Claim Missing Document
Check
Articles

The Influence of Early Marriage and Parenting Practices on the Nutritional Status of Toddlers in Motui District, North Konawe Regency Ramadan, Sadrianti; Umi Nurlila, Ratna; Rahmawati, Rahmawati
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/6nbzhe56

Abstract

Introduction: Stunting is a major nutritional problem that determines the quality of human resources. The highest prevalence of stunting in the Konawe Islands Regency is at the Langara Health Center at 34.8% in 2022. Then the Bobolio Health Center is at 31.9% and the Lampeapi Health Center is at 32.6%. Poor or inadequate air, sanitation and hygiene conditions can trigger stunting. Method: This type of research is quantitative, Cross Sectional Study design. The research was conducted in February-June 2024 at the Langara, Bobolio and Lampeapi Health Centers, Konawe Islands Regency. The population was all toddlers registered in the working area of ​​the Langara, Bobolio and Lampeapi Health Centers for the period October-December 2023, totaling 1,125 people and a sample of 89 people was obtained. using simple random sampling. Data analysis used the Chi-Square test, Closeness Test and binary logistic regression test. Results: The results of research on the Chi-Square test on drinking water sources with stunting obtained a p value of 0.000, then drinking water management p value 0.000, drinking water quality p value 0.000, φ (0.396), latrine ownership obtained p value 0.001, waste management p value 0.000, waste management p value 0.000, and hygiene p value 0.000. Conclusion : The conclusion is that there is a relationship between early marriage, parenting patterns in feeding practices, personal hygiene, psychosocial parenting and health care practices with the nutritional status of toddlers and the most dominant factor related to the nutritional 
ANALISIS HASIL PEMERIKSAAN HIV (HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS) DAN HBsAg (HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN) TERHADAP PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS POASIA Asfandi Yuhadi; Ratna Umi Nurlila; Patrawati; Wa Ode Gustiani Purnamasari
Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL MEDILAB MANDALA WALUYA
Publisher : Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/medilab.v9i1.1232

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit kronik menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS. Salah satu upaya untuk mengendalikan tuberkulosis adalah dengan pengobatan.  Pengobatan TB di Indonesia menggunakan panduan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Hepatitis imbas obat adalah kondisi terjadinya peradangan pada hati akibat dari penggunaan OAT yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan fungsi hati dapat terjadi sebagai akibat bakteri tuberkulosis yang menginfeksi organ hati atau efek samping dari obat anti tuberkulosis (OAT). Pemeriksaan serologi HIV dan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) menggunakan metode imunokromatografi merupakan pemeriksaan yang efektif dan dapat diguanakan sebagai tes skrining. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil Pemeriksaan HIV (Human Immunodeficiency Virus) Dan HBsAg (Hepatitis B Surface Antigen) terhadap pasien Tuberkulosis di Puskesmas Poasia. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 54  responden yang pasien tuberkulosis dan sampel penelitian berjumlah 35 responden. Sampel diambil dengan menggunakan purposive sampling. Hasil pemeriksaan HIV berjenis kelamin laki - laki sebanyak 2 orang (5.71 %) dan berjenis kelamin  perempuan 0 orang ( 0%). Hasil penelitian ini diperoleh hasil pemeriksaan HIV reaktif 2 orang dari 35 responden sedangkan untuk non reaktif sebanyak 33 orang dari 35 responden. Hasil penelitian HBsAg reaktif  sebanyak 0  orang dari orang 35 responden dan non reaktif sebanyak 35 orang dari 35 responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hasil pemeriksaan HIV reaktif sebanyak 2 orang ( 5.71 %) dan non reaktif sebanyak 33 orang ( 94.3 %). Hasil  pemeriksaan HBsAg reaktif sebanyak 0 orang ( 0 % ) dan non reaktif sebanyak 35 orang ( 100 %). Saran kepada peneliti selanjutnya adalah dapat melakukan pemeriksaan penunjang lain seperti kadar bilirubin, dan gamma-GT pada penderita tuberkulosis.
The Effect Of Brain Gym For Kognitif Function In Elderly Kendari City Healtyh Center: Brain Gym For Kognitif Function Armayani, Armayani; Said, Faridah Mohd; Nambiar , Nisha; Nurlila, Ratna Umi
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 1 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss1/195

