Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analisis kandungan siklamat, metanil yellow dan rhodamin b pada makanan dan minuman di Cikarang Nurpratama, Widya Lestari; Kinayungan, Utami Putri; Alamsah, Deni; Sanjaya, Dandi; Asmi, Nur Fauzia; Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 6, No 3 (2025): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v6i3.2660

Abstract

Background: Food Additives (BTP) are substances that are intentionally added to improve food quality without providing nutritional value, examples of BTP are artificial sweeteners and dyes such as cyclamate, metanil yellow, and rhodamin B which focus on identifying their content in food and beverages in Cikarang. The research was conducted in Cikarang, which is an area with high population density and rapid economic activity.Objectives: Analyzing the content of cyclamate, metanil yellow, and rhodamine B in food and beverages in Cikarang.Methods: The experimental research design used accidental sampling with a sample size of 20 for the cyclamate test, 15 for the rhodamine B and methanyl yellow tests. Sampling was tested directly with the Test Kit brand labstest for the cyclamate, metanil yellow, and rhodamine B tests carried out at the Integrated Chemistry Laboratory at Suherman Medika University. Data collection was carried out in April 2025. Data analysis was carried out descriptively, namely showing the percentage of food and beverage content containing artificial sweeteners cyclamate and dyes metanil yellow and rhodamine B.Results: The results of the study showed that of the 20 samples tested for cyclamate, 7 samples were positive (35%) indicated by the presence of white sediment in the sample, 15 samples tested for metanil yellow did not contain metanil yellow in the sample, and 15 samples tested for rhodamine B, 2 samples were positive (13,3%) indicated by a pink color change in the sample.Conclusion: The results of the study confirmed that there were indications of the content of artificial sweeteners cyclamate, and dyes metanil yellow, and rhodamin B in several samples of food and beverages sold in the Cikarang area.
Edukasi cemilan sehat dengan metode emotional demonstrasi pada kader di wilayah Puskesmas Mekar Mukti Asmi, Nur Fauzia; Sanjaya, Dandi; Nurpratama, Widya Lestari; Kinayungan, Utami Putri; Alamsah, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34492

Abstract

Abstrak Kabupaten Bekasi merupakan wilayah kawasan industri dengan pola hidup instan dan cepat saji yang dapat menjadi faktor risiko kejadian penyakit degeneratif. Apabila hal ini tidak diatasi dapat mengakibatkan penyakit kronis  seperti obesitas, diabetes, jantung, stroke. Oleh karena itu untuk mencegah kejadian permasalahan gizi maka perlu pemberian edukasi pada berbagai kalangan salah satunya adalah kader. Peran kader menjadi agen penggerak  dan penerus informasi yang paling dekat dengan masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang cemilan sehat menggunakan metode emotional demonstrasi pada kader dan memberikan ide olahan cemilan sehat. Metode kegiatan menggunakan emotional demonstrasi merupakan salah satu metode pemberian edukasi dengan penyajian yang menarik dan berperan aktif sehingga tidak bosan dalam penyampaian edukasi. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu di Wilayah Puskesmas Mekarmukti sebanyak 31 orang yang diselenggarakan pada tanggal 29 Agustus 2025. Pelaksanaan kegiatan dilakukan tiga tahapan yaitu pertama pengumpulan dan pengkajian data, tahap kedua adalah pemberian edukasi menggunakan metode emotional demonstrasi dan tahap ketiga adalah demonstrasi cara pembuatan cemilan sehat. Hasil dari kegiatan ini adalah kader antusias mengikuti kegiatan edukasi menggunakan metode emotional demonstrasi dan kegiatan demontrasi cemilan cehat berupa kue lumpur ubi ungu dan snack ubi ungu berjalan dengan lancar. Kegiatan edukasi dengan metode emotional demontrasi dapat menjadi alternatif pemberian edukasi bagi kader. Kata kunci:  edukasi; kader; cemilan sehat; emotional demonstrasi Abstract Bekasi Regency is an industrial area with an instant and fast food lifestyle that can be a risk factor for degenerative diseases. If this is not addressed, it can lead to chronic diseases such as obesity, diabetes, heart disease, stroke. Therefore, to prevent the occurrence of nutritional problems, it is necessary to provide education to various groups, one of which is cadres. The role of cadres is to be the driving agent and information forwarder closest to the community. The aim of this activity is to provide education about healthy snacks using the emotional demonstration method to cadres and provide ideas for healthy snack preparations. The method of activity using emotional demonstration is one method of providing education with an interesting presentation and playing an active role so that they do not get bored in delivering education. The target of this activity is Posyandu Cadres in the Mekarmukti Health Center Area as many as 31 people which was held on August 29, 2025. The implementation of the activity was carried out in three stages, namely the first data collection and review, the second stage was providing education using the emotional demonstration method and the third stage was a demonstration of how to make healthy snacks. The results of this activity showed that cadres enthusiastically participated in educational activities using the emotional demonstration method. The demonstration of healthy snacks, such as purple sweet potato mud cake and purple sweet potato snacks, went smoothly. Educational activities using the emotional demonstration method can be an alternative way to provide education for cadres. Keywords: education; cadres; healthy snacks; emotional demonstration
Edukasi dan pelatihan kader tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis dalam makanan dan minuman di wilayah Puskesmas Mekarmukti Nurpratama, Widya Lestari; Alamsah, Deni; Sanjaya, Dandi; Kinayungan, Utami Putri; Asmi, Nur Fauzia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34480

