Claim Missing Document
Check
Articles

RELATIONSHIP BETWEEN NURSE MOTIVATION AND PREVENTION ACTIONS (HAIs) IN ICU AND HCU ROOMS Irpan Ali Rahman; Rian Hermawan; Lilis Lismayanti; Adi Nurapandi; Asep Gunawan
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6 No 1 (2023): JURNAL MUTIARA NERS
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v6i1.3465

Abstract

Nosocomial infections are a real problem worldwide and are increasing. The consequences are very detrimental to the patient, in addition to the number of days spent in the hospital, and the cost of treatment increases to the point of causing death. Nurses play an important role in the prevention of healthcare-associated infections (HAIs) because nurses are a healthcare team that deals directly with patients and infectious materials. Motivation for nurses is increasingly important because managers distribute work to be done well and integrated into the desired goals. This study aims to determine the relationship between nurse motivation and preventive action (HAIs) in the ICU, and HCU. Method: research that is quantitative analytic using a cross-sectional approach. The population in this study was 24 nurses in the ICU and HCU. Samples were taken using the total sampling technique. Results: the study showed that the motivation of the nurses was mostly in the good category by 19 people (79.2%), the preventive actions (HAIs) were mostly in the good category by 18 people (75%) and there was a significant relationship between the motivation of the nurses and the prevention of healthcare-associated infections (HAIs) in the ICU Room, HCU Pandega Hospital in 2022 because the value α > ρ value (0.05 > 0.001) and the chi-square value (χ2) count > chi-square (χ2) table (10.189 > 3.841). Conclusion: there is a significant relationship between nurse motivation and action (HAIs).
Meningkatkan Kemampuan Cuci Tangan dengan Metode Audio Visual Irpan Ali Rahman; Evi Nurlatifah; Ade Fitriani
Jurnal Keperawatan Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.506 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v14i1.38

Abstract

Kasus penyebaran yang terinfeksi virus covid-19 dari waktu ke waktu  mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Penyebaran  ini dikarenakan proses menularannya yang sangat mudah. Sehingga tindakan utama untuk pencegahannya, dengan melaksanakan protokol kesehatan. Akan tetapi tidak semua lingkungan memungkinkan  untuk menerapkan protokol kesehatan seperti di pondok pesantren. Dimana pondok pesantren tetap melaksanakan pembelajaran secara offline. Maka dari itu pencegahan yang paling mendukung diterapkan di pondok pesantren adalah cuci tangan. Cuci tangan harus dilakukan dengan 6 langkah yang baik dan benar berdasarkan Kemenkes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode audio visual terhadap kemampuan cuci tangan 6 langkah yang baik dan benar. Metode ini Menggunakan jenis penilitian Pre-Experiment Design dengan rancangan penelitian one group pre-test dan post-test design pada Santri Manarul Huda Ciamis. Jumlah populasi 134 orang. Terdapat pengaruh audio visual terhadap kemampuan cuci tangan karena nilai p value 0,000 < α 0,05. Kesimpulan dari Teknik audio visual  dapat peningkatan kemampuan cuci tangan.
Intervensi Teknik Relaksasi Benson terhadap Penurunan Skala Nyeri Pasien Unstable Angina Pectoris Irpan Ali Rahman; Rena Lestia Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan: Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.373 KB) | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i1.465

Abstract

Unstable Angina Pectoris adalah istilah untuk menggambarkan nyeri atau ketidaknyamanana pada dada karena penyakit arteri koronari dan biasanya digambarkan sebagai rasa tertekan, seperti diremas, terasa berat dan nyeri. Menurut WHO pada 2019,  dari 10 penyebab kematian teratas, pembunuh pertama terbesar didunia adalah penyakit jantung iskemiksebanyak 16% dari total kematian dunia (55% dari 55,4 juta kematian dunia). Tujuan karya ilmiah ini untuk menganalisis keefektifan pemberian terapi relaksasi Benson pada asuhan keperawatan pasien nyeri dada dengan Unstable Angina pectoris serta menganalisis penurunan skala nyeri dada setelah dilakukan terapi Benson. Metode penulisan ini adalah deskriptif analitik menggunakan pendekatan studiakasus. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Sampel yang diambil yaitu 1 orang klien dengan masalah nyeri dada. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi dan penulis mengelola 1 kasus dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Hasil dari asuhan keperawatan yang diberikan pada diagnosa nyeri akut ini diantaranya pemberian terapi non farmakologi yaitu dengan Intervensi teknik relaksasi Benson yang dilakukan 30 menit perhari selama 2 hari dan terjadi penurunan skala nyeri dari skala  4 ke skala 2 (skala 0-10).
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN STRESS PERAWAT DI RUANG ISOLASI COVID-19 Irpan Ali Rahman; Dedi Supriadi; Jajuk Kusumawaty; Dwi Purnomo Azi; Dida Fachrurrozi; Adi Nurapandi
THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS Vol 8, No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia Ners
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscners.v8i01.407

