Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Model Pendidikan Berbasis Lima Menara Ilmu: Kajian Integrasi Nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam Pembelajaran Sains Budiyono, Agus; Haris, Abd.; Antika, Linda Tri; Wildani, Arin; Hotimah, Hosnol
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3275

Abstract

Meningkatnya kebutuhan untuk menjembatani dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam konteks pesantren yang menempatkan pendidikan berbasis nilai sebagai hal yang utama, maka dibutuhkan suatu konep integrasi keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep integrasi Lima Menara Ilmu dalam pembelajaran sains di Universitas Islam Madura (UIM) sebagai model pendidikan berbasis pesantren yang relevan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) lainnya di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengharmoniskan ilmu sains dengan nilai-nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam satu sistem pembelajaran yang komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 ahli dari bidang sains, pendidikan agama Islam, studi Islam, Pancasila dan kewarganegaraan, dan budayawan untuk merumuskan sintesis integratif dalam lima tingkatan: filosofi, metode dan pendekatan riset, materi, strategi pembelajaran, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter akademik dan moral mahasiswa, di mana nilai Keislaman memperkuat landasan epistemologi berbasis wahyu, Keindonesiaan menanamkan nasionalisme, Kemaduraan mengangkat etnosains lokal, Kepesantrenan menginternalisasi tradisi akademik khas pesantren, dan Keaswajaan membangun sikap moderat dan toleran. Integrasi kelima pilar ini menciptakan model pembelajaran sains yang komprehensif dan relevan secara kontekstual. Integrasi ini diharapkan dapat diterapkan pada PTKIS berbasis pesantren lainnya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam sains tetapi juga memiliki karakter religius, nasionalis, dan berwawasan budaya.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN ALAT PERAGA BAGI GURU SMA Budiyono, Agus; Rohmah, Fathatur; Wildani, Arin; Kamariyah, El Indahnia; Antika, Linda Tri
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpm.v4i2.42748

Abstract

Proses pembelajaran yang dilaksanakan di MA Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan, Jawa Timur, terutama mengandalkan metode ceramah yang didukung oleh bahan cetak seperti buku teks dan lembar kerja siswa sebagai sumber belajar utama. Penggunaan alat peraga, khususnya dalam pembelajaran fisika, masih sangat terbatas. Kurangnya pemanfaatan media dalam pembelajaran fisika menyebabkan suasana kelas monoton dan tidak menarik, menyebabkan siswa kehilangan minat terhadap mata pelajaran. Berdasarkan diskusi dengan sekolah mitra, masalah utama yang diidentifikasi adalah tidak adanya alat peraga sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran fisika, yang mengakibatkan ketergantungan yang tinggi pada buku teks bagi siswa dan guru. Menanggapi masalah ini, sekolah mitra memerlukan bantuan dalam mengembangkan alat peraga untuk digunakan sebagai media dalam pembelajaran fisika. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan meliputi lokakarya pembuatan alat peraga, serta implementasi dan pendampingannya. Program ini disimpulkan sangat berhasil. Hal ini didukung oleh hasil skor kuesioner dari guru dan siswa, dengan skor respons motivasi sebesar 84,75% (berkategori sangat memotivasi) dan skor kepraktisan dan efektivitas sebesar 91% (berkategori sangat praktis dan efektif). Kata Kunci: Lokakarya, Implementasi, Pendampingan, Alat Peraga, Fisika
Analyzing the Influence of Problem-Based Learning on Collaborative Skills: Evidence of a Large Effect Size Arifin, Moh. Samsul; Antika, Linda Tri
Indonesian Journal of Biology Education Vol. 8 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF BIOLOGY EDUCATION
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijobe.v8i2.2863

Abstract

Collaboration skills are essential competencies emphasized in the Merdeka Curriculum as part of the gotong royong dimension in the Pancasila Student Profile. However, observations at an Islamic boarding school-based senior high school in Madura indicated that students' collaboration skills were still low due to the dominance of teacher-centered learning. This study aimed to examine the effect of the Problem-Based Learning (PBL) model on the collaboration skills of tenth-grade students in biology learning. A quantitative approach was used with a quasi-experimental design involving a non-equivalent control group. The participants consisted of 62 students, divided into an experimental group (n = 32) that received PBL treatment and a control group (n = 30) that received direct instruction. Data on collaboration skills were collected using an observation sheet adapted from Hermawan, Widodo, and Saputra (2017), covering aspects such as contribution, time management, problem-solving, teamwork, and inquiry. The results of the Mann–Whitney U test showed a significant difference between the groups (U = 26.500, Z = –6.456, p < .001), with the experimental group achieving a higher median score (15.00) than the control group (10.00). The effect size was 1.60, indicating a significant effect. These findings demonstrate that PBL is effective in enhancing students' collaboration skills through active learning processes, and it is recommended for broader implementation in Islamic boarding school-based schools to support 21st-century education goals.
Student’s scientific argumentation skills in biology: A gender-based analysis Nisak, Hoirun; Antika, Linda Tri
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 9, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v9i2.3684

