil uji pengetahuan, sikap dan peran keluarga memiliki hubungan dengan perilaku seksual remaja di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe dan peran teman sebaya tidak ada hubungan dengan prilaku seksual remaja. Peran orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap prilaku seksual remaja. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan peran keluarga berhubungan dengan perilaku seksual remaja. Peran orang tua merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap prilaku seksual remaja di SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe.                      Kata Kunci:Pengetahuan, Sikap, Peran Keluarga, Perilaku Seksual 
The Relationship Of Mother Factors With Stunting Events At Puskesmas Muara Satu, Lhokseumawe City Nizan Nizan; Aida Fitriani; Rayana Iswani; Ernita Ernita; Elvieta Elvieta
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i2.7499

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan hambatan pertumbuhan yang menyebabkan panjang badan anak tidak sesuai dengan seusianya. Keterkaitan antara kesehatan ibu hamil, pendidikan rendah, kemiskinan serta kesehatan bayi yang baru lahir sampai anak berusia dua tahun, dinilai berkaitan erat dengan kejadian stunting.Tujuan: Mengetahui hubungan karakteristik Ibu terhadap kejadian stunting pada balita di Puskesmas Muara Satu.Metode: Penelitian dilakukan pada 93 sampel Balita, dengan penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Satu, dan pengumpulan data dilaksanankan pada bulan Juli 2021.Hasil: Dari penelitian, didapatkan bahwa pola asuh dan riwayat ANC, mempunyai hubungan yang sangat signifikan terhadap stunting, dengan tingkat kepercayaan 95%. Sedangkan karakteristik ibu yang lain (pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan ketersediaan jamban), tidak berhubungan dengan stunting.Kesimpulan: Pola Asuh dan riwayat ANC ada hubungannya dengan kejadian stunting pada anak balita, sedangkan karakteristik ibu yang tidak ada berhubungan dengan stunting adalah pendidikan ibu, pekerjaan, penghasilan dan kepemilikan jamban. Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah pola asuh yang baik dan riwayat kunjungan ANC lebih dari 4 kali yang dilakukan ibu di saat waktu hamil.Saran: Perlu adanya regulasi untuk pengadaan alat microtoice dan lengthboard yang digunakan sebagai upaya deteksi dini terhadap balita yang stunting ditingkat posyandu posyandu. Peningkatan dokumentasi puskesmas terhadap biodata pada anak balita. Kata Kunci : Karakteristik Ibu, Stunting, Balita ABSTRACT Background: Stunting is a growth barrier that causes a child's body length to not match his age. The relationship between the health of pregnant women, low education, poverty and the health of newborns to children aged two years, is considered to be closely related to the incidence of stunting.Objective: To determine the relationship between maternal characteristics on the incidence of stunting in children under five at the Muara Satu Health Center.Methods: The study was conducted on 93 samples of children under five, with a cross sectional study. The research was conducted in the working area of the Muara Satu Health Center, and data collection was carried out in July 2021.Results: From the study, it was found that parenting and history of ANC, had a very significant relationship to stunting, with a 95% confidence level. Meanwhile, other characteristics of mothers (education, occupation, income, and availability of latrines) were not related to stunting.Conclusion: Parenting patterns and history of ANC are related to the incidence of stunting in children under five, while maternal characteristics that are not associated with stunting are maternal education, occupation, income and latrine ownership. The most dominant variables related to the incidence of stunting in toddlers are good parenting and a history of ANC visits more than 4 times by the mother during pregnancy.Suggestions: There is a need for regulation for the procurement of microtoice and lengthboard devices that are used as an early detection effort for stunting toddlers at the posyandu posyandu level. Improvement of puskesmas documentation on biodata on children under five. Keywords: Characteristics of Mother, Stunting, Toddler 
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN KEJADIAN RUPTURE PERINIUM PADA PRIMIGRAVIDA DI PMB SALABIAH KOTA LHOKSEUMAWE Rayana Iswani; Erlina Erlina; Ernita Ernita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.115