Abstract

Background: World Health Organization Stated that dementia is experienced by the elderly aged 60-74 years by 15-20%, 75-85 years by 5-15%. The older the age, the greater the prevalence and the heavier the type of dementia experienced by the elderly. This study aims to determine the effect of brain exercise on the cognitive function of the elderly at the Public Health Center of Kendari City. Methods: : The design of this research is quasi experiment with pre and post test without control with quota sampling technique. The population in this study amounted to 125 people and the sample in this study was the elderly who experienced cognitive function disorders at the Perumnas Public Health Center as many as 15 people. Data analysis used the statistical paired sample t-test. The data collection tool used is the Mini Mental Status Examination questionnaire. Results: The results of this study indicate t count (12,646) > t table (6.714) and p value 0.000 <0.05 so Ho is rejected, meaning that there is an effect of brain exercise on the cognitive function of the elderly. Conclusions: It is hoped that the Public Health Center will pay more attention to the condition of the elderly who are in the working area of the Perumnas Health Center in order to minimize the risk of cognitive function disorders and carry out brain exercises for the elderly when the Posyandu for the elderly is carried out.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Gigi Menggunakan Media Phantom Gigi Terhadap Perilaku Menggosok Gigi Pada Siswa SDN 1 Wanci Hariyanti, Hariyanti; Nurlila, Ratna Umi; Kamalia, La Ode
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v1i2.8

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit pada jaringan gigi yang diawali dengan terjadinya kerusakan jaringan yang dimulai dari permukaan gigi. Awal terjadinya penyakit karies gigi yaitu pada anak usia sekolah, sehingga masalah kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian yang sangat penting. Tujuan Untuk mengidentifikasi pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media phantom gigi terhadap perilaku tentang cara menggosok gigi pada Siswa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian Pra Eksperimen, dengan menggunakan rancangan Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SDN 1 Wanci dengan jumlah 292 orang, dengan tehnik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan jumlah sampel 96 orang. Metode analisis menggunakan uji statistik Paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku siswa sebelum dan sesudah penyuluhan terjadi peningkatan, dapat dilihat dari uji statistik pengetahuan, sikap, dan tindakan mempunyai nilai signifikansi 0,000 > 0,05. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan gigi dan mulut menggunakan media phantom gigi terhadap perilaku cara menggosok gigi pada siswa SDN 1 Wanci Kecamatan Wangi Wangi Kabupaten Wakatobi.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan Pada Masyarakat Bajo Muhammad Rizal Rl; Nurlila, Ratna Umi; Jayadipraja, Erwin Azizi
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v2i3.474

Abstract

Masyarakat suku Bajo di Desa Hakatutobu hanya 8 rumah yang memiliki jamban dan sisanya 81 rumah tidak memiliki jamban. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 rumah, terdapat ó rumah tangga berpengetahuan kurang, dan 7 rumah tangga persepsi kurang. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku buang air besar sembarangan pada masyarakat bajo di Desa Hakatutobu Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-sectional study, populasi dalam penelitian ini adalah jumlah masyarakat Bajo sebayak 89 KK, teknik penarikan sampel secara Simple Random Sampling, jumlah sampel sebanyak 48 responden, analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku BABS dengan nilai X2hitung > X2tabel (7,769 > 3,841), ada hubungan signifikan antara pendapatan KK dengan Perilaku BABS dengan nilai X2hitung > X2tabel (6,976 > 3,841), dan ada hubungan signifikan antara persepsi masyarakat Bajo dengan perilaku BABS dengan nilai X2hitung > X2tabel (5,127 > 3,841). Saran dalam penelitian ini adalah bagi puskesmas diharapkan petugas kesling rutin melakukan penyuluhan tentang Perilaku BABS pada Masyarakat Bajo.
Comparison of Drug Inventory Management in Public and Private Hospitals in Kendari City Fitra Saripati, Wa Ode; Azizi Jayadipraja, Erwin; Umi Nurlila, Ratna
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/vgvbqp90

