Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Peran Guru dalam Membangun Karakter Peserta Didik di Sekolah Dasar Istiyati, Siti; Marmoah, Sri; Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Supianto, Supianto; Sukarno, Sukarno
INOPENDAS: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 2 (2025): Inopendas : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Agustus 2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jino.v8i2.15302

Abstract

Guru berperan penting di dunia pendidikan, tidak hanya mengajar dan mencerdaskan tetapi juga sebagai teladan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru dalam membangun karakter peserta didik, nilai sikap atau karakter yang ditanamkan guru kepada peserta didik, dan hambatannya. Metode penelitian menggunakan kualitatif studi kasus, pengumpulan data melalui observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Studi ini melibatkan kepala sekolah dan guru yang terdapat di Kecamatan Polokarto, tepatnya SD di Gugus 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin positif dapat dilakukan pendidik untuk meningkatkan karakter jujur, disiplin, tanggung jawab, dan kolaborasi yang dilakukan di kelas. Penanaman karakter melalui bekerja sama membersihkan kelas, disiplin untuk sholat dhuha bersama dan jujur dalam mengerjakan tugas, apabila tidak mengerjakan tugas akan diberi teguran yang mendidik untuk meningkatkan kedisiplinan. Namun terdapat beberapa kendala yaitu kurang perhatiannya keluarga dan kurang mendukungnya lingkungan, sehingga perlu adanya sinergitas dari guru, keluarga, dan masyarakat.
IMPLEMENTASI KARTU KUARTET DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA MATERI ENAM BENUA KELAS VI SEKOLAH DASAR Pamungkas, Desi Tri Lestyo; Supianto, Supianto; Santosa, Eka Budhi
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 7, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v7i3.8871

Abstract

Pembelajaran IPAS materi enam benua di sekolah dasar masih menghadapi tantangan signifikan dalam menciptakan pemahaman konseptual dan spasial yang mendalam pada siswa. Dominasi pendekatan konvensional berbasis ceramah dan buku teks terbukti kurang efektif dalam memfasilitasi pemahaman geografi yang bermakna, mengakibatkan rendahnya keterlibatan siswa dan kesulitan dalam memahami konsep spasial kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat awal pemahaman siswa terhadap materi enam benua, mengeksplorasi strategi implementasi media kartu kuartet, dan mengkaji dampaknya terhadap transformasi pembelajaran IPAS. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 20 siswa kelas VI dan satu guru. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam, dan dokumentasi aktivitas menggunakan teknik triangulasi untuk memastikan kredibilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan transformasi signifikan dalam dinamika pembelajaran dimana media kartu kuartet berhasil mengubah paradigma dari teacher-centered menjadi student-centered yang interaktif dan kolaboratif. Temuan mengungkap bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi, keterlibatan aktif dalam diskusi kelompok, dan kemampuan transfer kreatif konsep geografis yang sebelumnya tidak teridentifikasi. Fenomena tutor sebaya muncul secara spontan, menciptakan ekosistem pembelajaran regeneratif dimana setiap siswa bergantian menjadi pembelajar dan pengajar. Media kartu kuartet terbukti efektif sebagai katalis pedagogis yang memfasilitasi konstruksi pemahaman spasial melalui zona perkembangan proksimal dan menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif.
Kelahiran Hak Kebendaan pada Jaminan Fidusia Supianto, Supianto; Rumawi, Rumawi; Tri Budiman, Nanang
Jurnal Magister Hukum Udayana (Udayana Master Law Journal) Vol 13 No 3 (2024)
Publisher : University of Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JMHU.2024.v13.i03.p01

