Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH PERSEPSI DAN MOTIVASI PETANI TERHADAP PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DALAM BUDIDAYA MANGGIS DI KABUPATEN TASIKMALAYA Asep Luzni Adi Nugraha; Abdul Mutolib; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.21688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi dan motivasi petani terhadap penerapan Good Agricultural Practices (GAP) dalam budidaya manggis di Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan metode survei eksplanatori dengan jumlah responden sebanyak 66 orang petani di Kecamatan Puspahiang yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi dan motivasi petani berada pada kategori sedang, dengan kecenderungan positif terhadap penerapan GAP. Secara parsial, persepsi berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP kategori wajib (p = 0,041; OR = 1,079), sedangkan motivasi berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP kategori sangat dianjurkan (p = 0,031; OR = 1,076) dan anjuran (p = 0,008; OR = 1,099). Secara keseluruhan, persepsi dan motivasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penerapan GAP dengan tingkat kejelasan model sebesar 25,2% (Nagelkerke R² = 0,252). Hasil ini menegaskan pentingnya peningkatan pemahaman teknis dan motivasi petani melalui kegiatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan kelembagaan. Selain itu, diperlukan dukungan insentif ekonomi dan sosial yang dapat memperkuat komitmen petani dalam menerapkan prinsip-prinsip GAP secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kapasitas dan kesadaran petani diharapkan mampu mempercepat adopsi GAP guna mewujudkan sistem budidaya manggis yang berkualitas dan berdaya saing di Kabupaten Tasikmalaya
KINERJA KEUANGAN KOPERASI PRODUKSI PERKEBUNAN KARET WANGUNWATIE Ebylla Agusti; Suyudi Suyudi; Zulfikar Noormansyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.24305

Abstract

Penelitian kinerja keuangan bertujuan untuk mengetahui kemampuan koperasi dalam mencapai hasil usahanya, untuk memastikan keberlanjutan usaha, kesejahteraan anggota, dan pemenuhan kewajibannya, dengan menggunakan rasio keuangan yaitu rasio likuiditas (current ratio), rasio solvabilitas (debt to equity ratio dan debt to asset ratio), dan rasio rentabilitas (return on equity, return on asset, dan net profit margin). Tempat penelitian di Koperasi Produksi Perkebunan Karet Wangunwatie (KPPKW), dengan periode penelitian 2019 sampai 2024, metode yang digunakan ialah studi kasus, berdasarkan data yang bersumber dari laporan keuangan koperasi, alat analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif deskriptif, dengan ketetapan dari standar penilaian koperasi berprestasi atau kinerja suatu koperasi berdasarkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia No.06/Per/M.KUKM/V/2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa current ratio dengan nilai rata-rata 83,456 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 125 persen. Debt to Equity Ratio dengan nilai rata-rata 119,538 persen berada pada kriteria cukup baik dengan standar 100 persen sampai 150 persen. Debt to Asset Ratio dengan nilai rata-rata 53,303 persen berada pada kriteria cukup baik dengan standar 50 persen sampai 60 persen. Return On Equity dengan nilai rata-rata 0,945 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 3 persen. Return On Asset  dengan nilai rata-rata 0,475 persen berada pada kriteria tidak baik dengan standar kurang dari 1 persen, dan Net Peofit Margin dengan nilai rata-rata 0,787 persen berada pada kriteria tidak baik kurang dari 1 persen.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PETANI DALAM BERUSAHATANI JAGUNG DI KECAMATAN LANGKAPLANCAR KABUPATEN PANGANDARAN Ramadhan Ihlasul Amal; Salsa Rika Maharani; Wulan Sri Damayanti; Muhammad Salman Alfarisi; Reisya Kamiliya Heryadi; Zulfikar Noormansyah; Riantin Hikmah Widi; Ali Sahliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.23072

Abstract

Peningkatan produksi jagung nasional menghadapi tantangan dalam aspek sumber daya manusia, khususnya pada kawasan Perhutanan Sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat motivasi petani dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Lebak Jero, Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian menggunakan survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling pada petani penerima program Swasembada Pangan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani secara keseluruhan berada pada kategori tinggi, dengan indikator kebutuhan kekerabatan (relatedness) sebagai faktor pendorong utama. Secara simultan, variabel umur, luas lahan, tingkat pendidikan, lama usahatani, kegiatan penyuluhan, kebijakan pemerintah, dan harga berpengaruh nyata terhadap motivasi petani dengan koefisien determinasi sebesar 60,7%. Secara parsial, variabel umur berpengaruh negatif dan signifikan, yang mengindikasikan bahwa semakin tua usia petani, motivasi untuk mengelola lahan di area berkontur bukit semakin menurun. Sebaliknya, kegiatan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi. Sementara itu, variabel kebijakan pemerintah dan harga memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peran penyuluh dan strategi regenerasi petani dalam keberlanjutan usahatani jagung di kawasan hutan.