Abstract

Scientific argumentation skill is important to develop in learning because it empowers students' way of thinking in forming new knowledge, stimulates activity, learns to solve problems, build socio-cultural activities through presentations and criticism, encourages students to express their thoughts, understand concepts more easily and get used to critical thinking and logical. This research aimed to determine the significance of differences between scientific argumentation skills based on gender. Research data was obtained from sample class data, namely class XI Science at Bustanul Mubtadiin Proppo Pamekasan High School with 22 students. Measurement of scientific argumentation skills based on gender using an essay writing test with a scientific argumentation rubric using the Osborne Argument Model. Aspects measured were based on the quality of rebuttal, data, collateral, support, refutation, or presence of conflicting claims. The hypothesis test used was an independent sample T-Test using the Jamovi Statistics program. This study reported that the scientific argumentation skills of male and female students were significantly different, which scientific argumentation skills of female students were higher than males. This research provided implications for students to be skilled in scientific argumentation, especially in biology.
Guided Inquiry and It's Influence on Evolution Concept Mastery: A Challenge in Islamic Boarding Schools Ulfa, Winda Maria; Antika, Linda Tri; Haikal, Moch.; Fathir, Akhmad
Indonesian Journal of Biology Education Vol. 7 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF BIOLOGY EDUCATION
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijobe.v7i2.1671

Abstract

Today's education requires students to manage their learning independently, so that students can set learning goals, set strategies, and even evaluate learning, so that students' understanding of concepts increases. This is related to the learning model used, one of which is guided inquiry. This study aims to determine the influence of guided inquiry on the understanding of the concept of evolution. This study is a quantitative research with a quasi-experimental research design with a non-equivalent pretes-postes control group design The subjects in this study are students of class XII IPA MA Miftahul Ulum Bettet Pamekasan even semester of the 2024/2025 academic year. Class XII Science B is an experimental class with 32 students, while class XII Science C is a control class with 31 students. Sampling was carried out by random sampling technique. The hypothesis test in this study uses the Unpaired T Test. The results showed that there was no influence of guided inquiry on the understanding of the concept of evolution. However, guided inquiry remains a reference for a learning model that can empower a variety of skills for students. Researchers should then consider the factors of student readiness, especially in student habits and learning styles, time factors, and teachers or researchers should have mastered the learning model to be used.
Understanding the Relationship Between Learning Motivation and Science Process Skills in Biology Learning: A Correlational Study Susanti, Tri Suci; Antika, Linda Tri
Indonesian Journal of Biology Education Vol. 8 No. 1 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF BIOLOGY EDUCATION
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijobe.v8i1.2134

Abstract

This study was based on the importance of motivation as an internal factor that influences student engagement in learning, particularly in developing science process skills, which are central to the scientific learning approach. Lack of self-motivation shows that students are less active in learning activities. This study aimed to determine the correlation between learning motivation and students' science process skills. This research used the Guided Inquiry model to enhance learning motivation and science process skills. The subjects of this study were students class X-A of Islamic boarding school in Pamekasan in 2023/2024 academic year with 23 students. This research was a correlational study with regression correlation analysis techniques. Data collection on learning motivation used ARCS (Attention, Relevance, Confidence, and Satisfaction) motivation questionnaire, while science process skills used a rubric. The results of this study indicated that there was a significant relationship between learning motivation and science process skills. The regression analysis results showed a large R value of 0.647 which indicated that there was high relationship between learning motivation and science process skills. The findings indicated that an increase in students’ learning motivation was associated with an improvement in their science process skills. Guided Inquiry learning model can be a recommended model in empowering students' learning motivation and science process skills, especially in biology learning.
Supporting sustainable development goals 4 through ethnoscience: Development of a scientific magazine on madurese shrimp paste Nisak, Nafilatun; Antika, Linda Tri; Ibana, Lukluk
JPBIO (Jurnal Pendidikan Biologi) Vol 10, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbio.v10i2.5102

