Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Elkawnie

Identification Secondary Metabolites From Callus Piper retrofractum Vahl Fahrauk Faramayuda; Jaka Permana; Akhirul Kahfi Syam; Elfahmi Elfahmi
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v7i1.8630

Abstract

Abstract: Javanese chili (Piper retrofractum Vahl) is a traditional medicinal plant originating from Indonesia and has many pharmacological activities, one of which is often used as a base for aphrodisiac herbal medicine. The population of P. retrofractum is limited, so it is necessary to design secondary metabolite production and propagation efforts using plant tissue culture techniques. The materials used in this study were explants of P. retrofractum leaves that were induced in Murashige and Skoog (MS) media and the ratio of growth regulators 2.4-dichlorophenoxyacetis acid (2,4-D): Benzyl Amino Purine (BAP) 0.5: 0.5. The results showed that the callus of P. retrofractum was formed in the growth regulator 2.4D: BAP (0.5: 0.5). TLC and spectrophotometry identified the secondary metabolite content of callus. Secondary metabolite analysis using the thin layer chromatography (TLC) method using the mobile phase ethyl acetate: n-hexane (7: 3) showed a terpenoid compound indicated by purple spots on the visual appearance after spraying 10% spotting vanillin. Identification using infrared spectrophotometry shows functional groups -CH, C = O, C = C, -CH2, and -CH3, characteristic of terpenoid compounds. Based on TLC data and spectrophotometry, callus P. retrofractum is thought to contain terpenoid compounds. This study's results are expected to be the basis for developing secondary metabolite production in P. retrofractum with cell suspension culture and P. retrofractum propagation by micropropagation.Abstrak: Cabai Jawa (Piper retrofractum  Vahl) merupakan tanaman obat tradisional yang berasal dari Indonesia dan banyak memiliki aktivitas farmakologis salah satunya sering digunakan sebagai bahan dasar jamu afrodisiaka. Populasi tanaman cabai Jawa terbatas maka perlu dirancang upaya produksi metabolit sekunder dan upaya perbanyakan tanaman cabai Jawa salah satunya menggunakan teknik kultur jaringan tanaman. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah eksplan daun tanaman cabai Jawa yang diinduksi pada media Murashige and Skoog (MS) dan perbandingan zat pengatur tumbuh 2.4-dichlorophenoxyacetis acid (2,4-D) : Benzyl Amino Purine (BAP) 0,5 : 0,5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kalus cabai Jawa terbentuk dalam zat pengatur tumbuh 2,4D: BAP (0,5: 0,5). Kandungan metabolit sekunder dari kalus diidentifikasi dengan KLT dan spektrofotometri. Analisis metabolit sekunder menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fasa gerak etil asetat: n-heksana (7: 3) menunjukkan adanya senyawa terpenoid yang ditunjukkan dengan adanya bercak ungu pada penampakan visual setelah disemprotkan spotting vanilin 10%. Hasil Identifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis  menunjukkan isolat mempunyai panjang gelombang maksimum 272,6 nm. Identifikasi menggunakan spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus fungsi -CH, C = O, C = C, -CH2, dan -CH3 yang merupakan ciri khas senyawa terpenoid . Berdasarkan data KLT dan spektrofotometri kalus cabai Jawa diduga mengandung senyawa terpenoid. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pemgembangan produksi metabolit sekunder dalam tanaman cabai Jawa dengan kultur suspensi sel dan perbanyakan tanaman cabai Jawa dengan mikropropagasi.
Co-Authors Adinda Fitriani Adinugraha, Irham M. Akbar, Tzazkia Febriyana Amedea, Esanda Zulfi Ami Soega Dwigantina Ananda Tunjung Pertiwi Anggita Esa Putri Fitrichia Anna Choirunnisa, Anna Aprilia, Trialisa Ari Sri Windyaswari Ari Sri Windyaswari Ari Sri Windyaswari Ari Sri Windyaswari, Ari Sri Azhar, Farah Salsabilla Saidah Dadan Suryasaputra Desti Hermawati Dewi, Renti Mutiara Dewilestari, Meyra Pratami Dwi Ayu Pratiwi Dwigantina, Ami Soega Elfahmi Elfahmi, Elfahmi Ema Mutya Esanda Zulfi Amedea Fahrauk Faramayuda Fahrauk Faramayuda, Fahrauk Faizal Hermanto Farah Salsabilla Saidah Azhar Faramayudha, Fahrauk Farhan Febrinella, Catellya Fitriani, Adinda Fitrichia, Anggita Esa Putri Florence Meliawaty Handayani, Dewi Ratih Hermawati, Desti Hestiary Ratih Ismail, Nursafira Khairunnisa Jaka Permana Julia Ratnawati Julia Ratnawati Julia Ratnawati Julia Ratnawati, Julia Juliastuti, Henny Khaerunnisa, Rahmadaniah Komar Ruslan Wirasutisna Lahagu, Helga Nitulo Berliana Limbong, Remare Halomoan Mardiana, Grace Selly Meyra Pratami Dewilestari Muhamad Insanu Muhammad Irwan Mutya, Ema Nandi Agustian Pertiwi, Ananda Tunjung Pratiwi, Dwi Ayu Purwoko, Agus Puspita Satriyani Permatasari Surasa Putri, Dhiffa Namira Alifia Rahaju, Asih Rakhmat, Iis Inayati Ramdhani, Amalia Kusuma Remare Halomoan Limbong Renata Ananda Marthasedana Renti Mutiara Dewi Sabilia, Syahra Asfi Sabirin, Indah Puti R. Septiani, Usi Septiani, Vina Sheila Nur Hasanah Sheila Nur Hasanah Sigid Pamungkas Wicaksono Soraya Riyanti Soraya Riyanti Soraya Riyanti Soraya Riyanti, Soraya Sri Restu Andriyani Suci Nar Vikasari, Suci Nar Sufyan Zainul Arifin Sukrasno Suntana, Mutiara Sukma Surasa, Puspita Satriyani Permatasari SURYANI Totik Sri Mariani Trialisa Aprilia Usi Septiani Vina Septiani Wulan Anggraeni Wulandari, Yesi Yeni Karlina Yeni Karlina Yeni Karlina, Yeni Yesi Wulandari Yuslianti, Euis Reni