Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TALAS BENENG Labunove Ismi, M. Jorgy Lazuardi; Deviani, Elma; Haque, Iqlima; Firmansyah, Sani; Yunianto, Agus; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.10189

Abstract

Tanaman talas beneng dengan nama lain Xantoshoma undipes K. Koch muncul sebagai alternatif makanan berkarbohidrat pengganti padi. Melalui diversifikasi pangan, tanaman talas beneng dapat menjadi salah satu varian makanan yang tersedia di pasar. Talas beneng memiliki kandungan nutrisi cukup bagus, meliputi kandungan protein 2,01%, karbohidrat 18,30%, lemak 0,27%, pati 15,21% dan kalori 83,7% kkal. Teknis budidaya talas beneng menggunakan pola agroforestry dapat menghasilkan kualitas lebih baik dibandingkan dengan pola tanam monokultur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknis budidaya dan mengetahui kelayakan finansial usaha tani talas beneng berdasarkan NPV, Net B/C, IRR dan pada tahun keberapa modal yang diinvestasikan dapat kembali (Pay Back Period). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan mengambil satu orang responden yang merupakan petani yang sudah berhasil dan tokoh pengembangan talas beneng di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Usahatani talas beneng di Kecamatan Cibalong Kabupaten Tasikmalaya secara finansial dinyatakan layak untuk dilanjutkan dengan nilai NPV (net present value) yang dihasilkan adalah sebesar Rp. 575.648.565, Net B/C 2,48 dan IRR 72,34%, 2) Lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi adalah 1 tahun 9 bulan, dengan demikian usaha perkebunan talas beneng dinyatakan layak secara finansial.
KELAYAKAN USAHATANI TANAMAN PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) DI KABUPATEN TASIKMALAYA Firmansyah, Sani; Nuryati, Rina; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.10204

Abstract

One type of tuber plant that is currently being developed because it provides increased income for farmers is the porang plant (Amorphophallus muelleri Blume). This study aims to determine the production costs, revenues, income and financial feasibility of porang farming for one production process for 1 (one) year for an area of twenty five hectares. The research method used is a case study on porang farmers in Tasikmalaya Regency. The time of the research took place from February 2022 to May 2022. The data used consisted of primary and secondary data. The results showed that the production cost of porang farming was Rp. Rp. 4,434,353,000, - with a receipt of Rp. 7,906,236,000, - and an income of Rp. 3.471.883.000,-. The R/C value is 1.78, so this porang farming is financially feasible to continue.
MODEL PENGEMBANGAN PERTANIAN PERKOTAAN (URBAN FARMING) BERKELANJUTAN Sugihartini, Tien; Djuliansah, Dedi; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i2.9648

Abstract

Pertanian perotaan merupakan kegiatan pertanian yang dilakukan di wilayah perkotaan, hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam mendukung pencapaian ketahanan pangan negara, perbaikan ekonomi, perbaikan ekologi kota, serta mempertahankan nilai sosial dan budaya. Penelitian ini dilakukan di 10 Kecamatan Kota Tasikmalaya dengan pertimbangan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki  jumlah penduduk yang terus meningkat sementara lahan pertanian mengalami penurunan serta pembangunan non pertanian yang pesat sejalan dengan visi RPJMD Kota Tasikmalaya menuju kota industri dan perdagangan termaju di Jawa Barat. Pengambilan sampel sebanyak 100 pelaku pertanian perkotaan menggunakan metode Total Sampling. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kinerja pertanian perkotaan  di Kota Tasikmalaya, menganalisis  faktor–faktor yang mempengaruhi kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya, dan Merumuskan model Pengembangan pertanian perkotaan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Alat analisis yang digunakan yaitu SEM WarpPLS 7.0. Hasil penelitian menunjukkan (1) Kinerja pertanian perkotaan (Urban Farming) di wilayah Kota Tasikmalaya berpengaruh positif terhadap  pertanian berkelanjutan di Kota Tasikmalaya. (2) Karakteristik pelaku dan kelembagaan pendukung berpengaruh terhadap kinerja pertanian perkotaan di Kota Tasikmalaya. (3) Model pengembangan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) berkelanjutan dirancang sebagai upaya penguatan ketahanan pangan yang menguntungkan secara ekonomi dan berkelanjutan dilihat dari aspek lingkungan.
PRODUKSI KONSENTRAT MANDIRI SEBAGAI SOLUSI PENGHEMATAN BIAYA PAKAN TERNAK SAPI PERAH (Studi Kasus di KEP Mitra Amanah, Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya) Rahayu, Dewi; Larasati, Resti; Nurfaridah, Hana Rianti; Nursoba, Farid; Matin, Asep; Ilmiati, Kirana Nur; Budiono, R; Djuliansah, Dedi; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20448

