Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai Sarana Penguatan Literasi Hukum di Era Digital Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Yunitha Devrudyan Doko; Karolus Budiman Jama
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 2 (2025): Edisi Khusus
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i2.24455

Abstract

Pendidikan Bahasa Indonesia berperan penting dalam meningkatkan literasi hukum di era digital, terutama dalam menanggulangi rendahnya pemahaman hukum di kalangan masyarakat Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Pendidikan Bahasa Indonesia dapat menguatkan literasi hukum melalui pendekatan literasi kritis dan menjelaskan cara-cara integrasi literasi hukum dalam pembelajaran bahasa sesuai dengan tuntutan era digital. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, artikel ini mengkaji literatur, dokumen hukum, serta penelitian terdahulu terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi literasi hukum masyarakat Indonesia, khususnya terkait dengan penggunaan informasi hukum di ruang digital, masih rendah. Hal ini memperlihatkan perlunya integrasi literasi hukum dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran hukum. Dengan memanfaatkan teks hukum dan analisis wacana kritis dalam pembelajaran bahasa, siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis terhadap hukum dan kebijakan yang ada. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pendidikan Bahasa Indonesia, melalui integrasi literasi hukum, mampu menciptakan generasi muda yang lebih melek hukum, adaptif terhadap perkembangan digital, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan sosial yang lebih sadar hukum.
Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi bahasa dalam memperkuat civic resilience atau ketangguhan kewarganegaraan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dengan fokus pada konteks sosial multikultural Kota Kupang. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan pendidikan serta aktivitas literasi publik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi bahasa berperan penting dalam membentuk warga negara reflektif yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan bertindak bermoral. Integrasi literasi bahasa dalam pendidikan kewarganegaraan memperkuat tiga kompetensi utama: civic literacy, civic communication, dan civic empathy. Praktik pembelajaran berbasis teks reflektif, analisis wacana media, dan dialog etis terbukti meningkatkan kemampuan menalar dan kesadaran moral siswa. Civic resilience di Kupang tumbuh melalui sinergi antara rasionalitas, bahasa, dan moralitas yang menopang kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model civic-linguistic education sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi bahasa reflektif untuk memperkuat ketangguhan warga negara di era VUCA.
Kesalahan Fonologis dalam Komunikasi Antar-Etnis di Kota Kupang: Implikasi Pedagogis untuk Guru Bahasa Indonesia Izhatullaili Izhatullaili
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.26259

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk kesalahan fonologis yang muncul dalam komunikasi antar-etnis di Kota Kupang serta merumuskan rekomendasi pedagogis bagi guru Bahasa Indonesia. Kota Kupang sebagai wilayah multietnis dengan keberagaman bahasa daerah—seperti Dawan, Tetun, Sabu, dan Manggarai—menyajikan kondisi linguistik yang kompleks dan berpotensi menimbulkan interferensi dalam penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu. Menggunakan metode kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara, dan analisis rekaman tuturan, penelitian ini menemukan bahwa kesalahan fonologis dominan berupa substitusi fonem (/e/ menjadi /a/, /u/ menjadi /o/), reduksi vokal, penambahan vokal epentetik, asimilasi, serta hiperkoreksi. Data menunjukkan bahwa 78% penutur mengalami bentuk interferensi fonologis, sementara 81% guru menyadari keberadaan masalah ini namun hanya 32% yang memasukkan latihan fonologi secara eksplisit dalam proses pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa kesalahan fonologis tidak hanya berdampak pada kejelasan artikulasi, tetapi juga memengaruhi efektivitas komunikasi antar-etnis dalam interaksi sosial sehari-hari. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan strategi pedagogis seperti pendekatan berbasis kesadaran linguistik, pembelajaran kontrasif fonetik, integrasi teknologi audio-visual, serta asesmen diagnostik fonologis yang berkelanjutan. Kesimpulannya, intervensi pedagogis yang kontekstual dan sensitif terhadap keragaman bahasa mampu meningkatkan kompetensi fonologis siswa sekaligus memperkuat kualitas komunikasi dalam masyarakat multikultural Kota Kupang.
Pengembangan Flipbook Berbasis Majalah dalam Pembelajaran Menulis Ilmiah Izhatullaili Izhatullaili; Ilmatus Sadiyah
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i1.5560

Abstract

Scientific writing is a critical skill for university students, both for academic success and personal development through writing competitions. However, many students struggle with structuring scientific papers, applying analytical techniques, and navigating the publication process. These challenges are often caused by limited scientific literacy and can delay academic progress, particularly the completion of final projects or theses. To address this issue, a training program using a digital flipbook in magazine format was conducted at the Primary School Teacher Education Program of Universitas Nusa Cendana. The program aimed to enhance students' writing competence and digital literacy through accessible, engaging learning media. The program involved 41 students and included pre- and post-tests, training on scientific writing principles, practical exercises, and interactive discussions. The flipbook, accessible via mobile devices, offered structured guidance and visual appeal, making it easier for students to revisit and understand the content. Results indicated significant improvements in students’ understanding and motivation. More than 85% of participants rated the flipbook positively in terms of readability, content clarity, and design. The digital format not only facilitated flexible learning but also encouraged consistent engagement with scientific writing practices.