Abstract

Latar Belakang; Para tenaga kesehatan (NAKES) atau perawat yang merawat langsung pasien Covid-19 tidak hanya harus memiliki mental yang kuat, tetapi juga fisik yang prima. Stres pekerjaan dapat disebabkan oleh beban kerja dan kondisi kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stress perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis Tahun 2021.Metode; Metode dalam penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh perawat di Ruang Khusus Isolasi Covid-19 RSUD Ciamis sebanyak 63 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu seluruh populasi dijadikan sampel sebanyak 63 orang.Hasil; Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja perawat sebagian besar responden berkategori sedang sebanyak 36 orang (57,1%), stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis, sebagian besar responden berkategori stress kerja sebanyak 39 orang (61,9%) dan terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis karena nilai chi square (?2) hitung > chi square (?2) tabel (34,142 > 5,991) dan ? value < ? (0,000< 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan stress kerja perawat di Ruang Isolasi Khusus Covid-19 RSUD Ciamis.
Penerapan Telenursing N-SMSI (Ners-Short Message Service Intervention) terhadap Manajemen Post Perawatan Pasien Tuberkulosis Irpan Ali Rahman; Asep Gunawan; Alis Sundewi; Dwi Purnomo Azi; Restika Puspa Ningtias
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1150

Abstract

Kegagalan pengobatan dan kekambuhan pasien TB Paru berakibat pada tingginya tingkat infeksi penularan, resistensi obat, serta angka kematian yang terus meningkat. Ners Short Message Service Intervention merupakan salah satu solusi agar pasien TB Paru patuh untuk menjalani pengobatan hingga tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan Telenursing Ners Short Message Service Intervention terhadap manajemen post perawatan pasien Tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan one grup pretest postest design. Teknik sampel menggunakan total sampling yaitu sebanyak 32 responden pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Ciamis tahun 2022. Instrumen penelitian ini adalah the 8-item Morisky Medication Scale. Analisis data menggunakan uji t non parametrik wilcoxon. hasil dari uji wilcoxon test menunjukan angka p value 0,001 (p < a) dengan mean±SD pre (4,38±1,581) dan post (5,66±1,125). Maka dapat disimpulkan bahwa Ners Short Message Service Intervention efektif terhadap kepatuhan pengobatan post perawatan pasien TB Paru. Dengan adanya Ners Short Message Service Intervention dapat membantu meningkatkan pemantauan kepatuhan pengobatan TB Paru serta mencegah penularan lebih luas.
Pengaruh Video Teknik Relaksasi Pernafasan Diafragma terhadap Penurunan Tekanan Darah Penderita Hipertensi pada Lansia Irpan Ali Rahman; Jajuk Kusumawaty; Riska Aidatul Fikriah
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.625

Abstract

Pernafasan diafragma sampai saat ini menjadi metode relaksasi yang mudah dalam pelaksanaanya. Terapi relaksasi teknik pernafasan diafragma ini sangat baik untuk dilakukan oleh penderita hipertensi ,agar membantu relaksasi otot tubuh terutama otot pembuluh darah sehingga mempertahankan elastisitas pembuluh darah arteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi pernafasan diafragma terhadap penderita hipertensi pada lansia. Metode:  penelitian yang digunakan yaitu pre-experimental dengan one group pretest-posttest design. Sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 20 orang, Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer yaitu data yang langsung diperoleh dari objek penelitian yang dilakukan dengan cara wawancara dan observasi tekanan darah. Hasil: penelitian menunjukan rata-rata tekanan darah sebelum melakukan relaksasi pernafasan diafragma sistolik yaitu 164,05 mmHg dan diastolik yaitu 100,25 mmHg, setelah melakukan relaksasi pernafasan diafragma sistolik yaitu 153,25 mmHg dan diastolik yaitu  93 mmHg, perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah teknik pernafasan diafragma adalah 10,800 dengan standar deviasi 9,412. Nilai mean perbedaan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah teknik pernafasan diafragma adalah 7,250 dengan standar deviasi 6,382. Dari hasil penelitian ada pengaruh yang signifikan antara video teknik relaksasi pernafasan diafragma terhadap penderita hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Cisaga dengan nilai p value sistolik = 0.000, yang berarti p value < α (0.000 < 0.05) dan hasil uji t-test sistolik diperoleh nilai hitung t hitung sebesar 5.132 dari nilai t tabel sebesar 2,093. Sedangkan untuk nilai p value diastolik = 0.000, yang berarti p value < α (0.000 < 0.05) dan hasil uji t-test diastolik diperoleh nilai hitung t hitung sebesar 5.081 dari nilai t tabel sebesar 2,093. Kesimpulan: ada pengaruh yang signifikan antara video teknik relaksasi pernafasan diafragma terhadap penderita hipertensi pada lansia.
Tingkat Nomophobia (No Mobile-Phone Phobia) pada Mahasiswa Irpan Ali Rahman; Fauzan Aziz; Heni Marliany; Henri Setiawan; Aap Apipudin
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1494

