Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Aplikasi Mobile dalam Meningkatkan Kesehatan Fisik dan Pengelolaan Stres di Kalangan Mahasiswa Bahrul Alim; Andi Saiful Alimsyah
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 2 (2026): EduTIK : April 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan fisik dan pengelolaan stres merupakan dua dimensi kesejahteraan yang saling berkaitan dan secara langsung memengaruhi performa akademik serta kualitas hidup mahasiswa. Meskipun berbagai studi telah mendokumentasikan manfaat teknologi mobile dalam konteks kesehatan, belum terdapat bukti empiris yang cukup mengenai efektivitas platform terpadu yang mengintegrasikan pelacakan kebugaran fisik dan pengelolaan stres secara bersamaan dalam satu aplikasi di kalangan mahasiswa pendidikan jasmani di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan aplikasi mobile terintegrasi tersebut terhadap peningkatan kesehatan fisik dan penurunan tingkat stres mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi, Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan mixed-methods, melibatkan 250 mahasiswa yang dibagi secara proporsional menjadi kelompok perlakuan (n=125) dan kelompok kontrol (n=125) melalui purposive sampling. Kelompok perlakuan menggunakan aplikasi mobile selama delapan minggu, dengan fitur utama meliputi AI-driven personal training, pelacakan aktivitas berbasis wearable, gamifikasi, dan teknik relaksasi berbasis panduan digital. Kelompok kontrol menjalani program kebugaran konvensional tanpa bantuan aplikasi. Instrumen pengukuran mencakup Kuesioner Aktivitas Fisik (15 item), Perceived Stress Scale (PSS-10), dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21), serta log penggunaan aplikasi otomatis. Validitas instrumen dikonfirmasi melalui uji Pearson (r>0,30) dan reliabilitas melalui uji Cronbach’s Alpha (α=0,87 untuk PSS; α=0,89 untuk DASS-21). Analisis data dilakukan menggunakan uji independent samples t-test, analisis regresi linear berganda, dan analisis tematik untuk data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor kesehatan fisik yang signifikan pada kelompok perlakuan (pre: 5,0±0,8; post: 7,0±0,6; p<0,001; d=2,74) dibandingkan kelompok kontrol (pre: 5,2±0,7; post: 5,4±0,7; p=0,21). Tingkat stres kelompok perlakuan menurun secara signifikan dari 4,7±0,9 menjadi 3,0±0,7 (p<0,001; d=2,09). Analisis regresi mengidentifikasi frekuensi penggunaan aplikasi (β=0,47; p<0,001), fitur gamifikasi (β=0,31; p<0,01), dan literasi digital (β=0,22; p<0,05) sebagai prediktor signifikan peningkatan kesehatan fisik (R²=0,61). Temuan kualitatif memperkuat hasil kuantitatif: mahasiswa melaporkan peningkatan motivasi, kemandirian dalam mengelola kesehatan, dan berkurangnya kecemasan akademik. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dan teoritis dengan memvalidasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Self-Determination Theory (SDT) dalam konteks adopsi teknologi kesehatan di lingkungan kampus, sekaligus menegaskan bahwa aplikasi mobile terpersonalisasi merupakan solusi intervensi yang efektif untuk mendukung kesejahteraan holistik mahasiswa.
MODEL SMART CLASSROOM AKTIF UNTUK MENINGKATKAN BELAJAR DAN BERGERAK PADA ANAK SD Bahar, Awaluddin; Alim, Bahrul
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.12667

Abstract

This study aims to examine the implementation of an Active Smart Classroom model to improve learning outcomes and physical movement activity in elementary school students. This research was conducted using a classroom action research (CAR) approach carried out at SDN 7 Salotungo, Soppeng Regency, South Sulawesi, involving 28 students in grade IV as research subjects. The research procedure was carried out in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data collection techniques include observation, tests, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive statistics. The results showed that the implementation of the Active Smart Classroom model significantly improved student learning outcomes, with the average score rising from 61.4 (pre-cycle) to 74.8 (Cycle I) and 87.3 (Cycle II), exceeding the KKM of 75. Physical activity of students also increased significantly, where the percentage of active students rose from 42.8% in the pre-cycle to 71.4% in Cycle I and 89.3% in Cycle II. It is concluded that the Active Smart Classroom model is effective in improving both cognitive learning outcomes and physical movement activity of elementary school students simultaneously
Pengaruh Perangkat Wearable Pemantau Postur terhadap Kesehatan Muskuloskeletal dan Performa Gerak pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani Alim, Bahrul; Wildayati, Wildayati
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3484

Abstract

Gangguan muskuloskeletal dan penurunan kualitas gerak merupakan permasalahan nyata yang dihadapi mahasiswa pendidikan jasmani akibat aktivitas fisik berulang dan postur yang tidak optimal selama pembelajaran praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan perangkat wearable pemantau postur terhadap kesehatan muskuloskeletal dan performa gerak mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Makassar. Penelitian menggunakan rancangan pretest-posttest control group design dengan pendekatan kuantitatif eksperimen. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi yang menggunakan wearable berbasis inertial measurement unit (IMU) selama pembelajaran praktik dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Kesehatan muskuloskeletal diukur menggunakan Nordic Musculoskeletal Questionnaire, Numeric Pain Rating Scale, serta tes fleksibilitas dan kapasitas fungsional. Performa gerak dinilai menggunakan Functional Movement Screen. Hasil menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan nyeri muskuloskeletal yang signifikan, peningkatan fleksibilitas dan kapasitas fungsional, serta peningkatan skor performa gerak, kontrol tubuh, keseimbangan, koordinasi, dan keterampilan motorik yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Korelasi positif ditemukan antara perbaikan postur dan peningkatan performa gerak (r = 0,62). Perangkat juga menunjukkan tingkat kenyamanan dan penerimaan pengguna yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa wearable pemantau postur berpotensi menjadi instrumen pendukung pembelajaran berbasis teknologi dalam pendidikan jasmani.
Optimalisasi Kodular dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Matematika Khusnah, Nurul; Alim, Bahrul; Taslim, A. Mutmainnah
Jurnal Edukasi Vol 14 No 1 (2026): EDUKASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Indragiri (UNISI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61672/judek.v14i1.3491

Abstract

This study aims to optimize the use of the Kodular application as a competency testing instrument for students of the Mathematics Education Study Program at UIN Alauddin Makassar. This application is integrated with Google Form as a question platform and is equipped with a login token feature, exam timer, and automatic detection system. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE development model implemented. The results showed that 97.14% of students stated the exam system was easy to use, 93.5% could understand the exam display clearly, 92.14% successfully installed the application on their respective devices, and 93.57% felt they could work on questions more focused, controlled, and minimizing cheating. The average student competency test score reached 69.14/100 with a median of 68 and a range of 64–76. Thus, Kodular is proven to be optimized as an innovative, transparent, and integrity-based competency testing medium in mathematics education at higher education institutions.