Abstract

Education that integrates local wisdom with scientific concepts is essential to create meaningful and contextual learning experiences. This study was aimed at developing and evaluating the feasibility of a scientific magazine based on the ethnoscience of Madurese shrimp paste as a biology learning medium for class X at Islamic Senior High School (MA). The method employed was the Research and Development (R&D) 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The validation process showed a very high level of feasibility, with an average score of 92.5% from two subject matter experts, 93% from two media experts, and 95% from a biology teacher. In addition, the limited trial involving 30 students resulted in an average feasibility score of 93.4%. The results indicated that the scientific magazine based on the ethnoscience of Madurese shrimp paste was highly feasible as an alternative teaching material, contextual, engaging, and supportive of biology learning within the Merdeka Curriculum. Furthermore, the product was considered to have strong potential to enhance scientific literacy and promote the preservation of local wisdom in education, especially in support of SDG 4.
Efektivitas Model Inkuiri Terbimbing dalam Memberdayakan Keterampilan Proses Sains dan Motivasi Belajar Siswa di MA Miftahul Ulum Better Pamekasan Syarif, Nor Cholida; Haikal, Moch; Antika, Linda Tri
Biology and Education Journal Vol. 5 No. 2 (2025): Biology and Education Journal (BaEJ)
Publisher : Universitas Islam Riau (UIR) Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/baej.2025.24172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains (KPS) dan motivasi belajar siswa di MA Miftahul Ulum Bettet Pamekasan. Permasalahan di lapangan menunjukkan bahwa penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran sains masih kurang optimal, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain posttest only control group, melibatkan 86 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (inkuiri terbimbing) dan kelompok kontrol (direct instruction). Analisis data dilakukan menggunakan MANOVA untuk melihat perbedaan gabungan antara KPS dan motivasi belajar kedua kelompok. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol pada gabungan kedua variabel (F(2,59) = 87,10, p < 0,001). Uji lanjut ANOVA univariat mengungkapkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan pada KPS (F(1,60) = 151,78, p < 0,001) maupun motivasi belajar (F(1,60) = 7,71, p = 0,007) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini menguatkan bukti bahwa model inkuiri terbimbing mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep sains sekaligus mendorong keterlibatan aktif mereka, sehingga berkontribusi positif terhadap penguasaan KPS dan peningkatan motivasi belajar. Kesimpulannya, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing efektif dalam memperkuat keterampilan proses sains dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sains di kelas
Model Pendidikan Berbasis Lima Menara Ilmu: Kajian Integrasi Nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam Pembelajaran Sains Agus Budiyono; Abd. Haris; Linda Tri Antika; Arin Wildani; Hosnol Hotimah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3275

Abstract

Meningkatnya kebutuhan untuk menjembatani dikotomi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan dalam pendidikan tinggi Islam, khususnya dalam konteks pesantren yang menempatkan pendidikan berbasis nilai sebagai hal yang utama, maka dibutuhkan suatu konep integrasi keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan konsep integrasi Lima Menara Ilmu dalam pembelajaran sains di Universitas Islam Madura (UIM) sebagai model pendidikan berbasis pesantren yang relevan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) lainnya di Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya mengharmoniskan ilmu sains dengan nilai-nilai Keislaman, Keindonesiaan, Kemaduraan, Kepesantrenan, dan Keaswajaan dalam satu sistem pembelajaran yang komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dan Focus Group Discussion (FGD) dengan 15 ahli dari bidang sains, pendidikan agama Islam, studi Islam, Pancasila dan kewarganegaraan, dan budayawan untuk merumuskan sintesis integratif dalam lima tingkatan: filosofi, metode dan pendekatan riset, materi, strategi pembelajaran, serta evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter akademik dan moral mahasiswa, di mana nilai Keislaman memperkuat landasan epistemologi berbasis wahyu, Keindonesiaan menanamkan nasionalisme, Kemaduraan mengangkat etnosains lokal, Kepesantrenan menginternalisasi tradisi akademik khas pesantren, dan Keaswajaan membangun sikap moderat dan toleran. Integrasi kelima pilar ini menciptakan model pembelajaran sains yang komprehensif dan relevan secara kontekstual. Integrasi ini diharapkan dapat diterapkan pada PTKIS berbasis pesantren lainnya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam sains tetapi juga memiliki karakter religius, nasionalis, dan berwawasan budaya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GOOGLE SITES BERBASIS INKUIRY TERBIMBING TERHADAP SISWA KELAS XI SMA NURUL HIKMAH PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN Zainurrahman Zainurrahman; Akhmad Fathir; Lukluk Ibana; Linda Tri Antika
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1688

Abstract

Rendahnya semangat siswa dalam proses pembelajaran di Indonesia menuntut pendidik untuk melakukan inovasi pembelajaran dengan menghadirkan media pembelajaran yang dapat meningkatkan semangat belajar siswa agar tidak merasa bosan. Salah satu media pembelajaran yang berpotensi untuk meningkatkan semangat siswa adalah media pembelajaran dengan menggunakan google sites berbasis inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah merancang Google Site yang memadukan inquiri terbimbing sebagai alat pengajaran. Metode yang dipakai adalah Pengembangan (R&D) dengan model 4-D dengan tahapan: Define, Design, Develop and Desemminte. Pengumpulan data kelayakan menggunakan lembar validasi yang di isi 4 validator ahli, angket kelayakan yang di isi 2 guru dan 14 siswa. Berdasarkan hasil analisis data serta diskusi, media Google Sites yang dibuat sangat efektif dan layak digunakan, dari segi materi diperoleh skor rata-rata (87,5%) dan segi desain google site memperoleh skor rata-rata (89%), guru biologi (97,5%) dan respon siswa (90%). Dengan demikian, media google site di nilai layak diterapkan dalam pembelajaran oleh guru dan peserta didik.