Abstract

Introduction: Drug inventory management is an important aspect in supporting the effectiveness of health services in hospitals, especially in providing quality drug needs. There are differences in the characteristics of drug supply management between public and private hospitals. These differences include aspects of policy, resources, regulation, and procurement flexibility. This attracted researchers to conduct a study aimed at comparing drug supply management systems between public and private hospitals, especially in Kendari City. Method: The research used a qualitative approach with data triangulation through in-depth interviews, observations, and document studies. Informants consisted of heads of pharmacy installations, pharmacists, and hospital management representatives. Result: The results of in-depth interviews showed differences in drug procurement management between public and private hospitals. Public hospitals have a more structured system following formal regulations such as e-catalogue, while private hospitals are more flexible. The ABC method has also been applied in all hospitals in mapping drug classifications although the implementation differs in each hospital depending on the size of the budget, the competence of human resources, and the availability of supporting systems and data required. The EOQ method has not been optimally implemented due to limited data and information systems. A common problem faced by hospitals is drug stock-outs, which have an impact on patient satisfaction. Conclusion: The effectiveness of drug management in hospitals is generally considered to be good. There are differences and similarities in drug management between public and private hospitals. Stock out is a common problem in drug supply management in hospitals.
Cross-Sectional Study of Work Motivation, Job Satisfaction, and Nurse Performance at Tanduale Regional General Hospital Bombana Regency Sari, Astika Yulia; Tasnim, Tasnim; Umi Nurlila, Ratna
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/ap5zjj18

Abstract

Introduction: Nurse performance is one of the key determinants of hospital service quality. In Regional General Hospital Tanduale, Bombana Regency, the issue of delayed salaries and high workloads may influence work motivation, job satisfaction, and ultimately performance. This study aims to Cross-Sectional Study of Work Motivation, Job Satisfaction, and Nurse Performance at Tanduale Regional General Hospital, Bombana Regency. Method: This study applied a quantitative approach with a cross-sectional design, conducted from June to July 2025. The population was 122 nurses, with a minimum sample size of 94 respondents determined using the Slovin formula. Total sampling was applied based on inclusion criteria. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using Path Analysis with Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through SmartPLS. Result: The results showed that extrinsic motivation had a significant effect on job satisfaction (β = 0.469; p = 0.041) and nurse performance (β = 0.735; p = 0.004). Meanwhile, intrinsic motivation did not significantly affect either job satisfaction (β = 0.325; p = 0.149) or nurse performance (β = -0.010; p = 0.962). Job satisfaction also did not significantly influence nurse performance (β = 0.211; p = 0.401) and did not act as a mediating variable. Conclusion: The study concludes that extrinsic motivation such as salary, incentives, recognition, and supportive work conditions is the dominant factor influencing both job satisfaction and nurse performance.
Determinants of Dental Health Service Utilization at Community Health Centers in Konawe District: A Cross-Sectional Study Asriani, Iga; Sunarsih, Sunarsih; Umi Nurlila, Ratna
Waluya The International Science of Health Journal Vol. 4 No. 4 (2025): Waluya The International Science of Health Journal
Publisher : Magister Kesehatan Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/erejs234

Abstract

Introduction: Dental health services are an essential component of efforts to improve public health. However, dental health services at the community health center level still face various challenges influenced by both internal and external factors. This study aims to analyze the factors associated with dental health services in community health centers of Konawe District, including the availability of dental health personnel, facilities, community knowledge, and government support. Method: This was an analytical quantitative study with a cross-sectional design. The population is all dental patients in the Health Center amounting to 300 divided into 29 Puskesmas and a sample of 172 using the proportional random sampling technique. The research sample consisted of community respondents utilizing dental health services at the Health centers  in Konawe District. Data analysis was conducted using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Result: The study revealed that all variables were significantly associated with dental health services. Facilities emerged as the variable with the highest strength of association (χ² = 97.435), followed by government support (χ² = 61.748), availability of dental health personnel (χ² = 59.407), and community knowledge (χ² = 55.257). Conclusion: There is a significant relationship between the availability of dental health personnel, facilities, community knowledge, and government support with dental health services in Health centers  of Konawe District. Efforts to improve dental health services can be achieved by strengthening the availability of facilities and health personnel, enhancing community education, and reinforcing government policy support.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN GIGI PADA SISWA DI SD KARTIKA XX-10 KOTA KENDARI TAHUN 2015 Nurlila, Ratna Umi; La Fua, Jumarddin; Meliana, Meliana
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i1.504

