Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pelatihan Oshibana Berbasis Keragaman Tumbuhan untuk Penguatan Kreativitas Siswa dan Edukasi SDGs di SMAN Taruna Nala Malang Irawati, Mimien Henie; Rohman, Fatchur; Antika, Linda Tri; Prasetyawati, Fila; Mardin, Herinda; Fahri, Naufal Wima Al; Abrar, Ahmad; Jeramat, Eufrasia
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): June
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i2.5260

Abstract

Kreativitas dan kesadaran lingkungan siswa merupakan kompetensi esensial untuk mendukung pembelajaran abad ke-21 dan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Namun, pendidikan biologi di sekolah masih didominasi pendekatan teoretis sehingga pemanfaatan keanekaragaman tumbuhan sebagai media pembelajaran kreatif belum dioptimalkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kreativitas dan kesadaran siswa terhadap tumbuhan melalui pelatihan oshibana berbasis keanekaragaman tumbuhan di SMA Negeri Taruna NALA Malang. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui tahapan edukasi keanekaragaman hayati, demonstrasi teknik oshibana, pembuatan karya secara langsung, pendampingan, dan evaluasi. Peserta kegiatan berjumlah 150 siswa kelas X. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian karya, angket respons siswa, dan dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 90,7% siswa berpartisipasi aktif selama pelatihan. Penilaian karya menunjukkan bahwa 90% karya oshibana berada pada kategori baik hingga sangat baik berdasarkan aspek orisinalitas, komposisi visual, kerapian, pemanfaatan variasi tumbuhan, dan kesesuaian tema lingkungan. Hasil angket menunjukkan bahwa 90,5% siswa menyatakan kegiatan menarik dan menyenangkan, 85,5% menyatakan kegiatan membantu memahami materi biologi secara lebih kontekstual, dan 94,5% menyatakan kegiatan meningkatkan ketertarikan terhadap tumbuhan dan lingkungan. Selain itu, 90,0% siswa menyatakan kegiatan membantu mereka mengenal keanekaragaman tumbuhan di lingkungan sekitar, sedangkan 89,88% siswa menyatakan lebih memahami pentingnya menjaga dan memanfaatkan tumbuhan secara bertanggung jawab. Secara keseluruhan, respons positif siswa mencapai 90,0%, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, pelatihan oshibana berpotensi menjadi model pembelajaran kreatif berbasis lingkungan yang mendukung implementasi SDGs di sekolah. Oshibana Training Based on Plant Diversity to Strengthen Student Creativity and SDGs Education at SMAN Taruna Nala Malang Abstract Students' creativity and environmental awareness are essential competencies to support 21st-century learning and the implementation of the Sustainable Development Goals (SDGs). However, biology education in schools is still dominated by a theoretical approach, so the use of plant diversity as a creative learning medium has not been optimized. This community service activity aims to strengthen students' creativity and awareness of plants through plant diversity-based oshibana training at SMA Negeri Taruna NALA Malang. The method used is a practice-based participatory training through the stages of biodiversity education, demonstration of oshibana techniques, direct creation of works, mentoring, and evaluation. The activity participants numbered 150 grade X students. Data were collected through observation, work assessment, student response questionnaires, and activity documentation, then analyzed descriptively. The results of the activity showed that 90.7% of students actively participated during the training. The work assessment showed that 90% of oshibana works were in the good to very good category based on aspects of originality, visual composition, neatness, use of plant variations, and suitability for environmental themes. The questionnaire results showed that 90.5% of students stated that the activity was interesting and enjoyable, 85.5% stated that the activity helped them understand biology material more contextually, and 94.5% stated that the activity increased their interest in plants and the environment. In addition, 90.0% of students stated that the activity helped them recognize plant diversity in their surroundings, while 89.88% of students stated that they better understood the importance of protecting and using plants responsibly. Overall, the positive response from students reached 90.0%, exceeding the established success indicators. Thus, oshibana training has the potential to become a creative, environment-based learning model that supports the implementation of SDGs in schools.
Post-Covid-19 Learning: Problem-Based Learning and Its Effect on Critical Thinking Skills Linda Tri Antika; Rofiqi Rofiqi; Akhmad Fathir; Moch. Haikal
Bioedusiana: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 7, No 2 (2022): Bioedusiana
Publisher : Jurusan Pendidikan Biologi - Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/bioed.v7i2.10082

Abstract

MA Miftahul Ulum Nagasari Congkop Tlambah Karang Penang Sampang Madura is one of the schools in Madura, which still showed the condition of students who were not accustomed to high-level thinking, including critical thinking skills, so that it had an impact on learning outcomes that were not optimal. This study aimed to determine the effect of PBL on critical thinking skills. The subjects of this study were students of class X A IPA and class X B IPA at MA Miftahul Ulum Nagasari Congkop Tlambah Karang Penang Sampang in the second semester of academic year2021/2022. This research is quantitative research with a quasi-experimental type. This research design used a non-equivalent pretest-posttest control group research design. Critical thinking skills were measured using the critical thinking skills rubric, where critical thinking skills scoring was integrated with a written test. The technical analysis used was Quade's Rank with SPSS 28.00. The results of this study indicated that there was an effect of the PBL learning model on students' critical thinking skills. The effect size of PBL on students' critical thinking skills was 0.289.
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing dalam Memberdayakan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa di MA Miftahul Ulum Better Pamekasan Syarif, Nor Cholida; Haikal, Moch; Antika, Linda Tri
Biology and Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Biology and Education Journal (BaEJ)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/baej.2025.24172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan motivasi belajar siswa di MA Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran sains masih kurang optimal, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain posttest only control group, melibatkan 86 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (inkuiri terbimbing) dan kelompok kontrol (direct instruction). Analisis data dilakukan menggunakan MANOVA untuk melihat perbedaan gabungan antara KPS dan motivasi belajar kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada gabungan kedua variabel (F(2,59) = 87,10, p < 0,001). Uji lanjut ANOVA univariat mengungkapkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada KPS (F(1,60) = 151,78, p < 0,001) maupun motivasi belajar (F(1,60) = 7,71, p = 0,007) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menguatkan bukti bahwa model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep sains sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka, sehingga berkontribusi positif terhadap penguasaan KPS dan peningkatan motivasi belajar. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam memperkuat keterampilan proses sains dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sains di kelas
No Correlation between Self-Directed Learning and Life Skills: How to Explain? Indah Yanti; Linda Tri Antika
DIDAKTIKA Vol. 1 No. 2 (2023): October 2023
Publisher : Lombok Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63757/jptk.v1i2.6

Abstract

21st-century education demands students to possess learning and innovation skills, proficiency in using technology, information media literacy, and life skills. This research aims to determine the correlation between students' self-directed learning and life skills. The subjects of this study were XF class students, totalling 32 students. Self-directed learning was measured using a questionnaire, including students' interest in learning biology, self-efficacy, self-assessment, and self-reaction. Meanwhile, life skills were measured using an observation sheet covering interpersonal skills, goal setting and collaborative achievement, responsibility, and management. Learning was conducted by implementing guided inquiry-based learning. This research is a correlational study using regression correlation through the SPSS program. The results of this study indicate no correlation between self-directed learning and students' life skills. Guided inquiry remains a reference in efforts to empower self-directed learning and life skills.