Abstract

Sapi perah merupakan komoditas ternak yang berperan strategis dalam penyediaan protein hewani berupa susu untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Produktivitas susu sapi perah, baik kualitas maupun kuantitasnya sangat dipengaruhi oleh pakan. Kenaikan harga pakan komersial berdampak langsung terhadap penurunan kualitas susu dan pendapatan peternak, mengingat pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam usaha peternakan. KEP Mitra Amanah di Desa Guranteng, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kelompok peternak yang memproduksi konsentrat mandiri, sehingga perlu diteliti apakah hal tersebut dapat menjadi solusi penghematan biaya pakan. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri yang dilakukan setiap 7-8 hari sekali di KEP Mitra Amanah mampu menghasilkan sebanyak tiga ton konsentrat. Berdasarkan efisiensi biaya, produksi konsentrat mandiri mampu menurunkan biaya pakan sebesar 15,6% dengan biaya produksi per kilogram sebesar Rp4.220,53. Manfaat lain yang diperoleh, diantaranya pemanfaatan bahan baku lokal, peningkatan kualitas pakan, dan sebagai sumber penghasilan tambahan bagi kelompok. Namun fluktuasi harga dan ketersediaan bahan baku, kurangnya pelatihan teknis untuk peternak, serta keterbatasan sarana produksi masih menjadi hambatan. Studi ini menunjukkan bahwa produksi konsentrat mandiri merupakan strategi adaptif dan berkelanjutan dalam mendukung usaha peternakan sapi perah.
EVALUASI PERFORMA PERTUMBUHAN DAN KELAYAKAN EKONOMI PENGGEMUKAN DOMBA JANTAN LOKAL DENGAN PAKAN COMPLETE FEED PELLET SECARA AD LIBITUM Fadhilah, Reza; Latifah, Nisa Nuraeni; Permana, Topik Hendra; Mujiyanto, Abdul Haris; Sudrajat, Yudi; Rojak, Abdul; Djuliansah, Dedi; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20379