Abstract

In the process of giving birth, all women expect safe, comfortable and smooth deliveries, so expect healthy mothers and babies. In fact, there are lots of complications that occur both in the delivery process and even after delivery, one of which is bleeding due to tears in the birth canal. This study aims to determine whether there is a relationship between birth weight and the incidence of perineal rupture in primigravidas at PMB Salabiah, Lhokseumawe City in 2022. This study is an analytic study with a cross sectional design. The research was conducted on September 8-9 2022. The population in this study were all mothers who gave birth to their first child at PMB Salabiah, Lhokseumawe City, totaling 74 people. The sample was taken using the total sampling technique. The measuring method uses a check list which is processed by editing, coding, entry, and cleaning processes, then analyzed univariately and bivariately with the chi square test. The results of the study were 45 babies, born with a body weight of more than 3000 grams, and 38 mothers experienced perineal rupture. After statistical tests were carried out, the results obtained were p value: 0.000, meaning that Ha was accepted and Ho was rejected. The conclusion that there is a relationship between birth weight and the incidence of perineal rupture in primigravidas. Abstrak Dalam proses persalinan, semua perempuan mengharapkan persalinan yang aman dan nyaman serta lancar, sehingga di harapkan ibu dan bayi yang sehat. Pada kenyataannya banyak sekali komplikasi yang terjadi baik dalam proses persalinan, bahkan sesudah persalinan, salah satunya adalah perdarahan karena robekan pada jalan lahir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian rupture perineum pada primigravida di PMB Salabiah Kota Lhokseumawe tahun 2022. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Dilakukan penelitian pada tanggal 8-9 September 2022. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang melahirkan anak pertama di PMB Salabiah Kota Lhokseumawe yang berjumlah 74 orang, sampel diambil menggunakan tehnik total sampling. Cara ukur menggunakan cek list yang diolah dengan proses editing, coding, entry, dan cleaning, kemudian dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian sebanyak 45 bayi, lahir dengan berat badan lebih dari 3000 gram, dan sebanyak 38 ibu mengalami rupture perineum. Setelah dilakukan uji statistik maka diperoleh hasil p value: 0,000, artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian rupture perineum pada primigravida.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP AKTIVITAS SEKSUAL PADA IBU MENOPAUSE DI KECAMATAN MUARA SATU KOTA LHOKSEUMAWE Nova Sumaini Prihatin; Nurmila Nurmila; Ernita Ernita
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 1 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i1.120

Abstract

The decline due to menopause will have an impact on a decrease in various body systems including a decrease in maternal sexuality. Decreased sexuality in menopausal women can occur due to physical changes, psychological changes, lack of information and knowledge of changes that occur in mothers and is supported by negative assessments from society about old age sexuality. The research objective was to determine the relationship between knowledge and sexual activity in postmenopausal women. Research design with quantitative observational method is cross sectional. This research was conducted in Muara Satu District, Lhokseumawe City. The population in this study were all menopausal women aged 50-60 years who still had a life partner as many as 544 people. Samples were taken based on the Lameshow formula with a total of 82 menopausal women. Data analysis was univariate and bivariate with Chi-square test. The results of the study using the Chi-square test showed p value = 1,000 proving that there was no significant relationship between knowledge and sexual activity. It is recommended that health workers on duty at the Puskesmas, especially outside the building, can communicate, provide information and education to mothers, especially about sexual activity during menopause. Abstrak Kemunduran akibat masa menopause akan membawa dampak pada penurunan berbagai sistem tubuh termasuk penuruanan seksualitas ibu. Penurunan seksualitas pada ibu menopause dapat terjadi karena adanya perubuhan fisik, perubahan psikologis, kurangnya informasi dan pengetahuan akan perubahan yang terjadi pada ibu serta didukung oleh penilaian negative dari masyarakat tentang seksualitas masa tua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan terhadap aktivitas seksual pada ibu menopause. Desain penelitian dengan metode observasional secara kuantitatif yaitu cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu menopause yang berumur 50-60 tahun yang masih punya pasangan hidup sebanyak 544 orang. Sampel diambil berdasarkan rumus Lameshow dengan jumlah 82 orang ibu menopause. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian dengan uji Chi-square menunjukkan Nilai p = 1,000 membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan aktivitas seksual. Disarankan kepada tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas terutama luar gedung agar dapat melakukan komunikasi, memberikan informasi dan edukasi pada ibu terutama tentang aktivitas seksual masa menopause.
THE The Effect Of Counseling On Anxiety In Facing Labor To Primigravida Mothers EFFECT OF COUNSELING ON ANXIETY IN FACING LABOR TO PRIMIGRAVIDA MOTHERS IN BPM SALABIAH Rayana Iswani; Fatiyani Fatiyani; Ernita Ernita
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i3.7405