Abstract

The guarantee right owned by the creditor is a material right, which was born not from an obligatoir agreement as contained in Book III of the Civil Code, but born from a material agreement. This study aims to find out what are the characteristics and when material rights in fiduciary guarantees arise or arise as a right that has various privileges. This study uses a normative juridical method with a statutory and conceptual approach. The results of the study show that material rights (zakelijk recht) are rights that give direct power to an object. Material rights that provide guarantees have certain characteristics or characteristics as stated in the Civil Code, including being absolute, which means they can be defended by everyone, being droit de suit, meaning the right to continue to follow the object in the hands of whoever the object is, and being droit de preference, meaning having priority position in paying off receivables. In fiduciary guarantees, the registration stage plays a very important role in the process of giving birth to material rights because the birth of fiduciary guarantees coincides with the recording of fiduciary guarantees in the fiduciary register book. Registration of fiduciary guarantees is intended to strengthen legal certainty and the birth of material rights.
Workshop Seni Berbasis Pendidikan dalam Rangka Menciptakan Kreativitas untuk Pencegahan Bullying di Lingkungan Sekolah Dasar Marmoah, Sri; Supianto, Supianto; Poerwanti, Jenny Indrastoeti; Istiyati, Siti; Sukarno, Sukarno; Mahfud, Hasan
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 5 No. 3 (2024): August
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v5i3.11858

Abstract

This service aims to increase the awareness and creativity of teachers and students regarding efforts to prevent bullying in elementary schools. The method for implementing this service used workshops and socialization in the form of FGD. This service partner was SD N 02 Nglebak, Karanganyar Regency. The data analysis technique was the stages of data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results of this service showed that there was an increase in awareness and creativity of teachers and students regarding the importance of preventing bullying in elementary schools. This service activity could be an effort to reduce bullying cases through knowledge about bullying prevention and teacher readiness to accompany students if bullying occurs.
Factors Affecting The Bajo Tribe Construction of Children’s Education In Sapeken Islands Supianto, Supianto
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 9 No 2 (2022): July 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v9i2.2578

Abstract

Abstract: Equitable access for education can be a measure of a country's justice. Although almost all countries, including Indonesia, have echoed campaigns on education for all, this has not always been successful. Various obstacles were faced, such as socio-cultural constraints, especially for isolated tribes. This study aims to determine the factors that influence parents' construction in the Bajo Tribe towards children's education in the Sapeken Islands. This research is qualitative research with a phenomenological method. The study was conducted for one year with ten subjects. Data was obtained through participatory observation, then analyzed using the NVivo program. The results show that at least five factors influence the construct of Bajo parents on their children's education. The five factors include religious and moral values, relations with the outside world, availability of transportation facilities, educational facilities, and access to information. Abstrak: Pemerataan akses pendidikan dapat menjadi ukuran keadilan suatu negara. Meskipun hampir semua negara, termasuk Indonesia, telah menggemakan kampanye pendidikan untuk semua, namun hal ini tidak selalu berhasil. Berbagai kendala dihadapi, seperti kendala sosial budaya, terutama bagi suku terasing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan orang tua Suku Bajo terhadap pendidikan anak di Kepulauan Sapeken. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode fenomenologis. Penelitian dilakukan selama satu tahun dengan sepuluh subjek. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan program NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setidaknya ada lima faktor yang mempengaruhi konstruk orang tua Bajo terhadap pendidikan anaknya. Kelima faktor tersebut antara lain nilai agama dan moral, hubungan dengan dunia luar, ketersediaan sarana transportasi, sarana pendidikan, dan akses informasi. 
WORKSHOP PEYUSUNAN INSTRUMEN TES BAGI GURU SEKOLAH DASAR Supianto, Supianto; Marmoah, Sri; Poerwanti, Jenny Indrastoeti Siti; Sukarno, Sukarno; Istiyati, Siti; Mahfud, Hasan
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v7i2.7323