Abstract

Permintaan terhadap daging domba di Indonesia terus meningkat, namun produktivitas di tingkat peternakan rakyat masih rendah akibat efisiensi pakan yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performa biologis dan kelayakan ekonomi penggemukan domba jantan lokal melalui pemberian Complete Feed berbentuk pellet secara ad libitum selama 15 minggu. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen satu perlakuan dan dianalisis secara deskriptif-kuantitatif terhadap sepuluh ekor domba jantan lokal berumur 6–8 bulan. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan berat badan harian (PBBH), rasio konversi pakan (feed conversion ratio/FCR), dan selisih pendapatan bersih setelah dikurangi biaya pakan (income over feed cost/IOFC). Hasil menunjukkan bahwa rata-rata PBBH mencapai 129,4 ± 8,72 g/ekor/hari dengan nilai FCR sebesar 8,36, menunjukkan bahwa dibutuhkan 8,36 kg pakan untuk menghasilkan 1 kg pertambahan bobot badan. Seluruh individu menghasilkan IOFC positif dengan rata-rata Rp 377.967/ekor, atau sekitar 34,3% di atas titik impas. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem pakan kombinasi tersebut mampu memberikan performa pertumbuhan yang stabil sekaligus margin keuntungan yang layak bagi peternak rakyat. Sistem ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dengan mengutamakan pemanfaatan bahan pakan lokal guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan agribisnis peternakan domba. Kata kunci: Domba Lokal, Complete Feed, Ad Libitum, Konversi Pakan, Efisiensi Biaya Pakan, Peternakan Rakyat
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI MINAPADI (Studi Kasus Di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) Sopandi, Andi; Megandara, Pebriani; Nugraha, Ahmad Ganjar; Bahri, Farid Samsul; Nugraha, Asep Luzni Adi; Royan, M. Yayan; Djuliansah, Dedi; Noormansyah, Zulfikar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 12, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v12i3.20446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani minapadi sebagai salah satu bentuk integrasi sistem pertanian dan perikanan yang diterapkan oleh petani di Desa Arjasari, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Minapadi merupakan sistem budidaya padi yang dikombinasikan dengan pemeliharaan ikan dalam satu lahan sawah, yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kategori petani (pemilik-penggarap dan penggarap dengan sistem bagi hasil) memperoleh pendapatan bersih dengan nilai R/C Ratio > 1, yang berarti usahatani minapadi layak secara finansial. Pendapatan tertinggi diperoleh oleh petani pemilik-penggarap sebesar Rp 32.008.970/ha/musim dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,95, sedangkan kategori penggarap lainnya tetap memperoleh keuntungan meskipun dengan margin yang bervariasi tergantung sistem bagi hasil dan struktur biaya. Sistem minapadi terbukti memberikan manfaat ganda berupa hasil padi dan ikan sekaligus, serta mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, menekan hama dan penyakit, serta memperbaiki struktur tanah. Studi ini memperkuat temuan-temuan sebelumnya bahwa minapadi merupakan solusi budidaya berkelanjutan yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di tingkat lokal
Analisis Rantai Pasok Kopi Arabika di UPH Pusparahayu Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Sumiati, Tita; Nuraini, Candra; Noormansyah, Zulfikar; Apriyani, Dwi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.13768

Abstract

This research aims to know the general description of the supply chain and the performance of the Arabica coffee supply chain at UPH Pusparahayu, Cigalontang District—, using descriptive qualitative and quantitative methods. The location for the research was determined purposively, namely at UPH Pusparahyu, because it acts as the most significant coffee processing unit in the area and accommodates supplies from many farmers. The method of data analysis to find out the general description of the supply chain uses the concept of Food Supply Chain Networks (FSCN). Supply chain performance measurement was analyzed using the Supply-Chain Operations Reference (SCOR) method, which has five assessment attributes: reliability, responsiveness, flexibility, assets, and cost. The results of the study show an overview of the Arabica coffee supply chain in Cigalontang District, among others targeting the domestic market; the market structure consists of farmers, UPH Pusparahayu, and coffee shops; business process refers to a push or pull view with a variety of modern resources at the UPH level; and have supply chain management that is still conventional in terms of contracts and partner selection. Supply chain performance at the farm level for reliability, responsiveness, flexibility, and assets has reached a superior position, but the cost attribute is in a place of parity. In contrast, the results of performance measurements at the UPH level show an excellent post on reliability, responsiveness, and flexibility. Meanwhile, the asset and cost attributes have not reached the best position.
PENGEMBANGAN SACHA INCHI DALAM RANGKA PENGUATAN EKONOMI DAN PENGENTASAN STUNTING Noormansyah, Zulfikar; Djuliansah, Dedi; Heryadi, D. Yadi
Jurnal Pengabdian Siliwangi Vol 9, No 2 (2023)
Publisher : LPPM Univeristas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jsppm.v9i2.9007