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH KONSELING TERHADAP KECEMASAN DALAM MENGHADAPI PERSALINAN  PADA IBU PRIMIGRAVIDA Latar Belakang: Kehamilan yang sehat dan lancar merupakan dambaan setiap wanita, namun seringkali dalam prosesnya wanita mengalami gangguan-gangguan seperti rasa cemas dan takut akan kelahiran anak atau peran menjadi ibu. Kecemasan, ketakutan dan panik berdampak negatif pada ibu sejak masa kehamilan sampai persalinan. Kecemasan dan ketakutan akan menimbulkan stress. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan wanita dengan kehamilan pertama adalah dengan dilakukannya konseling.Tujuan : untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu primigravida.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dengan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil primigravida trimester III sebanyak 24 orang, tehnik pengambiilan sampel adalah total populasi. Pemberian konseling kepada ibu hamil primigravida. Intrumen penilaian yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan skala kecemasan Hamilton anxiety rating scale (HARS)Hasil: Hasil penelitian yang didapat yaitu terdapat 22 responden yang mengalami penurunan kecemasan dengan mean rank 11.50, setalah dilakukan uji Wilcoxon didapat nilai asym. Sig (2 Tailed) 0,000.Kesimpulan : penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian konseling berpengaruh terhadap kecemasan dalam menghadapi persalinan pada ibu primigravida.Saran: untuk tenaga kesehatan konseling dapat dijadikan salah satu intervensi pada ibu hamil guna menurunkan kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan. Kata Kunci : Konseling, Kecemasan, Ibu hamil primigravida ABSTRACT Background: A healthy and smooth pregnancy is the dream of every woman, but often in the process women experience problems such as anxiety and fear of the birth of a child or the role of motherhood. Anxiety, fear and panic have a negative impact on mothers from pregnancy to delivery. Anxiety and fear will cause stress. One way that can be done to overcome the anxiety of women with their first pregnancy is through counseling.Objective: This study aims to determine the effect of counseling on anxiety in dealing with childbirth in primigravida mothers.Methods: This research is a quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The sample of this study were 24 pregnant primigravida third trimester pregnant women, the sampling technique was the total population. Providing counseling to primigravida pregnant women. The assessment instrument used in this study was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS).Results: The results of the study obtained that there were 22 respondents who experienced a decrease in anxiety with a mean rank of 11.50, after the Wilcoxon test the asym value was obtained. Sig (2 Tailed) 0.000.Conclusion: This study can be concluded that the provision of counseling has an effect on anxiety in dealing with childbirth in primigravida mothers.Suggestion: For health workers, counseling can be used as an intervention for pregnant women to reduce maternal anxiety in facing childbirth. Kata Kunci : Counseling, Anxiety, Primigravida pregnant women
PENDAMPINGAN KELUARGA PADA IBU HAMIL TENTANG MAKANAN BERGIZI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA SERBA JAMAN KABUPATEN ACEH UTARA Myrna Lestari; Rosyita Rosyita; Subki Subki; Ernita Ernita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i1.14465

Abstract

Kegiatan ini melibatkan penyampaian informasi dan edukasi melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Kegiatan ini telah dilaksanakan di Desa Serba Jaman pada tanggal 29 Januari 2024. Laporan ini menjelaskan bahwa stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak. Masalah stunting di Indonesia masih tinggi, dengan prevalensi anak umur dibawah 5 tahun di Indonesia tahun 2010 tetap tinggi 35,6%. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat terutama dalam melakukan pencegahan stunting. Dalam laporan ini juga terdapat informasi tentang tujuan, manfaat, metode pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat tentang pendampingan keluarga pada ibu hamil tentang makanan bergizi dalam upaya pencegahan stunting, mampu menjaga kesehatan ibu hamil tetap sehat, dan memberikan manfaat bagi ibu hamil agar ia dapat melahirkan bayi sehat dan bebas stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari kebijakan Indonesia untuk memperbaiki lingkungan politik, memajukan kebijakan dan undang-undang, dan mempercepat tindakan scaling up gizi yang efektif.
Penyuluhan Dismenore pada Remaja Putri di Pesantren Misbahul Ulum Kota Lhokseumawe Nova Sumaini Prihatin; Nurmila Nurmila; Ernita Ernita; Rayana Iswani
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol 4, No 3 (2022): November
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v4i3.439

Abstract

In the United States, the prevalence of dysmenorrhea is estimated at 45-90%, while in Indonesia the prevalence of dysmenorrhea is 64.25%, consisting of 54.89% primary dysmenorrhea and 9.36% secondary. Dysmenorrhea is pain that is felt when adolescent girls menstruate. As a result, young women do not go to school. The aim is to increase the knowledge of young women about dysmenorrhea at the Misbahul Ulum Islamic Boarding School, Lhokseumawe City. The activity was carried out in three stages, namely assessment, counseling and evaluation. The target audience of Aliyah class young women is 50 participants. The results of the knowledge level of the majority of young women during the pretest were less, after socialization the level of knowledge of the majority of young women was good. Handling of dominant dysmenorrhea is done non-pharmacologically, by rubbing eucalyptus oil on the stomach. Pharmacological treatment by consuming drugs that reduce pain. As a result of dysmenorrhea, young women do not go to school, and interfere with learning concentration. It is hoped that young women can understand well the therapy used, for the Islamic boarding school to improve cooperative relationships with health services so that young women get extensive information about their reproductive health.