Abstract

Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusunan instrumen tes yang berkualitas, valid, dan dapat diandalkan. Workshop ini melibatkan 40 guru dari 5 Sekolah Dasar Penggerak di Kabupaten Wonogiri. Workshop ini terdiri dari dua sesi, sesi pertama mencakup pemaparan materi mengenai konsep dasar evaluasi, asesmen diagnostik pada Kurikulum Merdeka, dan pengembangan instrumen tes. Sesi kedua, peserta melakukan praktek pengembangan instrumen tes di bawah bimbingan tim PkM. Pada sesi dua, peserta dibagi dalam 5 kelompok. Peserta dalam kelompok menentukan spesifikasi tes, dan menyusun instrumen tes. Setelah penyusunan, soal-soal dievaluasi dan divalidasi oleh kelompok lain. Proses ini melibatkan pemeriksaan kriteria-kriteria soal yang yang berkualitas meliputi kejelasan soal, konsistensi pilihan jawaban, dan berbagai aspek kualitas lainnya hingga instrumen tes disempurnakan berdasarkan masukan dan revisi yang diberikan selama proses validasi. Workshop ini selain berhasil memberikan pemahaman teoretis dan konseptual mengenai konsep dasar evaluasi kepada guru-guru peserta, juga berhasil memberikan keterampilan kepada guru dalam dalam menyusun soal yang berkualitas.
Analysis of Digital Comic Media Needs Containing Local Wisdom to Improve Science Learning Outcomes in Elementary Schools Nurvitasari, Septiana; Suryandari, Kartika Christy; Supianto, Supianto
Jurnal Mamangan Vol 12, No 2 (2023): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v12i2.9384

Abstract

Low science learning outcomes can hinder students' ability to understand and apply science concepts in everyday life. It is hoped that learning media that integrates local wisdom, especially through digital comic media, can increase students' interest and understanding of science. This study has three main objectives: (1) to describe the implementation of media containing local wisdom in improving students' understanding of science concepts, (2) to identify obstacles and supporting factors in the application of local wisdom-based media in the classroom, and (3) to provide strategic recommendations for teachers in developing learning media. Which relevant with context local research. This use method qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation in several classes in elementary schools. Data analysis techniques Using the interactive model from Miles and Huberman that is reduction data, presentation data, And withdrawal conclusion. Results study shows that there is no digital-based learning media, still relying on textbooks. Not yet linked to local cultural wisdom, student outcomes are still low. The presence of digital comic media containing local wisdom as an effort to improve science learning outcomes
Desain Model Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Mahasiswa Wicaksana, Muhlis Fajar; Muryati, Sri; Supianto, Supianto; Septiari, Wahyu Dini; Darmayanti, Rani
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8241

Abstract

Designing a project-based evaluation model for Indonesian language learning as a Compulsory Curriculum Subject (MKWK) in Higher Education that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students is the objective of this research. The research method used is research and development (R&D), with stages of needs analysis and literature review, model design, expert validation, and model trials on students, and model finalization. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, questionnaires, and student critical thinking tests. Data analysis techniques used were carried out with two approaches. Qualitative data were analyzed through Miles and Huberman's interactive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Meanwhile, quantitative data were analyzed using descriptive and inferential statistics, including the calculation of the mean, percentage, and model effectiveness testing using the t-test and N-Gain to determine the improvement of students' critical thinking skills. The Indonesian language learning evaluation model developed integrates project-based formative and summative assessments as well as critical reflection on lecture materials, especially in writing scientific articles. The conclusion of this study confirms that the developed evaluation model design is effective in facilitating the strengthening of students' critical thinking skills through contextual and reflection-based learning. This will increase the University Performance Index (IKU) of higher education institutions. Research results indicate that implementing this model can increase student engagement in the learning process and strengthen students' analytical, synthetic, and critical reasoning skills. The implications of this research emphasize the importance of learning evaluation that focuses not only on final results but also on students' in-depth thinking processes. Abstrak Merancang model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Perguruan Tinggi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa menjadi tujuan penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan dan literature review, perancangan model, validasi ahli, dan uji coba model pada mahasiswa, serta finalisasi model. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, serta tes berpikir kritis mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan dilakukan dengan dua pendekatan. Data kualitatif dianalisis melalui teknik analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, meliputi perhitungan rerata, persentase, dan uji efektivitas model menggunakan uji-t dan N-Gain untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa Model evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia yang dikembangkan mengintegrasikan asesmen formatif dan sumatif berbasis proyek serta refleksi kritis terhadap materi perkuliahan, khususnya dalam menulis artikel ilmiah. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa desain model evaluasi yang dikembangkan efektif dalam memfasilitasi penguatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan berbasis refleksi. Hal inilah yang akan menaikkan Indeks Kinerja Universitas (IKU) Perguruan Tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analisis, sintesis, serta penalaran kritis mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.