Abstract

Abstrak Meningkatnya konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pemanis buatan dan pewarna sintesis di wilayah Puskesmas Mekarmukti menjadi masalah penting dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu tentang kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman dengan menggunakan media leaflet, kemudian dilanjutkan dengan praktik pengujian kandungan pemanis buatan dan pewarna sintesis pada makanan dan minuman, dan sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman kader posyandu tentang topik yang dibahas. Sasaran pada kegiatan ini 34 kader posyandu Desa Pasir Gombong yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Kegiatan ini dilakukan di Aula Desa Pasir Gombong. Hasil kegiatan yaitu kader posyandu memiliki pengetahuan yang baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis, kemudian dapat mengedukasi masyarakat tentang penggunaan pemanis buatan dan pewarna sintesis yang aman. Program PkM ini diharapkan dapat menjadi program pemberdayaan kader yang dapat mendukung meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekitar sehingga masyarakat Desa Pasir Gombong memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bahaya pemanis buatan dan pewarna sintesis. Kata kunci: pemanis buatan; pewarna sintesis; kader; keamanan pangan. AbstractThe increasing consumption of processed foods and beverages containing Food Additives (BTP) such as artificial sweeteners and synthetic dyes in the Mekarmukti Community Health Center area is a significant issue in efforts to maintain public health. The purpose of this community service (PkM) is to improve the knowledge and skills of Posyandu cadres about the content of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages. The method used is counseling on the use of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages using leaflets, then continued with practical testing of artificial sweeteners and synthetic dyes in food and beverages, and a discussion and question and answer session to deepen the understanding of Posyandu cadres on the topic discussed. The target of this activity is 34 Posyandu cadres in Pasir Gombong Village which is the working area of Mekarmukti Community Health Center. This activity was carried out in the Pasir Gombong Village Hall. The results of the activity are that Posyandu cadres have good knowledge about the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes, then can educate the community about the safe use of artificial sweeteners and synthetic dyes. This PkM program is expected to be a cadre empowerment program that can support improving the health of the surrounding community so that the people of Pasir Gombong Village have a better awareness of the dangers of artificial sweeteners and synthetic dyes. Keywords: artificial sweeteners; synthetic colorants; cadres; food safety.
Edukasi gizi seimbang pada ibu untuk optimalisasi pertambahan berat badan balita di Posyandu Merpati 8 Desa Karangasih Mujahidah, Almadhiya; Ramadani, Dania; Latuconsina, Mutiara; Safariah, Suci; Ghinah, Siti Nailal; Nurpratama, Widya Lestari; Sanjaya, Dandi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35178