Abstract

Pendidikan   kesehatan   adalah   kegiatan  pendidikan  yang  dilakukan dengan    cara    menyebarkan    pesan,    menanamkan    keyakinan,    sehinggamasyarakat  tidak  saja  sadar,  tahu  dan  mengerti,  tetapi juga  mau  dan  bisa melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan. Hasil wawancara   yang   dilakukan   pada   20   orang   siswa   kelas   4,   14   orang diantaranya   memiliki  pengetahuan   yang   kurang   tentang   kesehatan  gigi  , didapatkan  hasilbahwa  20  siswa  mengatakan belum tahu cara menyikat gigi yang baik  dan benar, 17 siswa   tidak pernah menyikat   gigi   sebelum   tidur malam  serta  menyikat  gigi  hanya  saat  pagi  dan  sore  hari  ketika  mandi. Tujuan    penelitian    ini   adalah    untuk    mengetahui   pengaruh    pendidikan kesehatan   terhadap   perubahan   pengetahuan  tentang  kesehatan  gigi  pada siswa kelas4  di Sekolah Dasar Kartika XX-10 kota Kendari.Jenis penelitian yang  digunakan  adalah  penelitian  Pre  Experimen dengan desain  one group pretest-posttest.   Populasi  penelitian   adalah   berjumlah   73   orang  dengan teknik  penarikan  sampel simple random sampling dengan Jumlah sampel 37 orang.   Metode   analisis   menggunakan   Uji   statistik   paired   t-test.Hasil penelitian   menunjukkan   bahwa   pengetahuan   siswa  sebelum  dan  sesudah diberi pendidikan  kesehatan  terjadi peningkatan.  Hasil tersebut dapat dilihat dari nilai uji statistik dimana thit (20,211) >ttab (2,028) dengan nilai p value=    0,000    <    ɑ   0,05   yang   menunjukkan   perbedaan   yang   signifikan. Berdasarkan   hasil   penelitian   dapat   disimpulkan   bahwa   ada   pengaruh pendidikan  kesehatan  terhadap   pengetahuan  tentang  kesehatan  gigi  pada siswa kelas 4 SD.. Kata Kunci : Pendidikan  Kesehatan, Pengetahuan,  Kesehatan Gigi
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN SARAPAN PAGI, DUKUNGAN ORANG TUA, FASILITAS SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SD NEGERI 01 GUNUNG SARI KEC. BONEGUNU KAB. BUTON UTARA La Fua, Jumarddin; Nurlila, Ratna Umi
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 9 No. 2 (2016)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v9i2.511

Abstract

Prestasi belajar adalah kemampuan seorang siswa dalam melakukan kegiatan belajar sesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi belajar tidak semata-mata ditentukan oleh tingkat kemampuan intelektualnya, faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, dan fasilitas sekolah serta faktor-faktor yang turut mempengaruhi prestasi belajar. Penelitian ini berupaya untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan prestasi belajar khususnya yang berkaitan dengan kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, dan fasilitas sekolah pada usia sekolah di Sekolah Dasar Negeri 01 Gunung Sari Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara.            Jenis penelitian yang di gunakan adalah survai analitik dengan mengunakan pendekatan cross sectional yaitu penelitian yang melakukan  pengukuran variable independent dan dependent secara bersamaan pada satu saat tertentu. Populasi dalam penelitian ini adalah adalah  siswa  SDN 01 Gunung Sari kelas ( III, IV, dan V) yang berjumlah 85 siswa. Sampel penelitian ini 46 di tentukan dengan mengunakan rumus Slovin. Tehnik sampling yang digunakan adalah stratified random sampling. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif dan analisis inferensial mengunakan uji statistic Square (X²) dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,01). Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara kebiasaan sarapan pagi, dukungan orang tua, fasilitas sekolah dengan prestasi belajar siswa di SD Negeri 01 Gunung Sari kecamatan bonegunu kabupaten buton utara. Dengan mengunakan uji chis quare antara kebiasaan sarapan pagi dengan prestasi belajar di peroleh nilai p = 0,002, untuk dukungan orang tua di peroleh nilai p = 0,000, dan untuk fasilitas sekolah di peroleh nilaiu p = 0,006.Kata Kunci:  Prestasi Belajar, Kebiasaan Sarapan Pagi, Dukungan Orang Tua, Dan Fasilitas Sekolah