Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Edu Masda Journal

Uji Stabilitas Fisik Formula Body scrub Kombinasi Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb) dan Daun Nilam (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) Yunarto, Nanang; Furqon, Ainun; Reswandaru, Uud Nourma; Sari, Diah Permata
Edu Masda Journal Vol 7, No 2 (2023): Edu Masda Journal Volume 7 Nomor 2
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v7i2.161

Abstract

Excessive accumulation of dead skin cells can cause skin problems. This can cause premature aging caused by oxidative stress in the body due to free radicals. So we need antioxidants to ward off free radicals. One of the natural antioxidants obtained from gambier and patchouli plants with antioxidant levels of 73.3% and an IC50 of 1.538 ppm, respectively, The purpose of this is to formulate a body scrub preparation with a combination of gambir extract (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) combined with patchouli (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) and to test the quality of research and find the preparation. The body scrub formula is made with three FI formulas; gambier leaves 15% and patchouli leaves 3%, FII; gambier leaves 20% and patchouli leaves 5%, FIII; gambier leaves 25% and patchouli leaves 7%. The process of making body scrub preparations using the emulsification method. The results showed that the three formulas were homogeneous, there was no organoleptic change, the average pH range was 6–5.6, which met the pH requirements according to SNI 16-4399-1996, and the average dispersion was 32.4–34.8. A body scrub is stable in storage temperature (40 °C ± 2 °C) for 4 weeks. The combination extract of gambier and patchouli leaves can be formulated into a body scrub preparation that is stable and meets the requirements. Body scrub Formulation II is a body scrub formulation with the best physical strength.AbstrakPenumpukan sel kulit mati yang berlebihan dapat menyebabkan permasalahan pada kulit. Hal tersebut dapat menimbulkan penuaan dini yang disebabkan adanya stress oksidatif di dalam tubuh karena radikal bebas. Sehingga diperlukan antioksidan untuk menyangkal radikal bebas. Salah satu antioksidan alami didapatkan dari tanaman gambir dan nilam dengan masing-masing kadar antioksidan 73,3% dan IC50 1,538 ppm. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan formulasi sediaan body scrub dengan kombinasi ekstrak gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb.) yang dikombinasikan dengan nilam (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) dan menguji mutu fisik serta mengevaluasi stabilitas sediaanya. Formula body scrub dibuat dengan tiga formula FI; daun gambir 15% dan daun nilam 3%, FII; daun gambir 20% dan daun nilam 5%, FIII; daun gambir 25% dan daun nilam 7%. Proses pembuatan sediaan body scrub dengan metode emulsifikasi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketiga formula homogen, tidak terjadi perubahan organoleptis, rentang rata-rata pH 6-5,6 yang memenuhi syarat pH menurut SNI 16-4399-1996 dan rata-rata daya sebar 32,4-34.8. Body scrub stabil dalam penyimpanan suhu (40ºC ± 2ºC ) selama 4 minggu. Ekstrak kombinasi daun gambir dan nilam dapat diformulasikan menjadi sediaan body scrub yang stabil dan memenuhi persyaratan. Formulasi II adalah formulasi body scrub dengan stabilitas fisik yang paling baik.
POTENSI HYDROGEL LIMBAH KULIT PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA L.) SEBAGAI PENYEMBUHAN LUKA SECARA IN VIVO PADA MENCIT GALUR SWISS WEBSTER Sari, Diah Permata; Evani, Azmi Zauli; Sopian, Ahmad; Maelaningsih, Firdha Senja; UZ, LM Zulfahrin; Nurihardiyanti, Nurihardiyanti; Fauziah, Vina
Edu Masda Journal Vol 9, No 2 (2025): EDU MASDA JOURNAL
Publisher : STIKes Kharisma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52118/edumasda.v9i2.292

Abstract

                                                  ABSTRACTThe use of kepok banana peel as a traditional medicine can be an alternative for people to further develop the use of traditional medicine, one of which is as a wound healing ingredient. The purpose of this study was to formulate hydrogel preparations from kepok banana peel extract (Musa paradisiaca L) with various concentrations as an effort in developing preparations for healing open wounds. The research method used was experimental, namely evaluation of hydrogel preparations and in vivo wound closure tests on Swiss Webster mice. The results of hydrogel tests with 3 formulas obtained that F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5% and F3 HG-EKPK 7.5%, resulted in no physical problems in the organoleptic test, although in the evaluation of homogeneity, pH, spreadability, adhesiveness and viscosity there was instability in concentration. Based on the results of the In Vivo test, it was found that the administration of hydrogel preparations at F1 HG-EKPK 2.5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% showed optimal wound closure when compared with the negative control                                                      ABSTRAKPemanfaatan kulit pisang kepok sebagai obat tradisional dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk lebih mengembangkan penggunaan obat tradisional, salah satunya sebagai bahan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memformulasikan sediaan hidrogel dari ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L)dengan berbagai konsentrasi sebagai upaya dalam pengembangan sediaan sebagai penyembuhan luka terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental yakni evaluasi sediaan hydrogel dan uji penutupan luka secara in vivo pada mencit galur swiss webster. Hasil uji hidrogel dengan 3 formula didapatkan bahwa F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5% dan F3 HG-EKPK 7.5%, menghasilkan pada uji organoleptis tidak terdapat permasalahan secara fisik, meskipun pada evaluasi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan juga viskositas terdapat ketidak stabilan pada sediaan. Berdasarkan hasil uji In Vivo pada mencit diketahui bahwa pemberian sediaan hidrogel pada F1 HG-EKPK 2,5%, F2 HG-EKPK 5%, F3 HG-EKPK 7.5% menunjukan penutupan luka optimal jika dibandingkan dengan kontrol negatif.