Abstract

Abstrak Wasting masih menjadi masalah gizi di Indonesia, edukasi gizi seimbang merupakan upaya penting dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama terkait kenaikan berat badan balita. Tujuan kegiatan ini yaitu memberikan edukasi gizi seimbang pada ibu balita. Metode menggunakan penyuluhan dengan media leaflet dan lembar balik. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Merpati 08 Desa Karang Asih yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Cikarang pada 21 September 2025 dengan melibatkan 19 ibu balita sebagai peserta. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pembagian leaflet, pemaparan materi edukasi dengan media lembar balik, dan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang dilihat dari hasil tanya jawab dan diskusi pada ibu yang dilaksanakan diakhir sesi dan keaktifan ibu untuk bertanya. Kegiatan ini juga mendorong penerapan pola makan sehat di rumah sebagai upaya mendukung pencapaian status gizi balita yang lebih optimal. Edukasi gizi terbukti efektif, namun perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan dukungan kader, tenaga kesehatan, dan fasilitas yang memadai agar dampaknya lebih maksimal. Kata kunci: edukasi; gizi seimbang; ibu balita; leaflet; posyandu. Abstract Wasting remains a nutritional problem in Indonesia. Education about balanced nutrition is a crucial step in improving child growth and development, particularly regarding weight gain in toddlers. The objective of this activity was to provide balanced nutrition education to mothers of toddlers. The method used counseling using leaflets and flipcharts. This activity was conducted at the Merpati 08 Integrated Health Post (Posyandu) in Karang Asih Village, within the Cikarang Community Health Center (Puskesmas) working area, on September 21, 2025, with 19 mothers of toddlers participating. The activity included preparation, distribution of leaflets, presentation of educational materials using flipcharts, and an interactive discussion and question-and-answer session. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge about balanced nutrition, as evidenced by the Q&A and discussion sessions held at the end of the session and the mothers' active participation in asking questions. This activity also encouraged the adoption of healthy eating patterns at home to support optimal nutritional status for toddlers. Nutrition education has proven effective, but it needs to be implemented continuously with the support of cadres, health workers, and adequate facilities for maximum impact. Keywords: education; balanced nutrition; mothers of toddlers; leaflets; integrated health posts.
Edukasi lima kunci keamanan pangan keluarga pada ibu kader posyandu di Puskesmas Mekarmukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi Kinayungan, Utami Putri; Nurpratama, Widya Lestari; Sanjaya, Dandi; Asmi, Nur Fauzia; Alamsah, Deni
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35695

Abstract

AbstrakFenomena keracunan makanan masih banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, melaporkan kejadian keracunan pangan pada siswa SD di Klaten, Jawa Tengah pada 12 Januari 2024 dengan korban sebanyak 111 orang. Di Kabupaten Cianjur, dilaporkan terdapat tujuh kejadian keracunana massal selama bulan Januari hingga Oktober 2024 dengan total korban mencapai 384 orang, dan salah satunya meninggal dunia. Di Cilacap, sebanyak 157 orang dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah makan nasi kotak dengan gejala pusing, mual, muntah dan diare. Di Kota Bogor, 93 warga menjadi korban dan 1 meninggal dunia diebabkan oleh keracunan makanan. Sementara di Kabupaten Bekasi sendiri dilaporkan 32 kasus keracunan makanan dan kasus diare sebanyak 20.111 orang pada tahun 2023. Di Puskesmas Mekarmukti, diare menempati posisi ke 8 laporan besar penyakit yang ada di masyarakar. Pengetahuan masyarakat tentang keamanan pangan sangat diperlukan karena pengetahuan menjadi ujung tombak dalam berperilaku. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai keamanan pangan dan perubahan perilaku dalam memilih dan mengolah makanan secara sehat dan tepat sehingga dapat mencegah kejadaian foodborne desease. Metode yang digunakan yakni ceramah dan pemberian kuesioner pre-test dan post-test. Kata kunci: Edukasi; kader; keamanan pangan; pelatihan; pengetahuan. Abstract The phenomenon of food poisoning still occurs frequently in society. The Indonesian Ministry of Health's Health Crisis Center reported food poisoning among elementary school students in Klaten, Central Java, on January 12, 2024, with 111 victims. In Cianjur Regency, seven mass poisoning incidents were reported between January and October 2024, with a total of 384 victims, including one death. In Cilacap, 157 people reportedly suffered from food poisoning after eating boxed meals, with symptoms including dizziness, nausea, vomiting, and diarrhea. In Bogor City, 93 residents became victims and one died due to food poisoning. Meanwhile, in Bekasi Regency alone, 32 cases of food poisoning and 20,111 cases of diarrhea were reported in 2023. At the Mekarmukti Community Health Center, diarrhea ranked eighth among the major reported diseases in the community. Public awareness of food safety is crucial because it is the spearhead of behavior. The goal of this activity is to increase cadres' knowledge about food safety and change their behavior in selecting and preparing food healthily and appropriately to prevent foodborne diseases. The methods used include lectures and pre- and post-test questionnaires. Keywords: education; cadres; food safety; training; knowledge.