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang khususnya pelajar mengalami No Mobile Phone Phobia (Nomophobia). Nomophobia adalah perasaan cemas ketika seseorang tidak dapat menggunakan smartphone-nya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat nomophobia pada mahasiswa S1 Keperawatan di STIKes Muhammadiyah Ciamis. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah sarjana keperawatan tahun akademik 2022/2023 sebanyak 396 orang. Sampel penelitian berjumlah 88 responden dengan teknik sampling proporsional. Kuesioner menggunakan NMP-Q (Nomophobia Questionnaire) Hasil uji validitas didapatkan item-total lebih dari 0,632 dan hasil reabilitas dengan nilai (Cronbach’s Alpha) 0,956. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 88 responden mengalami nomofobia dengan tingkat nomofobia ringan sebanyak 11 responden (12,5%), tingkat nomofobia sedang sebanyak 42 responden (47,7%), dan tingkat nomofobia berat sebanyak 35 responden (39,8%). ). Sedangkan nilai rata-rata dimensi nomofobia yang dialami siswa pada kategori kehilangan sinyal sebesar 21,64%, kategori tidak mampu berkomunikasi sebesar 27,83%, kategori takut dan tidak nyaman sebesar 21,3%, dan kategori tidak mampu mengakses informasi sebesar 18,89%. Dapat disimpulkan bahwa seluruh responden penelitian mengalami nomofobia dengan tingkat nomofobia terbanyak pada kategori sedang, diikuti tingkat nomofobia berat, dan tingkat nomofobia ringan.
Images Of Self-Treatment In Patients Of Hallucinations Aap Apipudin; Irpan Ali Rahman; Dede Sumiati; Dini Nurfauziyah; Fanny Khalifa Latifah
Asy-Syifa : Journal of Science and Technology Nursing Vol. 1 No. 1 (2023): Asy-Syifa: Journal Of Science and Technology Nursing (March 2023)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/asyjstn.v1i1.184

Abstract

Purpose: this study was to describe the knowledge of self-care in patients with hallucinatory mental disorders such as bathing, dressing and decorating, eating and drinking, defecating and urinating, nail clippers, and toothbrushes. Methods: this research is a quantitative descriptive method using a cross sectional design. The sample in this study were 20 respondents with hallucinatory mental disorders at the Mentari Hati Tasikmalaya Foundation. Results: description of self-care knowledge in hallucinatory patients with 20 respondents. In the female sex, as many as 15 people got an average self-care knowledge of 34%, while in men there were 5 people with an average more than women, namely 35. For the average self-care knowledge of men and female is 34.5. Conclusion: this study shows that self-care knowledge in hallucinatory mental disorder patients is lacking.
The Combination of Short Message Service Reminder and Diary to Improve Diet Compliance Undergoing Hemodialysis Endriyan Mulyadi Justicia Waluyo; Ima Sukmawati; Irpan Ali Rahman; Yuliani Yuliani
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 16 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v16i1.1516

Abstract

Dietary compliance with chronic kidney disease is one aspect that plays an important role as one of the keys to successful therapy, preventing worsening of the condition and rapid progression of the stage and uremic syndrome. Providing media such as diaries and SMS reminders is one method to increase compliance. Objective: The purpose of this study was to analyze the increase in dietary compliance of CKD patients after being given a diary and SMS reminder.The method in this study is using a quasi-experimental method with a pre-test and post-test case control design. The sample in this study amounted to 44 respondents who were divided into two groups. Samples were taken using accidental sampling technique. Data was collected using a diet compliance questionnaire. Data analyis was carried out by using paired t-test and an independent t-test. The study was conducted in March-April 2022. The results of the paired t-test showed that there was an increase in dietary compliance after the intervention with a p-value of 0,000. Independent t-test showed that there were differences in dietary and SMS reminder with a p-value 0,000. Conlusion Diary and SMS reminders are effective in increasing dietary compliance of cronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.
The Relationship Between Diet and Gastritis in Adolescents Irpan Ali Rahman; Adi Nurapandi; Endrian Mulyadi Justitia Waluyo; Rudi Kurniawan; Ginda Risgia
Jurnal Vocational Nursing Sciences (VNUS) Vol 4 No 2 (2022): JURNAL VNUS (Vocational Nursing Science)
Publisher : LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52221/jvnus.v4i2.151

Abstract

Gastritis is a digestive tract problem that is most often found in daily life and a health problem that is often encountered. Habits of poor eating and consuming unhygienic food are risk factors for gastritis. Irregular eating patterns are caused by busy teenagers who are outside the home. The impact of gastritis can interfere with the patient's daily activities. Objective: This study aims to determine the relationship between diet and the incidence of gastritis in adolescents in the Work Area of the Cigugur Public Health Center, Pangandaran Regency in 2021. Methods: The research method used is a quantitative analysis using a cross-sectional approach. The population in this study were all adolescents aged 16-19 years in the Work Area of the Cigugur Health Center, Pangandaran Regency as many as 4,798 people. Samples were taken using the proportional random sampling technique to obtain a sample of 98 people. Results: The results of the study showed that the diet in adolescents, most of the respondents, namely 60 people (61.2%) had a bad diet, and the incidence of gastritis in adolescents, most of the respondents 56 people (57.1%) had gastritis and there was a relationship between the pattern of eating with the incidence of gastritis in adolescents because the value of > value (0.05 > 0.000) Conclusion: There is a significant relationship between diet and the incidence of gastritis in adolescents