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Memberdayakan masyarakat melalui Penerapan Teknologi Nano Bio Fertlizer pada usahatani sacha inchi, serta mendorong membuka peluang usaha, dalam upaya penguatan ekonomi dan pengentasan stunting khususnya di kecamatan Cibeureum umumnya di Kota Tasikmalaya. Adapun tujuan khusus dari kegiatan pengabdian ini adalah; 1) sosialisi teknologi organik dalam budidaya sacha inchi dimulai dari penyediaan sarana produksi, persiapan lahan dan pengelolaan pasca panen, serta penelusuran pasar untuk menyerap hasil produksi yang dihasilkan.. Adapun tujuan utama dari kegiatan ini adalah penguatan ekonomi dan pengentasan stunting di wilayah kota Tasikmalaya.Kegiatan pengabdian ini, dilaksakan secara berkala dengan menggunakan pendekatan pendekatan PRA Participatory Rural Appraisal (PRA) atau Pemahaman Partisipatif Kondisi mitra melalui sosialisai, pelatihan dan pendampingan inovasi teknologi organik, serta pelatihan kepada para petani dan Kader Poyandu, khususnya berkaitan dengan manajeman agribisnis sacha inchi yang dimulai dari penyediaan sarana produksi hingga ke pemasaran hasil produksi, selain itu juga diberikan pengarahan dan pengenalan manfaat tanaman sacha inchi yang banyak mengandung omega 3, 6 dan 9 dengan harapan dapat menjadi alternatif untuk mengentaskan stunting di wilayah mitra.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KARTU TANI PADA PETANI MENDONG Noormansyah, Zulfikar; Nuryaman, Hendar; Mutiasari, Nurul Risti
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3346

Abstract

 Kecamatan Manonjaya merupakan sentra produksi tanaman mendong di Tasikmalaya, dan mendong merupakan  tanaman komoditas perkebunan sebagai sumber bahan baku untuk industri samak, kerajian dan handy craf. Dalam budidayanya diperlukan faktor produksi berupa pupuk, yang perolehannya saat  ini dilaksanakan melalui program pupuk bersubsidi dengan menggunakan kartu tani untuk proses pembeliannya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan kartu tani pada petani mendong di Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Indikator dari penelitian ini adalah  pemahaman program, tepat sasaran, dan tepat waktu. Metode penelitian menggunakan metode survei. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2023. Alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Skala Guttman untuk memudahkan analisis pertanyaan yang diajukan kepada responden.  Hasil penelitian menunjukkan 1). Prosedur pelaksanaan Program Kartu Tani di Kecamatan Manonjaya, untuk petani tanamam mendong khususnya cenderung sesuai SOP prosedur Kartu Tani yang berlaku di Indonesia. 2) Efektivitas penggunaan kartu tani di Kecamatan Manonjaya dilihat dari indikator pemahaman program adalah “sangat efektif” dengan persentase 92%, indikator tepat sasaran adalah “sangat efektif” dengan persentase 91%, indikator tepat waktu adalah “efektif” dengan persentase 87%, indikator tercapainya tujuan adalah “cukup efektif” dengan persentase 60%, dan perubahan nyata termasuk dalam kategori “efektif” dengan persentase 87% Kata kunci: Efektivitas, Kartu tani, Petani Mendong
HUBUNGAN ANTARA PERAN PENYULUH DENGAN EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PENYULUHAN PADA PROGRAM PENGEMBANGAN KOMODITAS UNGGULAN BELIMBING MADU DI KECAMATAN LANGENSARI KOTA BANJAR Nurmawati, Ella; Widi, Riantin Hikmah; Noormansyah, Zulfikar; Febrianti, Tintin
MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal) Vol 6 No 2 (2023): Mahatani : Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/mja.v6i2.3425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh, efektivitas pelaksanaan penyuluhan serta menganalisis hubungan peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu. Metode penelitian menggunakan metode survey. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Langensari Kota Banjar. Penentuan sampel dari masing-masing desa digunakan metode proportional random sampling untuk mengumpulkan 64 petani belimbing madu.. Data dianalisis dengan menggunakan uji Koefisien Konkordans Kendal-W dan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 84,75 persen termasuk kategori sangat tinggi. Efektivitas pelaksanaan penyuluhan program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu sebesar 83,33 persen termasuk kategori tinggi, dan terdapat hubungan yang positif atau signifikan antara peran penyuluh dengan efektivitas pelaksanaan penyuluhan pada program pengembangan komoditas unggulan belimbing madu di Kecamatan Langensari Kota Banjar